Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Masih Punya Hati dan Harga Diri


__ADS_3

"Tapi nak,,"


"Tapi apa pak?"


"Kami,, hanya dari keluarga miskin, dan Sekar menanggung hutang yang sangat besar. Apa kamu benar benar bisa menerima itu?" ucap Pak Hartono,


"Saya tidak mempermasalahkan itu pak, saya bisa menerima itu" ucap Dimas dengan yakin


"Orang tuamu?" tanya pak Hartono


Deg!


Dimas langsung terdiam dan teringat pada mama Nadira yang sangat menentang keputusannya akan menikahi Sekar.


"Saya akan meyakinkan keluarga saya pak" jawab Dimas


"Iya,, jangan terburu buru nak Dimas. Semua harus di fikirkan dengan matang. Kami juga tidak mau masa lalu Sekar terulang lagi" ucap pak Hartono


"Masa lalu?" tanya Dimas


"Memangnya Nak Dimas tidak tau?" tanya pak Hartono


"Tidak" jawab Dimas


"Dulu Sekar pernah ditinggal calon suaminya karena tau kondisi keluarga kami seperti ini. Kami memang orang tidak punya, tapi,, kami juga punya hati dan harga Diri. Lebih baik tidak usah mendekati anak kami jika hanya main main atau tidak bisa menerima kondisi keluarga kami. Kami sampaikan hal ini agar nak Dimas bisa berfikir lagi" ucap pak Hartono


Deg!


Deg!


Dimas jadi teringat dengan kisahnya sendiri yang juga dengan teganya pergi meninggalkan Dinda disaat mereka hampir menikah. Kondisi keluarga Dinda dan Sekar pun tidak jauh berbeda, hanya saat itu keluarga Dinda tidak memiliki hutang pada rentenir.


"Baik pak, saya akan sampaikan ini pada kedua orang tua saya. Kalau begitu saya pamit karena saya harus kembali ke kantor " ucap Dimas


"Iya silahkan" ucap pak Hartono


Kemudian Dimas berdiri dan menyalami kedua orang tua Sekar dengan penuh hormat. Saat Dimas berbalik dia dikagetkan dengan keberadaan Sekar di depan pintu rumah.


Deg!


"Sekar?!" ucap Dimas menganga bukan hanya Dimas, Sekar pun dibuat kaget dengan keberadaan Dimas dirumahnya


"Dimas?"


"Ada urusan apa kamu disini!" ucap Sekar dengan ketus


"Sekarrr,,, kok begitu dengan tamu?" tegur ibu Sutini

__ADS_1


"Sini, ikut aku!" Sekar menarik Dimas dan mengajaknya dia pergi dari rumah itu, Dimas nurut saja


"Kita bicara di mobilku" ucap Dimas balik menarik Sekar untuk masuk kedalam mobilnya. Kemudian keduanya pun masuk kedalam


"Sekarang katakan! apa maksudmu datang kerumah ku hah?!" Tanya Sekar


"Aku melamar mu didepan kedua orang tuamu" jawab Dimas dengan santai


"Apa?!" Sekar menganga kaget


"Iya, kamu bilang sendiri padaku, jika ingin serius maka temui orang tuamu, dan aku sudah buktikan itu" jawab Dimas


"Kamu bener bener gila ya Dim! aku sudah katakan , aku tidak mau menikah denganmu! meski kamu sudah menemui orang tua ku, tapi aku tidak mau!" ucap Sekar


"Kenapa?! apa alasannya?! Aku yakin kamu juga cinta padaku! apa soal mantanmu yang pergi ninggalin kamu?! atau,,,,"


Plaaakkkkk


Ucapan Dimas menggantung karena Sekar sudah mendaratkan tamparan cukup keras ke pipi Dimas hingga membuatnya diam seketika


"Tutup mulutmu! aku gak suka kamu mencampuri urusan pribadiku! aku sudah katakan, aku tidak mau menikah denganmu! tolong ngertilah, lebih baik kau cari wanita yang lebih baik dari ku! aku yakin kamu hanya penasaran, bukan perasaan cinta!" ucap Sekar


