Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Boros Sekali


__ADS_3

"Ada apa ini?" Dimas tergopoh gopoh begitu sampai di ruang tamu. Dia mendengar teriakan papa dan Dika menggema memenuhi rumah besar itu. Dimas terkejut saat melihat sang mama terkapar di sofa dan Dinda sedang berusaha menyadarkan mama Nadira


"Ada apa? apa yang terjadi?" tanya Dimas


"Mama mu pingsan, papa juga tidak tau kenapa" jawab papa


"Bagaimana Sayang?" tanya Dika pada istrinya


"Kakinya dingin bang, ini Dinda gosok pake minyak kayu putih" Kemudian Dinda mendekatkan minyak kayu putih di dekat hidung ibu Nadira


"Ma,, bangun ma" ucap Dimas namun ibu Nadira masih tidak bergerak


"Maaf ya ma,,,," Setelah mengatakan itu Dinda memencet kedua jempol kaki ibu Nadira dengan begitu kuatnya


"Aaaaa!" Teriak Ibu Nadira yang sontak langsung bangun


Dia bingung sesaat dan menoleh ke kanan dan kekiri, dia di kerumuni oleh banyak orang


"Mama sudah sadar?" tanya Dimas


"Jelas mama sadar, kaki mama sakit, tadi kamu apakan?!" tanya mama Nadira pada Dinda dengan ketus


"Maaf ma, saya pencet jempol kaki mama biar sadar" Jawab Dinda dengan meringis


Dika dan papanya hendak tertawa namun di tahan oleh keduanya


"Mama kenapa bisa pingsan?" tanya Dika


"Tidak papa, hanya kaget saja. Dapat uang dari mana bisa beli mobil mewah itu?" tanya mama


"Namanya rejeki ma, semua sudah diatur yang diatas" jawab Dika


"Memangnya bisa dengan menjual mie ayam dan jadi dosen honor beli mobil semahal itu?" tanya mama

__ADS_1


"Mama kok gitu ngomongnya?!" sahut papa tidak suka, sepertinya istrinya itu menyindir Dika


"Mama hanya bertanya pa" jawab mama


"Memangnya ada peraturannya ya ma, penjual mie ayam gak boleh punya mobil?!" sahut Dinda merasa tersinggung atas ucapan mama mertuanya itu, padahal Dika diam saja dari tadi. Dia sudah biasa mendengar perkataan Mama Nadira yang terdengar sindiran seperti itu.


"Tidak ada, hanya penasaran. Harga mobil itu kan mahal, berarti uang tabungan Dika itu banyak kan. Jadi Dika menghabiskan semua uang tabungannya untuk membeli mobil itu. Boros sekali, tapi yah meski behitu,, bagus kalau memang begitu mama juga ikut senang, kenapa gak dari dulu saja beli nya, jadi,,,," ucap mama terputus


"Namanya rejeki itu bisa datang dari mana saja ma, kalau sekarang Dika sudah punya mobil, harusnya kita bangga dengannya, bukan malah curiga seperti itu. Papa benar benar salut dengan kerja kerasmu!" ucap pak Dirdja yang kemudian menepuk bahu putranya dengan bangga


Mama mencibik karena papa lebih membanggakan Dika dibanding Dimas


"Terima kasih pa" jawab Dika


Dimas melirik Dinda sekilas yang saat itu tengah menatap Dika, sama halnya papa yang menatap Dika dengan bangga dan dia menghela nafas berat.


"Dimas mau siap siap ke kantor dulu" Dimas berjalan lesu meninggalkan semua orang yang ada di ruangan itu.


