Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
15.Pingsan


__ADS_3

"astaga shintaaaa" teriak jannah kaget saat melihat shinta tergeletak di depan tangga dengan napas terengah-engah


"jan" ucap shinta dengan napas terengah


"shin, lo kenapa shin? gue bawa ke rumah sakit ya" ucap jannah sambil menggenggam tangan shinta


"gue.. " ucap shinta belum selesai dan langsung dipotong jannah


"lo jangan ngomong dulu, itu lo kesusahan napas, bentar ya gue telepon ambulans dulu" ucap jannah sambil menelfon dan hanya dibalas anggukan oleh shinta


dan setelah selesai menelfon ambulans


"shin, tahan ya, bentar lagi dateng kok" ucap jannah menggenggam tangan shinta


"to-long pa-kein hi-jab gue" ucap shinta terbata


"oh iya bentar, gue ambilin dahulu" ucap jannah dan segera mengambil hijab untuk shinta juga untuk dirinya sendiri


"shin, lo tolong jangan pingsan ya, tahan shin" ucap jannah sambil memakaikan shinta hijab instan


tiba tiba saja


"shin.. jangan pingsan shin, bangun dong" ucap jannah dengan mata berkaca kaca saat melihat shinta sudah tidak sadarkan diri


"shinta... bangun" ucap jannah dengan air mata yang sudah keluar sambil menggoyang goyangkan badan shinta


"shinta, lo harus kuat shin, ahh ambulans nya lama bangeet, gak tau lagi genting apa" ucap jannah marah dengan ambulans yang tak kunjung tiba


ting tong!


"nah itu pasti si ambulans" ucap jannah dan segera berlari menuju gerbang


saat sampai gerbang, jannah pun segera membuka gerbang dan membiarkan ambulans itu masuk dan berjalan ke arah pintu utama sambil membawa tandu pasien


"cepat bawa dia pak" teriak jannah saat sudah sampai di depan tangga


"baik" jawab salah satu petugas dan langsung menggendong shinta untuk dibawa dengan tandu


skip di dalam mobil ambulance___


"shin, tahan.. bentar lagi kita sampai di rumah sakit" ucap jannah sambil terus menggenggam tangan shinta


"pak, yang cepat dong jalannya, lama banget" teriak jannah marah pada sopir ambulans


"sabar buk" jawab sopir itu

__ADS_1


skip sampai RS xxx bandung___


jannah segera berlari ke dalam UGD dan meminta mereka untuk membawakan brankar


"sus, cepat bawakan brankar, teman saya dalam keadaan darurat" teriak jannah pada salah seorang suster


"baik, sebentar" jawab suster itu


"cepat sus" teriak jannah yang sudah marah karena khawatir jika shinta sampai kenapa kenapa


setelah membawa brankar, mereka langsung lari menuju parkiran di mana shinta dan ambulans berada


"cepat bawa dia ke dalam" perintah salah satu petugas


"baik" ucap salah seorang petugas kemudian langsung membawa shinta masuk ke dalam UGD


"maaf, anta tidak boleh masuk" ucap suster yang menghalangi jannah saat ingin masuk ke ruangan di mana shinta sedang di periksa


"akhhh lo harus kuat shin" ucap jannah frustrasi sambil menuju tempat duduk di depan ruang periksa


"gue harus kabarin elin nih" ucap jannah mengambil ponsel dan segera menelfon dokter elin


"halo" ucap jannah saat panggilan terhubung


"shinta lin" ucap jannah sambil menangis


"shinta kenapa? ada apa?" tanya dokter elin khawatir


"shinta tiba tiba pingsan, sekarang kita lagi ada di rumah sakit" ucap jannah dengan isak tangisnya


"apa? kok bisa?" tanya dokter elin yang kaget juga khawatir


"tadi gue tinggal ke kamar bentar, trus pas turun ke bawah gue liat shinta udah terkapar di lantai dan keadaanya tadi udah susah napas, pas nunggu ambulans dateng, shinta nya keburu pingsan" ucap jannah sambil menahan tangis nya


"trus sekarang keadaannya gimana?" tanya dokter elin


"lagi di periksa" jawab jannah


"yaudah, sekarang lo tenang dulu, nanti tolong kasih ponsel lo ke dokter yang meriksa shinta, biar gue jelasin tentang keadaan shinta" ucap dokter elin


"iya lin" jawab jannah dan mematikan sambungan telepon


20 menit kemudian, dokter keluar dari ruang pemeriksaan


"bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya jannah

__ADS_1


"kondisinya masih belum stabil, dan pasien juga masih belum sadarkan diri, lebih baik dirawat inap dulu di sini untuk memulihkan keadaannya, untungnya anda membawa nya kesini tepat waktu, jadi pasien bisa segera mendapat perawatan, terutama tabung oksigen" ucap dokter wanita itu


"astaga shin" ucap jannah khawatir dengan keadaan shinta


"maaf, boleh saya tanya sesuatu?" tanya dokter itu


"iya dok?" ucap jannah


"apa pasien memiliki penyakit tertentu? atau gangguan pada psikis misalnya?" tanya dokter itu


"untuk itu, hanya dokter pribadi shinta yang bisa menjelaskan, tadi saya sudah mengabarinya, karena dia sedang bekerja di luar negeri, jadi dia meminta agar bisa berbicara dengan anda lewat telepon, apa boleh?" tanya jannah


"tentu saja boleh" jawab dokter itu


"sebentar, saya telepon dokternya dulu" ucap jannah dan dibalas anggukan oleh dokter itu


"ini dok" ucap jannah sambil menyerahkan ponselnya ketika telepon sudah tersambung


"baik" ucap dokter itu


dan terjadilah perbincangan membahas kondisi shinta, antara dokter wanita itu dengan dokter elin


"ini, saya sudah selesai" ucap dokter sambil mengembalikan ponsel jannah


"apa saya boleh masuk dok?" tanya jannah


"boleh, tapi setelah pasien dipindahkan di ruang rawat" ucap dokter itu


"baik dok, terkma kasih" ucap jannah


"sama sama, kalau begitu saya permisi dahulu, 2 jam lagi saya akan ke ruangan teman anda untuk memeriksa perkembangan keadaanya" ucap dokter itu


"baik dok" ucap jannah


"shin, lo harus kuat ya, gue bakal terus ada di samping lo" ucap jannah sambil memandang ruang periksa yang pintunya masih di tutup


BERSAMBUNG


_____________________________


LIKE, KOMEN, VOTE! DONG


KAKAK KAKAK YANG BAIK HATI NYA💞


TERIMA KASIH🙏

__ADS_1


__ADS_2