
jam 09:00 wib pagi, akhirnya shinta juga jannah sampai di Indonesia setelah menempuh perjalanan 16 jam
Bandara______
"akhirnya sampai juga" ucap jannah
"he'em, pengen tiduran di kasur" ucap shinta
"eh ini kita gimana? langsung pulang? trus naik apa?" tanya jannah
"pulang aja lah, naik taksi online dulu" jawab shinta
"pulang ke mana?" tanya jannah
"ya ke bandung lah jan, ke rumah gue" jawab shinta
"owhh oke, gue pesenin taksi online dahulu" ucap jannah
"hemm" jawab shinta
beberapa menit kemudian
"eh kayaknya taksinya udah nyampek deh" ucap jannah
"yaudah langsung ke parkiran" ucap shinta menuju parkiran sambil membawa kopernya
"ehhh tunggu! kebiasaan ninggal lo" ucap jannah
"capek gue" jawab shinta
"pak roni ya?" tanya jannah
"iya neng, neng nya yang pesen taksi ya?" tanya pak sopir
"iya pak" jawab jannah
"yaudah mari neng, saya bantuin angkat kopernya dahulu" ucap pak sopir
"iya pak"ucap jannah
dan setelah perjalanan yang lumayan lama dari bandara ke rumah shinta, akhirnya mereka pun sampai juga, setelah mengeluarkan koper mereka
"ini pak ongkosnya" ucap jannah
"terima kasih neng" ucap pak sopir
"sama sama pak" ucap jannah dan pak sopir itu pun pergi dari depan rumah shinta
"jadi ini rumah lo shin?" tanya jannah sambil menunjuk rumah dua tingkat yang lumayan luas dan bergaya minimalis, dengan pagar yang menjulang tinggi
"iya, yuk buruan masuk" ucap shinta sambil membuka gerbang rumahnya
"eh iya iya" ucap jannah
dan setelah mereka berkeliling rumah, terkahir mereka masuk ke kamar utama, kamarnya shinta dan rebahan di sana
"rumah lo bagus shin, kapan bangunnya? lo kan gak pernah bilang ke gue" ucap jannah
"gue bangun ini sebelum pulang ke indo" ucap shinta
"desainnya bagus, minimalis" ucap jannah
"hemm, udah buruan tidur" ucap shinta
"iya iya" ucap jannah dan mereka pun tidur terlelap karena kelelahan
jam 12:00 siang pun shinta bangun karena merasa lapar juga waktunya salat
"jan.. bangun" ucap shinta sambil menggoyangkan tubuh jannah
"hoeee.. bangun" ucap shinta lagi
"iya iya ini gue bangun" ucap jannah sambil mengubah posisi menjadi duduk
"jam berapa?" tanya jannah
"jam 12,ayo shalat trus ke dapur buat makan" ajak shinta
__ADS_1
"hmmm" ucap jannah
dan setelah mereka melaksanakan salat bersama
"eh shin, lo ngajak ke dapur emang ada makanan?" tanya jannah sambil melepas mukenah nya
"ada kok" ucap shinta
"kan rumah ini kosong?" tanya jannah
"liat aja nanti" ucap shinta dan keluar menuju dapur diikuti jannah
ruang makan_______
"wahhh udah ada makanan rupanya" ucap jannah sambil duduk di meja makan
"iya lah" ucap shinta
"siapa yang masak?" tanya jannah, dan belum sempat shinta menjawab, ada wanita paruh baya berumur 50 tahun an yang menuju ke arah mereka
"selamat siang non, saya asti, ART di rumah ini" kata bik asti memperkenalkan diri
"ehh saya jannah bi" ucap jannah
"saya shinta bi" ucap shinta sambil tersenyum tipis
"iya non, kni non shinta kakaknya den adib ya?" tanya bi asti
"iya bi, kok bibi tau?" tanya shinta
"den adib yang menawari saya pekerjaan katanya untuk jadi ART di rumah kakanya, dan waktu itu den sudah pernah nunjukin foto non shinta ke saya" ucap bi asti ramah
"ohh gitu bik" ucap shinta
"lebih cantik aslinya daripada di foto non" ucap bi asti
"bibi bisa aja" ucap shinta
"yaudah non, saya mau ke belakang dahulu" pamit bi asti
"bibi udah makan?" tanya shinta
"iya bi" ucap shinta