"Iya, kamu,, kapan mau main ke kantor kita?" tanya papa


"Ingat kata kakek mu, Jaya group sudah menunggumu" ucap papa


Mama Nadira terperangah saat papa membahas perusahaan keluarga


"Tapi Dika sudah terikat menjadi dosen tetap di beberapa kampus pa, Dika juga merasa sudah sangat mencintai profesi Dika sebagai pengajar. Kenapa tidak Dimas saja yang mengurus perusahaan itu? Dika Yakin jika Dimas mampu menjalankan perusahaan itu dengan baik, " ucap Dika


"Apa Dika menolak diberikan perusahaan itu??" batin Mama Nadira, dia sangat tidak menyangka jika Dika akan menolaknya begitu saja, dia pikir Dika akan begitu senang karena akan menjadi pimpinan di perusahaan keluarga.


"Tapi kakek mu memintamu Dika, bukan Dimas" Ucap papa


"Dika ataupun Dimas sama saja pa kami sama sama anak papa, Dika takut saja hanya karena harta keluarga kita terpecah" Ucap Dika sengaja menyentil ibu sambungnya itu.


"Ya sudah,,, kalau begitu, kamu saja yang mengurus restoran kita, kamu kan sudah buka usaha mie ayam, tentu kamu bisa mengurus kalau yang sejenis dengan itu" Ucap papa

__ADS_1


"Ya gak bisa gitu dong pa, warung mie ayam dan restoran bintang 5 itu kelasnya beda. pengelolaannya juga beda, Mama saya yang handle kewalahan, apalagi Dika yang punya jadwal padat selama mengajar?" sahut mama tidak rela jika restoran itu diberikan pada Dika


"Apa bedanya ma? kan sama sama jualan makanan?! malah papa lihat jualan mie ayam dika itu sudah sangat maju, rame, papa yakin dengan adanya Dika di resto itu, akan bertambah ramai" sambung papa


"Mama masih bisa menghandle sendiri" jawab mama


"Tadi kata mama, mama itu kewalahan, mau sampai kapan mama mengurus resto itu? mama itu sudah tua, harusnya sudah pensiun dan waktunya di ganti sama anak anak kita yang mengurus usaha keluarga. Kita itu sudah waktunya menikmati hari tua sambil momong cucu bukan terus terus bekerja" ucap papa


Mama Nadira kicep meski hatinya masih tidak rela


"Sudah pa,, jangan bertengkar, itu bisa kita bahas nanti. Yang jelas sekarang, Dika masih ingin fokus dalam pengembangan usaha Dika. Dika hanya minta doa dari papa dan mama, supaya Dika bisa meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Oh iya,, Dika juga mau sampaikan, sebentar lagi, papa dan mama akan memiliki cucu kedua. Dinda lagi hamil" Ucap Dika dengan merangkul istrinya dengan sayang


"Benarkah? wah kabar bagus kalau begitu, kalau ada anak anak, setidaknya mereka nanti bisa sedikit meredakan sakit kepala papa menghadapi mama dan adikmu" ucap papa sambil terkekeh


"Doakan semoga kami sehat ya pa" ucap Dinda


"Papa selalu mendoakan kalian yang terbaik" jawab papa


Kemudian Dika pamit dan mengajak istrinya masuk kedalam mobil. Setelah mobil Dika meninggalkan rumah itu, Papa Dirdja memilih mengajak Fatih ke halaman belakang untuk bermain dibandingkan melihat mama Nadira yang masih terus kesal sendiri.


"Selama ini, aku yang mengurus resto itu, masak dengan mudahnya papa memberikan kepada Dika. Meski usaha itu di bangun bersama, tapi tetap saja, aku ingin Dimas yang mengelolanya nanti. Ibunya Dika kan dulu juga orang biasa, seharusnya biarkan saja dia menjadi dosen saja dan jualan mie ayamnya itu. Sepadan!". ucap mama


.


.


.


.


Makasih yahh yang sudah doain uni dan keluarga🙏


Semoga semuanya di berikan kesehatan, salam sayang untuk kalian semua😍 meski gak dibales semua komennya, tapi uni baca sambil senyum senyum, dan gak lupa uni LIKE semuanya😍

__ADS_1


__ADS_2