
"ekhem.. gimana kalau kita makan malam bersama?" tanya Rendra
"boleh tuh" ucap jannah
"iya, boleh aja" ucap laila
"boleh" ucap shinta singkat sambil menganggukkan kepala
"kalau kalian gimana rey ndre? mau gak?" tanya Rendra
"boleh aja" ucap andrew
"hemm" ucap reyhan
"kalau samua udah setuju, berarti ayo kita makan malam bersama" ucap Rendra
"yukk" ucap jannah
"jadi berasa tripple date nih, gue sama jannah, andrew sama laila, dan rey sama shinta.. sama sama kutub" ucap Rendra yang membuat jannah juga laila malu dan langsung mendapat tatapan tajam dari rey juga shinta
"peace guys✌😁" ucap rendra cengegesan
mereka langsung menuju restoran untuk makan malam
Skip restoran
"jan, kamu duduk di sebelahku ya, laila kamu di sebelah andrew, jadi nanti biar rey sama shinta" ucap Rendra memberi ide kepada jannah juga laila💡 karena rey dan shinta jalan belakangan di belakang mereka
"setuju" ucap jannah setuju
"boleh tuh, sekali sekali lah ngerjain shinta" ucap laila cengengesan
jadi sekarang mereka duduk berpasangan,hanya tersisa dua kursi untuk rey juga shinta
"aku duduk di mana ini?" ucap shinta kebingungan, pasalnya dia malas kalau dekat dengan laki-laki
sedangkan rey? dia sudah duduk anteng di kursi yang disiapkan di sebelah shinta
"ya disitu aja lah shin" ucap jannah enteng sambil menunjuk kursi satu satu satunya di samping rey
"gak mau ah, ndra, pindah dong, biar aku sama jannah" ucap shinta
"no, aku mau di sini" ucap Rendra
"tau shin, lo tinggal duduk aja ribet banget" ucap laila
"iya shin, udahlah duduk aja ya" ucap jannah dan akhirnya shinta terpaksa setuju
"iya deh iya" ucap shinta kesal sambil duduk di samping rey tentunya, kemudian pelayanan datang dan memberikan menu
semua sudah memilih makanan, tinggal shinta yang belum, karena dari tadi dia sibuk memeriksa pengeluaran cafe nya lewat ponsel nya
"shin, lo mau makan apa?" tanya jannah
"samain aja" ucap shinta
"yaudah samain aja kayak rey" ucap laila yang membuat shinta memberi tatapan tajam
"terserah kalian deh" ucap shinta pasrah sambil menggelengkan kepala, dia heran dengan tingkah sahabatnya itu
makanan datang, mereka makan dengan hikmat sambil sesekali bercanda tawa tentunya
saat shinta ingin mengambil tisu, dia tidak sengaja menoleh ke arah rey, dan saat itu juga rey menoleh ke arahnya, setelah berpandangan sesaat, keduanya pun sadar dan memalingkan muka masing masing, rendra yang melihat keduanya diam setelah bertatapan pun berniat menggoda mereka
*kok gue kayak pernah liat muka dia ya?* batin shinta heran
*ni cewek gak ngenalin gue apa ya?kan dia yang udah nabrak gue di kampus, dia juga orang yang duduk di sebelah gue waktu di pesawat pulang ke indo* batin rey
"ciee yang pandang pandangan" goda Rendra
"diam deh" ucap shinta dan rey bersamaan
"ciee kompak" ucap rendra, laila, jannah
"apaan sih kalian" ucap shinta kesal, sedangkan rey? dia hanya diam saja tanpa berniat membela dirinya sendiri
"udah lah shin, gak usah malu malu, lo ga pernah pacaran sama sekali, jadi gue seneng kalau lo pacaran, gue sempat ngira lo gak normal shin" ucap laila asal yang membuat semuanya tertawa kecuali rey juga shinta
"lo kalo ngomong suka sembarangan deh la, gue masih normal ya" ucap shinta kesal dengan ucapan laila barusan
"buktinya apa?" tanya laila
"gue suka tuh maraton drakor liat pemainnya ganteng ganteng" ucap shinta enteng, karena dia tidak mau kalau dianggap gak normal
