Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
187. KP


__ADS_3

Setelah tertidur cukup lama, Shinta bangun dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 4 sore, untung saja dia sudah sholat dzuhur di apartmen Jannah tadi


"Emh... lagi lagi aku gini ya?" Ucap Shinta datar sambil mengedipkan mata nya berkali kali serta merenggangkan badan untuk mencari kesadaran nya kembali


Ketika pusing itu melanda, maka dia pasti akan berakhir bangun di atas kasur alias tidur dalam waktu yang cukup lama untuk menghilangkan rasa sakit itu


Ia mengenakan hijab nya kembali lalu bangun dari kasur untuk mencari Reyhan karena suami nya itu sudah tidak di samping nya lagi


"Maaf ganggu" Ucap Shinta yang keluar dari kamar dan melihat sang suami fokus dengan pekerjaan nya


"Udah bangun?" Tanya Reyhan melihat sang istri yang berdiri di samping nya


"Udah" Jawab Shinta memilih untuk duduk di sofa dan meminum air mineral yang ada di meja


"Laper? Mau makan?" Tanya Reyhan tahu kebiasan bumil itu yang suka lapar secara tiba tiba


Shinta menggeleng, dia masih kenyang dan pikiran nya pun masih tertuju pada penjelasan suami nya tadi, hal yang tak terduga ternyata terjadi lagi


"Mau apa yang?" Tanya Reyhan menghadapi wanita yang mood nya sedang turun drastis


"Ice cream" Jawab Shinta ingin mengonsumsi es beku tersebut terutama rasa matcha yang menjadi favorit nya


"Boleh, tapi kita sholat ashar dulu baru berangkat" Ucap Reyhan yang di setujui istri nya, mereka tidak mau memiliki tanggungan sholat ketika hendak keluar


Dalam perjalanan Shinta hanya diam sambil menatap jalan serta beberapa pepohonan yang rindang, kota ini benar benar sangat indah bagi nya walau mulut itu tidak berucap satu kata pun


Saat mereka berdua sampai di kedai ice cream favorit pun Shinta masih diam, jika Reyhan mengajak bicara maka hanya anggukan gelengan anggukan dan gelengan yang menjadi jawaban respon nya


"Jangan diemin aku dong, aku punya salah ya sama kamu?" Tanya Reyhan makin gemas sendiri jadi nya jika di diamkan seperti lauk baru matang


"Mas" Panggil Shinta yang duduk di depan suami nya dan hanya berbatas meja


"Kenapa sayang? Mau apa?"


"Kamu masih inget sama plan A itu kan?" Tanya Shinta yang langsung membahas ke arah serius


"Masih, yang go publik itu kan? Rencana yang belum tahu berhasil atau enggak" Jawab Reyhan menganggukkan kepala


"Kita..... bisa lakukan itu secepatnya" Ucap Shinta walaupun berat tapi dia juga ingin masalah ini cepat selesai


"Hah? Kamu bilang apa barusan? Aku gak salah denger kan yang?" Tanya Reyhan tidak yakin karena dia masih ingat bahwa sang istri sempat menolak rencana tersebut


"Serius, kayak nya rencana itu punya pengaruh di sini mas" Jawab Shinta


"Kamu masih nge blank ya?" Tanya Reyhan tidak percaya lalu langsung menyuapi istri nya ice cream matcha yang baru di antar itu "Makan dulu yang... makan biar kesadaran kamu balik"


Shinta menikmati sensasi dingin dan segar du mulut nya namun juga dengan alis menekuk, dulu saja Reyhan kekeh ingin membuat semua orang tahu tentang pernikahan mereka, tapi sekarang?


"Haha.. aku serius loh mas" Ucap Shinta di sertai tawa nya


Reyhan ikut makan ice cream rasa kopi yang ia pesan, memang jarang sih makan es itu namun enak juga di nikmati sebelum menjawab apa yang di bicarakan istri nya


"Sekarang jadi aku yang ragu, emang kamu ikhlas dan nyaman kalau sampai kehidupan pribadi kita bakal di cari cari?" Tanya Reyhan


"Kalau demi kebaikan sih oke" Jawab Shinta iya iya saja penting semuanya kelar!


