Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
63.Bulan


__ADS_3

malam


ruang keluarga


"shin" panggil jannah pada shinta yang fokus dengan benda layar kotak


"hmm" jawab shinta


"lo gak angkat video call dari lala?" tanya jannah


"enggak, ponsel gue ada di kamar" jawab shinta


"lo tau gak? tadi dia tuh video call gue sambil cemberut" ucap jannah yang seketika membuat shinta menghentikan aktifitas nya dan menutup laptop nya


"kenapa?" tanya shinta


"ya dia cerita gini.." ucap jannah memulai ceritanya


flashback


ruang keluarga rumah laila, disitu ada kedua orang tua nya, andrew, dan si kakak kembar laila


"kalian deket ya?" tanya mama laila saat melihat interaksi anak gadis nya dengan andrew


"sahabat doang kok mah" jawab laila seraya tersenyum


"sahabat apa sahabat? waktu di melbourne juga nempel terus kalian" cibir daffi yang ikut ikutan


"sahabat kak" jawab laila


"kenapa gak lebih dari sahabat? mamah gak ngelarang kok" tanya mama laila


"bener tuh kata mama dek, kawal terus sampek jadi" ucap daffi


"eh kak, jangan macam macam atau aku bilang ya sama mama soal rahasia kakak" ancam laila yang sudah kesal dengan kaka nya itu


"eitss, jangan dong dek, kan tadi kakak cuman bercanda" ucap daffa yang khawatir jika adik nya akan membocorkan rahasia nya


"bodo amat" ucap laila jutek


"emang kenapa kalian gak lebih dari sahabat?" tanya mama laila karna ia paham betul perasaan anak gadis nya


"itu ma-" jawab laila belum selesai


"itu tante alfi, ada perbedaan besar di antara kita berdua yang membuat kami tidak bisa ke jenjang yang lebih jauh, jadi kami memutuskan untuk bersahabat saja dari pada nanti akan ada hati yang terluka" potong andrew menjelaskan dengan sopan


"ohh gitu" ucap mama laila menganggukkan kepala, sedangkan papa laila hanya diam karna dia jelas sudah tau apa perbedaan itu


"la.. minggu depan ikut papa ke aussie" ucap papa laila berusaha mengalihkan pembicaraan


"ngapain pah?" tanya laila heran


"kan kamu mau belajar bisnis" jawab papa laila


"disini kan bisa pa, gak perlu jauh jauh ke aussie" ucap laila


"gak bisa la, nanti meeting kolega nya disana, kamu harus belajar langsung dan di dampingi sama papa" ucap papa laila mutlak

__ADS_1


"tapi pa-" ucap laila berusaha menolak


"kali ini jangan nolak perintah papa, ini juga demi kebaikan kamu, nanti andrew juga ikut karna ini ada hubungannya sama perusahaan milik andrew" potong papa laila


"tau ah papa ih" ucap laila yang ngambek dan pergi ke kamar nya sendiri, dia lebih suka bergulat dengan desain baju dari pada berkas berkas saham perusahaan


"kakak ku udah ada dua loh, kenapa harus aku sih?" gumam laila kesal


"udah pa, jangan dipaksa, nanti biar mama yang bicara" ucap mama alfi menegur suaminya


flashback end


"jadi gitu?" tanya shinta yang diangguki jannah


"lo tau kan kalau lala emang keras kepala, tapi gue juga tau kalau om raharja ngelakuin itu juga buat kebaikan anak nya, jadi menurut gue ya gak papa lala dipaksa dikit" ucap shinta


"ya gue juga tau kalau itu, tapi gue lebih kasian sama kisah cinta nya" ucap jannah


"dia dulu emang sering oleng kalau ngeliat cogan, tapi giliran dia cinta beneran sama seseorang, ehh malah ada pembatas besar" sambung jannah


"ya itu berarti andrew bukan jodoh nya jan, alloh tau apa yang terbaik buat dia" ucap shinta yang memang ada benarnya juga


"ya iya sih" ucap jannah membenarkan


"trus lo sama pak rey gimana?" tanya jannah


"kepo banget lo sama gue" jawab shinta


"ya wajar dong, udah buruan jawab" ucap jannah dengan tidak sabaran


"gak gimana gimana" jawab shinta enteng


"ya gak gimana gimana, udahlah gue ngantuk" ucap shinta seraya naik menuju kamar nya


"ck, shinta tuh kebiasaan" cibir jannah kesal


saat shinta masuk ke kamar nya, sisil sudah tertidur pulas dengan posisi yang sudah tidak beraturan, setelah membenarkan posisi sisil, shinta langsung menuju balkon yang ada di kamar nya


"tadi ngantuk banget kok sekarang malah gak bisa tidur sih" gumam shinta sambil menatap langit malam yang selalu terlihat indah menurutnya, saat shinta membuka ponsel nya


ting!


direktur ganteng


๐Ÿ“ฉ: ini sudah malam, kenapa belum tidur?


