
sore
rumah shinta
*apa di bali nanti ada bian ya?* batin shinta bertanya tanya
"tante.. " panggil sisil tiba tiba mengagetkan shinta yang sedang termenung di pinggir kolam
"kenapa sayang?" tanya shinta saat sisil mulai duduk di pangkuan nya
"gak papa tan, sisil lagi bosen" jawab sisil
"mau berenang?" tanya shinta yang tentu saja membuat bocah itu berbinar
"ganti dulu baju nya, minta gantiin sama bibi dulu ya" ucap shinta
"oke tan" jawab sisil seraya berdiri dan masuk ke dalam rumah
beberapa menit kemudian
"astaghfirullah.." teriak shinta refleks saat merasakan ada sebuah tangan yang menyentuh pundak nya
"hahahaha" tawa sisil seketika meledak
"sisil udah jahil ya... untung tante gak jatuh ke kolam tadi" ucap shinta sambil membelai rambut sisil
"aku pasti nangkep kamu sebelum kamu jatuh" ucap reyhan tiba tiba yang sudah berdiri di samping sisil dari tadi, hanya saja shinta tidak menyadari karena sedang sibuk dengan pikiranya sendiri
"loh, kamu kok disini kak?" tanya shinta heran
"menemui pujaan hati" jawab reyhan yang ikut duduk di samping shinta
"gombal banget ya" ucap shinta terkekeh
"kenyataan nya gitu kok, aku gak pinter ngegombal" ucap reyhan tidak terima
"iya iya terserah kamu deh, emm sisil udah bisa berenang?" tanya shinta mengalihkan pembicaraan
"bisa dong tante" jawab sisil bangga
"tapi pakai pelampung" sambung sisil yang membuat shinta tertawa seketika
"hahah, yaudah sana berenang, nanti keburu malem" ucap shinta di iringi gelak tawa
"kamu gak mau berenang sakalian?" tanya reyhan sambil melihat shinta yang sedang mengawasi sisil
"nggak kak" jawab shinta menggelengkan kepala
"kamu lebih banyak diam hari ini" ucap reyhan yang memang merasakan nya
"benarkah?" tanya shinta
"iya, aku bahkan dapat merasakan nya" jawab reyhan yakin
"mungkin memang mood ku saja yang berubah" ucap shinta meyakinkan
"beneran?" tanya reyhan
"iya kak, emm sekarang lebih baik lakukan kegiatan yang dapat mengenal lebih dalam satu sama lain" ucap shinta mengalihkan pembicaraan
"ide yang bagus, contoh nya?" tanya reyhan
"bertanya tentang apapun itu, tapi jangan tanyakan trauma ku, karena cepat atau lambat aku juga akan memberitahumu tanpa kamu bertanya terlebih dahulu" jawab shinta
"oke, sekarang kamu dulu yang mulai" jawab reyhan, kemudian keduanya duduk sila dan berhadapan
"gimana bisa kamu tau kalau aku lagi di belakang rumah? bibi gak bilang kalau ada tamu soal nya" tanya shinta
"tadi aku sengaja supaya bibi gak bilang biar kamu terkejut" jawab reyhan sejujur nya
"kok bibi ngijinin kamu?" tanya shinta
"ya karna ngeliat kamu yang berpakaian tertutup, jadi nya ngebiarin aku masuk karena kamu juga udah pake hijab" jawab reyhan
"ohh" ucap shinta menganggukkan kepala
"sekarang gantian aku yang nanya" ucap reyhan
"baiklah, silahkan" ucap shinta memberikan gestur tangan mempersilahkan
"siapa ajudan kamu?" tanya reyhan yang penasaran dengan sosok ajudan nya shinta
belum sempat shinta menjawab, terdengar suara jannah juga rendra yang datang ke halaman belakang rumah
"assalamu'alaikum" sapa rendra
"waalaikumsalam" jawab semua orang termasuk sisil
"wahh ternyata lo di sini juga rey" sindir rendra yang tidak dipedulikan oleh reyhan
__ADS_1
"tante...sisil udah selesai" ucap sisil yang mengapung di pinggir kolam
"udah? yaudah tante mandiin dulu yuk" ajak shinta seraya mengangkat sisil
"ini bentar lagi maghrib loh, kalian sholat kan?" tanya jannah
"ya iya lah" jawab rendra
"kalian ke musholla komplek gih.. bareng pak didi sekalian" ucap shinta memberi saran
"trus kamu?" tanya reyhan
"sholat di rumah bareng bibi sama jannah juga" jawab shinta yang diangguki reyhan
"udah buruan berangkat" ucap jannah
"iya" jawab rendra yang keluar dari rumah shinta diikuti dengan reyhan
skip
malam
"wahh sisil udah wangi" ucap reyhan yang duduk di taman depan rumah dan melihat shinta yang datang dengan sisil
"iya dong om, kan udah mandi" jawab sisil seraya duduk di samping reyhan
"shin" panggil jannah yang baru keluar rumah
"kenapa?" jawab shinta
"jadi BBQ an gak nih?" tanya jannah
"boleh" jawab semua orang kecuali reyhan
"tidak" ucap reyhan
"kenapa kak?" tanya shinta heran
"aku kesini kan mau ngajak kamu keluar" jawab reyhan
"kemana?" tanya shinta
"ketemu mama" jawab reyhan
krik krik
"kok diem?" tanya reyhan
"cieee mau ketemu calmer" goda jannah
"rey mah langsung gercep, udah gak sabar dia" goda rendra
"kalian apa apaan?" ucap shinta dengan muka yang memerah
"gak perlu malu juga kali shin, dulu lo juga ngeledekin gue kan" sindir jannah
"mau ya?" tanya reyhan
"i- iya, tapi sekarang kita makan dulu" jawab shinta
"kok makan?" tanya reyhan bingung
"aku laper" jawab shinta seraya menelpon seseorang
"shinta bukan laper, tapi menyiapkan kekuatan buat nanti pas ketemu mama nya rey" sahut reyhan
"nahh bener tuh" ucap jannah membenarkan
"kan bisa makan nanti di sana" ucap reyhan
"mau nya disini, makan bareng bareng" ucap shinta dengan nada memelas nya
"oke" ucap reyhan mengiyakan
๐: "dan, kamu kesini gih, beliin makanan" ucap shinta saat menelpon seseorang
๐: makanan apa?
