Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Dua Mantu


__ADS_3

"Uught,," Sekar membusung saat merasakan gelayeran memenuhi sukmanya yang hampir menghilangkan akal sehatnya. Tubuhnya terasa meremang saat merasakan remasan lembut dari tangan besar itu dan hangatnya sapuan yang terus menyerang kulitnya


"C-u-k-up " Sekar menjauhkan wajah Dimas yang sudah hampir melahap pucuk merah jambu miliknya. Nafas keduanya tersengal sengal wajah keduanya pun sudah sangat memerah dan terasa panas. Tatapan Dimas juga sudah berbeda dari biasanya,


"Ada apa sayang?" terdengar suara berat Dimas menahan has rat


"Kita-lagi-dirumah sakit, jangan konyol kamu! mau ngapain hah?! gak inget- itu-ada mama?!" Ucap Sekar dengan terbata bata. Tidak bisa di pungkiri, Sekar juga menginginkan lebih dari ini.


Dimas langsung duduk dan membantu Sekar membenarkan pakaiannya


"Maaf khilaf" ucap Dimas langsung Diam


"Kamu marah?" tanya Sekar dan Dimas menggeleng


"Enggak,," Jawab Dimas, sudah selsai memperbaiki pakaian isterinya, Dimas kembali berbaring. Namun kali ini Dimas memunggungi Sekar, Sampai sekar merasa tidak enak hati.


"Pak,, pak Dimas marah ya sama ibu Sekar?" tanya Sekar sambil menarik narik baju Dimas, Tapi Dimas bergeming saja dengan posisinya


"Sayang,,, marah yah?" Sekar mengigit bibirnya sendiri setelah memanggil Sayang, sedangkan Dimas tersenyum kecil


"Gak, tidurlah" jawab Dimas mencoba untuk menahan dirinya


"Tapi,, aku kok dipunggungi sih? katanya mau pelukan sampai pagi?" tanya Sekar


Dimas berbalik badan dan menatap Sekar yang juga menatapnya


"Aku takut goyah! gimana kalau kebablasan lagi?!" ucap Dimas


"Udah langsung tidur aja yuk! sini sini pelukan!" Sekar buru buru menempelkan dirinya pada pria itu dan mengeratkan pelukannya. Tidak ingin kejadian tadi terulang lagi, Sekar segera memejamkan matanya. Sedangkan Dimas masih diam belum membalas pelukan isterinya


"Peluk sayang!" ucap Sekar dan membuat Dimas tersadar, Dimas tersenyum kemudian membalas pelukan Sekar dan mengunci tubuh mungil itu dengan kaki jenjangnya.


"Iya iya aku peluk sampai pagi" ucap Dimas yang kemudian memejamkan matanya.


Di tempat lain,,,,


Mobil Dika baru saja sampai di depan rumah. Rumah itu terlihat sepi, karena memang waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Tentu warung mie ayam Dika sudah tutup sejak sore.


"Sayang,, kita sudah sam,," Dika menoleh dan melihat Dinda sudah tertidur.


"Pasti kamu capek banget ya sayang,, seharian ngampus, sore harus ngurusin mama" Dika mengusap kepala Dinda dengan penuh sayang.

__ADS_1


Tidak ingin membangunkan isterinya, Dika keluar dari mobil dan akan menggendong Dinda membawanya masuk kedalam rumah. Baru sampai di depan teras, Dinda membuka matanya


"Abang,,,," Ucap Dinda menatap suaminya


"Loh sudah bangun?!" ucap Dika


"Kita sudah sampai ya?" tanya Dinda


"Iya, baru saja sampai" Jawab Dika menurunkan Dinda dengan perlahan


"Dinda mau eskrim bang" ucap Dinda


"Hah?!" Dika dibuat terkejut mendengar permintaan isterinya


"Es krim?! tapi ini kan sudah malam sayang,, besok saja yah?" Ucap Dika membujuk isterinya


"Gak mau besok, maunya sekarang!" jawab Dinda yang sudah memasang wajah merajuk


"Tapi sayang,,,, ini sudah malam loh, gak baik makan es krim,, besok saja yahhh cantik ku,, sayangku,,," Dika berusaha membujuk Dinda namun sepertinya percuma karena Dinda malah membuang wajahnya ke samping


"Dinda pengennya sekarang! nanti ngiler lohhh anak kita kalau gak diturutin" Jawab Dinda dengan bibir manyunnya


"Ya sudah, ayo kita ke minimarket depan" ucap Dika pasrah


"Yeyyyy! makasihhhh cinta kuuuuu" Dinda langsung kegirangan dan menarik lengan Dika untuk kembali masuk kedalam mobil. Sedangkan Dika tidak bisa berbuat banyak selain menuruti keinginan ibu hamil yang satu ini


"Abang jangan mau enaknya aja dong,, ini juga keinginan baby kita" Ucap Dinda menatap Dika yang sudah fokus menyetir mobil


"Iya iya,, abang turutin,," Jawab Dika


"Nah gitu dong abang ku sayang,,, ibu mengandung, bapaknya harus mau di repotin hihihih" kekeh Dinda dan Dika hanya tersenyum saja


Malam itu, setelah Dinda mendapatkan apa yang diidam idamkan, mereka langsung pulang dan beristirahat dirumah. Karena tidak ada Fatih, rumah itu terasa sedikit sepi. Keduanya memilih segera tidur karena besok akan kembali kerumah sakit.


Ke esok harinya,,


Dinda sudah bersiap untuk kerumah sakit, Tak lupa Dinda membuatkan bubur untuk mama Nad, Dan juga sarapan untuk yang menjaga Mama semalaman. Sedangkan Dika tengah menyiapkan jualan mereka untuk hari itu bersama Santo dan Daru.


"Ayo bang kita berangkat,," ucap Dinda dengan menenteng bekal makanan di tangannya


"Iya ayo,, sini abang bantu bawakan" Ucap Dika mengambil kotak makanan yang ada di tangan istrinya. Kemudian Dika membuka kan pintu dan Dinda masuk ke dalam.

__ADS_1


"San, itu nanti jangan lupa di antar ya" ucap Dika mengingatkan pada Santo untuk mengantarkan mie ayam yang akan di jual di rumah mertuanya.


"Beress pak" jawab Santo


"Oke, Assalamualaikum" ucap Dika


"Wa'alaikumsalam" Jawab Santo dan Daru


Setelah itu Dika menjalankan mobilnya menuju kerumah sakit.


...**...


Dirumah sakit,,


Sekar tengah memandikan mama Nadira di kamar mandi. Awalnya Sekar takut mama Nadira mungkin tidak mau di sentuh olehnya, namun Dimas meyakinkan jika mama tidak akan keberatan. Sekar pun patuh dan memandikan mama Nadira dengan hati hati.


"Maaf ya ma,, mungkin mama gak suka sama Sekar, mungkin mama gak sudi di bantuin Sekar, tapi sekar seneng bisa berbakti sama mama. Sekar udah anggep mama kayak ibu sekar" Ucap sekar sambil menyabuni mama Nad


"Sekar mungkin bukan mantu yang mama harapkan, tapi Sekar akan berusaha untuk menjadi mantu yang baik untuk mama. Sekar sayang sama Dimas, Meski dia kadang kekanakan tapi dia sangat sayang keluarga" ucap Sekar lagi.


Setelah memandikan mama Nad, Sekar menggantikan pakaian mama dan setelah itu membawa mama keluar dari kamar mandi. Saat mereka keluar, Di ruangan itu sudah banyak orang, ada Dimas, papa, Fatih, Dinda dan Dika disana. Mereka tersenyum kala melihat Sekar dan Mama.


"Wah mama sudah mandi ya,, di mandiin anak mantu" Kekeh papa namun mama hanya diam saja


Lalu Dimas mengambil sisir dan memberikannya pada Sekar. Sekar pun langsung menyisiri rambut mama dengan perlahan


"Setelah ini mama Sarapan ya, Dinda sudah buatkan bubur untuk mama." ucap Dinda yang tengah menyiapkan bubur untuk mama


"Nenek cepet cembuh yahhh,,," Ucap Fatih mendekat dan mengusap tangan mama


Mama Nadira mengedipkan matanya perlahan beberapa kali saat menatap Fatih. Setelah mama sudah terlihat cantik, sekarang waktunya sarapan.


"Pasti mama akan cepat sembuh kalau di rawat sama dua mantu!" ucap papa


.


.


.


Sekarang mama pilih, mau sembuh dan sadar? apa gak mau sadar tak buat meninggoi?! 😏 Pilih ma!

__ADS_1


__ADS_2