*kenapa dia bisa tau sih?* batin shinta namun dia tetap membalas pesan nya


๐Ÿ“ฉ: " aku nggak bisa tidur" balas shinta, belum juga shinta meletakkan ponsel nya, tertera pesan yang kembali masuk


๐Ÿ“ฉ: kenapa? skarang kamu di mana?


huftt


๐Ÿ“ฉ: "aku juga nggak tau kak, lagi di balkon kamar" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: ingat saja wajah ku, tidurmu pasti akan pulas

__ADS_1


๐Ÿ“ฉ: "pd banget ya kak" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: harus pd, emang lagi ngapain di balkon?


๐Ÿ“ฉ: "terserah, mau bunuh diri" jawab shinta


๐Ÿ“ฉ: jangan sembarangan kalau ngomong, atau aku beneran kesana malam ini


๐Ÿ“ฉ: " jangan, ntar di grebek sama pak RT emang mau?" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: gak papa, biar dinikahin sekalian


๐Ÿ“ฉ: "ishh, ini lagi mandangin bulan kak" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: kenapa harus bulan?๐Ÿ˜’


๐Ÿ“ฉ: "memang aku harus liat apa lagi selain bulan? masa' kamu cemburu sama bulan๐Ÿ˜ณ?" tanya shinta terkekeh


๐Ÿ“ฉ: iya, aku cemburu๐Ÿ˜’


๐Ÿ“ฉ: "aku mandangin bulan tuh karna bulan adalah teman yang baik bagi orang yang sendirian untuk diajak bicara" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: kamu pikir aku setan? aku juga manusia yang nemenin kamu malam ini loh๐Ÿ™„


๐Ÿ“ฉ: "kan tadi nya emang sendirian kak, bulan itu indah banget, benda langit yang paling aku sukai itu bulan" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: apa aku harus pergi ke angkasa untuk mengambil bulan?


๐Ÿ“ฉ: "hahah nggak perlu, melihatnya saja itu sudah cukup bagiku" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: malam adalah waktu yang telah menelan indah nya senja, namun ia tak lupa mengganti nya dengan sinar bulan yang tak kalah indah๐ŸŒ™


shinta yang membaca pesan kutipan kalimat dari reyhan pun agak terkejut


๐Ÿ“ฉ: "wah.. ternyata kamu pandai merangkai kata kata ya kak๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ‘" balas shinta kagum


๐Ÿ“ฉ: dapat dari internet


doeng!


*ya ampun, aku kira ngerangkai sendiri* batin shinta menggelengkan kepala setelah membaca pesan reyhan


๐Ÿ“ฉ: "hmm, yaudah aku tidur dulu kak, ngantuk nih, selamat malam" balas shinta


๐Ÿ“ฉ: aku memang bukan pria yang pandai merangkai kata kata romantis atau apapun itu, aku lebih suka membuktikan nya langsung dengan tindakan, selamat malam jugaโค


๐Ÿ“ฉ: "ya, aku juga lebih menyukai tindakan langsung dari pada kata kata romantis, pertahankan hal itu kak"


shinta memang lebih suka orang yang tidak banyak bicara dan langsung membuktikan dengan tindakan, dari pada orang dengan kata kata romantis tapi hanya sekedar omong kosong yang dramatis


๐Ÿ“ฉ: aku akan tetap seperti itu, sekarang tidurlah


shinta tidak membalas pesan itu, kemudian dia langung menuju kasur empuk nya dan bergegas masuk ke alam mimpi, dia berdo'a dan berharap agar mimpi buruk itu tidak mendatanginya lagi


_________


jangan lupa like + komenโค๐Ÿ™†

__ADS_1


sampai ketemu di episode selanjutnya nya ya, salam hangatโ˜บ


__ADS_2