"Bukan, bukan itu yang... ikhlas atau enggak dari dalam diri kamu sendiri?" Tanya Reyhan mengulangi pertanyaan nya


Bagi Shinta yang tidak menyukai dunia maya memang sulit untuk menentukan pilihan, tapi jika ingin menyelesaikan suatu hal maka dia harus bisa mengorbankan zona nyaman demi semuanya


"Insyaallah ikhlas kok, kita bisa buat keputusan atau permohonan supaya gak ada pihak media yang cari tahu tentang privasi kita" Ucap Shinta ganti menyakinkan suami nya


"Aku pikirin nanti yang, iya atau enggak dan untuk iya itu kapan nya juga belum tahu" Ucap Reyhan harus memikirkan lagi keputusan tadi


"Untuk waktu nya yang pasti tunggu ayah bunda sama yang lain pulang ke kota J, dan mungkin kamu bisa rekomendasi in mama papa supaya mereka liburan selagi kita ngurus hal ini" Ucap Shinta memberi saran


"Alasan nya?" Tanya Reyhan


"Kalau konfrensi kayak yang kamu bilang itu terjadi, otomatis ada bendera peperangan atau bahkan serangan lagi kan?" Ucap Shinta yang di jawab anggukan oleh suami nya "Dan aku gak mau keluarga kita jadi sasaran mereka, lebih baik menjauhkan mereka dari pada harus membuat orang tua kita khawatir" Lanjut nya


"Aku tahu, tapi gak yakin juga yang bisa nyembunyiin hal ini dari papa" Ucap Reyhan tahu pasti kalau lama kelamaan papa Raka juga akan mengetahui hal ini


"Setidaknya papa tahu dalam keadaan kita udah baik baik aja, udah selesai semuanya dan tinggal kebahagiaan atas lahir nya dia" Ucap Shinta menunjuk perut nya sendiri


Reyhan tersenyum, memang benar sih kalau lebih baik orang tua mereka tahu dalam keadaan yang sudah baik baik saja sehingga tidak ada korban di dalam keluarga


Tapi apa kali ini berhasil? Apa mereka bisa menyelesaikan semua ini? Tanpa ada yang pergi terlebih dahulu di antara keduanya? Entahlah Reyhan tidak tahu yang pasti dia akan berdo'a dan berusaha dengan keras di sini


"Bismillah... selagi di jalan yang benar insyaallah kita bisa" Ucap Shinta membalas senyuman tersebut


"Semoga, bye the way pipi kamu makin bulat loh yang" Ucap Reyhan mulai lagi, sehari saja tidak menjahili sang istri rasanya ada yang kurang


"Dompet kamu masih ada di aku loh... jangan macam macam ya" Ucap Shinta


"Berarti kamu yang bayar ice cream ini ya" Ucap Reyhan karena sang istri yang memegang dompet nya


"Siapa takut"


Setelah bercanda dan membicarakan tentang apa yang harus mereka lakukan kedepan nya, pasutri itu pulang dengan membawa banyak ice cream titipan Sisil serta anggota keluarga yang lain


🌸🌸🌸

__ADS_1


Hari silih berganti di iringi kenangan baru yang mulai menanti, tiga hari sudah keluarga Shinta di sini dan kini saatnya mereka kembali


Seluruh anggota keluarga sudah bersiap untuk menuju bandara, kecuali Adib karena tugas nya hanya mengantar dan tetap stay di Bandung seperti biasa


"Hua... padahal Sisil masih kangen loh" Ucap bocah berkuncir dua itu sambil sesegukan


"Tante juga masih kangen, tapi gimana dong? Sisil kan harus sekolah" Ucap Shinta mengusap kepala keponakan nya


"Om ganteng..." Ucap Sisil merentangkan kedua tangan nya, seluruh keluarga hanya menggelengkan kepala ketika melihat cara berpamitan seperti tidak akan pernah bertemu saja


"Kapan kapan Sisil boleh kok kesini lagi" Ucap Reyhan benar benar tulus seperti seorang ayah


"Beneran ya om?"


"Beneran sayang, serius" Ucap Reyhan menyematkan jari kelingking mereka


"Tante, sampe in salam kangen dari Sisil buat Han ya!"


"Lhah... masih bocah udah main kangen kangenan aja" Ucap Adib heran, dia yang sudah dewasa saja tidak pernah melakukan hal itu


"Ngiri nih ye..." Ledek Wildan


"Jelas ngiri lah" Ucap Adib mengakui hal itu


"Lah mau di jodohin sama mbak mbak santri gak mau" Ucap ayah Ari menyindir anak nya tersebut


"Belum siap nikah ah... repot" Ucap Adib karena masih banyak tugas serta kasus yang harus ia selidiki


Saat pembicaraan sudah hening, Shinta ingin mengucapkan sesuatu untuk berjaga jaga di kemudian hari


"Ehem... Shinta mau ngomong sebentar" Ucap nya


"Mau ngomong apa sayang?" Tanya mama Riana dan bunda secara bersamaan, keluarga Reyhan juga ada di situ karena ingin pergi ke bandara namun berbeda tujuan dengan keluarga Shinta


