
"Sayang, mau bakso!"
Reyhan menggelengkan kepala nya sekaligus gemas dengan sang istri yang hobi sekali memakan bola bola daging berkuah itu
"Sekarang jam berapa yang? Mau beli di mana?" Tanya Reyhan melirik jam dinding di kamar mereka yang menunjukkan pukul 2 dini hari
"Di bawah ada kok, tinggal panasin kuah" Jawab Shinta
Setelah pulang liburan ke bali, dari 3 bulan yang lalu mereka memang memutuskan untuk tinggal di rumah baru impian mereka
Di mana rumah tersebut rampung total setelah 3 bulan lama nya, rumah yang di dominasi warna putih abu abu tersebut terdapat 4 lantai dan kamar mereka ada di lantai 2, ada beberapa ruangan dari gym dan perpustakaan mini milik istri nya
Desain yang minimalis modern serta terdapat taman, kolam dan hijau hijau an lain nya membuat siapapun yang melihat akan di sejukk kan oleh pemandangan rumah itu
"Anak papa laper ya? Tapi lain kali jangan malam malam sayang, kasihan mama kamu" Ucap Reyhan memandangi perut istri nya yang sudah terlihat buncit
"Tapi aku mau nya jam segini pa" Ucap Shinta
"Iya, apapun aku turuti asalkan makanan nya gak membahayakan" Ucap Reyhan
"Maaci papa... baik deh" Ucap Shinta tersenyum mewakili anak nya yang masih di dalam perut
"Sama sama, mau ikut turun gak?" Tanya Reyhan tau istri nya itu sekarang sangat jarang mau di tinggal sendiri
"Ikut" Jawab Shinta memeluk lengan suami nya, benar bukan apa yang Reyhan katakan? Istri nya yang sekarang suka menjadi perangko
Keduanya turun kebawah menuju dapur, rumah sebesar itu hanya ada satu bibi yang mereka bawa dari apartmen dan karena bersih bersih semua ruangan pun mereka memanggil layanan dua hari sekali
Prinsip mereka masih sama, yaitu kamar pribadi keduanya menjadi tanggung jawab sendiri, bukan bibi maupun layanan kebersihan yang bertugas
"Duduk dulu sayang, biar aku yang bikin" Ucap Reyhan, Shinta menurut lalu duduk di meja makan, hal yang menyenangkan ketika melihat suami nya memegang alat alat dapur dengan memakai celemek, sexy pasti
"Kenapa? Aku ganteng ya?" Tanya Reyhan selepas menyalakan kompor
"Ganteng banget, aura bapak nya udah mau keluar" Jawab Shinta tersenyum sambil terus memandangi suami nya
"Aura hot daddy sayang" Ucap Reyhan membenarkan
"Iya, hot daddy tampan maksud ku" Ucap Shinta
Lima menit berlalu, waktu yang sangat cukup untuk menghangatkan kuah bakso satu porsi tersebut, Reyhan meletakkan nya di atas mangkok lalu memberikan pada sang istri
"Jangan pakai sambal loh ya!" Ucap Reyhan memperingatkan lalu duduk di depan istri nya
"Iya mas iya" Ucap Shinta pasrah, lagian belakangan ini ia juga sangat anti dengan bau bau cabe ataupun yang berhubungan dengan rasa pedas
Ia memakan lahap bakso yang suami nya hangatkan, rasa dari kuah itu tetap enak walaupun dia beli sudah dari tadi siang
"Sayang, besok jadwal nya kamu periksa kandungan ya?" Tanya Reyhan
"Iya, nunggu kamu pulang kerja juga gak papa atau aku bisa pergi sendiri" Jawab Shinta tidak masalah karena biasa waktu pemeriksaan pagi hari, sedangkan di waktu tersebut suami nya masih berada di kantor
"Kok gitu?" Ucap Reyhan dengan dahi berkerut
"Lah trus gimana? Atau besok aku periksa sama mama juga gak papa mas, beneran" Ucap Shinta cukup memahami kesibukan suami nya
