
"Kamu akhir akhir ini gampang capek ya?" Ucap Shinta duduk bersandar di sandaran ranjang setelah melepas hijab, dan memperhatikan sang suami yang sedang rebahan dengan memejamkan mata nya
"Kayak nya iya, kenapa? aku gak tahan lama ya kemarin malam?" Tanya Reyhan yang mulai merambat sampai ke pluto
"Bukan gitu ish... cuman kamu gampang capek aja karena akhir akhir ini soal nya sering lembur, mau di pijitin gak?" Tanya Shinta menawarkan
"Boleh, kepala aja ya... agak pusing soal nya" Ucap Reyhan memindahkan kepala nya dan menjadikan paha sang istri menjadi bantal
Shinta mulai mengarahkan tangan nya dan memijat kepala itu secara perlahan, lebih sering menekan pelipis karena suami nya meminta di bagian itu
"Jadi tukang pijit oke juga" Ucap Reyhan di sela sela menikmati pijatan istri nya
"Iya, tukang pijit pribadi kamu sih gak papa" Ucap Shinta tidak masalah asal tidak memijit badan laki laki lain
"Sayang" Panggil Reyhan
"Hmm, kenapa?" Jawab Shinta
"Kiss ini" Ucap Reyhan menunjuk dan memajukan bibir nya sendiri
Cup... Shinta menurut dan memberikan kecupan singkat di sana
"Kok cepet banget? gak berasa loh" Ucap Reyhan memprotes
"Kalau mau berasa nanti malam aja, kalau sekarang yang ada malah gak jadi ikut resepsi kita nanti" Ucap Shinta memberi alasan tanpa menghentikan kegiatan tangan nya
"Doble services?" Tantang Reyhan
"Siapa takut?" Ucap Shinta ganti dengan nada menantang, cukup lama ia memijat kepala suami nya kemudian memutuskan untuk mandi karena jam menunjukkan akan segera di mulai nya acara
"Bareng aja, biar keburu" Ajak Reyhan
"Mandi aja loh, jangan macam macam!" Ucap Shinta mengingatkan lagi, dia pernah kemakan omongan kosong Reyhan waktu mengajak nya mandi berdua
"Iya sayang... janji deh, di bawah juga kayak nya udah ada tamu undangan yang datang" Ucap Reyhan dengan cepat mendorong istri nya untuk masuk ke kamar mandi
Setelah mandi... hanya mandi saja! jangan travelling loh, kedua nya mengganti baju lalu turun ke bawah dimana aula berada dan benar saja sudah ramai tamu yang mencari tempat duduk mereka
Anggota keluarga dan orang terdekat duduk di depan, sedangkan para tamu undangan atau kolega berada di tengah dan belakang
"Ah... Jannah cantik banget sih" Ucap Laila yang duduk di sebelah Shinta dan Andrew
"Iya, cantik" Ucap Shinta membenarkan dengan pandangan yang tak lepas dari Jannah yang menggandeng lengan suami nya ketika berjalan menuju panggung pelaminan, gaun itu menyapu karpet merah yang bertabur bunga
"Kenapa kamu cantik banget?" Tanya Rendra berbisik
"Ha? wanita kan emang cantik" Jawab Jannah santai meskipun hati nya dag dig dug ser karena menjadi pandangan banyak orang, mereka berdua duduk bersebelahan di tempat yang seharus nya lalu acara pun di mulai sebagaimana semesti nya
"Sahabat gue dua duanya udah nikah, huhu tinggal minta keponakan" Gumam Laila yang terdengar di telinga Shinta
"Hust... susah tau, gak segampang bikin balon" Ucap Shinta berbisik ke telinga sahabat nya
Beberapa jam acara itu terus berlangsung, dengan hati yang tentu saja riang gembira apalagi para orang tua mereka
Orang orang akhir nya tahu bahwa Rendra melepas status lajang nya hari ini, begitu pula berkat resepsi ini orang orang yang tidak di undang dulu akhirnya mengetahui bahwa Reyhan sudah menikah dengan gadis pujaan hati nya, jika ditanya kenapa tidak mengundang mereka, hal yang Reyhan jawab adalah pernikahan kami di adakan secara tertutup dan sudah menjadi keputusan pribadi nya
Ada juga hal yang membuat Shinta risih ketika beberapa orang memandang segan kepada nya setelah tahu jika dia menikah dengan salah satu pebisnis, ya tapi mau bagaimana lagi? ini sudah menjadi resiko nya
*Kok aku pengen sih* Batin Shinta dengan mata yang memandangi area makanan, dia melirik ke arah sang suami yang sedang membicarakan apalagi kalau bukan bisnis nya dengan salah satu kolega yang dia kenal
"Tau ah, mending makan" Ucap Shinta lalu berjalan menuju makanan yang menjadi sasaran nya, di sana sudah ada Laila juga Andrew yang sedang menikmati hidangan
"Aku gabung ya" Ucap Shinta ikut duduk di meja bundar itu