"tetapi gak pernah pacaran juga tuh" ucap laila
"udah udah jangan dibahas" ucap jannah merasa kasihan pada shinta, karena hanya dia yang tau alasan shinta kenapa gak pernah pacaran
saat laila ingin membuka mulut, handphone shinta berbunyi, tertera nama 'bunda' di sana
"waalaikumsalam, ada apa bund?" tanya shinta kalem
"....... "
"shinta baik baik aja kok bund, jangan khawatir" ucap shinta
"...... "
"iya bund, waalaikumsalam" ucap shinta dan tit! panggilan dimatikan
"siapa shin?" tanya laila, sedangkan jannah sudah tau kalau bunda ya ibunya shinta
"bunda" jawab shinta singkat
dan saat laila ingin bertanya lagi, ponsel shinta kembali berbunyi, tertera nama 'ajudanku' sebagai penelfon, dia adik laki lakinya shinta
"waalaikumsalam, kenapa?" tanya shinta kalem
"disitu ada jannah?" tanya ajudan di telepon
"iya di sini ada jannah, emang kenapa?" tanya shinta heran juga membuat jannah mengernyitkan dahinya
"aku mau bicara berdua aja kak" ucap ajudan
"oke bentar" ucap shinta sambil menutup ponsel dengan tangannya
"bentar, aku keluar dulu" ucap shinta yang diangguki semuanya
*siapa sih yang nelfon sampek keluar segala?* batin rey
setelah beberapa menit, shinta kembali duduk di dalam restoran
"ada apa shin? siapa yang nelfon?" tanya jannah
"ajudan" jawab shinta singkat, jannah langung mengerti dengan jawaban shinta, hanya laila yang bingung di sana
*ajudan siapa?mukanya kelihatan seneng gitu* batin rey bertanya tanya, pasalnya shinta berbicara dengan nada kalem saat dengan ajudan
"ajudan siapa shin? kok muka lo seneng banget habis ditelfon ajudan?" tanya laila
__ADS_1
"kepo lo" ucap shinta
"ishhh laknat lo" ucap laila kesal
"bodo amat" jawab shinta
Skip selesai makan___
"besok kita semua jalan jalan bersama yuk?kerjaaan juga udah selesai" ajak Rendra
"boleh" jawab laila dan jannah
"boleh tuh" ucap andrew menimpali
"kamu shin?" tanya Rendra
"aku gak bisa" jawab shinta
"kok gak bisa?" tanya laila
"besok sore jadwal penerbangan kita pulang, gue mau beres beres la" ucap shinta, padahal sebenarnya dia hanya ingin jalan sendirian besok
"kok cepet banget udah mau pulang?" tanya Rendra
"bentar lagi shinta sama aku mau masuk kerja, trus aku sama shinta juga baru pindah ke bandung beberapa hari kemarin, jadi shinta belum beres beres rumah dia yang baru jadi dan yang mau kita tempati" ucap jannah menjelaskan
"oh gitu, belum syukuran rumah baru dong?" tanya Rendra
"belum" jawab shinta
"kapan jadinya?" tanya Rendra lagi
"mungkin bulan depan" jawab shinta
"masih lama ya?" tanya Rendra
"iya, nunggu mama nya shinta pulang ke indo dulu" jawab jannah
*mama?bukannya tadi manggilnya bunda?* batin rey bertanya tanya
"ohh, jadi kalian mau kerja di mana?* tanya Rendra lagi
"di RS xxx bandung" jawab shinta
"lohh aku juga kerja di sana" ucap Rendra
"oh ya? berarti bentar lagi jadi teman kerja dong" ucap jannah
"iya, direktur di rumah sakit itu kan.... akhkkk" ucap rendra menggantung karena kakinya di injak oleh rey sambil memberikan tatapan tajam yang istilahnya 'jangan kasih tau' dan rendra pun mengerti, sedangkan andrew? dia hanya berusaha menahan tawa karena tau apa maksud kejadian yang barusan terjadi
"kenapa? ada yang sakit?" tanya jannah yang melihat rendra berteriak
"ehh, enggak gak papa kok, tadi cuman refleks aja" ucap Rendra
"beneran?" tanya jannah