"Untuk semua keluarga Shinta, terutama ayah bunda mama sama papa... Shinta minta maaf kalau ada kesalahan yang Shinta lakukan entah sengaja maupun tidak, dan kalau di kemudian hari ada sesuatu atau apapun yang bikin kalian sedih... Shinta minta maaf dan semoga kalian semua, orang orang yang aku cintai mengikhlaskan apapun yang sudah terjadi" Ucap nya menahan agar tidak keluar buliran air mata


"Rey juga minta maaf kalau ada sesuatu yang bikin kalian kecewa, untuk kedepannya kalau ada kabar tidak mengenakkan berupa apapun itu, Rey sama istri Rey minta maaf dengan harapan kalian bisa mengikhlaskan hal tersebut" Ucap Reyhan 


Mereka memang mengucapkan hal tersebut karena tidak tahu apa yang akan terjadi di esok hari, hanya berharap semoga semua baik baik saja dan semua bisa mengikhlaskan apapun yang sudah terjadi


"Kalian ngomong apa sih?" Tanya mama Riana bingung


Semua anggota keluarga jadi ramai kembali karena tidak mengerti apa maksud dari perkataan pasutri tadi


Tapi tidak dengan papa Raka, dia bisa menebak bahwa dari awal sudah ada yang terjadi pada anak menantu nya, tapi dia tidak tahu masalah berupa apa dan memilih untuk diam dengan harapan cinta mereka mampu menghadapi segala cobaan yang ada


Begitu juga dengan Adib yang diam karena dia sudah tahu maksud perkataan barusan, apalagi kemarin pasutri itu juga sudah membocorkan rencana mereka untuk kedepan nya termasuk konfrensi pers yang akan di adakan


"Ah.. apa sih? Shinta cuman minta maaf karena gak bisa kita sering sering ketemu begini kan" Ucap Shinta tersenyum


"Iya bunda, jangan lama lama ya... semuanya harus kesini lagi" Ucap Shinta yang mendapat anggukan dari suami nya


Kedua keluarga itu langsung meluncur ke bandara selepas mengucapkan pamitan yang ternyata cukup memakan waktu


"Hm.. sepi juga ya jadinya, gak ada teriakan Sisil" Ucap Shinta berdiri di halaman rumah dengan menatap mobil yang sudah jauh dari pekarangan rumah


"Lima bulan lagi tangisan anak kita menggelegar disini yang, semoga dia baik baik aja" Ucap Reyhan merangkul istri nya


"Aamiin"


🌸🌸🌸


Sore hari mereka berdua sudah bersiap dengan pakaian rapi, Reyhan mengenakan setelan jas nya dan sang istri mengenakan hijab serta baju tertutup


Ada apa? Mereka sepakat mengadakan konfrensi pers di ruang podium perusahaan untuk membersihkan nama yang sempat tercemar karena kasus kemarin dan mengonfirmasi tentang pernikahan mereka di hadapan publik


Tentu nya pihak perusahaan juga sudah menyiapkan semuanya, termasuk mengundang para wartawan dan semua orang yang berhubungan dengan awak media


"Udah siap kan? Kita jalan ya" Ucap Reyhan membuka pintu mobil untuk istri nya


"Insyaallah"


Mobil melenggang keluar dari pekarangan rumah dengan pak Agus yang bertugas untuk membuka gerbang, meskipun dia cukup heran karena pasutri itu biasa keluar malam untuk membeli makanan alias hal yang di idamkan istri nya, tumben sore ini keluar? Dia juga tidak tahu ada urusan apa


Beberapa menit perjalanan mereka sampai di kantor WY grup, sudah ada banyak kameramen di luar gedung karena ingin tahu kenapa direktur perusahaan itu mengadakan konfrensi pers


"Mas, ini kok sampai di luar gini? Trus kita keluar nya gimana?" Tanya Shinta bingung mereka harus keluar dari mobil dengan cara seperti apa


"Kita lewat parkiran bawah yang, udah ada Adib yang nunggu di sana" Ucap Reyhan menjalankan mobil nya ke parkiran bawah di mana ada pintu masuk karyawan


"Kak, kamu baik baik aja?" Tanya Adib setelah melihat pasutri itu keluar


"Aku gak papa kok, tenang aja" Jawab Shinta


Evan yang juga menunggu di situ lantas menghampiri bos nya, ada yang harus dia sampai kan


"Pak, semua sudah siap dan kalau anda ingin ini cepat selesai maka memulai lebih awal itu terbaik" Ucap Evan