๐: "apapun, yang banyak dan harus ada makanan kesukaan ku ya" jawab shinta
๐: gampang, otw nih
๐: "oke, makasihhh" ucap shinta kemudian menutup sambungan telepon nya
"nelpon siapa?" tanya reyhan
"ajudan ku" jawab shinta terkekeh
"laki laki atau perempuan?" tanya reyhan yang memulai posesif nya
__ADS_1
"yang nama nya ajudan ya laki laki lah rey" jawab rendra
"emang bener?" tanya reyhan memastikan
"iya" jawab shinta
"emang harus laki laki? gak ada ajudan perempuan gitu?" tanya reyhan yang membuat semua orang menahan tawa
"emang kalau ada kenapa?" tanya shinta menggoda reyhan
"ya ganti aja sama yang perempuan, gak rela aku kalau kamu disentuh sama laki laki" jawab reyhan
"wahh.. pak rey posesif" ucap jannah menimpali
"haha, kamu tenang aja, meskipun aku pelukan sama ajudan juga gak dosa kok" ucap shinta
"enak aja, aku meluk kamu aja belum pernah, masa' laki laki lain mau meluk kamu" ucap reyhan dengan nada kesal nya
"tenang aja rey, kan ajudannya-" ucap rendra terhenti saat jannah menyuruh nya untuk diam dan jangan memberi tau
"ajudannya apa?" tanya reyhan tetap dengan nada datar nya
"ajudannya sayang sama shinta" jawab rendra yang membuat reyhan menatap shinta untuk meminta jawaban
"iya" jawab shinta yang paham
"sayang banget malah.. " timpal jannah
"tuh kan, ganti perempuan aja ya" ucap reyhan merengek seperti bayi yang membuat semua orang disitu harus menahan mati matian suara nya
"apa sih kak? kamu tuh udah kayak sisil tau gak, ngerengek gitu" ucap shinta
"iya, om udah kayak sisil waktu minta beli coklat" ucap sisil menimpali
"udah udah kak" ucap shinta menghentikan pembicaraan yang aneh menurut nya
40 menit kemudian
ada sebuah mobil yang terparkir di samping taman rumah, kemudian seorang laki laki turun dan menghampiri shinta
"assalamualaikum" sapa orang itu sambil memeluk shinta dari belakang
belum sempat shinta menjawab, reyhan lebih dulu melayangkan pukulan untuk orang itu
bughh~
"brengsek" umpat reyhan setelah memukul barusan membuat semua orang di itu kaget termasuk sisil juga shinta yang membulatkan mata nya
"apa sih ini?" ucap laki laki itu yang juga emosi karena tiba tiba reyhan memukul nya
"jangan nyentuh orang sembarangan" ucap reyhan dengan suara bariton nya
merasa tidak terima, laki-laki itu pun juga balik memukul reyhan
bughh~
dan alhasil terjadilah aksi tonjok menonjok malam ini, rendra juga jannah hanya melongo karena kaget, sedangkan shinta? dia memeluk sisil agar tidak melihat kejadian di depannya
saat shinta sudah jengah, dia memutuskan untuk berteriak sekeras mungkin
"udah cukup, hentikan" teriak shinta yang menggema di halaman rumah nya sendiri
"udah?" tanya shinta saat semua orang menatap nya
"dia harus dikasih pelajaran" ucap reyhan menunjuk laki laki yang dihajar nya tadi
"ngapain aku dikasih pelajaran? meluk kakak ku sendiri masa' dikasih pelajaran" ucap laki laki itu dengan nada ketus nya, sedangkan jannah juga rendra berusaha menahan tawa nya
*haduh rey rey, terancam terhalang restu ini mah* batin rendra menggeleng kan kepala
*waduh.. ni pasti bakal susah buat dapetin restu dari ajudannya shinta* batin jannah terkekeh geli
"apa? kakak? jangan gada ngada kamu?" tanya reyhan tidak percaya
"pak rey.. dia itu adiknya shinta, calon adik ipar anda" ucap jannah memberi tahu
"rey rey, lo tuh jangan kebawa emosi dulu napa" ucap rendra yang sudah tau kalau laki laki itu adik nya shinta
reyhan kemudian menoleh menatap shinta yang juga menatap nya dengan tajam
glek
"bener?" tanya reyhan meminta jawaban dari shinta
"iya, dia adikku, adik kandung ku" jawab shinta kesal sambil menekan kata kata nya
*mati kamu rey* batin reyhan merutuki kebodohannya sambil melirik ke arah ajudannya shinta yang sedang menatap nya dengan tajam
___________
__ADS_1
jangan lupa like + komenโค๐
sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangatโบ