Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Abang Ketemu Besar!


__ADS_3

Seperginya Dika dari kelas, Dinda menjadi lemas. Seribu pertanyaannya sendiri langsung memenuhi otaknya. Serasa sangat engap, Dinda pusing hingga dia memijit kepalanya sendiri. Meski sebenarnya Dinda ingin menyusul Dika dan menanyakan semua pertanyaan yang ada di otaknya, tapi Dinda masih ingin menetralkan hati dan pikirannya yang terguncang.


"Ra, kamu bawa minum gak?" tanya Dinda


"Ada, nih" Zara memberikan sebotol air mineral kepada Dinda


Kemudian Dinda membuka tutupnya dan meminum sampai tandas, Zara pun melongo melihat Dinda yang sepertinya kehausan


"Haus banget ya?! perasaan kita gak ngapa-ngapain deh! cuma belajar doang!" celetuk Zara


"Haus banget aku! nervous!" jawab Dinda


"Eh kak! memangnya kamu gak tau kalau abangmu ngajar disini?!" tanya Zara


"Enggak!" Jawab Dinda menggelengkan kepala


Zara mengerutkan dahinya, bingung


"Kok bisa gak tau? kan abang mu kak!" ucap Zara lagi


Deg!


Dinda terdiam, dia kembali berfikir soal hubungannya dan Dika. Mereka memang sudah suami istri namun ternyata banyak hal yang belum diketahuinya soal Dika. Dinda hanya sibuk dengan dirinya sendiri sampai tidak tau betul siapa suaminya. Yang dia tau, Dika suaminya itu hanya seorang penjual mie ayam, dan Dinda tidak keberatan soal itu.


"Heh! malah bengong! jawab kak, kepo nih?" ucap Zara menyenggol Dinda

__ADS_1


Dinda tersadar lalu mendekat kearah Zara


"Dia abang ketemu besar!" bisik Dinda


"Hah?! maksudnya?! kalian sepasang kekasih?!" tanya Zara makin kepo


"SEPASANG SUAMI ISTRI!" Jawab Dinda dan Zara melongo kaget


"WHAT?!"


"Tutup mulutmu! kemasukan lalet baru tau rasa!" Cetus Dinda dan Zara langsung menutup mulutnya.


"Sumpah! aku kaget!" Jawab Zara


"Baru kok, belum lama,, Kami pun belum lama kenal" ungkap Dinda lagi


"Gak juga, udah lah jangan kepo kamu! cukup tau aja!" ucap Dinda


"Masih penasaran tau kak,,!" rayu Zara


"Udah, aku gak mau curhat sama kamu! nanti mulutmu kemana mana" ucap Dinda


"Weiish! gak yah, aku tuh bisa jaga rahasia. Gak akan bocor kemana mana!" Jawab Zara dengan wajah serius.


"Sudahhhh,,, persiapan mata kuliah kedua aja!" sahut Dinda yang kemudian mengambil buku lain dari dalam tasnya.

__ADS_1


Dinda masih tidak habis fikir, bisa bisanya hal itu luput darinya. Dinda yang mungkin kurang care terhadap Dika sementara Dika sudah tau semua tentang hidupnya. Dinda malu, sangat malu bahkan makanan favorit Dika pun dia tidak tau.


"Aku harus banyak belajar lagi untuk menjadi istri yang baik untuk abang dan ibu yang baik untuk Fatih. Hatiku sudah mantap memilihnya, maka dari itu aku akan mengenal mereka lebih dekat. Meski Fatih tidak lahir dari rahimku, tapi aku sayang dia" Dinda tersenyum di tengah pikirannya.


Sementara itu, Dika yang memiliki Jadwal mengajar di kampus lain pun sudah pergi membawa Fatih. Sebenarnya Dika juga deg deg an saat tadi masuk ke kelas Dinda. Sedari dia melangkah masuk, sorot matanya mencari sosok gadis yang sudah menempati ruang di hatinya. Jantungnya berdebar cepat kala Dinda berbalik badan dan tatapan keduanya bertemu.


Deg!


Dika menemukan gadis pujaannya yang tengah menganga kaget melihat dirinya. Meski sebenarnya Dika ingin menghampiri Dinda, namun dia kembali sadar dan dia harus menjunjung tinggi sikap profesionalitasnya sebagai dosen pengajar. Di kesampingkan urusan pribadinya dan Dika langsung angkat bicara memperkenalkan dirinya.


Dika tersenyum kecil saat mengingat bagaimana gugup nya Dinda saat diminta untuk memperkenalkan namanya.


"Menggemaskan" Gumam Dika


"Capa yang menggemaskan yah?"tanya Fatih


"Ah,,, bukan siapa siapa" Jawab Dika saat mereka sudah sampai di kampus. Kemudian Dika berjalan masuk ke ruang Dosen dan menitipkan Fatih pada salah satu temannya . Mereka kenal Fatih, karena Dika sering membawanya ke kampus dan juga sering di titipkan kepada mereka. Karena Fatih anak yang anteng, tidak susah menjaga anak kecil itu.


Waktu terus berjalan, hingga matahari sudah semakin meninggi. Setelah menjalankan ibadah di masjid kampus, Dika kembali ke kampus Kedokteran untuk menjemput Dinda. Sementara Dinda juga sudah menunggu kedatangan Dika di koridor kampus.


Beberapa menit kemudian, Dika menelfon Dinda dan memberitahukan jika dirinya sudah sampai di parkiran dan meminta Dinda untuk kesana. Tak lama kemudian Dinda sudah menghampiri Dika yang saat itu masih berada di atas Vespanya bersama Fatih. Dinda menyapa keduanya, lalu naik dan mereka bertiga akan menuju ke warung Mie Ayam Dika. Di sepanjang perjalanan, Dinda sudah menyusun banyak pertanyaan yang akan di tanyakan kepada Dika nanti setelah mereka sampai. Berharap dia tidak blank ketika bicara berdua nantinya.


.


.

__ADS_1


.


Ada gak nih, yang sering blank didepan pasangan pas lagi kesel , padahal udah nyusun banyak pertanyaan sebelum ketemu?! 🤭


__ADS_2