Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Menikmati Masa Berdua


__ADS_3

Sekar cukup terkejut mendengar ucapan Dinda dan Fatih. Dia mengingat ingat kembali kapan terakhir dia mendapatkan tamu bulanan. Harusnya dia sudah mendapatkannya saat ini, namun kadang juga Sekar telat jika dia sedang banyak pikiran. Dia sendiri bertanya tanya, apa dia hamil? apa secepat ini?


"Apa belum di cek, sekar?" tanya papa


"Ah,, belum pa. Kadang tamu bulanan Sekar juga sering terlambat. Sekar hanya takut kecewa" jawab Sekar


"Harusnya di periksakan ke dokter kalau sering terlambat" sahut Dinda


"Iya benar kata Dinda, coba periksa ke dokter obgyn untuk memastikan semua Sekar" ucap papa


"Iya pa, nanti Sekar akan ke cek ke dokter" jawab Sekar


Sudah cukup lama mereka berbincang di samping rumah. kemudian papa mengajak mama kembali ke kamar untuk istirahat.


"Sekar, ini aku punya testpack kalau mau cek ke lebih awal" ucap Dinda memberikan testpack kepada Sekar


Sekar mengambil alat tes kehamilan itu


"Mau di temenin?" tanya Dinda


"Tidak mba, aku akan coba tes sendiri" jawab Sekar


"Ya sudah kalau begitu, aku kembali ke kamar ya. Ayo sayang kita ke kamar" ucap Dinda mengajak Fatih kembali ke kamar.


Sekar masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.


"Apa benar aku hamil?" Sekar masuk ke dalam kamar mandi dan melakukan tes kehamilan sendiri.


Sekar membaca petunjuk pada kertas pembungkusnya, setelah cukup paham, Sekar langsung mempraktekkan sendiri. Dengan hati berdebar debar sekar melihat pergerakan urine yang terus naik ke atas. Sekar menutup mulutnya seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


Dimas baru saja pulang, dia segera masuk dan mencari keberadaan istrinya.


Saat Dimas sampai di lantai atas, dia berpapasan dengan Dinda

__ADS_1


"Eh kakak ipar" sapa Dimas saat melihat Dinda


"Hem,, baru pulang" ucap Dinda basa basi


"Iya, lihat isteri ku?" tanya Dimas mencoba untuk tetap biasa saja meski dia masih merasa sedikit canggung


"Ada di kamar nya. Mungkin dia sedang istirahat" Jawab Dinda


"Ohh baiklah kalau begitu, aku masuk dulu" ucap Dimas dan Dinda turun ke bawah untuk membuatkan susu Fatih.


Dimas masuk kedalam kamar namun tidak melihat Sekar


"Dimana Sekar? tadi katanya di kamar?" Dimas berjalan menuju ke kamar mandi, saat akan membuka handle pintu, Dimas di kejutkan dengan pintu yang bergerak


"Eh!" Sekar mematung saat melihat Dimas sudah berdiri di depan pintu kamar mandi


"Sayang? aku cariin, ternyata kamu disini" ucap Dimas dan Sekar masih mematung.


"Ada apa?" tanya Dimas


"Tadi,, tadi aku melakukan tes kehamilan karena aku telat 1 minggu dan hasilnya,," Sekar menunjukkan testpack di tangannya pada Dimas


"Garis satu, artinya negatif. Aku kira positif" ucap Sekar


Dimas awalnya biasa saja, mendengarkan dengan seksama cerita istrinya. Kemudian dia tersenyum, bahkan terlihat menyeringai nakal


"Itu artinya kita harus kerja keras lagi ! gak papa,,, aku siap kok buahin kamu setiap malam!" Seringai Dimas terlihat begitu jelas


"Ck! itu sih maunya kamu!" cetus Sekar


"Loh,, kan biar cepet hamil! jadi harus rutin buatnya, biar cepet jadi" kekeh Dimas


"Kalau tiap hari juga capek pak. Papa dan kakak ipar nyaranin untuk ke dokter karena tamu bulanan ku gak teratur" ucap Sekar

__ADS_1


"Ohh begitu,, ya sudah sekarang saja kita ke dokternya. Mulai besok aku sudah harus bekerja di kantor papa, bantuin papa. Jadi mumpung hari ini ada waktu, kita pergi sekarang" ucap Dimas


"Oke, aku siap siap dulu. Eh tapi kamu kan baru sampai. Pasti capek, istirahat dulu aja ya, aku buatkan minum" ucap Sekar


"Iya boleh, aku mandi dulu ya. Bau keringet" ucap Dimas


Lalu Sekar keluar sedangkan Dimas membersihkan dirinya di kamar mandi. Saat Sekar menuju ke dapur dia bertemu dengan Dinda yang baru keluar dari kamar mama


"Mba Dinda, lihat mama ya?" tanya Sekar


"Iya, tadi papa minta anterin teh hangat, sekalian tadi buat susu untuk Fatih, gimana hasilnya?" tanya Dinda


"Negatif mba, mungkin benar, aku harusnya periksa ke dokter" ucap Sekar dengan wajah sedih


"Yang sabar, mungkin Allah memberi waktu lagi untuk kalian agar lebih dekat. Allah kasih waktu untuk pacaran lebih lama lagi sebelum nanti dititipkan amanah. Jangan sedih,, tetap semangat" ucap Dinda menyemangati iparnya


"Iya,, terima kasih supportnya mba" ucap Sekar


"Iya, aku ke kamar dulu ya, Fatih pasti nungguin susunya" ucap Dinda


"Iya,, aku juga mau ke dapur ambil minum" ucap Sekar


Lalu Dinda pergi ke kamar sedangkan Sekar ke dapur membuatkan minum untuk Dimas. Benar yang di katakan Dinda, Sekar harus bersabar, mungkin Allah ingin dia dan Dimas menikmati masa masa berdua dulu sebelum mereka riweh mengurus anak. Namun tidak dipungkiri, dia juga menginginkan segera di berikan momongan diusianya yang sudah matang itu.


.


.


.


.


Gaesss, untuk Novel baru Uni, AKU PUNYA PAPA diusahakan updatenya malem yah, hehe menyesuaikan jadwal tidur anak, pas sudah tidur semua, baru bisa lanjut nulis. Terima kasih banyak yang sudah berkenan mampir dan memberi support buat uni😍 Lopeyu pullll😘

__ADS_1


__ADS_2