
"Kau gak mungkin pulang tanpa rencana kan kak?" Tanya ajudan yang membuat langkah nya berhenti sejenak
"Aku gak mungkin bikin rencana tanpa tahu penjelasan dari mas Rey" Ucap Shinta yang memang benar ada nya jika di pikirkan, dia tidak tahu kejadian yang sebenarnya dan tidak bisa membuat rencana sembarangan
"Yakin kalau suami lo gak selingkuh?" Tanya Bian memastikan
Hal ini membuat Shinta merasa dejavu dengan kejadian masa lalu, dulu bunda nya juga sangat percaya kalau suami yang dia cintai tidak selingkuh
Tapi nyata nya? semua hanya omong kosong belaka, pembelaan yang ayah nya ucapan juga sekedar sampah yang tidak berguna, tapi sekarang? apa mungkin masa buruk itu akan terulang lagi?
Beberapa kali kalimat itu menggema di pikiran nya, tapi... dengan cepat Shinta menggeleng kepala, tidak tidak! dia tidak boleh berpikiran negatif, dia juga sempat memutuskan untuk mencoba percaya pada yang nama nya cinta
Sudah bersusah payah untuk menata hati, apa mungkin dia harus menyerah sekarang? tidak mungkin! jika berada di sisi Reyhan maka sudah pasti dia pun akan mengharapkan kepercayaan yang sama, Shinta menepis semua pikiran itu dan
"Gue hanya sedang berusaha membuktikan hasil sebuah kepercayaan" Ucap nya lalu menoleh pada ajudan
"Aku anterin aja yuk kak, sekalian mau ke polres" Ajak ajudan sembari berdiri dari duduk nya
"Gue masih mau di sini karena ada urusan sama bu panti, kalian duluan aja" Ucap Bian di sertai anggukan kepala dari Tiara
"Oke"
Di perjalanan, Shinta masih berpikir siapa orang yang membocorkan tentang identitas nya, sudah pasti ada penghianat di sini, tapi siapa? lama lama pusing juga dia mikirin hal ini
"Kak, minum dulu deh susu nya, kamu lupa" Ucap ajudan memberikan satu botol minum tahan panas yang berisi susu ibu hamil
"Makasih"
"Kak, aku tau kau pasti pusing mikir ini, tapi dari teori ku penghianat itu berasal dari perusahaan" Ucap ajudan dengan pandangan fokus ke jalan raya
Glek glek glek, setelah meminum susu nya, baru lah Shinta menanggapi ucapan sang adik "Alasan nya?"
"Ya karena dari pihak kakak maupun aku gak ada anggota baru, tapi di perusahaan? kita gak tahu siapa aja yang masuk ke situ" Ucap ajudan, tidak mungkin dia tahu semua satu persatu identitas pegawai zeze grup
"Iya, tapi kemungkinan hanya orang yang memiliki jabatan dekat dengan Bian, karena pegawai gak mungkin bisa sembarangan tahu informasi itu" Ucap Shinta
"Jadi penghianat berada di sekitar mas Bian?" Tanya ajudan
"Bisa jadi, secara logika hanya Bian sama Tiara yang tahu identitas ku, itu artinya pelaku adalah orang yang bisa dekat dengan atasan bukan?" Ucap Shinta sekaligus meminta pendapat
"Iya, pertanyaan dari semua ini adalah siapa? siapa orang yang membocorkan identitas kakak?" Ucap ajudan dengan salah satu tangan meremas rambut nya sendiri
"Aku juga gak tahu, belum bisa memastikan sebelum tahu kejadian dari mas Rey" Ucap Shinta yang sebenarnya juga bingung sendiri
"Asal ada koneksi mungkin kita bisa tahu siapa pelaku nya kak" Ucap ajudan
"Nanti kita lihat kelanjutan nya gimana" Ucap Shinta mengedikkan bahu nya