"Besok kamu periksa sama aku aja yang, masalah kerjaan gampang lah bisa aku kerjain di rumah" Ucap Reyhan yang tidak mau membiarkan istri nya periksa sendirian tanpa di dampingi suami
"Beneran nih?" Ucap Shinta juga senang rasanya jika misua itu mau menemani nya seperti pemeriksaan bulan kemarin kemarin
"Beneran sayang, dan... selamat untuk pernikahan kita yang menginjak enam bulan, kamu istri ku kamu cinta ku, selamanya akan terus seperti itu" Ucap Reyhan yang mana jika waktu tanggal pemeriksaan dan tanggal pernikahan mereka itu sama, jika hari pemeriksaan datang maka aniversary pernikahan bulanan mereka juga datang
"Aku pikir kamu lupa, happy aniversary juga untuk enam bulan pernikahan kita... misua ku, penyemangatku...semoga selalu samawa dalam lindungan nya" Ucap Shinta tersenyum sambil menjeda aktifitas makan nya
"Aamiin, hadiah nya nanti pagi aja ya" Ucap Reyhan dan cup! Ia memberi kecupan hangat tepat di dahi istri nya
"Hehe.. gak perlu hadiah kok, yang penting kita dalam keadaan baik baik aja" Ucap Shinta walaupun hal yang dia ucapkan belum sepenuh nya terwujud
Kenapa? Karena sampai sekarang kasus yang menimpa mereka tiga bulan yang lalu belum ditemukan ujungnya, meskipun mereka tidak pernah mengalami serangan balik sih... entah apa yang di pikirkan lawan mereka sampai membiarkan Alina dan Alena menjadi tahanan dalam kurun waktu yang cukup lama
"Sayang" Panggil Reyhan kala melihat istri nya melamun
"Hmm apa?" Jawab Shinta
"Kamu masih mikirin kasus itu?" Tanya Reyhan
"Iya, gimana bisa aku lupa coba? Sampai sekarang belum selesai dan aku berharap kasus ini secepat nya hilang" Ucap Shinta menginginkan kalau masalah kali ini akan benar benar clear
"Sebenernya aku punya rencana buat mancing mereka, tapi aku masih belum yakin yang" Ucap Reyhan
"Rencana apa mas?" Tanya Shinta penasaran
"Konfrensi pers, di sana aku akan mengumumkan tentang kesalah pahaman tiga bulan yang lalu, karena jejak media jelas masih ada kan? Aku hanya mau kalau nama baik perusahaan itu kembali walaupun berita itu udah di singkirkan, dan kebenaran sebaik nya di ungkap supaya gak ada spekulasi negatif yang lain nya" Jawab Reyhan menjelaskan rencana nya yang akan mengembalikan dan buka mulut atas kasus tiga bulan lalu yang menyebabkan perusahaan kehilangan beberapa saham nya
__ADS_1
"Trus rencana selanjutnya? Gak mungkin satu cara doang kan mas" Ucap Shinta
"Aku sih gak menginginkan saham balik, tapi buat mereka menyesal aja kenapa main tarik saham dan putus kerja sama tanpa mencari tau kebenaran nya, dan untuk rencana selanjutnya kita perlu...." Ucap Reyhan menggantung
"Perlu apa?" Tanya Shinta
"Kita go publik" Ucap Reyhan yang membuat sang istri langsung membelalak kan mata
"Kamu serius? Maksudnya kamu mau ngumumin tentang status dan pernikahan kita di konfrensi pers itu?" Tanya Shinta terkejut bukan main
"Iya, kalau itu terjadi otomatis akan ada berita besar dan perhatian musuh terfokus sama kita yang" Ucap Reyhan membenarkan
"Jadi, kamu mau manfaatin pernikahan kita buat mancing mereka gitu?" Tanya Shinta
"Bukan manfaatin sayang...." Ucap Reyhan berdiri lalu memutari meja lalu duduk di samping istri nya
