Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
98.Meminta


__ADS_3

"udah udah jangan dipikirin dulu, sekarang lo tidur..besok kita kerja, emang lo mau kerja pakai mata panda?" tanya shinta melepas pelukan nya dan dijawab gelengan kepala oleh jannah


"gue keatas ya" ucap jannah berdiri dari duduk nya dan menaiki anak tangga satu persatu


*lo pasti bakalan marah kalau tau hal apa yang gue sembunyiin* batin shinta menatap gelas minuman nya


🌷🌷🌷


keesokan hari nya, seperti biasa bahwa setiap anggota di rumah shinta pasti akan bangun pagi, sholat subuh kemudian melaksanakan aktivitas pagi hari


prok prok prok!


shinta yang baru turun dari atas bertepuk tangan ketika melihat adik sekaligus ajudan nya itu sudah berkutat di dapur dengan kaos coklat polisi nya, beruntung sekali dia memiliki adik yang multifungsi itu


"apasih kak? lebay" ucap ajudan seraya mengaduk masakan nya


shinta kemudian mendekat untuk melihat makanan apa yang dimasak adik nya hari ini


"masak apa sih?" tanya shinta


"eits.. tutup mata kak" ucap ajudan sebelum kakak nya itu melihat hasil masakan nya yang belum selesai


"ngapain tutup mata?" tanya shinta kesal namun dia tetap menuruti permintaan adik nya untuk menutup mata


"buka mulut kak, aaa... " ucap ajudan dengan memegang sendok berisi makanan yang dia buat


"aaa.." shinta kemudian menutup mulut dan mengunyah makanan itu perlahan


"kamu bikin nasi tim ayam?" tanya shinta membuka mata nya


"iya kak, gimana rasanya? ada yang kurang?" jawab ajudan sekaligus bertanya dengan antusias


"enak sih, tapi bener ada yang kurang" jawab shinta mengerutkan dahi nya


"apa?" tanya ajudan bingung


"kasih lada bubuk dikit, tapi punya sisil pisahin aja ya" jawab shinta


"siap laksanakan" ucap ajudan dengan tangan membentuk hormat ala polisi


"mau dibantuin?" tanya shinta


"gak perlu kak, bentar lagi selesai" jawab ajudan yang dapat melihat kalau kakak nya itu sudah memakai pakaian kerja


"oke" ucap shinta kemudian meletakkan jas putih nya di kursi dan duduk manis disana


"pagi om, tante" sapa bocah kecil kesayangan shinta yang baru turun dengan jannah di samping nya, seperti biasa bahwa sisil pasti akan turun dalam keadaan belum mandi dan menggunakan piyama tidur nya tadi malam


"pagi juga sayang" jawab ajudan juga shinta


"pagi shin, dan.. " sapa jannah seraya membantu sisil untuk duduk di meja makan


"pagi.." jawab shinta

__ADS_1


"pagi juga kak jan.. " jawab ajudan yang masih meletakkan beberapa piring untuk menata makanan


jannah kemudian mendekat ke arah meja dapur untuk mengambil air putih


"aku gak perlu bantuan kak jan, udah mau selesai" ucap ajudan tiba tiba


"pfft.. siapa juga yang mau bantuin? orang aku mau ngambil air putih" ucap jannah menunjuk dispenser air


"ooh.. " ucap ajudan terkekeh dengan memegang tengkuk nya yang tidak gatal, ia kemudian membawa nampan yang berisi 4 piring makan


"tara... nasi tim ayam ala adib" ucap nya bangga saat sampai di meja malan


prok prok prok!


sisil bertepuk tangan ketika melihat makanan itu, karena tidak dapat dipungkiri kalau masakan om nya itu memang enak


"ini spesial buat sisil" ucap ajudan memberi piring makan yang lebih kecil dan tentu nya sudah dibedakan dari yang lain


"makasih om" ucap bocah itu dengan senyum manis nya


"makasih.. " ucap shinta saat menerima makanan nya


"nih kak jan" ucap ajudan menaruh piring di meja jannah


"makasih.." ucap jannah yang baru duduk dengan membawa beberapa gelas air putih untuk mereka