Shinta tidak pulang ke apartemen, melainkan langsung ke kantor suami nya, dia tahu kalau Reyhan pasti tidak akan pulang dan lebih memilih bekerja untuk menyelesaikan semuanya
"Gak di anterin ke dalam sekalian kak?" Tanya ajudan saat mobil nya berhenti di depan gedung pencakar langit berlogo WY itu
"Gak ah.. nanti di kira mau grebeg" Ucap Shinta terkekeh
"Yaudah, kalau ada apa apa kabarin kak, kita selesaikan bersama, jangan berusaha sendirian" Ucap ajudan
"Tau, udah ya bay" Ucap Shinta lalu segera turun dari mobil
Tapi dia tidak langsung masuk, hal pertama yang di lakukan adalah menelfon Evan, karena jika masuk sendirian maka sudah pasti beberapa security akan mengusir nya
"Ya Alloh... buk bos?" Ucap Evan mengatupkan kedua tangan nya, bersyukur karena istri dari atasan nya itu sudah kembali sekarang
"Pak Evan" Ucap Shinta tersenyum tipis sembari menganggukkan kepala
"Apa kabar buk? udah lama nunggu ya?" Tanya Evan
"Alhamdulillah saya baik, enggak kok pak saya baru aja sampai" Jawab Shinta
Sedangkan dua security yang berada di depan pintu masuk hanya mendengarkan percakapan mereka dengan penasaran tentu nya
Siapa wanita yang Evan panggil ibu bos? karena bos mereka pun Reyhan di sini, atau mungkin dia yang akan ada proyek kerja sama dengan perusahaan? entahlah
__ADS_1
"Mari buk, saya antar ke atas" Ajak Evan
"Mas Rey gak tahu kan pak? saya belum ngabari dia" Tanya Shinta
"Belum kok bu, saya faham kalau bu bos mau bikin kejutan" Jawab Evan lalu menyuruh Shinta untuk jalan duluan
Lagi lagi Shinta menjadi pusat perhatian dari beberapa pegawai pagi ini, maklum sih... pasti heran kenapa ada wanita yang bisa naik ke atas menggunakan lift khusus? apalagi yang dia tuju hanya ruangan Reyhan
Tok tok tok!
"Pak, maaf mengganggu tapi ada tamu yang ingin bertemu anda" Ucap Evan dari luar
"Siapa? saya tidak ingin di ganggu" Jawab Reyhan dari dalam yang membuat asisten lawak geleng geleng kepala, sudah pasti Reyhan tidak akan mengizinkan siapapun masuk karena itu sudah kebiasaan nya
"Ya gitu buk kalau gak ada istri nya, jadi stress sendiri" Cibir Evan mengadu
"Haha, ciri khas nya pak" Ucap Shinta terkekeh kemudian mencoba izin masuk dengan berdehem sebentar
"Ehem... permisi pak, saya boleh masuk?" Ucap Shinta meminta izin dan tentu dengan suara nya yang sangat Reyhan kenali
Gubrakk!!!
Terdengar seperti ada suara benda jatuh dari dalam ruangan, sedangkan dua orang yang masih berdiri di depan pintu ini langsung cepat cepat masuk untuk memeriksa
"Ya Alloh... kamu ngapain mas?" Tanya Shinta terkejut karena melihat suami nya terduduk di lantai dengan kursi kerja yang sudah mundur jauh ke belakang
Reyhan mendongak, dia masih terdiam karena terkejut itu istri nya atau bukan? yang di depan mata ini hanya bayangan atau kenyataan?
"Pak anda-" Ucap Evan terhenti karena Reyhan mengangkat tangan nya dan memberi kode agar asisten lawak itu meninggalkan ruangan nya
"Baik, saya permisi pak, buk" Ucap Evan segera putar badan menuju pintu
Tunggu, tadi Evan bilang pak dan buk? itu artinya Shinta benar benar ada di ruangan nya? ini bukan hanya bayangan nya saja?
