Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Dia Isteri Abang!


__ADS_3

Setelah kejadian memalukan tadi pagi, Dika sedikit canggung. Bagaimana tidak, Dinda langsung kabur setelah melihat arjuna. Dika kira Dinda akan terpesona lagi, tapi ternyata tidak sesuai ekspektasi nya.


"Benar benar memalukan!" batin Dika saat bercermin dengan penampilan yang sudah rapi. Pagi ini Dika akan mengajar Pagi di Kampus Dinda, sementara Dinda akan mengikuti ospek Universitas di kampus Utama. Tentu keduanya tidak akan bertemu. Lalu Dika keluar untuk sarapan bersama Dinda dan Fatih


"Ayah lama banget cih?!" tanya Fatih saat melihat Dika keluar


"Maaf ya, ayo kita sarapan" Jawab Dika yang kemudian duduk di dekat Fatih sementara Dinda terlihat salah tingkah sendiri saat itu. Bahkan Dinda tidak berani menatap Dika. Ketiganya pun sarapan bersama meski tidak terasa seperti biasanya.


Tak lama kemudian mereka sudah selesai sarapan, Dinda membereskan meja makan dan setelah itu bersiap untuk berangkat.


"Ayo Yah, unda" Seperti kemarin, Fatih akan di titipkan dirumah orang tua Dika sampai sore nanti.


"Iyaaaa " Sahut Dika yang berada di ruang kerja


"Abang" Ucap Dinda kaget saat saat dika keluar dari kamar kerjanya dengan membawa tasnya


"Dinda kenapa sih kayak jauhin abang gitu?" tanya Dika


"Gak bang, perasaan abang aja" jawab Dinda dengan wajah merona, pikirannya sudah terkontaminasi dengan kejadian pagi tadi hingga membuat Dinda selalu terbayang bayang.


"Abang minta maaf soal tadi pagi" ucap Dika dan Dinda mengangguk pelan lalu memilih berlalu dari hadapan Dika. Namun Dika tidak mau ditinggal dan menyusul jalannya Dinda


"Yang kamu lihat tadi pagi namanya Arjuna" Bisik Dika cepat dan membuat Dinda membulat. Dika cepat cepat berjalan menuju ke vespanya dan disana sudah ada Fatih yang menunggu.


"Arjuna?" Dinda menutup wajahnya dan menggeleng geleng kan kepala mengusir bayangan kotor yang melintas di pikirannya. Lalu cepat cepat menyusul Dika dan Fatih


Saat sampai di depan rumah, Dika terlihat mesam mesem sendiri sambil menatap ke depan sementara Dinda terlihat malu malu. Setelah semua naik, Dika menjalankan vespanya menuju ke rumah orang tuanya.

__ADS_1


*


Sesampai dirumah orang tua Dika, mereka menitipkan Fatih kembali. Fatih langsung di bawa mama Dika masuk kedalam rumah. Namun saat mereka akan pergi, bersamaan dengan itu Dimas baru sampai dirumah itu sepulang Dinasnya.


"Dinda" sapa Dimas saat menghampiri Dika dan Dinda didepan rumah. Dimas melihat penampilan Dinda yang menggunakan kemeja putih , hijabnya putih dan rok hitam panjang. Tapi Dimas tidak menyapa Dika ataupun lainnya yang ada disana


"Mau Ospek ya?" tanya Dimas


"Iya" Jawab Dinda


"Aku anter ya" Ucap Dimas begitu antusias


"Dimas!" teriak papa dan Dimas menoleh kearahnya


"Apa sih pa? aku cuma mau nganterin Dinda ke kampus" Jawab Dimas


Dimas mengeratkan genggaman tangannya dengan rasa kesal tiada tara.


"Pa, kami pamit" Ucap Dika yang akan membawa Dinda pergi


"Aku anterin ya Din?" Dimas memegang lengan Dinda untuk menghentikan langkahnya


Dinda menoleh kearah Dimas dan melihatnya tengah mencengkram lengannya. Dengan cepat Dinda menarik tangannya dengan kuat namun tidak dilepaskan oleh Dimas. Hal itu mengundang amarah papa dan juga Dika.


"Lepaskan tangan Dinda! kami sudah terlambat!" Dika mencengkram kuat tangan Dimas dan menariknya agar melepaskan tangan Dinda


"Aku akan mengantarnya!" jawab Dimas masih kekeh

__ADS_1


"Dia istri abang! jangan buat gaduh!" Tatapan tajam tak ingin kalah langsung dilayangkan Dika pada adiknya. Dimas kalah talak, dia pun melepaskan lengan Dinda dan membiarkan mereka pergi.


"Aku gak akan pernah rela abang sama Dinda! Dinda itu cintaku! bagaimanapun caranya dia harus kembali padaku! " batin Dimas begitu kesal saat melihat Dika membawa Dinda pergi.


"Dimas! jaga sikap mu!!! jangan bikin papa naik darah terus karena ulah mu!" Papa Dimas meninggi


"Pa! Dinda itu gak cinta sama bang Dika! jadi untuk apa pernikahan ini masih berlanjut?! papa gak lihat wajah Dinda itu terlihat ke paksa?! pa! Dinda itu cintanya cuma sama aku pa!" ucap Dimas menghampiri papanya


"Ck! kau bicara cinta sekarang?! waktu itu kenapa kau pergi meninggalkan dinda hah?! kamu sudah buat malu keluarga kita, keluarga dinda juga! terus sekarang kamu mau ngejer dia lagi? kenapa?! apa karena Dinda akan menjadi dokter?! Papa rasa sudah cukup kamu mengganggu Dinda, biarkan dia memilih kebahagiaannya sendiri!" papa Dimas mencoba menasehati anaknya


"Dinda gak akan bahagia jika terus bersama bang Dika pa! hidupnya akan sulit, papa lihat saja, mba sierra saja menyerah hidup bersama bang Dika. Itu karena apa?! karena bang Dika yang hidup cuma pas pasan! wanita mana yang mau hidupnya begitu pa?! Dinda akan lebih baik jika hidup bersama Dimas! Dimas sudah menjadi wakil CEO, kurang apa lagi coba?! Dari segala sisi Dimas jauh lebih dari bang Dika!" jawab Dimas dengan penuh bangga


"Tutup mulutmu!" hardik papa


Kemudian papa meninggalkan Dimas sendiri di depan rumah.


"Let's see, siapa yang bisa bahagiain Dinda, Aku atau Bang Dika!"


Kemudian Dimas masuk kedalam rumah,,,,


.


.


.


.

__ADS_1


Walah Dinda diperebutkan 3 pria nih gaess, Suami pengganti, Mantan kekasih, dan Teman SMA🤭


__ADS_2