"Jika aku inginkan kamu bagaimana? aku ingin hidup sama kamu!" ucap Dimas


"Cukup Dimas! itu tidak akan pernah terjadi!" ucap Sekar


"Kita itu bagai langit dan bumi, kamu orang kaya dan aku orang tak punya. Itu sangat mustahil,,,,"


"Aku gak peduli! aku tidak pernah melihat status seseorang!" jawab Dimas


"Mama mu gak akan pernah setuju!" Jawab Sekar tak kalah tinggi dari Dimas


"Mama?!" ucap Dimas


"Iya! mama mu tidak akan pernah setuju! Lebih baik sekarang kamu pulang, dan lupakan aku! Aku tidak pernah ,,,"


Sekar terdiam saat Dimas sudah menutup mulutnya dengan mulutnya sendiri. Sekar terkaget sesaat namun dia langsung mendorong Dimas hingga kepalanya membentur atas mobilnya


"Dimass!!"


"Habis kamu terus saja mengoceh! kamu itu bohong! kamu bilang gak cinta tapi lihat, wajah mu memerah setelah aku cium! " ucap Dimas mengusap kepalanya yang sedikit terasa sakit


"Ngeselin!! sudah sana pulang!" ucap Sekar akan keluar dari mobil namun di tahan oleh Dimas


"Aku akan bicara pada mamaku, beri aku waktu untuk meyakinkan mama" ucap Dimas


"Ck! untuk apa? aku juga gak mau nikah sama kamu! jangan paksa aku Dimas! aku gak punya perasaan apa apa sama kamu!" ucap Sekar

__ADS_1


"Tatap aku! kalau ngomong lihat orang bukan lihat luar!" ucap Dimas


Sekar tidak akan sanggup untuk menatap Dimas dan mengatakan dengan selantang itu.


"Aku mau keluar!" ucap Sekar


Senyum tercetak di bibir Dimas, lalu Dimas menarik Sekar dan memeluknya begitu erat.


Deg


Deb


Deg


Jantung keduanya pun berdetak begitu cepat saat keduanya saling berpelukan.


**


Di kampus,,,,,


Dika baru keluar dari ruangan Dosen dan akan mengajar kembali pada jam kedua setelah jam pertama selesai. Saat Dika melangkah keluar, langkahnya terhenti ketika Dika mendengar seseorang memanggilnya


"Pak Dika"


Dika berbalik dan melihat pak Aryo memanggilnya. Salah satu Dosen cukup terkenal di kampus itu


"Iya pak Aryo, Ada apa?" tanya Dika


"Tidak,, saya hanya heran saja, sejak kapan ya peraturan di kampus ini berubah. Bukannya untuk menjadi pegawai tetap di kampus ini wajib mengajar 5 tahun. Tapi sepertinya pak Dika belum 5 tahun mengajar disini sudah di angkat menjadi dosen tetap" Sindir pak Aryo


Dika tersenyum santai saja menanggapi ucapan pak Aryo itu. Memang diantara dosen yang ada di kampus itu, hanya pak Aryo yang belum tau, karena saat itu Dia sedang berada di luar kota


"Pak,, Harusnya bapak tanyakan ini dengan pak Dekan. Saya hanya pegawai disini, jadi sepenuhnya saya mengikuti atasan saya. Namanya rejeki, tidak ada yang pernah tau" ucap Dika


"Ohh begitu,, Ya ya ya nanti saya akan tanyakan pada pak Dekan. Um,, saya juga baru tau dengan berita yang beredar di kampus ini. Saya hanya mengingatkan, harusnya anda tetap bisa bersikap profesional sebagai dosen, meski yang anda ajar itu salah satunya ada istri anda" ucap pak Aryo


"Tenang saja pak, saya tentu akan bersikap profesional sebagai dosen dan tidak akan membeda bedakan satu mahasiswa dengan yang lain. Meski salah satunya ada istri saya yang belajar disini. Terima kasih sudah mengingatkan. Jika tidak ada yang penting lagi, saya permisi pak, saya harus kembali mengajar" ucap Dika


Pak Aryo mengangguk kemudian Dika berlalu


"Sombong sekali dia! mentang mentang baru di angkat jadi Dosen tetap di kampus ini!" batinnya


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2