Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
86.Dara lagi


__ADS_3

setelah beberapa saat menangis, akhirnya air mata itu berhenti mengalir, namun masih meninggalkan beberapa isakan dari shinta


"kamu sudah tau semuanya bukan?" tanya reyhan ketika dirasa shinta sudah sedikit tenang, dan yang ditanya hanya menganggukkan kepala saja


"saya harap kamu tidak akan berlarut dalam masalah ini" lanjut reyhan


"sekarang aku akan bicara sebagai reyhan, orang yang mencintaimu, bukan atasan mu" ucap reyhan


"maka dari itu..buka tanganmu, lihat aku" perintah reyhan yang entah kenapa langsung dituruti oleh shinta


ketika dia membuka kedua tangan nya, terlihat jelas jika mata nya sembab karena habis menangis tadi


"kamu percaya takdir bukan?" tanya reyhan yang lagi lagi hanya mendapat anggukan sebagai jawaban


"ini bukan salahmu, kenapa kamu menangisi bajingan itu? kenapa kamu menangisi jalang itu?" tanya reyhan yang memang sudah tau sifat asli dara beberapa saat yang lalu, entah bagaimana dia bisa mendapat foto dara yang masuk ke bar dan hotel dengan beberapa laki laki yang berbeda


"itu sangat tidak penting untukmu, dan hanya membuat air mata mu menjadi sia sia" lanjut reyhan tetap dengan nada kalem nya


"aku.. hanya tidak menyangka saja, kenapa dara melakukan itu? apa alasan nya?" ucap shinta yang sudah berhenti dari isakan nya


"jangan pernah menyebut nama itu dengan mulutmu, apalagi di depanku, aku sangat muak mendengar nama nya" ucap reyhan ketika mendngar shinta mengucapkan nama dara


"kamu pernah memberi nya kesempatan dengan memaafkan nya bukan? kamu bahkan membantu ibu juga adik nya, tapi ini balasan yang kamu dapat?" ucap reyhan


"karena aku pikir manusia pantas mendapat kesempatan kedua" jawab shinta lirih


"aku tau itu, tapi setiap manusia yang diberi kesempatan kedua juga belum pasti akan berubah lebih baik bukan? buktinya sekarang dia yang menfitnah mu" ucap reyhan


"aku juga tau, tapi aku tidak pernah menyesal telah memberi nya kesempatan kedua" ucap shinta dengan senyum nya, oke..akal sehat nya telat kembali saat ini, meskipun tidak dapat dipungkiri kalau hati nya masih kecewa


*bahkan di saat seperti ini kamu masih bisa tersenyum* batin reyhan ketika melihat nya


"kenapa?" tanya reyhan


"setidaknya aku pernah memberi nya kesempatan untuk memperbaiki diri, setidaknya aku pernah berbuat baik padanya sebelum dia yang membalas buruk padaku, itu akan tetap menjadi pahala untuk ku bukan?" jawab shinta tetap dengan senyum nya


"tapi kamu kecewa kan?" tanya reyhan


"tentu saja, aku manusia biasa, tentu saja aku kecewa, namun jika memang ini yang ditakdirkan, aku tidak bisa melawan selain menerima nya dengan lapang dada bukan?" ucap shinta


"aku akan berusaha memaafkan nya, wanita memang mudah memaafkan, tapi untuk melupakan itu sangat susah" lanjut shinta


"kamu berusaha memaafkan nya, tapi kamu masih belum memaafkanku karena telah menuduh mu bukan?" tanya reyhan mengalihkan perhatian dengan mengerucutkan bibir nya

__ADS_1


"hahah, itu beda lagi.. " ucap shinta dengan gelak tawa nya, melihat hal itu.. tentu saja reyhan bahagia karena dia dapat mengembalikan tawa gadis itu


"beda nya dimana?" tanya reyhan heran


"pokok nya ada beda nya" jawab shinta yang enggan memberi tahu


*beda nya itu kamu orang yang aku cintai, sedangkan dara? aku hanya menganggap nya teman saja.. tapi ah udahlah" batin nya menjawab pertanyaan reyhan