"Saya nunggu istri saya siap dulu" Ucap Reyhan tidak bisa main mulai mulai sendiri


"Aku siap kok mas, kamu mulai langsung gak papa" Ucap Shinta memakai kacamata hitam nya untuk menghalau silau dari flash kamera yang membuat nya pusing dan juga untuk mengurangi identitas wajah nya agar tidak terlalu di kenal nanti

__ADS_1


"Bener? Yaudah ayo" Ajak Reyhan menggandeng tangan bumil tersebut dan menuju ruang podium perusahaan, di mana sudah ada para petinggi lain juga di sana


Saat di depan pintu, Reyhan dan Shinta menarik nafas nya dalam dalam karena setelah ini mereka harus siap dengan segala konsekuensi yang ada


"Aku masuk dulu ya, nanti jangan gugup" Ucap Reyhan karena dia harus membersihkan nama perusahaan terlebih dahulu sebelum mengungkap pernikahan nya


"Mari pak" Ucap Evan membuka pintu


Cekrek cekrek cekrek


Begitulah bunyi kamera yang begitu banyak serta mulut orang orang yang ramai berbicara, mereka sedang menebak nebak untuk apa konfrensi ini di adakan


Reyhan menganggukkan kepala pada para pemegang saham yang hadir, serta orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan karena mereka hadir pun untuk di jadikan sebagai bukti hadir nya di acara resepsi 6 bulan yang lalu


Ia berdiri di tengah tengah lalu mulai mengarah ke mikfofon


"Sebelum ke pembahasan, saya tegaskan semuanya untuk mematikan kamera dan tidak ada sesi tanya jawab berupa apapun itu" Ucap Reyhan tegas yang membuat banyak orang menggerutu


Reyhan memang sengaja melakukan itu untuk membatasi jumlah artikel yang akan keluar karena dia sendiri sudah mengatur siapa yang akan memposting artikel dan mencapai target musuh mereka


"Sudah?"


"Sudah!!!" Jawab mereka semuanya


"Langsung saja ke inti nya, ada sebuah skandal empat bulan lalu yang membahas saya dan membuat citra perusahaan menjadi buruk" Ucap Reyhan yakin bahwa semua yang ada di sini sudah tahu artikel empat bulan lalu yang membuat adanya pertengkaran di rumah tangga nya


"Artikel yang di tulis oleh media , dan tertera bahwa saya melakukan perbuatan tidak senonoh tanpa memikirkan bagaimana sikap seorang pengusaha yang sebenarnya. Tujuan saya mengadakan konfrensi pers ini untuk mengonfirmasi bahwa berita skandal itu TIDAK BENAR" Ucap Reyhan menekan setiap kata kata nya


Semua orang berbisik karena mereka juga butuh bukti yang kuat karena tidak cukup jika hanya kata kata saja


Evan pun langsung menunjukkan beberapa bukti dimana saat dia dan Reyhan melakukan kunjungan pembangunan yang sempat terkena masalah, dan disitu terlihat bahwa tidak ada satu momen pun yang menunjukkan tentang keberadaan wanita bersama bos nya


"Persaingan dan saling menjatuhkan antar perusahaan itu sudah biasa orang lakukan, tapi tidak dengan saya yang enggan menggunakan cara licik seperti itu" Ucap Reyhan benar benar menyindir Growyer yang sudah melakukan semua ini


Semuanya mengangguk faham karena sudah ada bukti kuat serta pernyataan menentang langsung dari pemimpin perusahaan atau orang terkait


"Saya pastikan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum karena tidak bisa lagi di sepelekan, dan saya mengungkap hal ini bukan semata mata untuk perusahaan saja... tapi juga untuk orang tua saya, keluarga dan..... istri saya"


Semua orang mendadak terkejut dan refleks melotot ketika mendengar penuturan Reyhan barusan, ya.. kecuali para petinggi karena mereka hadir di acara pernikahan itu


Banyak yang tidak percaya, mana mungkin seseorang yang dingin dan menutup hati nya pada wanita ini tiba tiba mengungkap kalau dia sudah menikah? Apa ini cuman bualan saja?


"Masa' udah nikah sih?"


"Kayak nya udah deh, dari foto pernikahan nya pak Rendra dulu kan netizen udah curiga"


"Iya ya... tapi kenapa gak pernah di publikasikan sama sekali sih?"


