Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
184. Mungkin sama?


__ADS_3

"Assalamualaikum" Ucap mama Riana dan papa Raka seraya tersenyum lebar kala melihat anak menantu mereka yang baik baik saja bahkan semakin mesra setiap hari


"Waalaikumsalam"


Selesai bersalaman Shinta memeluk mama Riana, wanita yang kedudukan nya sama dengan sang bunda


Bunda yang merawat nya dari kecil hingga besar, namun jika ada kegundahan, keluhan, dan masalah yang terjadi maka mama Riana lah yang akan berperan untuk menenangkan anak yang sudah seperti puteri kandung nya


"Aaa kangen sama mama" Ucap Shinta meskipun dekat namun jarang bertemu di karenakan Reyhan tidak mengijinkan istri nya tersebut pergi sendiri tanpa dampingan dari nya


"Mama juga" Jawab mama Riana tersenyum serasa mengelus punggung anak mantu nya


"Tadi itu pertanyaan loh ma" Ucap Shinta terkekeh dan mulai jahil sedikit


"Iya, mama kangen sama kamu" Ucap Mama Riana menoel hidung pesek itu, kebiasaan Shinta yang suka bercanda dengan nya tidak pernah hilang


"Shinta juga, ayo masuk ma.. pa" Ajak Shinta tanpa mempedulikan bahwa masih ada suami nya yang berdiri di depan pintu


"Sayang tunggu aku dong" Ucap Reyhan geleng geleng kepala ketika dia lah yang ganti di lupakan oleh sang istri


Tapi hal itu sama sekali tidak menjadi masalah bagi nya, karena nanti malam Shinta juga pasti akan mencari nya sebelum tidur, kenapa? Kalian akan tahu alasan nya nanti


Bagaimana jika besan bertemu dengan besan? Maka sudah pasti banyak dan sangat banyak hal yang di ceritakan, di bicarakan termasuk kehamilan Shinta


Yang mana bayi tersebut akan menjadi cucu pertama bagi mama Riana dan papa Raka, tapi akan menjadi cucu kedua setelah Sisil bagi ayah Ari dan bunda Endah


Tentu kedua belah pihak keluarga itu sangat antusias, dari mama Riana yang terharu akan menjadi oma oma dan bunda Endah yang mendapat cucu dari anak perempuan semata wayang nya


"Ma.. udah ma" Ucap papa Raka ketika istri nya memikirkan siapa nama calon bayi yang belum lahir tersebut


"Iya bun, udah" Ucap ayah Ari ikut menghentikan istri nya yang sibuk memikirkan nama


"Yang mau lahir anak mereka, biarin Rey sama istri nya dong yang nentu in nama" Ucap papa Raka


Sedangkan Reyhan dan Shinta hanya tersenyum saja, suka ketika orang tua mereka antusias tapi kadang juga pusing ketika mendengar perdebatan sepele yang terjadi


"Emang siapa nama calon bayi kalian?" Tanya bunda menatap pasangan suami istri yang sedang senyum senyum tersebut


Reyhan langsung melirik sang istri begitu pun sebalik nya, jujur saja mereka belum menyiapkan nama karena belum tahu bayi mereka berjenis laki laki atau perempuan


Semua orang yang ada di ruang keluarga menatap pasutri itu, penasaran dengan nama yang akan mereka berikan


"Em... nama nya nanti kita kasih tahu waktu dia udah lahir" Ucap Shinta tersenyum


"Kejutan untuk hari kelahiran nanti" Sahut Reyhan


Semua orang jadi lemas dan makin penasaran dengan nama di berikan pada jabang bayi, tapi ya... nama itu masih di rahasiakan sampai bayi tersebut lahir ke dunia ini


"Yah... Re, padahal mama penasaran banget" Ucap mama Riana yang satu server dengan bunda Endah atau besan nya, ya... namanya juga ibu ibu pasti rasa penasaran nya tinggi


"Iya loh.. bunda juga penasaran" Sahut nya


"Biar jadi kejutan" Ucap Shinta padahal satu nama pun belum mereka siapkan karena berpikir ini masih terlalu awal


"Kalau perkiraan hari lahir nya lima bulan lagi, itu berarti lahir nya di bulan yang sama dong Re sama kamu" Ucap mama Riana kala memperkirakan lahir nya bayi yang masih berusia 4 bulan tersebut