"Iya, emang suami lo kemana?" Tanya Laila celingukan dan tidak melihat adanya Reyhan
"Lagi ngobrol dan gue laper" Jawab Shinta sembari memakan lauk yang ada di piring Laila
"He... ambil sendiri sana, ini makanan gue loh" Ucap Laila menjauhkan piring nya tapi Shinta juga ikut menahan dengan kuat
__ADS_1
"Pliss, gue mau nya yang ini... satu sendok aja, ntar gue mau ambil makanan sendiri kok" Ucap Shinta memohon
"Iya iya" Ucap Laila mengijinkan dan setelah Shinta memakan satu sendok, wanita itu berdiri dan mengambil makanan yang dia mau
Mata nya seketika berbinar ketika melihat ada macam macam buah buahan potong yang sudah terbalut menggunakan gelatin, dalam bayangan nya buah itu pasti segar sekali
"Ini aja" Ucap Shinta mengambil buah itu dan meletakkan nya dalam mangkuk, cukup banyak yang ia ambil karena banyak juga macam buah nya, setelah di rasa cukup ia langsung duduk di tempat Laila tadi
"Katanya laper?" Tanya Laila
"Ya ini makan" Jawab Shinta enteng sambil menunjukkan mangkuk nya
"Itu kan buah, sekarang masuk waktu makan malam loh" Ucap Jannah mengingatkan, begitupun dengan Andrew yang sebenarnya bingung kenapa Shinta hanya makan buah
"Tau, tapi emang pengen nya cuman ini" Ucap Shinta memegang garbu dan menusuk salah satu buah, lalu ingin mendaratkan ke mulut nya, tapi sebelum buah itu mendarat ke lambung nya, Reyhan lebih dulu datang dan hap... memakan buah itu secara tiba tiba
"Kok di makan sih?" Ucap Shinta menatap kesal suami nya dengan mata yang mulai berkaca kaca juga hidung kembang kempis nya itu
*Astagfirullah kenapa lagi ini?* Batin Reyhan merasa gawat, ia kemudian mengambil garpu dari tangan istri nya dan menyuapi mulut mungil itu dengan buah sebelum sang empu tambah ngambek nanti
"Maaf" Ucap Reyhan
"Emm... seger banget" Ucap Shinta menikmati buah itu sampai memejamkan mata tanpa mempedulikan permintaan maaf suami nya
"Seenak itu ya?" Tanya Laila
"Iya, coba aja nih" Ucap Shinta memberi satu potong buah dan di terima oleh Laila
"Perasaan rasa nya juga kayak buah gelatin pada umum nya, kenapa lo lebay banget?" Tanya Laila heran
"Gue bilang enak ya enak!" Ucap Shinta tanpa bisa di bantah
"Iya iya, enak kok enak" Ucap Laila menurut dan mengiyakan saja daripada sahabat nya marah nanti
Reyhan masih memandang cara makan istri nya kali ini yang tidak seperti biasa, lagi lagi ekspresi Shinta yang memejamkan mata serta tersenyum untuk menikmati buah itu membuat Reyhan meneguk ludahnya sendiri
"Lo jangan gila ya" Ucap Laila mengingatkan
Reyhan menyenggol pelan lengan istri nya dan dapat dilihat kalau ekspresi nya seperti terlihat kesal karena makan nya di ganggu, tapi ia masih dapat menahan nya
"Mau makan? aku ambilin ya" Ucap Shinta menawarkan lalu berdiri dan mengambilkan makanan untuk suami nya, setelah selesai ia langsung kembali, memberikan piring yang sudah terisi makanan itu pada suami nya, lalu melanjutkan makan nya yang sempat tertunda.
Rangakaian acara hari ini akhirnya selesai juga, tinggal pembicaraan ringan antar orang tua, dan para anak muda yang baru memulai kehidupan baru serta lembaran baru
"Cie... ekhem yang udah halal" Ucap Laila menyenggol lengan Jannah yang duduk satu meja bersama mereka
"Makanya nyusul La..." Ucap Rendra menimpali
"Nunggu in jodoh ku datang" Ucap Laila terkekeh
"Datang dari mana?" Tanya Jannah
"Dari perusahaan pun gak papa, terserah saja yang di atas aja gue mah" Jawab Laila yang sebenarnya hanya bercanda saja
Reyhan masih diam dan memperhatikan istri nya, makanan di piring nya saja sudah habis dari tadi, tapi Shinta? setiap tiga menit sekali buah gelatin itu terus masuk ke dalam mulut nya yang tidak berhenti mengunyah
"Rey... woy" Panggil Rendra yang membuat Reyhan langsung menyadarkan pandangan nya
"Apa?" Jawab Reyhan seperti biasa, dengan nada datar dan menyembunyikan ekspresi terkejut nya
"Lo ngeliatin istri sendiri sampai segitu nya" Ucap Rendra menggelengkan kepala
"Suka suka gue, halal juga" Ucap Reyhan memberi alasan
"Ye... gue juga udah halal kok, gak cuman lo doang" Ucap Rendra ganti menatap Jannah yang berada di sebelah nya