"mari berdo'a sesuai dengan kepercayaan masing masing" ucap ajudan yang duduk di kursi nya


plakk


"kepercayaan kita sama semua" ucap shinta


"iya kak, tadi cuman bercanda aja" ucap ajudan dengan cengiran khas nya


"tante kan bilang kalau gak boleh mukul orang" protes sisil dengan memegang sendok di tangan nya


"ini bukan mukul kol sayang, tapi menyayangi" ucap shinta mengelak dengan mengelus pelan lengan adik nya itu


"alibi mu banyak banget kak" cibir ajudan yang tidak dipedulikan shinta karena gadis itu justru sibuk menikmati makanan nya


"pelan pelan shin" ucap jannah mengingatkan


"udah jam 7" ucap shinta mengingatkan bahwa setengah jam lagi mereka harus berangkat


"alloh.. " ucap jannah kemudian ikut buru buru makan, sedangkan ajudan dan sisil hanya menganggelengkan kepala dan menikmati makanan masing masing


selesai makan, jannah juga shinta bersiap dengan keperluan mereka dengan mengambil flatshoes, kaos kaki, dan tas selempang


"kamu gak berangkat pagi?" tanya shinta pada ajudan nya yang masih lemah lemah di ruang keluarga dengan bocah kecil kesayangan nya


"belum kak, siangan.. kan tadi malam baru selesai dinas" jawab ajudan santai


"ooh, yaudah aku berangkat dulu, nanti bi asti sama pak didi datang kok" ucap shinta

__ADS_1


"oke" jawab ajudan


"assalamualaikum" pamit shinta juga jannah seraya keluar dari rumah


"waalaikumsalam" jawab ajudan juga bocah cantik itu


"mau mandi sekarang?" tanya ajudan


"no, om kan laki laki, sisil mandi sama bibi aja" jawab sisil menolak yang membuat ajudan terkekeh dengan jawaban bocah itu


🌷🌷🌷


setengah jam menempuh perjalanan, mereka baru sampai di rumah sakit dan memarkirkan mobil nya disana


"lo capek ya?" tanya shinta yang dapat melihat raut muka jannah


"iya, ada request banyak desain" jawab jannah yang memang mempunyai bisnis desain interior


"jangan diforsir juga tenaga nya, kesehatan lo itu penting" ucap shinta mengingatkan


"iya bawel" jawab jannah keluar dari mobil nya


"shin, lo gak tu--" tanya jannah terhenti saat melihat shinta sudah tidak ada di kursi penumpang


"dia kemana sih?" gumam jannah melihat sekeliling nya, kemudian sudut mata nya menemukan shinta yang sedang berbicara dengan reyhan yang tak jauh dari posisi nya


"pak rey" panggil shinta


"kenapa?" tanya reyhan membalikkan badannya untuk menghadap shinta dan kembali berbicara mode formal


"tanda pengenal saya mana pak?" tanya shinta yang baru ingat kalau semua tanda pengenal nya masih reyhan bawa


*aduh.. kan aku masih belum selesai* batin reyhan gelagapan


"pak, mana?" tanya shinta sekali lagi


"ada di ruangan saya, nanti jam istirahat kita ketemu di taman rooftop" jawab reyhan kemudian langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari shinta


"mode ngeselin nya on" cibir shinta mengerutkan bibir nya


"shin" panggil jannah dengan menepuk bahu shinta dari belakang


"eh, kenapa?" jawab shinta kaget dengan membalikkan badan nya


"ngapain tadi?" tanya jannah heran


"minta tanda pengenal gue, kan masih dibawa sama kak rey" jawab shinta


"ohh, yaudah masuk yuk!" ajak jannah yang diangguki shinta


bersambung


assalamualaikum para readers, author deg deg an nih gara gara hari ini hari pengumuman kelulusan setelah melawati beberapa ujian dan ujian sekolah kemarin😁

__ADS_1


bismillah..semoga author bisa lulus dengan nilai yang memuaskan🙏


salam untuk kalian semua dari author yaa,wassalamualaikum❤


__ADS_2