"Bisa jadi ma, mungkin lebih awal atau akhir" Ucap Reyhan


"Atau mungkin bisa di tanggal yang sama? Kalau sama kan berarti ulang tahun kalian nanti barengan" Ucap mama Riana


"Bisa jadi juga ma, gak ada yang gak mungkin" Ucap Shinta menanggapi, ya bisa jadi anak nya nanti akan memiliki tanggal dan bulan lahir yang sama dengan si bapak alias Reyhan


Dua keluarga yang sedang berkumpul tersebut melanjutkan kegiatan dengan makan siang bersama, dari masakan bibi hingga makanan yang mama Riana bawakan juga langsung dia yang memasak nya


"Seperti biasa ya yang, makan kamu banyak" Bisik Reyhan ketika makan berlangsung dan sedang ramai dengan dentingan sendok garpu


"Iya, kan anak kamu yang makan bukan aku" Ucap Shinta bodo amat dan tidak peduli kalau Reyhan meledek nya meskipun itu hanya sebuah canda an


"Pipi nya makin cubby" Ucap Reyhan gemas melihat pipi yang kelihatan mengunyah makanan


"Kenapa kalau aku cubby trus makan nya banyak? Takut bangkrut kamu ya?" Ucap Shinta ketika rasa kesal nya makin bertambah


"Enggak sih, walau kamu minta satu pabrik juga aku kasih" Ucap Reyhan


"Ah tau lah" Ucap Shinta beranjak dari meja makan dengan membawa piring sisa tersebut pergi ke dapur


"Loh... kenapa istri kamu Re?" Tanya mama Riana beserta anggota keluarga lain nya yang nampak bingung, tapi tidak dengan Adib yang sudah terbiasa dan tahu kalau kakak ipar nya tersebut suka sekali menjahili ibu hamil


"Pasti lah kak Rey yang jahil" Ucap Adib geleng geleng kepala

__ADS_1


"Ya Allah.. kamu itu udah mau jadi bapak loh Rey" Ucap papa Raka terheran heran dengan sifat putra nya


Yang lain hanya menyimak karena tidak tau atau tidak dengar candaan yang Reyhan berikan pada istri nya, dan ibu hamil pun sangat sensitif jika mendengar perkataan walaupun menurut orang lain itu adalah hal biasa


"Kamu itu... susul sana cepet!!!" Ucap mama Riana yang langsung membuat Reyhan berdiri, ya sebenarnya dia juga akan menyusul istri nya tanpa di perintah terlebih dahulu


Ketika sampai di dapur, Reyhan melihat istri nya yang duduk di lantai paling pojok dan sedang santai melanjutkan makan nya yang sempat tertunda


"Sayang" Panggil Reyhan mendekat


"Apa?" Ucap Shinta malas sekali sebenarnya menanggapi panggilan dari sang suami


Reyhan mendekat lalu berjongkok di depan sang istri sambil memegang kedua pundak tersebut


"Maaf ya... aku keterlaluan tadi" Ucap Reyhan yang membuat istri nya malah makin manyun dan bersikap bodo amat


"Maaf sayang... kamu mau apa sekarang?" Tanya Reyhan berusaha membujuk karena dia tidak mau bernasib tidur sendirian nanti malam


"Semuanya bakal kamu turuti?" Tanya Shinta sebelum mengucapkan apa yang dia inginkan


"Semuanya, tanpa terkecuali" Jawab Reyhan yakin yang penting istri nya tidak ngambek lagi


"Kasih semua kartu kredit beserta ATM kamu" Ucap Shinta menodongkan tangan nya dan menaik turunkan kedua alis itu


Reyhan mengeluarkan dompet dari saku nya lalu memberikan benda kotak yang terdapat banyak isi tersebut kepada istri nya


"Kalau sampai kamu ngeledekin aku lagi, semua benda ini gak akan pernah balik ke tangan kamu" Ucap Shinta memperlihatkan dompet sang suami yang ada di tangan nya


"Iya..." Ucap Reyhan tersenyum manis kayak ice creame, walaupun dompet itu berada di tangan istri nya juga tidak masalah


"Iya apa?" Tanya Shinta


"Iya, gak akan ngeledekin kamu lagi yang" Ucap Reyhan terkekeh, beberapa kali mengerjai sang istri yang sedang hamil juga tidak pernah membuat nya kapok


🌸🌸🌸


Setelah terjadi perang sesaat, termasuk Reyhan yang mendapat omelan dari dua keluarga karena kejahilan nya terhadap sang istri


