Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Seperti Tom dan Jerry


__ADS_3

Plaaakkkkk


Pukulan keras dilayangkan Sekar pada lengan Dimas dan membuat Dimas kaget.


"Kok di pukul sih?" tanya Dimas


"Harusnya gak dipukul ya, tapi di benturin aja pala ini ke tembok! kamu itu kalau ngomong apa gak di pikir dulu hah?! nikah nikah, siapa juga yang mau nikah sama kamu?! lagian kamu pikir nikah itu gampang?! seenaknya saja ngajakin orang nikah, atau jangan jangan setiap wanita kau janjikan seperti itu setelah kau cium dia hah?!" Sekar terus membombardir Dimas dengan kata katanya


"Aku kan ngajakin kamu nikah bukan wanita lain. Apa salahnya? aku yakin kamu itu suka kan padaku?!" ucap Dimas


"Suka sama kamu? kita bertemu saja sudah seperti tom dan jerry, bagaimana kita membangun rumah tangga?! aku gak bisa! aku gak mau! lagian gak ada angin gak ada hujan, kenapa tiba tiba kamu ngajakin aku nikah?! gak laku kamu?! patah hati terus cari pelarian?!" ucap Sekar lagi


Dimas terdiam, bayangannya kembali pada beberapa hari tidak menemui Sekar langsung dan hanya mengawasinya dari kejauhan. Ntah rasanya Dimas ingin terus melihat gadis Dewasa itu, sehari saja dia sudah kepikiran dan jantungnya selalu berdetak tidak normal saat melihat senyum Sekar meski dari kejauhan.


Setelah kejadian mereka jatuh berdua, Dimas merasa sangat sulit untuk tidur nyenyak, rasanya hampir sama seperti pertama kali dia merasakan jatuh cinta kepada Dinda. Dimas pikir dia sudah jatuh hati pada gadis Dewasa itu, hingga dia ingin membuktikan sendiri hari ini, dan benar saja jantungnya kembali berdetak tak karuan saat bersama sekar. Dimas juga heran kenapa dia bisa seperti itu, akankah ini jatuh cintanya untuk kedua kali dengan seorang wanita? meski dia sempat ragu karena sekar lebih tua usianya dari pada dia.


Sedangkan Sekar tidak menyangka jika Dimas mengajaknya menikah, menurutnya ini sangat konyol dan tidak masuk akal. Tidak ada angin tidak ada hujan tiba tiba saja semuanya terjadi. Meski beberapa hari tidak melihat Dimas membuat hatinya terasa sepi. Meski Dimas kekanakan, menjengkelkan tapi dia sudah mengisi hari harinya yang selama ini terasa begitu sepi sunyi. Tapi Sekar tidak mau berurusan lebih jauh dengan Dimas, karena bagaimana pun mereka bagai langit dan bumi yang tidak mungkin bersatu.


" Sudah sana pulang, hujan juga sudah reda. Aku anggap hari ini tidak pernah terjadi" Ucap Sekar berfikir lebih Dewasa

__ADS_1


"Aku masih ingin disini. Aku tau kita memang sering bertengkar mulut, tapi apa kamu yakin kamu tidak ada perasaan apapun padaku?! setelah apa yang kita lakukan, apa kamu tidak merasakan debaran jantung yang luar biasa?" tanya Dimas.


"Aku rasa itu tidak penting juga untukmu mengetahuinya. Aku tidak ada perasaan apapun padamu, jadi aku tidak mau menikah denganmu. Lagian seseorang pernah pernah berkata, kita itu bagai langit dan bumi yang tidak akan pernah bersatu. Kamu masih muda, lebih baik kamu mencari gadis yang seusiaan denganmu, bukan wanita yang lebih tua dari usiamu. Aku rasa diluar sana banyak wanita yang antri mau jadi istrimu" jawab Sekar panjang lebar


"Kalau aku serius padamu, apa kamu masih menolak ku?" tanya Dimas


" Dimas,, diantara kita itu ada benteng yang sangattttttt tinggi dan kokoh, sangat sulit untuk dirobohkan. Menikah bukan hanya sekedar menikah, menikah harus memiliki perasaan cinta diantara keduanya. Aku tidak punya perasaan apapun padamu, jadi tidak perlu di perpanjang, karena aku tidak mau menikah denganmu. Aku akan menikah dengan pria lain nanti" ucap Sekar


"Siapa?!" Dimas langsung menyahut dengan nada tinggi


"Yah belum tau, aku akan mencari nanti. Yang jelas dia pasti lebih dewasa dan bisa membimbing ku. Aku anggap ucapan mu tadi hanya lelucon, pulanglah, ibumu pasti mencari mu" ucap Sekar


Deg!


"Berhari hari Dimas memikirkannya?!" batin Sekar kaget


"Bagiku iya,, ini seperti lelucon. Pria yang serius tidak menemui ku untuk melamar, tapi menemui kedua orang tuaku jika memang serius. Dimas,, aku sampaikan padamu,,, lebih baik kamu cari wanita lain saja yang mau kamu ajak menikah. Aku tidak mau" ucap Sekar yang sedari tadi melihat kedepan dan sedikitpun Sekar tidak ingin melihat Dimas


"Lihat aku kalau ngomong" ucap Dimas

__ADS_1


Perlahan Sekar menoleh dan menatap Dimas yang juga menatapnya


"Pulanglah, aku tidak mau menikah denganmu" ucap Sekar


Dimas mengeratkan genggaman tangannya, dia begitu kesal karena penolakan ini. Padahal dia sudah menurunkan egonya pada wanita ini tapi balasannya begitu menyakitkan.


"Baik! semoga kau tidak menyesal dengan keputusanmu!" Dimas menahan emosinya dan berbalik pergi meninggalkan sekar sendiri di pondok empang nya. Rasanya begitu sakit kala harus patah hati untuk yang kedua kali


"Maafkan aku, tapi aku rasa ini adalah pilihan yang terbaik Dimas. Aku tidak mengerti perasaan apa yang aku rasakan selama ini. Jika memang ini adalah rasa cinta, biarlah cinta ini mati daripada aku harus menahan hati jika bersamamu. Kamu terlalu sulit untuk ku gapai, terlalu besar badai kedepan jika kita memaksakan untuk terus bersama. Aku yakin kau akan cepat melupakan ku dan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari aku" Sekar terus memandangi Dimas yang terus melangkah kan kaki, menerabas hujan gerimis menuju ke mobilnya.


"Sekar! akan ku buktikan padamu keseriusanku! apa kamu pikir aku main main?! Hari ini kau bisa menolak ku, tapi setelah ini aku yakin kau tidak akan bisa menolaknya lagi. Kau pikir aku tidak tau jika kau juga menyukaiku?! tapi kau tidak mau jujur dengan dirimu sendiri! Lihat saja nanti, akan ku buktikan ucapan ku ini!" Dimas memukul setir mobilnya karena masih kesal dengan penolakan Sekar padanya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2