"ajudan lo kesini?" tanya jannah
"iya, ajudan pindah tugas kesini" ucap shinta
"kok bisa?" tanya jannah
"gak tau gue, udah ayo makan" ajak shinta
skip setelah makan siang______
saat ini jannah juga shinta sedang bersantai di ruang keluarga sambil menonton TV
"ponsel lo bunyi tuh jan" ucap shinta sambil menunjuk ponsel jannah dengan dagunya
"ehh iya" ucap jannah dan mengambil ponselnya
dan setelah beberapa menit telfonan, jannah pun meletakkan ponselnya
"lo tau gak siapa yang nelfon gue?" tanya jannah
"ya gue gak tau lah, gue kan bukan cenayang yang tau segalanya" ucap shinta
"ishh, itu si rendra yang nelfon" ucap jannah malu malu
"rendra?" tanya shinta
"iya" jawab jannah
"cieee cieeee, kayaknya bakalan ada kapal yang berlayar nih" goda shinta
"apaan deh, gaje lo orang cuman temenan doang" ucap jannah
"temenan doang kok pipi lo sampek ngeblush gitu" ucap shinta
__ADS_1
"shinta ihhhh" ucap jannah
"hahahaha" tawa shinta
"gue ke toilet dulu" ucap jannah dan pergi menuju toilet
dan ponsel shinta juga tiba tiba berdering, tetapi nomor asing yang menelfon nya
"halo?" ucap shinta saat mengangkat telepon
"halo, ini rendra,aku dapet nomor kamu dari jannah" ucap rendra di telepon
"oh rendra, ada apa?" tanya shinta
"aku mau nanya nih" ucap rendra
"apa?" tanya shinta
"jannah tu sukanya sama apa sih?" tanya rendra
"kesukaan jannah?" tanya shinta
"iya, kasih tau dong" ucap rendra
"kesukaannya jannah tuh...bla bla bla blaa" ucap shinta (intinya banyak yang disukai jannah)
"oh gitu, yaudah thanks ya, jangan lupa save nomor ku" ucap rendra
"oke" ucap shinta
"assalamu'alaikum" ucap rendra
"waalaikumsalam" jawab shinta dan tit! panggilan dimatikan berpapasan juga dengan jannah yang baru mau duduk di sofa
"telepon dari siapa?" tanya jannah sambil duduk dan memakan camilan
"dari rendra, katanya lo ngasih nomor gue ke rendra, iya?" tanya shinta
"iya, katanya buat dikasih ke..."ucap jannah menggantung dan memelototkan matanya sendiri
"dikasih ke apa?" tanya shinta
"ehh itu" ucap jannah sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"apa?" tanya shinta
"ehh iya pertemanan, katanya buat dikasih pertemanan gitu" jawab jannah gugup
"dikasih pertemanan? maksudnya?" tanya shinta
"maksudnya tuh biar bisa saling berteman gitu loh" jawab jannah masih gugup
"ooh, kenapa dari tadi lo gugup gitu sih? ada yang lo tutupin ya dari gue?" tanya shinta menyelidik
"gak ada lah shin" jawab jannah gelagapan
"beneran?" tanya shinta yang merasa tidak yakin
"beneran ihh, lo kok gak percaya sih" ucap jannah dibuat buat kesal
"yaudah iya gue percaya" ucap shinta mengalah untuk percaya dan fokus menonton film di TV
*huft,,hampir aja, dasar ni mulut gak bisa di ajak kompromi, untung gue gak keceplosan, gak mungkin kan gue bilang kalau tu nomor rendra minta karena mau dikasih ke reyhan, bisa bisa kena omel gue kalau beneran bilang.
maaf ya shin, gue cuman pengen lo buka hati dan gak terbayang masa lalu lo lagi* batin jannah sambil menepuk nepuk mulutnya sendiri
*kok gue ngerasa ada yang aneh ya sama jannah*batin shinta
"kenapa lo?" tanya shinta heran karena melihat jannah menepuk nepuk mulutnya sendiri
"eh gak papa kok, hhehe" jawab jannah cengegesan
"ada ada aja lo" ucap shinta sambil menggelengkan kepalanya
BERSAMBUNG
__________________________________________
__ADS_1
tinggalkan jejak ya sayang💕
terima kasih buat yang udah mau baca🙏🙌😘