Malam ini semua orang akan pergi ke panti asuhan, yang mana Shinta dan Reyhan sendiri yang menginginkan untuk mengadakan acara syukuran kecil kecilan bersama anak anak panti


"Kita mau kemana om?" Tanya Sisil karena dia berada di dalam mobil yang sama dengan Shinta alias bertiga, anggota keluarga yang lain mengikuti dari belakang


"Tante..." Teriak Han saat melihat Shinta yang baru turun dari mobil, bocah itu sangat antusias karena sudah lama ia tidak bertemu


"Hai sayang" Ucap Shinta sambil melambaikan tangan nya lalu memeluk bocah laki laki yang sudah duluan memeluk nya


Sisil langsung tampak kebingungan, siapa bocah laki laki berambut keriting itu? Kenapa juga memeluk tante nya?


Reyhan melihat raut bingung di wajah keponakan nya lantas mendekat untuk menjelaskan hal yang belum di mengerti


"Sisil... dia itu anak kecil yang tinggal di sini" Ucap Reyhan sambil menggandeng sang keponakan untuk memperkenalkan


"Kenapa banyak anak anak yang tinggal di sini om?" Tanya Sisil yang jelas masih sangat bingung


"Anak anak yang tinggal di sini itu karena mereka tidak punya orang tua sayang" Jawab Reyhan


"Maksudnya mereka gak punya ayah sama bunda?" Tanya Sisil terkejut karena baru tau kalau ada anak yang tidak memiliki ayah dan bunda


"Iya sayang" Jawab Reyhan


"Kasian ya om..." Ucap Sisil menatap sekeliling anak anak yang sedang ramai bermain di halaman dengan canda tawa nya


"Sisil mau kan berteman sama mereka semua?" Ucap Shinta sambil menggandeng Han untuk mendekat pada keponakan nya


"Mau dong" Jawab Sisil tersenyum, bocah yang menginjak usia 6 tahun tersebut suka jika memiliki banyak teman


Setelah semua persiapan dan anggota keluarga serta rekan dekat sudah hadir, mereka masuk ke dalam aula panti asuhan untuk memulai acara


Karena ayah Ari yang biasa menghadiri acara serta memberikan mauidhotul hasanah, maka ayah Shinta lah yang memimpin acara tersebut sampai selesai dan menceritakan beberapa kisah perjuangan baginda nabi besar kita yang perlu anak anak ketahui


Anak anak pun bisa di kondisikan dan menyimak dengan baik, mereka cukup tertarik dengan kisah nabi terkahir yaitu nabi Muhammad SAW


Tidak lupa ada Laila yang masih betah menjomblo, dan Jannah hadir dengan suami yaitu Rendra namun ada kejutan yang akan dia berikan


Ketika semua orang sedang menikmati menu makanan acara malam ini, Jannah langsung memanggil sahabat nya untuk memberi kabar baik


"Beb" Panggil Jannah yang duduk di belakang Shinta


"Kenapa?"

__ADS_1


"Coba liat ini" Ucap Jannah memberikan ponsel nya dan hal yang dilihat pun membuat Shinta langsung terbelalak


"Beneran?!" Ucap Laila ikut terkejut sekaligus bahagia ketika dia juga melihat hal yang ada di ponsel Jannah


"Aaa... alhamdulillah selamat" Ucap Shinta turut bahagia dengan anugerah serta kabar baik yang sahabat nya sampaikan


"Aaaa, akhirnya gue bakal jadi ibu" Ucap Jannah memeluk kedua sahabat karib nya yaitu Shinta dan Laila


"Selamat ya... semoga sehat selalu bebeb" Ucap Laila ikut senang dan terharu, sekarang hanya tinggal dia lah satu orang yang menjomblo


"Kamu kenapa yang?" Tanya Reyhan kala melihat sang istri yang berada di samping nya itu berpelukan sepertu teletubbies


"Jannah" Jawab Shinta tersenyum sambil mengelus perut nya sendiri dan Reyhan langsung paham dengan hal tersebut


"Congrats bro, gue do'a in yang terbaik" Ucap Reyhan menyenggol lengan Rendra di sebelah nya


"Congrats buat apa?" Tanya Rendra


"Karena lo udah mau jadi bapak beneran" Jawab Reyhan yang membuat Rendra tersenyum malu malu, ah... dia senang ketika mendapat ucapan selamat untuk rumah tangga nya yang akan di hadiri anggota baru


"Lo juga, lima bulan lagi jadi bapak" Ucap Rendra lalu keduanya tertawa bahagia atas kabar baik yang sama sama menghampiri


