Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
41.Bandar ghibah


__ADS_3

jam 7 pagi


"shin, ayo sarapan" panggil laila di depan kamar shinta sambil mengetuk pintu


karena tidak ada jawaban sama sekali, laila pun langsung membuka pintu kamar shinta


"lah gak ada orangnya" ucap laila saat kamar shinta kosong


setelah itu laila segera turun untuk ke meja makan


"shinta mana?" tanya jannah seraya duduk di samping laila


"gak ada, mungkin udah berangkat duluan" jawab laila


"eh itu ada kertas di kulkas" ucap jannah menunjuk kertas yang tertempel di kulkas


"oh iya, bentar" ucap laila menuju pintu kulkas


"apa isinya la?" tanya jannah


"jan, la maaf gue gak bisa sarapan bersama kalian karena gue ada urusan jadi harus berangkat pagi, bye shinta" ucap laila membaca pesan di kertas itu


"urusan apa pagi pagi begini?" tanya jannah penasaran


"ya gak tau, nanti tanya aja pas di rumah sakit" jawab laila dan kembali duduk


"iya" ucap jannah


"sebenernya apa sih yang bikin shinta susah buka hati?" tanya laila penasaran


"kepo lo" jawab jannah


"ishhh, sama aja kalian tuh" ucap laila kesal


sedangkan di sisi lain, shinta sedang berada di rumah sakit untuk bekerja lebih awal hari ini


*ayo shinta, lupakan pertanyaan bunda kemarin* batin shinta sambil menatap macam macam obat obatan di depannya yang akan dia data


"nah, sekarang ayo data obat obatan nya" ucap shinta yang sudah memegang papan alas dilengkapi kertas yang memang biasa dia pakai saat mendata obat obatan


"pagi" sapa sela yang tiba tiba masuk ruang obat obatan


"pagi" jawab shinta seadanya


"nanti ada obat lagi yang mau datang, jadi kita siap siap mendata kayak biasanya" ucap sela


"oke" jawab shinta


"eh shinta" panggil sela sambil mendekat ke shinta


"ya?" jawab shinta seraya menoleh ke arah sela


"tadi pas di luar pak direktur nyari kamu" ucap sela


"oh" ucap shinta hanya ber'oh'ria


"kamu udah tau ya tentang gosip yang lagi ramai di sini?" tanya sela

__ADS_1


"udah" jawab shinta


"omongan mereka jangan di masukin hati ya, mereka emang suka gitu, gak tau cerita sebenarnya tetapi malah bikin gosip yang gak gak" ucap sela mencibir orang orang yang bergosip ria


"iya gak papa, makasih ya" ucap shinta seraya tersenyum tipis


"iya, sama sama" ucap sela


"aku yakin kalau kamu itu perempuan baik baik, kamu bukan seperti yang mereka omongin" sambung sela


"kok bisa yakin?" tanya shinta


"ya karena aku tau kalau dari awal yang ngejar kamu itu pak direktur sendiri, bahkan pas aku lagi ke ruangan beliau, dia selalu nanya 'ada shinta gak?' gitu" ucap sela menirukan gaya bicara reyhan yang cool dan itu membuat shinta tertawa kecil


"kamu bisa aja" ucap shinta sambil menggelengkan kepala


"kalau di liat liat, ini baru pertama kali aku ngeliat kamu tertawa" ucap sela


"aku emang orangnya kayak gitu" ucap shinta terkekeh


"gak papa, setiap orang kan punya sifat yang beda beda" ucap sela yang di angguki shinta


"ekhem" deheman seseorang membuat dua orang manusia itu menoleh seketika


"dara" ucap sela saat melihat dara


"jangan bercanda mulu, kerja" ucap dara sinis dan berlalu dari hadapan shinta juga sela


"ck, apa apaan sih dia itu, udah berubah jadi monster" ucap sela kesal


"tapi dia tuh ngeselin, dia juga yang udah nyebar gosip tentang kamu" ucap sela membuat shinta diam seketika


*astaga, segitu dendamnya dia sama gue?* batin shinta kesal seketika


"shin, kamu gak papa?" tanya sela yang melihat shinta diam saja


"eh gak papa, udah yuk kerja, jangan di ladenin" ajak shinta


"huftt, iya" jawab sela pasrah


skip jam makan siang


saat ini shinta sedang berada di taman rooftop, sudah biasa bagi nya untuk makan siang di sana


*apa salah gue sih? sampai dia nyebarin hal yang gak berfaedah gitu* batin shinta


shinta memang kelihatan gak peduli dengan gosip atau apapun yang menimpa diri nya, tetapi di balik sikap diamnya sebenarnya dia sedang berpikir keras untuk mengusut benang merah dan menemukan jalan keluar nya


"shin" panggil jannah tiba tiba sambil menepuk pundak shinta


"hmm?" jawab shinta


"lo ada urusan apa sampai berangkat pagi pagi?" tanya jannah sambil duduk di samping shinta


"gak ada apa apa, pengen sendiri" jawab shinta datar sambil menatap awan awan langit


"cerita sama gue, jangan kayak gini lah shin" ucap jannah

__ADS_1


"lo udah tau gosip yang beredar di sini?" tanya shinta


"iya, gue tau kalau lo tuh kelihatan nya gak peduli sama hal itu, tetapi sebenarnya lo lagi mikir kan apa kesalahan lo sampai di gosipin kayak gitu?" tanya jannah balik


"hmm" jawab shinta sambil mengangguk


"sekarang lo udah tau siapa pelakunya?" tanya jannah dan hanya mendapat jawaban anggukan dari shinta


"hah? siapa?" tanya jannah penasaran


"si bandar ghibah" jawab shinta cuek


"bandar ghibah siapa sih?" tanya jannah


"dara" jawab shinta singkat namun mengandung arti


"apa? jadi dia?" tanya jannah memastikan dan hanya mendapat jawaban anggukan dari shinta, sungguh dia sangat malas bicara untuk hari ini


"apalagi yang lo sembunyiin dari gue tentang dara?" selidik jannah


"dia yang sengaja bikin gue jatuh di tangga hari itu" jawab shinta datar


"hah? punya dendam apaan sih dia sama lo? kalau sampai kaki lo sakit parah gimana coba?" tanya jannah yang sudah kesal sampai ubun ubun


"karena dia suka sama pak rey" jawab shinta sejujurnya


"ya kalau dia suka harusnya salahin pak rey dong, lo kan gak salah apa apa" ucap jannah kesal


"udah lah jan, lo ngomel mulu dari tadi" ucap shinta sambil mengusap kedua telinga nya


"ya maaf, tapi kan-.. " ucap jannah belum selesai


"tinggalin gue sendiri jan, gue lagi ingin sendirian aja, dan jangan kasih tau soal hal ini ke pak rey ataupun kak rey" ucap shinta memotong perkataan jannah


"tapi lo belum makan siang loh" ucap jannah yang melihat shinta tidak memakan apapun untuk makan siang


"ya udah iya, gue pergi dulu" ucap jannah saat melihat tatapan tajam dari shinta


sedangkan di tempat reyhan berada, tepat nya di ruangannya sendiri


"siapa yang sengaja bikin shinta jatuh dari tangga?" tanya reyhan penasaran


"ya gak tau juga gue" jawab rendra tiba tiba


"lo bisa cek CCTV kan?" tanya reyhan


"bisa sih, semoga aja gak di hapus" jawab rendra yang di angguki reyhan


_______________________


...READERS TERCINTA! AYO RAMAIKAN...


...LIKEšŸ‘...


...KOMENšŸ’¬...


...FAVā¤...

__ADS_1


__ADS_2