"Rahang lo gak pegel apa Shin?" Tanya Jannah membuat Shinta tersedak makanan nya
"Minum" Ucap Reyhan membantu memberikan satu gelas air putih
__ADS_1
"Gak tuh, gue cuman makan buah aja Jan... gak bikin gemuk kok" Ucap Shinta lalu melanjutkan kegiatan nya tanpa memikirkan hal lain lagi
"Ya bukan gitu, tapi kan-" Ucap Jannah terhenti
"Tapi apa? masa gue makan buah aja kalian protes sih" Ucap Shinta dengan nada sedih dan menunduk ke bawah
"Allohu akbar... kepala gue berdenyut rasanya" Ucap Laila memegang kepalanya sendiri
"Gak ada yang protes sama kamu sayang... mereka cuman heran aja kenapa kamu makan banyak hari ini" Ucap Reyhan berusaha menenangkan istri nya
"Kamu takut aku gemuk trus jelek ya? padahal buah ini gak bikin gemuk kok" Ucap Shinta yang justru semakin kesal
"Rey udah Rey, biarin" Andrew berucap tanpa mengeluarkan suara, hanya mimik mulut yang terlihat dan semua pun mengerti hal itu
"Lo hari ini kenapa?" Tanya Jannah
"Udah gue bilang gue gak papa, cuman lagi pengen buah ini aja, makanya gue makan banyak" Jawab Shinta apa adanya karena hanya itu yang dia rasakan sekarang
"Shin... di perut lo udah ada adek nya belum ya?" Tanya Laila tiba tiba karena entah kenapa dia punya firasat untuk menenangkan kekesalan Shinta melalui pertanyaan barusan
Perlahan Shinta menghilangkan ekspresi kesal nya, lalu menatap Laila "Kayak nya belum deh, baru dua bulan dua minggu kok"
"Oh... ya semoga segera di kasih aja" Ucap Laila tersenyum, padahal dalam hati ia bersorak ria karena berhasil menghilangkan rasa kesal sahabat nya
Setelah di rasa jam sudah cukup malam, Rendra beranjak dari duduk nya dengan menggenggam tangan mungil itu dan satu nya lagi memegang satu botol air mineral
"Gue duluan, udah malam dan gue capek perlu istirahat" Ucap Rendra melambaikan tangan nya
"Gue balik duluan Shin, La.. " Pamit Jannah, dia pun merasa gerah karena gaun yang ia kenakan
"Em.. bye bye"
Reyhan dan Andrew saling pandang, keduanya tersenyum misterius seakan berhasil menjalankan satu misi mereka
*Berhasil* Batin keduanya berucap dalam hati
"Kita ke kamar aja ya, kamu juga udah ngantuk kayak nya" Ajak Reyhan melihat ekspresi istri nya
"Hmm? gendong" Ucap Shinta merentangkan kedua tangan nya dengan mata sayu akibat mengantuk, Reyhan tidak menolak dan justru ia senang ketika sang istri mau bermanja kepada nya
"Bayi besar" Ucap Reyhan menggendong tubuh yang lebih kecil dari nya itu dengan gaya bridal style
"Duluan" Pamit nya lalu berjalan meninggalkan Andrew dan Laila
"Aku juga duluan ya, ngantuk banget, bye" Ucap Laila ikut berdiri karena ia tidak mau jika ada salah paham, apalagi di aula hanya tinggal mereka dan beberapa orang yanh sedang membersihkan sisa sisa resepsi
"Iya, good night and nice dream" Ucap Andrew
"You too" Ucap Laila kemudian benar benar keluar dari aula dan tidur di kamar hotel atas nama nya
🌸🌸🌸
Perlahan Reyhan merebahkan tubuh istri nya dan ingin beranjak untuk ganti baju, namun Shinta tiba tiba menahan nya dengan merangkul leher kokoh milik nya
"Kamu bangun? kenapa?" Tanya Reyhan lembut dan mengelus kepala sang istri yang sudah ia lepas lebih dulu hijab nya tadi
Shinta tidak menjawab, ia lebih memilih memeluk suami nya erat, menghirup aroma wangi khas dari Reyhan yang selalu membuat nya tenang, menghembuskan nafas hangat nya di sekitar leher itu, dan sesekali memberi sentuhan di daerah belakang telinga, ia tahu betul dimana letak sensitif suami nya
"Kamu mau ya?" Tanya Reyhan saat diri nya pun sudah terpancing dan mengungkuh tubuh yang lebih kecil dari nya itu
"Masa ga paham?" Cibir Shinta memajukan bibir nya
"Kan jarang kamu berani gini" Ucap Reyhan mulai menciptakan mahakarya yang selalu indah menurut nya
"Ya makanya sekarang aku lagi belajar berani dari ahli nya" Ucap Shinta dan... terjadilah hal yang di inginkan, jangan tanya lagi, kalian juga udah tau kan? silahkan lanjut dengan paksu sendiri apabila kalian sudah menikah😜
Pagi hari🌞
Tok tok tok...
__ADS_1
"Rey... keluar woi" Ucap Rendra menggendor pintu kamar Reyhan dengan cukup kuat
Bersambung