
Dimas pulang kerumah dengan wajah kusut dan penampilan yang berantakan tidak seperti Dimas biasanya. Langkah nya gontai saat akan naik ke atas
"Darimana kamu?" tanya mama Nadira
"Ketemu temen. Dimas capek ma, mau keatas" Jawab Dimas yang berlalu meninggalkan mama nya
"Apa Dimas sudah bertemu dengan Dinda? Jika dilihat dari wajahnya, sepertinya mereka sudah bertemu. Aku harus pastikan Dimas sendiri. Lebih baik aku hubungi Dinda" Mama Nadira kembali ke kamar mengambil ponselnya dan akan menghubungi Dinda. Sementara itu, ponsel Dinda berada di kamarnya karena Dinda lupa membawa ponsel yang saat itu sedang di cas.
***
Di pasar malam,,,,,,
"Dika"
Dika dan Dinda menoleh kebelakang dan melihat seorang wanita dengan tersenyum menatap Dika malam itu.
"Sekar??" Dika menyebut nama wanita itu Sekar
"Eh beneran Dika! apa kabar kamu?!" tanya Sekar sok akrab
"Baik, kamu gimana kabarnya? sedang apa disini?!" tanya Dika
"Baik juga, aku lagi bantuin bapak ku jualan pecel lele tenda. Itu yang nomer 4, pecel lele Monggo Mampir" Jawab Sekar dengan bangga
"Ohhh gitu,,, Oh iya sekar, ini kenalin namanya Dinda, dia istriku. Dan Dinda, ini namanya sekar teman abang waktu kuliah dulu" Ucap Dika memperkenalkan Dinda pada Sekar
Dinda nampak tersenyum saat berkenalan dengan sekar, begitu juga Sekar. Sekar meniti penampilan Dinda dari atas kepala hingga kebawah, terlihat sederhana saja, berbeda dengan mantan istri Dika, Sierra. Sekar juga mengenal Sierra karena mereka juga satu fakultas meski beda kelas. Pertemuan Dika dan Sierra terjadi saat mereka mengikuti kegiatan KKN di sebuah desa.
__ADS_1
"Dik, mampir ke warung tenda ku yuk, udah lama kita gak ketemu kan? makan gratis deh" ajak Sekar.
Dika menatap Dinda dan sepertinya Dinda menjawab 'terserah abang'
"Boleh deh, kapan lagi di traktir juragan empang" kekeh Dika
"Kamu bisa aja! ayo kesana" Sekar tertawa saat Dika mengatakan dirinya juragan empang.
Lalu Sekar mengajak Dika dan Dinda ke warung tenda bapaknya. Disana cukup rame pengunjung, dan Dika mengambil posisi sedikit ujung bersama Dinda
"Kalian mau makan apa? nanti biar aku siapin" ucap Sekar memberikan daftar menu makanan di warung pecel lelenya.
Dika dan Dinda melihat daftar menu lalu memilih makanan dan minuman yang mereka inginkan. Setelah itu Sekar meminta anak pegawai nya untuk menyiapkan makanan mereka.
"Mana bapakmu?!" tanya Dika saat sekar sedang mempacking pesanan orang lain
"Alhamdulillah masih. Gimana usaha empang mu? masih jalan?!" Tanya Dika
"Alhamdulillah masih, sekarang aku yang suplai ikan ikan pedagang pecel lele di sini dan di pasar tradisional Dik" Jawab Sekar
"Oh gitu,, mantep lah" Jawab Dika
"Iya, Oh iya kayak nya Dinda masih muda banget ya Dik, umur nya berapa?" tanya sekar kepada Dinda
"19 mba,,," jawab Dinda
"Bew! muda banget Dik istri mu. Jangan jangan mahasiswa mu! Oh iya Fatih kok gak diajak?" tanya sekar
__ADS_1
Dika terkekeh "Iya, Fatih sama eyangnya jadi gak ikut, kamu gak pengen nikah?! temen temen seangkatan kita sudah banyak yang nikah, bahkan gendong anak" Ucap Dika
"Pengen, cuma jodoh ku belum kelihat hilalnya!" jawab Sekar dengan santainya
Dika, Dinda dan Sekar terus berbincang hingga makanan mereka habis. Karena waktu sudah semakin malam, Dika dan Dinda pamit kepada sekar untuk pulang.
"Abang sama mba sekar kayak deket banget sih" ucap Dinda yang sedikit cenut cenut melihat Dika akrab dengan wanita lain
"Kenapa Din? kamu cemburu?!" Jawab Dika saat mereka sudah sampai dirumah
"Sedikittttt!" jawab Dinda yang tidak ingin menutupi perasaan cemburunya
"Banyak juga gak papa! abang seneng, berarti Dinda beneran cinta sama abang!" Jawab Dika yang langsung mendekap Istrinya setelah Dinda melepas hijabnya
"Jadi abang dan mba sekar punya hubungan?!"
.
.
.
.
.
Punya gak yahhh???😀
__ADS_1