"Sayang?" Ucap Reyhan lirih, berulang kali mengedipkan mata dan memastikan kalau istri nya memang sudah kembali
"Kak" Ucap Shinta spontan mengingat panggilan awal sebelum mereka menikah
Shinta berjongkok, kemudian memeluk suami nya dalam keadaan mereka sama sama duduk di lantai
"Maaf" Ucap Shinta langsung menumpahkan tangis nya di sana, bukan tanpa alasan namun satu hari dia lewati tanpa ridho suami nya, jelas bahwa langkah itu penuh laknat juga sesal yang menusuk dada
Bukan hati yang penuh dengan prasangka,yang melihat segala sesuatu hanya melalui mata, lebih suka menduga-duga, hingga pada akhirnya salah satu terluka
Tidak! dia tidak ingin seperti itu, memang sempat melakukan dan mengedepankan ego terutama rasa sakit hati nya, tapi bukan itu yang Shinta inginkan, dia hanya ingin mencari ketenganan sebentar untuk memulihkan pikiran nya
"Aku salah, aku minta maaf, hua... hiks" Ucap Shinta yang menangis semakin kencang, dalam hati dia merutuki semuanya, hal kebodohan yang dia lakukan, apalagi sekarang bukan perkara yang mudah, namun melibatkan masa lalu yang membuat suami nya terluka
Reyhan diam, tapi tangan nya memeluk pinggang itu dengan erat, mengelus punggung wanita yang sudah menjadi istri nya, mengandung calon anak nya, dapat Reyhan rasakan kalau tubuh istri nya bergetar karena tangis nya yang tersedu sedu
Dia tahu, dia tidak menyalahkan istri nya karena dia pun mengerti bagaimana perasaan seorang wanita jika berada di posisi Shinta, justru yang salah adalah dia, dia yang tidak bisa menjaga diri, dia yang tidak bisa menjaga aib rumah tangga nya
Memang benar kata orang, jika pernikahan belum berumur lima tahun, maka pasti akan ada saja cobaan yang menerpa mereka
"Maafkan aku, sudah membuatmu terluka" Ucap Reyhan di sertai pelukan yang semakin dalam, untuk kali ini tolong biarkan mereka seperti ini, mendalami perasaan masing masing melalui sebuah tangisan
Mencoba mencari kenyamanan, kehangatan yang sempat memudar karena adanya benteng masalah, tolong... biarkan mereka seperti ini, berdua berpelukan bersama, merasakan degupan jantung masing masing yang semakin cepat
Saling mencintai, mendekap satu sama lain, merasakan perasaan yang kian bertambah candu, tidak ada kata memudar atau apapun itu
Beberapa menit seperti ini, walau terpisah hanya satu hari, namun itu berat bagi mereka berdua karena perpisahan ini di sebabkan oleh pertengkaran, bukan hal yang bahagia
"Jangan pergi, hiks" Ucap Shinta di sertai isakan nya, bahkan ingus pun sudah keluar mengenai jas yang suami nya kenakan
"Aku tidak akan pergi" Ucap Reyhan memejamkan mata, dia tidak ingin mengucapkan hal dengan gampang, namun mengucapkan suatu janji dengan mendalam
"Jangan pergi" Ucap Shinta lagi, dia tidak ingin suaminya mengalami hal apa yang seperti Zean alami
"Aku mencintai mu, aku tidak mungkin pergi meninggalkan mu kecuali maut yang memisahkan kita" Ucap Reyhan kemudian mengecup dahi istri nya berkali kali
Shinta merasa bersalah karena masalah kali ini, masalah rumah tangga pun muncul karena dia, karena masa lalu nya yang entah penyebab nya apa pun dia tidak tahu
__ADS_1
Jika suami nya terluka karena hal itu, sudah pasti dia yang menjadi penyebab nya, dia yang menjadi penyebab kehancuran suami nya sendiri
Ingin sekali dia berteriak lalu mengungkap kan semua nya, tapi hal itu tidak mungkin dia lakukan, masalah dan beban pikiran Reyhan masih banyak, dia tidak bisa menumpuk masalah dengan masalah yang baru
Reyhan menyatukan kening dan hidung mereka yang sudah memerah, meski sama sama terisak namu dia harus kuat, dia tidak boleh bersedih atau menangis terlalu lama "Aku mohon... percaya padaku, kita harus bersabar dalam menghadapi semua ujian yang di berikan nya"
Alloh berfirman dalam surah Al-Ankabut ayat 58 dan 69 yang berbunyi:
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَنُبَوِّئَنَّهُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ غُرَفًا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ نِعْمَ أَجْرُ ٱلْعَٰمِلِينَ (58)
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ (69)
"...Demikianlah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal soleh. Yaitu mereka yang sabar dan mereka pula berserah diri bulat-bulat kepada Tuhannya." (QS Al-Ankabut, ayat 58 dan 59).
Allah SWT juga menjelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 153:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai sekalian orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan dengan bersabar dan mengerjakan sembahyang, karena sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar." (QS Al-Baqarah ayat 153).
Hadits tentang ujian dan cobaan ini didasarkan pada hadits dari Ali bin Abi Thalib Ra, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
"Sabar itu ada tiga macam: sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam menjalankan ketaatan dan sabar dalam menghindari kemaksiatan. Siapa yang sabar dalam menghadapi musibah sehingga mampu menjalaninya dengan baik, dengan segala kekuatan hatinya, maka Allah akan mencatat untuknya sebanyak 300 derajat yang antara satu derajat dengan derajat yang lain seperti jarak antara langit dengan bumi. Siapa yang sabar dalam menjalankan ketaatan, maka Alloh akan mencatat untuknya 600 yang antara satu derajat dengan derajat yang lain seperti jarak antara batas dasar bumi hingga puncak 'Arasy. Siapa yang sabar dalam menghindari kemaksiatan, maka Alloh akan mencatat untuknya 900 derajat yang antara satu derajat dengan derajat yang lain seperti jarak dua kali antara batas dasar bumi hingga puncak 'Arasy." (HR. Ibnu Hibban, Ibnu Abid Dun-ya dan Dailami).
