
Dinda sudah sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi itu. Sejak kejadian Dika memperkenalkan Arjuna kepada Dinda, pikiran Dinda malah jadi tidak fokus dan Kini Dinda malah jadi membayangkan si Arjuna semenjak kejadian tadi. Dia merasa sangat malu jika berpapasan dengan Dika .
"Astagfirullah,, kenapa pikiran ku jadi mesum gini sih?! ini gara-gara abang! iseng banget sih dia!" batin Dinda sebal tapi penasaran
Sepertinya Sierra kesiangan bangun, waktu sudah menunjukkan pukul 6 namun sierra belum juga keluar dari kamarnya, Sementara Dika juga masih belum pulang dari musholah sejak subuh tadi.
Ceklek
Pintu kamar Fatih terbuka dan Fatih keluar dari kamar itu
"Undaa,,," panggil Fatih
"Sayang,,, sudah bangun ya? pasti belum mandi,,," Ucap Dinda yang menghampiri Fatih
"Belum, mama belum bangun " jawab Fatih
"Hemm,,, begitu, ya sudah yuk bunda mandiin di kamar ayah" ucap Dinda dan Fatih mengangguk. Lalu Dinda mengajak Fatih ke kamar Dika.
Tak lama Sierra terbangun dan kaget saat melihat Fatih tidak ada di kamarnya. Sierra menduga pasti Fatih bersama Dinda. Dengan cepat Sierra beranjak dan membersihkan dirinya. Setelah itu Sierra mengganti pakaian dan keluar mencari keberadaan Fatih. Saat ke dapur Sierra sudah melihat tiga porsi bubur ayam terhidang di atas meja
"Assalamualaikum" ucap Dika masuk kedalam rumah
Cepat cepat Sierra berlari kedepan saat mendengar suara Dika
"Wa'alaikumsalam,, baru pulang mas? ayo kita sarapan, aku sudah masakan bubur ayam spesial untuk kamu dan Fatih" ucap Sierra memanfaatkan keadaan
ceklek
Pintu kamar Dika terbuka dan keluarlah Dinda dan juga Fatih dari sana.
"Ayah balu pulang? yuk kita calapan" ucap Fatih yang kemudian menarik tangan Dika dan mengajaknya ke meja makan. Sierra tak ketinggalan mengikuti mereka, begitu juga dengan Dinda. Sampainya di meja makan, Dika hanya melihat 3 porsi bubur ayam yang terhidang diatas meja makan
"Cuma ada 3?" tanya Dika
Pikir Dinda ada 4 porsi, tapi kenapa sekarang hanya ada tiga. Belum Dinda menjawab, Sierra lebih dulu menyahut
"Kita kan hanya bertiga mas, bundanya fatih bisa ambil sendiri didapur. Kan Udah gede" sahut Sierra
Deg!
Dika menoleh kearah Dinda yang sedari tadi hanya diam saja
"Gak papa bang, Dinda ambil lagi aja, di dapur kan masih ada" jawab Dinda yang kemudian berjalan ke dapur untuk mengambil bubur ayam. Sampainya di dapur, Dinda melihat satu porsi bubur ayam ternyata berpindah tempat di atas kulkas. Dinda menghela nafas kasar saat melihat itu.
"Ini pasti kerjaan mba sierra!" ucap Dinda
Setelah mengambilnya, Dinda membawa bubur ayam itu ke meja makan. Namun langkah Dinda terhenti saat mendengar ucapan Sierra
__ADS_1
"Gimana mas? enak kan bubur ayam buatan ku?!" ucap Sierra
Dika terlihat diam saja dan terus menikmati sarapannya.
"Gimana fatih? bubur ayam mama enak kan?" tanya sierra kepada Fatih
"Enak" jawab Fatih dengan mengangguk dan terus menikmati makanannya
Deg!
Dinda begitu kesal karena Sierra mengaku-ngaku jika bubur ayam itu adalah buatan nya. Padahal jelas Dinda yang memasak di dapur sedari subuh sementara dia sendiri bangun kesiangan. Menatap Dika yang lahap menikmati bubur ayam itu, Dinda berharap jika Dika mengenali masakannya.