Ia menghadap wanita kesayangan nya tersebut, menatap mata itu dalam dalam sebelum menjelaskan maksud dari rencana nya
"Kamu masih ingat pembicaraan kita waktu di lift dulu kan? Yang aku bilang mau ngumumin pernikahan kita ke publik" Uvap Reyhan
"Masih, tapi emang harus sekarang?" Ucap Shinta belum yakin akan rencana yang suami nya buat
"Aku rasa ini waktu yang tepat sayang, kenapa? Karena tujuan ku kan mengurangi berita yang negatif dan yang paling penting biar semua orang tau kalau aku udah menikah" Ucap Reyhan menjelaskan dengan tutur kata yang lembut
"Kamu gak suka kalau ada berita tentang kamu yang deket sama cewek lain kan?" Tanya Shinta
"Kalau itu jelas aku gak suka dong yang, misal ada hubungan kerjaaan dan nanti ada berita negatif yang mengarah ke percintaan, padahal aku sama klien ketemu di ruangan kerja ku sendiri aja gak pernah sama sekali, dan aku udah punya istri, aku punya pendamping aku sendiri, aku gak mau kalau sampai ada berita negatif lagi yang bisa bikin kesalah pahaman di antara kita, ujung ujung nya kita bertengkar dan istri ku juga yang tersakiti" Jawab Reyhan
Shinta jadi termenung, memang benar sih apa yang Reyhan katakan, jika pernikahan mereka di ketahui semua orang maka sudah pasti berita yang tidak tidak tentang kehidupan percintaan suami nya akan hilang sedikit sedikit
"Iya sih... aku juga masih ingat gimana rasa kesal ku waktu berita tentang kamu muncul di tv, yang kata nya kamu belum punya pasangan dan di jodoh jodohin sama rekan bisnis" Ucap Shinta mengingat kejadian minggu lalu
Sampai sampai Reyhan pernah ngebut buru buru dari kantor pulang ke rumah untuk menjelaskan berita tidak benar tersebut pada istri nya
"Kamu mau berita seperti itu terus ada di kedepan nya?" Tanya Reyhan
"Enggak mas, tapi misal ada berita kayak gitu lagi aku percaya sama kamu" Ucap Shinta meskipun kesal dengan berita yang tidak tidak, tapi ia tetap mempercayai suami nya karena yang salah si pembuat berita, bukan Reyhan
"Walaupun kamu percaya sama aku, sampai kapan berita seperti itu ada?" Tanya Reyhan
"Aku tau kalau pernikahan kita di ketahui publik maka dampak positif nya juga banyak, tapi kamu tau kan kalau setiap hal selalu ada dampak negatif nya?" Ucap Shinta
Dampak negatif nya adalah kehidupan sang istri juga pasti akan membuat media penasaran, dan Shinta pun ikut menjadi sorotan di kalangan bisnis
"Iya, aku masih gak nyaman kalau kehidupan ku di ketahui di dunia bisnis" Ucap Shinta yang mana enggan menjadi sorotan
"Kamu tenang aja, aku janji kalau hal apapun tentang kamu gak akan pernah terendus media" Ucap Reyhan menggenggam kedua tangan yang sedikit dingin itu
"Caranya?" Tanya Shinta
"Kita hanya mengungkap pernikahan kita tanpa menyebutkan identitas kamu sayang, gimana?" Ucap Reyhan meminta pendapat
"Aku pikir nanti dulu mas" Ucap Shinta belum bisa memberi jawaban sekarang
"Kalau sampai identitas kamu harus di ungkap, aku pastikan kalau gak akan ada yang bisa bikin berita yang gak gak tentang kamu ataupun menggali privasi kamu lebih dalam lagi, karena hanya aku yang berhak tau privasi kamu, bukan mereka" Ucap Reyhan
Shinta tersenyum, suami nya benar benar sangat mengerti perasaan serta kemauan nya "Trus tentang kasus itu?"