"i-iya beneran" ucap rendra salting karena merasa diperhatikan oleh jannah
"ciee yang perhatian" ucap laila
"salting" ucap shinta meledek rendra
"rendra pasti seneng tuh" goda andrew
"kalian apa apaan sih" ucap jannah dengan mukanya yang merah, sedangkan rendra?dia hanya tersenyum senang
"udah udah" ucap rey yang mulai jengah dengan pembicaraan mereka
"yuk" ucap shinta juga laila
"ehh kita anterin aja, gak baik gadis gadis pulang sendirian malam malam" ucap rendra
"iya kita anterin aja" timpal andrew
"kita bisa sendiri kok" tolak shinta
"udahlah kita anterin aja" ucap andrew
saat shinta ingin menolak kembali, rey memotong ucapannya
"jangan nolak!" ucap rey sambil menatap tajam shinta
*ni orang kenapa sih?* batin shinta sambil membalas menatap rey
"bilang aja kalau mau pdkt sama jannah ren" ucap laila
"apaan sih" ucap jannah
"udah ayo balik" ucap shinta yang bosan dengan pembicaraan mereka yang tak jauh jauh dari kata pacaran
Saat di mobil mereka hanya diam, tidak ada pembicaraan sampai akhirnya sampai di depan lobby hotel, ketiga cewek itu pun turun
"makasih udah nganterin kita" ucap jannah
"iya makasih" ucap laila
"makasih ya" ucap shinta
"sama sama" balas Rendra dan Andrew
"besok jadi kan jalan jalannya?" tanya andrew
"jadi lah, karena shinta gak ikut, jadi besok jemput aku sama jannah di sini" ucap laila
"oke" balas andrew
"yaudah kami pergi duluan, assalamu'alaikum" ucap rendra
"waalaikumsalam" jawab ketiga gadis itu dan mereka langsung naik ke atas dan beranjak istirahat
Skip pagi
setelah melaksanakan salat shubuh, mereka sedang bersiap ingin jalan jalan, kecuali shinta
jam 08:00
"yuk turun kebawah, siapa tau mereka udah sampai kan" ajak laila
"iya, duluan aja" ucap jannah
"oke, jangan lama lama" ucap laila dan langsung turun kebawah di mana ketiga pria sudah menunggu di sana
Lobby_______
"hei" ucap laila
"hei" balas andrew dan Rendra
"jannah mana?" tanya Rendra
__ADS_1
"masih di atas, bentar lagi turun" ucap laila sambil duduk di samping andrew, dan rey? dia memang ikut karena dipaksa, sebenarnya dia malas ikut karena shinta juga tidak ikut
sedangkan di kamar_____
"tata!" panggil jannah
"hemm?" balas shinta sambil menoleh ke arah jannah
"lo pasti keganggu ya sama ucapan laila kemarin?" tanya jannah
"gak papa kok" ucap shinta sambil menampilkan senyum palsu
"gue tau lo keganggu, tetapi jangan jadiin beban ya, gue juga tau lo butuh waktu sendirian, makanya gak mau ikut kita jalan jalan, lo gunain waktu sendirian lo buat ngerefresh diri aja,.. yaudah gue tinggal dulu ya" pamit jannah
"iya" ucap shinta
Lobby____
"lama banget lo" ucap laila saat melihat jannah melangkah ke arah mereka
"ya maaf, tadi ngobrol sebentar sama shinta" ucap jannah
"ngobrolin apa?" tanya laila
"kepo lo" balas jannah
dan mereka pun jalan jalan menggunakan satu mobil tentunya
tidak terasa sudah jam 12 siang karena tadi mereka asyik berselfie ria, sedangkan rey?dia hanya duduk di salah satu bangku sambil menatap ponsel, karena dia memang malas untuk ikut
"kalian haus?" tanya Rendra
"iya nih" jawab jannah
"yaudah, aku sama andrew beli minum dahulu, kalian di sini aja" ucap rendra
"oke" ucap jannah dan laila, setelah mereka pergi, jannah membuka percakapan
"la, gue minta tolong" ucap jannah
"minta tolong apa?" tanya laila
"tolong jangan pernah bahas soal pacaran sama shinta" ucap jannah