"Ini bukan masakan mu, tapi masakan Dinda" ucap Dika saat sudah menghabiskan makanannya
Deg!
"Jadi abang mengenali rasa masakan ku?!" batin Dinda begitu senang. Dika beranjak dan meninggalkan Fatih juga Sierra.
Lalu Dinda kembali ke meja makan untuk menikmati bubur ayamnya
"Benar-benar menyebalkan!" batin Sierra
Setelah selesai sarapan, Dinda kembali ke kamar sebentar untuk mengambil pakaian kotor. Sementara Sierra mengajak Fatih bermain di ruang tengah, sengaja, supaya saat Dika keluar nanti, dia melihat Sierra yang menemani putra mereka bermain.
"Abang?!" Dinda kaget saat tiba-tiba Dika seperti tengah memeluknya dari belakang
"Dinda harus gimana bang?" tanya Dinda cepat agar Dika tidak terus menempel di belakangnya
"Kita harus bersikap romantis didepannya nanti " Ucap Dika yang sedikit menjauh dari Dinda
"Abang mau kemana?" tanya Dinda melihat Dika sudah rapi
"Biasa, abang harus kerja untuk mencari nafkah keluarga kita kan?" jawab Dika
"Emm,, boleh gak, mulai besok,,, Dinda yang siapin pakaian abang?" tanya Dinda malu-malu
Dika tersenyum lebar saat mendengar ucapan Dinda
"Boleh dong, abang malah seneng banget di perhatiin sama istri" jawil Dika membuat Dinda merona
"Ya sudah, ayo keluar, nanti fatih nyariin abang" ucap Dinda yang tidak ingin berlama-lama karena Dinda sudah deg degan tak karuan
CUP..
Satu kecupan mendarat bebas di pipi kanan Dinda.
Lalu Dika membawakan keranjang baju kotor yang berada di tangan dinda dan membawakannya keluar. Dinda sempat terpaku, namun kemudian dia sadar
__ADS_1
"Abang,,, manis banget sih!" gemes Dinda sendiri. Lalu Dinda menyusul Dika yang keluar dari kamar..
"Dinda,, ini baju kotornya abang taruh di belakang ya?" tanya Dika dengan lembut
"Iya bang, makasih yah sudah bantuin Dinda" ucap Dinda dengan lembut
Sierra geram saat melihat interaksi mereka berdua. Lalu Dika membawa keranjang baju kotor itu kebelakang
"Fatih,,, baju kotornya mana sayang, biar sekalian bunda cuciin" ucap Dinda kepada Fatih
"Di kamal unda" jawab Fatih
Lalu Dinda masuk kedalam kamar fatih fan mengambil keranjang baju kotor fatih saja. Setelah itu Dinda mencuci bersamaan pakaiannya dan milik Dika.
"Abang berangkat dulu ya" ucap Dika saat Dinda mengantarkan dika berangkat. Disalimnya tangan Dika dan diciumnya
"Hati-hati ya bang" jawab Dinda
"Ayah kerja dulu ya Fatih, jangan nakal" ucap Dika kepada putranya
"Iya yah".
Berharap Dika akan pamit dengannya, ternyata tidak. Bahkan Dika seperti tidak menganggap keberadaan Sierra.
"Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam" jawab Dinda
Setelah kepergian Dika, Dinda pun masuk kedalam rumah
"Hey Dinda!" ucap Sierra
"Ada apa mba?" jawab Dinda
"Cuci kan bajuku!" ucap Sierra
"Apa? maaf mba, mesin cuci nya penuh. Nanti gantian aja setelah aku nyuci, mbak bisa pakai mesin cuci nya" jawab Dinda yang langsung beranjak pergi ke belakang
"Sial!"
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa yah, kasih uni kopi biar melek lagi😀Meski komen kalian gak ke bales, yakinlah komen nya uni like dan unu baca sambil senyum senyum☺️