"ini mau masuk jam kerja kak, aku kebawah dulu" ucap nya seraya berdiri dari kursi nya


"oh iya, aku minta tolong untuk jangan memberi tau siapapun kalau jalang itu pelaku nya, kamu pasti paham bukan?" tanya reyhan sebelum shinta pergi dari ruangan nya


"ya, aku tau" jawab shinta mengangguk, dia paham kenapa dia tidak boleh memberi tau siapapun tentang ini, karena penyelidikan masih belum selesai, tidak mungkin dara bisa melakukan nya sendiri karena dia tidak punya koneksi apapun di rumah sakit ini, mereka masih mencari bukti tentang keterlibatan orang lain dalam kasus ini


"kamu yakin bisa melakukan nya?" tanya reyhan yang khawatir shinta akan mengeluarkan emosi nya jika melihat dara secara langsung


"tenang saja, aku pandai menyembunyikan sesuatu" ucap shinta tersenyum kemudian segera keluar dari ruangan reyhan yang memang tidak ditutup pintu nya


dia tidak langsung masuk ke ruang farmasi, melainkan pergi ke toilet untuk mencuci muka sembab nya


setelah dirasa cukup, ia lansung pergi dari toilet menuju ruang farmasi, dan saat ia masuk kesana, sudah ada jannah yang duduk manis beserta rekan lain nyaa


"pagi" ucap nya yang memang selalu terkesan datar, ia melirik sebentar ke arah dara yang sedang merias wajahnya, kemudian langsung duduk di samping jannah


"lo ada urusan apa tadi?" tanya jannah pelan agar tidak ada yang mendengar nya


"jangan jangan soal pelaku nya? apa bener dia pelaku nya?" tanya jannah lagi dengan tatapan curiga


"gue belum tau" jawab shinta menggelengkan kepala, dia tidak ingin memberi tau jannah karena takut jannah akan mengamuk nanti, dia juga tau kalau jannah memang sudah tidak menyukai dara semenjak insiden jatuh dari tangga dulu


"semoga cepet selesai" ucap jannah yang dibalas anggukan oleh shinta


sampai jam makan siang pun shinta lebih banyak diam, tapi itu memang kebiasaannya, jadi tidak ada yang menaruh curiga kecuali jannah, dia tau perbedaan antara shinta diam karena memikirkan sesuatu, dan diam karena kebiasaan nya yang seperti itu


"gue ke rooftop dulu" ucap shinta pada jannah saat jam makan siang, dengan membawa beberapa coklat matcha pemberian reyhan yang memang belum sempat dia makan


"gue ikut" ucap jannah ikut berdiri dari duduk nya, kemudian berlari mengejar shinta


saat sampai di taman, ia langsung membuka satu bungkus coklat, dan memakan itu perlahan, pandangan mata nya masih lurus tanpa mempedulikan jannah yang duduk di samping nya


"lo mikirin apa? gue tau masalah itu belum selesai, tapi hari hari sebelum nya lo selalu ngadepin dengan santai kan? kenapa sekarang jadi gini?" tanya jannah dengan memiringkan badan nya, menatap shinta


belum sempat shinta menjawab pertanyaan itu, tiba tiba saja dia merasakan mual di perut nya

__ADS_1


"ughh" ucap shinta sambil menutup mulut nya dengan tangan


"heh, lo kenapa? lo gak papa kan?" tanya jannah yang seketika khawatir, shinta hanya menjawab nya dengan tangan, kemudian langsung berlari menuju toilet sampai tidak sadar telah meninggalkan ponsel nya di bangku itu


jannah yang ingin menyusul shinta pun ia urungkan karena mendengar notifikasi video yang dikirim lewat email, kebetulan ponsel shinta belum sempat terkunci karena pemilik sempat menggunakan ponsel itu sebentar tadi