Shinta juga ikut antusias dengan membagikan kabar kehamilan sahabat nya kepada keluarga, dan menyebut di dalam acara agar calon bayi yang ada di dalam kandungan Jannah tersebut mendapat do'a tulus dari anak anak panti


"Alhamdulillah... selamat ya, mau jadi ibu" Ucap bunda Endah tersenyum sambil mengelus kepala Jannah


"Makasih tante"


"Selamat buat kamu Ndra, om do'a kan yang terbaik" Ucap papa Raka


"Makasih om.. do'a terbaik untuk om dan keluarga juga" Ucap Rendra tersenyum karena dari awal dia memang murah senyum pada semua orang


Ketika semua orang sedang bercanda ria serta saling melemparkan canda an dan abak anak yang bermain bersama Sisil, Reyhan yang dari tadi menyimak sambil merangkul sang istri pun tiba tiba ponsel nya mendapat pesan dari Evan


πŸ“© : Assalamualaikum pak dan selamat malam, maaf mengganggu waktu nya, saya hanya ingin menyampaikan kabar penting pak, bahkan sangat penting


Dahi Reyhan mengernyit, sepenting apa sampai Evan benar benar mengirim nya pesan ketika acara keluarga seperti ini?


πŸ“© : "Waalaikumsalam, tentang apa Van?" Balas Reyhan


Belum satu menit langsung muncul balasan pesan dari asisten nya


πŸ“© : Ini berhubungan dengan kasus 3 bulan yang lalu, lebih baik saya menelfok bapak untuk menjelaskan secara lebih detail


Reyhan mencoba mencari cara agar bisa menjauh sebentar dari istri nya dan mendengarkan penjelasan Evan


"Sayang, aku keluar bentar ya" Pamit Reyhan menatap sang istri


"Mau kemana?" Tanya Shinta heran


"Ke depan sebentar, ada yang sedikit penting" Ucap Reyhan berjanji kalau hanya sebentar dan dia akan segera kembali


Shinta mengizinkan suami nya pergi karena pergi pun hanya di halaman panti saja


10 menit berlalu namun Reyhan belum juga kembali dan masuk ke dalam, Shinta pun masih menunggu dan cukup penasaran dengan apa yang sedang suami nya lakukan


"Nduk... panggil suami kamu, waktu nya do'a trus menutup acara, udah malam kasian anak anak pasti ngantuk" Ucap ayah Ari tidak bisa melafalkan do'a tersebut tanpa kehadiran menantu nya


"Iya yah, Shinta panggil keluar dulu sebentar" Ucap Shinta bergegas keluar dari aula dan mencari suami nya yang tadi pamit ke halaman


Langkah demi langkah kaki tersebut berada di halaman, Shinta yang berniat menyusul suami nya sayup sayup mendengar suara Reyhan yang seperti nya sedang marah


"Mas Rey kenapa? Kok..." Gumam Shinta heran


Sebagai istri dia bisa melihat amarah itu dari kepalan erat tangan sang suami yang terlihat merah, serta rahang tersebut sangat mengeras, entah apa yang sedang terjadi ia juga tidak tahu


πŸ“ž : "Urus semuanya, nanti saya yang akan menindak lanjuti hal ini" Ucap Reyhan pada seseorang di telfon dengan nada emosi nya


"Mas" Ucap Shinta menepuk bahu sang suami dari belakang


Reyhan langsung berputar balik dan mendapati sang istri sudah ada di hadapan nya "Eh... kenapa yang?"


Jelas bahwa rasa emosi dan marah itu seketika lenyap ketika Shinta berada di hadapan nya, Reyhan tidak mau kalau sampai istri nya melihat amarah yang sedang ia tahan


"Waktu nya do'a penutup, kamu masuk ke dalam dulu ya.. nanti bisa lanjut lagi telfon nya" Ucap Shinta sempat melihat layar ponsel suami nya yang tertera nama Evan dengan status panggilan belum terputus


"Iya sayang, udah selesai kok.. maaf lama" Ucap Reyhan langsung memutuskan panggilan telfon tersebut walau asisten nya masih ingin berbicara


"Aku harap kamu selalu jujur sama aku ya mas" Ucap Shinta tersenyum lalu mengajak suami nya untuk masuk ke dalam, untuk sekarang dia tidak ingin membahas hal tersebut lebih dulu sampai sang suami mengatakan nya sendiri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2