"Setelah konfrensi pers, aku yakin musuh kita lihat konfirmasi itu dan aku rasa mereka gak rela liat kamu bahagia yang, maka nanti akan ada serangan dari mereka terlebih dahulu" Jawab Reyhan
"Kamu yakin siap menerima serangan itu?" Tanya Shinta yang makin jedag jedug hati nya
"Kamu tau sayang? Impian ku adalah bisa nemenin kamu lahiran nanti saat keadaan kita udah baik baik aja, gak ada masalah apapun dan anak kita lahir dengan kehidupan kita yang damai, untuk mewujudkan itu aku harus mulai dari sekarang" Ucap Reyhan meyakinkan
"Maafin aku ya... karena akar penyebab dari masalah ini adalah aku" Ucap Shinta menjadi sendu
Reyhan menggelengkan kepala lalu membawa sang istri ke dalam pelukan nya "Bukan kamu, ini garis takdir yang harus kita hadapi bersama dan ini ujian rumah tangga kita" Ucap nya
"Aku takut kalau hari itu terulang lagi" Ucap Shinta seraya memejamkan mata nya
"Aku akan berusaha untuk bertahan dan menang, demi kamu... demi buah cinta kita, demi keluarga kita" Ucap Reyhan semakin mengeratkan pelukan nya
"Berarti konfrensi pers itu berguna untuk menyingkirkan berita buruk dan memancing musuh kan? Supaya kita bisa tahu siapa mereka yang sebenarnya" Ucap Shinta menikmati dekapan hangat suami nya
"Iya, dengan cara itu kita bisa langsung dapat dua hal" Ucap Reyhan membenarkan
Shinta mengangguk, untuk sekarang dia masih belum bisa menjawab karena ada beberapa dampak yang harus di pikirkan tentang rencana suami nya
"Aku belum bisa jawab sekarang mas, nanti ya kalau udah yakin" Ucap Shinta
"Iya, jangan buru buru, yang penting kamu ingat kalau semua hal yang suami kamu lakukan itu demi rumah tangga kita, percaya kalau suami tampan mu ini akan baik baik aja kedepan nya" Ucap Reyhan tidak pernah hilang rasa pd nya apalagi di depan sang istri
🌸🌸🌸
__ADS_1
Seperti yang sudah di jadwal kan, jam 9 pagi mobil itu keluar dari gerbang rumah, mereka langsung pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan yang di lakukan secara rutin tiap bulan nya
"Kamu beneran gak papa kalau gak ke kantor?" Tanya Shinta sambil memandangi suami yang sedang menyetir
"Kan aku selalu di rumah setiap tanggal pemeriksaan kandungan kamu sayang" Ucap Reyhan terus seperti itu saat kandungan istri masih dua bulan
"Iya sih, makasih banget" Ucap Shinta bersyukur saja karena waktu periksa ia nelihat ibu hamil yang datang sendirian tanpa dampingan pasangan nya
"Sama sama cantik ku" Ucap Reyhan tersenyum dengan tangan mengelus kepala istri nya yang tertutup hijab, lalu turun ganti mengelus perut buncit itu
Mereka terus bergandengan tangan dari perjalanan sampai di rumah sakit, bahkan tangan itu enggan lepas ketika masuk ruangan dokter Dewi
"Selamat pagi... bagaimana kabar nya nyonya Reyhan?" Ucap dokter Dewi tersenyum melihat pasangan suami istri tersebut yang selalu mesra sampai tidak tau tempat
"Alhamdulillah saya baik baik aja kok dok" Jawab Shinta membalas senyuman tersebut
Sembari berbiara, dokter Dewi mempersilahkan Shinta untuk berbaring di ranjang pemeriksaan serta menyiapkan alat alat yang akan di gunakan
"Loh.. mas, kamu kok ikut masuk?" Tanya Shinta kala melihat suami tersebut sudah berdiri di samping nya
"Nemenin kamu, aku juga mau nemenin kamu secara langsung dan liat perkembangan anak kita" Jawab Reyhan menggenggam tangan itu
Dokter Dewi hanya tersenyum, beginilah kehidupan pasangan yang baik, enggan terpisah walaupun istri nya hanya melakukan pemeriksaan