"emang kenapa?" tanya laila
"ya pokoknya jangan, dia gak pernah pacaran juga punya alasan yang gak pernah lo tau, jadi jangan bikin dia kepikiran soal itu, dan nanti setelah kita sampai di hotel,jangan minta maaf atau apapun sama shinta, bersikap seperti biasa aja dan kayak gak terjadi apa apa" ucap jannah lembut
"iya maaf" ucap laila menunduk
"gak papa, jangan diulangi lagi, oke?" ucap jannah
"oke" ucap laila
mereka tidak sadar, bahwa sedari tadi reyhan mendengar semua obrolan mereka berdua tentang shinta
*apa alasan shinta gak pernah pacaran?, jadi ini alasan mengapa dia gak ikut jalan jalan, karena dia kepikiran sama ucapan laila kemarin* batin reyhan
andrew pun datang memberikan minuman untuk jannah juga laila
"nih buat kalian" ucap andrew
"makasih" ucap laila dan jannah
sedangkan rendra? dia sedang menghampiri rey
"rey, ni buat lo minum" ucap rendra yang membuat rey tersadar dari lamunannya
"makasih" ucap rey
"lo kepikiran shinta?" tanya rendra sambil duduk di samping rey
"gak" jawab rey singkat
"rey, gue tau, shinta itu orang yang gak sengaja nabrak lo waktu di kampus, gue liat kejadian itu karena gue datang kesitu mau jemput lo, trus dia juga cewek yang lo perhatiin waktu di pesawat pas kita mau pulang ke indo, iya kan?" ucap Rendra
"hemm" jawaban rey sambil menganggukkan kepala
"makanya lo males ikut jalan jalan karena gak ada shinta di sini" ucap rendra mengejek berniat mengembalikan mood reyhan
"sialan lo" ucap reyhan sambil menoyor lengan rendra
"hahaha, udahlah, yuk balik, udah siang nih, ntar sore gadis gadis itu mau pulang soalnya" ucap Rendra
"hmm" ucap rey sambil bangkit dari duduknya
Skip sampai hotel____
"makasih loh, udah ngajak kita jalan jalan" ucap laila
"iya, makasih banget" ucap jannah
"sama sama" ucap rendra dan andrew
"jangan lupa hubungi aku pas kamu udah sampai di indo" ucap rendra, ya mereka memang sudah bertukar nomor telepon, kecuali shinta dan rey
"oke, yaudah, kami masuk dulu" ucap jannah
Skip, kita intip shinta dahulu yang lagi menyendiri di taman
"kenapa gue bisa ngalami hal ini?" ucap nya sambil menangis
"kenapa gue harus punya trauma ini?" ucap shinta lagi
"oh shinta ayolah, kamu harus kuat, jangan menangis oke!, percayalah Tuhan sangat menyayangimu" ucap shinta menyemangati diri sendiri
setelah merasa lebih tenang, dia menghapus air matanya yang sudah tumpah dari tadi
di mobil ketiga pria______
saat ini mereka sedang kena lampu merah di jalan raya dengan rendra yang menyetir
"rey?" panggil rendra, dan yang dipanggil hanya diam menatap taman di pinggir jalan dari kaca jendela mobil yang dibuka, sebenarnya bukan taman yang di tatap, tapi seorang gadis yang sendirian di taman itu
"biarin aja ndra" ucap andrew di belakang
"lhoo itu shinta?" ucap rendra melihat apa yang di tatap rey
"shinn,,, woiiii" teriak rendra dari jendela kaca mobil sebelah rey yang terbuka dan itu membuat rey tersadar dari lamunannya
"ehh,, haii" ucap shinta sambil melambaikan tangannya dan tersenyum
*apa dia lagi menyendiri?, kayaknya dia habis nangis, mukanya kelihatan sembab, tapi...tetap cantik* batin rey yang melihat shinta tersenyum
"ohh jadi dari tadi gue panggil tapi gak nyaut nyaut karena lagi natap shinta ceritanya" goda rendra pada rey, dan yang di goda hanya diam saja
BERSAMBUNG
_________________________________________
__ADS_1
tinggalkan jejak☺