
Dinda tengah mengubrek di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, sementara Dika membantu istrinya menjemur baju mereka di belakang. Meski Dinda melarang, namun Dika ingin meringankan tugas istrinya, lagian kalau hanya menjemur baju, itu sangat mudah. Setelah sesi menjemur baju selesai, Dika menghampiri Dinda yang sepertinya sudah selesai memasak
"Ayo bang kita sarapan" ajak Dinda
"Baiklah " Jawab Dika yang kemudian duduk bersama Dinda di meja makan. Lalu keduanya pun sarapan bersama.
"Bang, hari ini kita jemput Fatih yuk bang, Dinda kangen banget sama Fatih" bujuk Dinda
"Iya,, abang juga kangen banget sama anak itu" Jawab Dika
Saat sedang menikmati sarapannya, Dika mendengar ponselnya berdering di kamar, Dika beranjak lalu berjalan masuk kedalam kamarnya. Tak lama Dika kembali keluar dan berjalan ke meja makan
"Siapa bang?" tanya Dinda
"Daru, tadi katanya pak Anjas yang punya kontrakan warung cari abang" Jawab Dika
"Ada apa ya bang? apa mungkin soal sewa warung?" tanya Dinda
"Yah bisa jadi,,, warung itu 3 bulan lagi habis kontrak" Jawab Dika
"Abang belum bayar perpanjangannya?" tanya Dinda
"Belum,,, nanti abang bayar. Abang bayar biasanya sekaligus untuk 5 tahun kedepan" jawab Dika
"Setahun berapa bang sewanya?" tanya Dinda
"7juta setahun, jadi abang langsung bayar 35 juta ke pak Anjas" jawab Dika
"Ohh gitu,,,"
"Setelah sarapan kita siap siap ya, kita ke warung dulu untuk nemuin pak Anjas" ucap Dika dan diangguki oleh Dinda.
Sementara itu,,,,,
Dirumah keluarga Dimas,
__ADS_1
"Tunggu"
Sekar terjingkat saat tangannya di tahan dan di cengkram dengan begitu kuat.
"Oh Ya ampun,,,, tamatlah riwayatku!" batin Sekar
"A-ada apa?" tanya sekar sedikit gugup. Sebenarnya tidak ada yang harus sekar takuti jika langsung melawan Dimas, tapi Dia masih waras karena selama beberapa bulan ini keluarga pak Dirdja adalah pelanggan tetap membeli ikan-ikannya.
"Aku seperti mengenalmu,," jawab Dimas mencoba untuk melihat wajah Sekar
"Ah tidak mungkin, anda pasti salah. Tolong lepaskan saya. Saya hanya pedagang ikan kecil,,," jawab Sekar
Dimas langsung teringat pada gadis ikan yang di temuinya waktu dia berada di jembatan gantung. Dengan cepat Dimas menarik tangan Sekar dan membuat sekar terhuyung ke belakang menabrak Dimas
Deg!
Dimas membulat saat melihat benar bahwa gadis itu adalah gadis ikan yamg ditemuninya kemarin. Sontak saja Dimas mendorong Sekar hingga mundur beberapa langkah,dan
Byuuuurrrrrrrrr
Tolong,,,,
Tolong,,,,,
Sekar yang berteriak teriak minta tolong karena takut kedalaman air. Bukan tanpa alasan, dulu sekar hampir tenggelam di empang akibat bermain bersama teman temannya.
Melihat Sekar tak kunjung berenang ketepian kolam, Dimas merasa kasihan juga, kemudian dia berlari dan
Byurrrrrrrr
Dimas menjeburkan dirinya dan menangkap Sekar yang sudah hampir kehabisan nafas. Lalu Dimas menarik Sekar dan membawanya ke tepian kolam.
"Kamu mau bunuh aku ya??" Sekar memukul Dimas dengan menggebu gebu sambil terbatuk batuk karena kesal namun dengan cepat Dimas menangkap tangan Sekar dan menahannya
"Aku gak sengaja!" Jawab Dimas
__ADS_1
Tatapan keduanya bertemu, namun Sekar segera memalingkan wajahnya.
"Ngapain kamu kerumahku?!" tanya Dimas
"Mana tau aku kalau ini rumahmu?! aku hanya mengantar ikan pesanan Nyonya Nadira" Jawab Sekar
"Ya itu mama ku!" Jawab Dimas
"Ck! minggir! aku mau pulang! kalau aku ngerti ini rumahmu, aku gak akan mau anter ikan itu kesini!" jawab Sekar dengan ketus, kesal karena Dimas tidak meminta maaf atas kelakuannya
"Ya sudah! aku juga bisa mencari penjual ikan yang lain, pastinya lebih segar segar dari punyamu!" sungut Dimas
"Terserah!" Jawab Sekar yang kemudian pergi meninggalkan Dimas
"Dasar Cewek gila!" cetus Dimas namun Sekar tidak mendengarnya lagi.
Kemudian Sekar menaiki motornya dan akan pergi meninggalkan rumah itu. Sekar memikirkan sesuatu, dia melihat Fatih, dan rumah itu adalah rumah keluarga Dika,
"Jadi, cowok songong itu adiknya Dika?!"
.
.
.
.
.
Mau minta di kasih votenya💖
Makasihhhhh😍
Setelah bab ini, Dika dan Dinda bakal tui masalah yang cukup pelik untuk kehidupan mereka. Semoga mereka kuat🌹🌹
__ADS_1