"Kita USG dulu ya" Ucap dokter Dewi menyingkap baju yang Shinta gunakan lalu mengoleskan gel dan memulai pemeriksaan
Terlihat jelas sebuah janin yang masih berkembang di rahim hangat itu
"Usia kandungan nya sudah 16 minggu atau 4 bulan, Memasuki usia hamil 4 bulan, Anda mungkin tidak lagi merasakan gejala-gejala yang merepotkan di awal kehamilan, seperti mual dan muntah. Akan tetapi, gejala-gejala lain, seperti heartburn, konstipasi, begah, pusing, dan napas pendek biasanya akan muncul. Selain itu, perut ibu akan membuncit secara signifikan. Perubahan juga terjadi pada payudar*, seperti put*ng dan areola yang membesar serta berwarna lebih gelap. Pada periode ini, Anda akan mulai merasakan gerakan-gerakan dari dalam kandungan" Ucap dokter Dewi menjelaskan secara perlahan sambil menggeser alat yang ia pegang
"Tapi keadaan istri saya baik baik aja kan dok? Tidak ada yang perlu di khawatirkan?" Tanya Reyhan agak panik setelah mendengar gejala gejala lain yang bisa saja muncul
"Alhamdulillah istri dan bayi nya baik baik saja, asal menjaga pola makan dan pikiran insyaalloh kedepan nya juga tetap aman, nanti akan saya jelaskan pantangan dan makanan yang baik untuk di konsumsi" Jawab dokter Dewi yang membuat Reyhan cukup lega
"Tenang... aku gak papa kok mas" Ucap Shinta tersenyum, ia senang ketika bisa melihat bahwa bayi mereka baik baik saja
Reyhan membalas nya dengan mencium tangan sang istri, ingin mencium bibir juga tidak bisa karena mereka masih ada orang lain di samping mereka
Dokter kemudian menjelaskan lebih lanjut tentang kehamilan dan vitamin yang harus di konsumsi ibu hamil
"Terimakasih dok, kalau begitu saya pamit dulu" Ucap Shinta
"Sama sama, semoga tetap sehat dan jangan lupa untuk pemeriksaan selanjut nya" Ucap dokter Dewi
"Hehe... dia baik baik aja, semoga dia juga lahir dengan sehat" Ucap Shinta mengelus perut nya sendiri
"Alhamdulillah, tapi tadi dia ngumpet loh... sampai kita gak bisa lihat jenis kelamin nya" Ucap Reyhan karena bayi mereka membelakangi kamera
"Haha... tebak tebakan aja sampai dia lahir gimana? Seru tau" Ucap Shinta
"Tapi aku penasaran loh yang, kalau udah tau kita bisa nentu in nama nya dari sekarang" Ucap Reyhan membuka pintu mobil untuk istri nya
"Hehe.. bulan depan insyalloh kita tahu, cewek atau cowok gak masalah yang penting dia sehat" Ucap Shinta
"Sehat karena mama nya aja makan banyak" Ucap Reyhan yang membuat sang istri langsung manyun
Reyhan langsung mengendarai mobil nya dengan kecepatan normal, biar lambat asal selamat guysss
"Ini kita langsung pulang?" Tanya Shinta kala melewati jalan menuju ke rumah mereka
"Di rumah ada kejutan buat kamu" Jawab Reyhan
"Kejutan apa mas?" Tanya Shinta penasaran
"Nama nya kejutan juga nanti lah kalau sampai di rumah, kalau sekarang kan bukan kejutan sayang" Ucap Reyhan geleng geleng kepala
"Iya deh iya, ini kita ngada in syukuran empat bulanan gitu?" Tanya Shinta
"Iya, supaya kandungan kamu baik baik aja dan anak kita juga dalam keadaan sehat sampai dia lahir nanti" Jawab Reyhan karena dia sudah memikirkan hal itu dari jauh jauh hari
"Aamiin"
Saat sampai di rumah, Reyhan langsung memarkir kan mobil nya dan membantu sang istri keluar
"Mas, ini kok rame?" Ucap Shinta melihat ada beberapa mobil yang berbaris rapi di teras rumah mereka
"Nanti kalau udah masuk kamu juga tau yang" Ucap Reyhan tersenyum sambil menggandeng istri nya untuk masuk ke dalam.
Bersambung
__ADS_1