Ada banyak lagi tanggapan yang Reyhan dengar namun dia tidak menggubris hal tersebut, kalau baik ya di aamiin kan, kalau buruk ya masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri


Pintu ruang podium tiba tiba terbuka, ada seorang wanita berhijab dalam keadaan hamil yang tak lain dan tak bukan adalah Shinta denga dampingan Adib di samping nya


Lantas hal itu makin membuat mereka bertanya tanya, siapa wanita hamil tersebut? Apa itu istri yang di maksud Reyhan tadi?


Reyhan tersenyum sambil melangkah dan mengambil tangan istri nya untuk memberikan genggaman dengan erat seakan bilang "Aku di sini, kamu tenang aja ya" bisa di lihat kalau kaki istri nya sudah gemetaran karena menahan rasa gugup nya


"Kalian terkejut dengan perkataan istri? Perkenalkan dia istri saya... wanita yang saya cintai setelah mama saya, berita yang tidak mengenakkan lalu juga membuat istri saya tersakiti maka saya tidak mau hal seperti itu terjadi lagi" Ucap Reyhan mengkode sang asisten lawak untuk memperlihatkan bukti bukti pernikahan mereka di layar proyektor dan memperlihatkan cincin yang tersemat di jari tangan keduanya


"Bisa dilihat itu adalah momen pernikahan saya yang sudah terlaksana enam bulan lalu, banyak bukti dan saksi di sini yang membenarkan pernikahan saya" Ucap Reyhan tertuju pada petinggi perusahaan juga Rendra yang ikut hadir sore ini


Rasa kegugupan Shinta malah semakin menjadi jadi ketika semua orang menatap nya dengan intens, rasanya ingin kabur saja namun lebih baik seperti ini agar masalah mereka cepat selesai


Untung saja dia memakai kacamata hitam untuk menghindari kontak mata dengan orang lain di keramaian ini


"Dia wanita yang menjadi ratu di hati saya, dan alhamdulillah seperti yang kalian semua lihat kalau kami berdua akan segera memiliki anggota baru keluarga kecil kami yang baru di bangun" Ucap Reyhan mengerti kebingungan orang orang tentang perut buncit istri nya


Di sela sela pembahasan, Shinta selalu menatap suami nya itu yang terlihat sangat tegas dan berwibawa sekarang, tak tanggung tanggung ketika menyelesaikan suatu masalah yang berhubungan maupun tidak dengan kehidupan pribadi nya


Reyhan lantas menatap horor semua orang "Dan dengan adanya konfirmasi ini, saya harap tidak ada berita negatif lagi apalagi tentang kehidupan pribadi saya, cukup saya dan keluarga yang tahu. Dan jika.... ada media yang mencari tahu tentang kehidupan keluarga saya, maka pihak tersebut harus menanggung akibat nya!!! Tanpa diberi keringanan sedikit pun, saya harap kalian menghargai privasi seseorang" Ucap Reyhan memberikan ancaman karena jika tidak begini maka ada saja berita yang akan muncul nanti nya


Lalu di lanjut dengan pernyataan para petinggi perusahaan yang menentang ada nya artikel tidak benar itu juga tentang pernikahan pemilik perusahaan, termasuk Rendra juga ikut memberi kesaksian dalam hal ini untuk membantu sahabat nya


Shinta dan Reyhan? Keduanya duduk manis di kursi sambil menunggu semua mengucapkan kesaksian nya masing masing dari setiap jabatan maupun divisi


"Makasih ya..." Ucap Reyhan sambil memberikan air mineral botol pada istri nya


"Makasih juga, karena aku kan gak perlu ngomong apa apa sama mereka" Ucap Shinta lega karena sang suami melakukan seperti apa yang sudah mereka rencanakan


"Ya... hadiah nya jangan lupa sih yang" Ucap Reyhan berbisik di sertai kedipan mata


"Genit" Ucap Shinta tersenyum dan kelakuan pasutri tersebut tak luput dari semua orang yang memandang mereka, dalam hati mereka kesal karena tidak bisa mengambil foto pasangan yang sedang berbahagia tersebut


"Untuk artikel aku udah siapkan semuanya, tinggal nunggu ini selesai" Ucap Reyhan menggunakan nada sepelan mungkin agar orang lain tidak mendengar


"Iya, makasih ya... insyaallah semua nya lancar dan kita bisa lewati hal itu" Ucap Shinta tak pernah berhenti memberi senyuman cantik di hadapan sang suami


"Jangan senyum disini ah... mereka lihat kan aku gak suka" Ucap Reyhan


"Masa' aku harus uring uringan di depan mereka?" Ucap Shinta menggelengkan kepala


"Iya, kalau perlu marah besar karena udah bikin kamu nangis" Ucap Reyhan terkekeh sendiri jadi nya.

__ADS_1


Bersambung


sad end atau happy end?


__ADS_2