Cobaan yang menimpa kita tentu sudah diatur oleh Alloh SWT. Jika kita bersabar, Allah SWT akan melipatkan pahala dan membantu menyelesaikan semua cobaan dan ujian yang dihadapi oleh umatnya dengan cara berdoa.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada seorang Muslim pun yang ditusuk oleh duri atau lebih dari itu, kecuali Allah pasti akan menghilangkan kesalahan-kesalahannya. Sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya." (HR. Bukhari).
Sehingga Islam mengajarkan kepada manusia agar sabar seperti lima nabi yang memiliki keteguhan yang kuat. Kelima nabi yang sabar itu adalah Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad.
Alloh SWT berfirman dalam surah Al-Ahqaf ayat 35:
فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَّهُمْ ۗ كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوْعَدُوْنَۙ لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا سَاعَةً مِّنْ نَّهَارٍ ۗ بَلٰغٌ ۚفَهَلْ يُهْلَكُ اِلَّا الْقَوْمُ الْفٰسِقُوْنَ
"Maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan azab bagi mereka." (QS Al-Ahqaf: 35).
Shinta mengangguk, dia harus percaya dan memberi kesempatan pada suami nya, setidaknya satu kali, mencoba percaya memang tidak ada salah nya, apalagi pada seorang suami yang sudah menjadi teman hidup nya
"Kamu percaya kan sayang?" Tanya Reyhan menatap istri nya, melihat mata itu berkaca kaca dengan wajah cantik yang terlihat sedih
"Aku percaya" Jawab Shinta yakin sampai mengangguk berkali kali
"Terimakasih, aku yakin masalah ini akan segera selesai dan kita mendapat jawaban nya" Ucap Reyhan, dalam hati ia bersyukur ketika Shinta tidak pergi lama lama dan mau mendengar penjelasan nya, mau memberi nya kesempatan untuk menyelesaikan
Cup!
Kecupan singkat di bibir itu mendarat, awal nya memang singkat sih, tapi lama kelamaan... sudah menjadi sebuah ciuman yang mendalam, yang membuat Reyhan candu dengan bibir mungil itu
Ceklek!
Evan masuk tanpa ketuk pintu yang membuat dua sejoli halal itu langsung melepaskan pagutan mereka, apalagi Shinta yang sudah pasti menyembunyikan wajah nya
*Ya Alloh... jiwa jomblo ku ini meronta* Batin Evan yang ingin menangis saja rasa nya, lagi lagi dia memergoki atasan nya yang sedang bermesraan untuk melepas rindu
"Kamu ngapain sih van? masuk gak ketuk pintu" Kesal Reyhan mengubah posisi nya, lalu membantu Shinta berdiri dari lantai
"Anu pak, saya lupa kalau bu bos ada di sini" Jawab Evan melirik ke arah Shinta yang sedang malu malu kucing dan membuang muka, aikhhh... lucu sekali pasangan halal ini
Walaupun wajah Shinta memang terlihat sendu dan seperti habis menangis, namun tetap saja bai Evan istri bos nya itu tetap cantik, ehh..
Plakk! Reyhan memukul lengan asisten nya dengan berkas yang ada di atas meja
"Aduh... pak, sakit loh" Ucap Evan mengelus lengan nya
"Jangan ngeliatin istri saya terus! dan kesini mau ngapain?" Tanya Reyhan tetap saja belum hilang rasa kesal nya
"Saya membawa informasi tentang wanita itu pak, barusan pihak dari jalur yang bapak gunakan mengabari saya, mereka sudah mendapatkan dimana keberadaan dan semua identitas tentang wanita itu" Jawab Evan membuka layar tablet nya yang hampir saja Reyhan banting kemarin
"Akurat?" Tanya Reyhan
"Mereka sudah berpengalaman dan bapak pasti sudah tahu bagaimana kinerja mereka, saya cukup yakin kalau ini akurat, kita tinggal membuktikan saja apakah ini benar atau tidak" Jawab Evan
__ADS_1
Bersambung