karena rasa penasaran juga rasa curiga terhadap shinta yang seperti menutupi sesuatu, ia pun membuka video itu dan melihat nya dengan seksama, mata nya pun langsung melebar ketika melihat video apa itu


di video itu tertera kejadian beberapa waktu lalu, di mana dara meminta tolong pada shinta untuk membantu nya membuat laporan obat obatan (part 65)


shinta hanya membantu dara yang memang sedang menghitung jumlah obat yang luamayan banyak, shinta tau obat apa itu karena dia memang melihat nya, dan dimintai tolong untuk menghitung dengan dara yang menyebutkan jumlah jumlah nya


setelah dirasa aman, dara mulai memasukkan daftar obat lain ke dalam map laporan milik shinta saat sang pemilik sedang sibuk menghitung laporan obat obatan milik nya


kebiasan shinta adalah membuat laporan tanpa menulis nama nya, kemudian dia baru akan menulis nama nya sebagai pembuat setelah semua laporan selesai ia kerjakan dan langsung menyerahkan nya pada sela


setelah jam makan siang, dara kembali meminta tolong beberapa hal pada shinta, ntah itu untuk mengitung, atau memeriksa stok obat yang ada di sebelah ruangan mereka dengan beralasan kaki nya sakit, shinta yang memang tidak tega tentu saja memilih membantu nya sampai tidak sadar bahwa jam sudah semakin sore, ia kemudian kembali ke tempat duduk nya sendiri


shinta biasanya memang selalu memeriksa terlebih dahulu sebelum menandatangani dan menulis nama nya sebagai pembuat laporan, tapi hari itu tidak.. karena jam kerja hampir habis, dia memilih untuk mempercepat tanda tangan nya tanpa memeriksa karena selama ini tidak ada yang pernah membuka map milik nya


tapi, ada satu yang membuat nya aneh, kenapa ada satu laporan yang sudah ada tanda tangan diri nya sebagai pembuat? sedangkan dia baru tanda tangan setelah semuanya selesai, namun karena sela yang buru buru meminta laporan itu, alhasil dia pun segera menyerahkan nya tanpa berpikir kembali dan menganggap mungkin itu memang sudah dia tanda tangani tadi


dan dara yang melihat hal itu hanya tersenyum licik, dia memang sengaja meminta tolong pada shinta agar shinta kehabisan waktu dan tidak sempat memeriksa laporan milik nya, juga buru buru untuk menyelesaikan tanda tangan tanpa menaruh curiga pada nya, terlihat dara kemudian membuka ponsel nya dan mengirim kan sesuatu pada seseorang lalu kembali tersenyum puas


*dasar jalang gak tau diri* umpat jannah kesal dalam hati nya setelah melihat rekaman cctv barusan, dan langsung mematikan ponsel shinta begitu saja


terlihat mata nya memerah menahan amarah, dia tidak habis pikir kalau dara kembali menyakiti shinta dengan cara licik nya


"jan, lo kenapa?" tanya shinta yang baru kembali dari toilet, dan melihat ekspresi jannah


"si jalang itu pelaku nya?" bukan nya menjawab pertanyaan shinta, ia justru bertanya balik


"haa? maksud lo apa sih?" tanya shinta yang berusaha menyembunyikan rasa kaget nya


*dari mana dia tau?* batin shinta bertanya tanya


"gak perlu pura pura gak tau, lo nyembunyiin ini dari gue kan?" tebak jannah dengan nada kesal nya


"gue.. " ucap shinta menggantung


"ah.. udahlah, gue mau samperin itu mak lampir" ucap jannah sambil melangkahkan kaki nya untuk keluar dari taman rooftop


*aduh.. bisa bahaya ini* batin shinta kemudian segera menyusul jannah agar tidak terjadi hal yang diinginkan, ya memang diinginkan tapi sekarang belum saat nya

__ADS_1


bersambung


jadi pelaku nya bukan sela ya guyss, tapi si burung dara yang menyebalkan:v


__ADS_2