
*gue gak bisa mandam ini sendirian, nanti pas pulang gue cerita in semuanya sama mereka* batin laila
setelah puas makan ice cream di cafe, Laila memutuskan untuk pulang karena hari sudah sore
"assalamu'alaikum" sapa laila saat masuk ke rumah
"waalaikumsalam, baru pulang non?" tanya bi asti
"iya bi, shinta sama jannah udah pulang bi? tanya laila
"udah non, lagi ada di gazebo samping kolam di belakang" jawab bi asti
"oh, kalau gitu saya ke belakang dahulu bi" ucap laila
"saya juga mau pamit pulang non, ini udah sore, tadi saya juga sudah pamit sama non shinta" pamit bi asti
"iya bi" jawab laila dan langsung menuju gazebo
di gazebo sudah ada shinta juga jannah yang sedang bersantai
"eh la, udah pulang?" tanya jannah saat melihat laila berjalan ke arah nya
"udah lah, kalau belum ya gue gak akan di sini" jawab laila seraya duduk di samping shinta
"ada apa?" tanya shinta yang melihat laila hanya diam saja
"gue mau cerita" jawab laila dengan nada serius sambil menatap kedua sahabat nya
"emang udah siap? kalau belum ya jangan sekarang gak papa kok" ucap shinta
"iya, jangan maksa in" ucap jannah
"gak papa, gue mau cerita sekarang" ucap laila
"soal apa?" tanya shinta
"soal andrew" jawab laila yang membuat shinta juga jannah penasaran
"dia jahatin lo?" tanya jannah
"sembarangan lo kalau ngomong" ucap laila sambil melempari jannah dengan bantal
"ishhh kan cuman nanya" ucap jannah
"dia gak sejahat itu juga kali jan" ucap laila
"udah udah, kata nya mau cerita" ucap shinta
"iya, tapi jangan ada yang nyela omongan gue" ucap laila memperingati kedua sahabat nya itu
"iya" jawab shinta juga jannah bersamaan
~Flashback saat mereka di melbourne
laila juga andrew sedang berbincang di sebuah cafe
"kak" panggil laila
"iya?" jawab andrew yang duduk di kursi depan laila
"shalat yuk, ini udah masuk waktu salat" ajak laila sambil menunjukkan alarm waktu salat di ponsel nya
"maaf, aku gak bisa" ucap andrew menolak
"kenapa kak?" tanya laila heran
__ADS_1
"aku non islam" jawab andrew yang tentu saja mengagetkan laila tapi dia dapat menutupi nya dengan baik
"ooh" ucap laila bingung harus mnjawab apa lagi selain ber'oh'ria, dan tiba tiba ponsel nya berbunyi
π: "assalamu'alaikum dek" ucap kak daffa di telepon
π: "waalaikumsalam kak" ucap laila menjawab salam kakak nya
π: "dek, kamu di mana?" tanya kak daffa
π: "ini lagi di cafe kak" jawab laila
π: "kamu bisa pulang sekarang gak?" tanya kak daffa
π: "ada apa kak?" tanya laila heran
π: "ini lagi ada masalah dikit di apartemen, kamu pulang ya" pinta kak daffa
π: "iya kak, ini aku pulang" ucap laila
π: "ya udah, kakak tutup dahulu telepon nya, assalamu'alaikum" ucap kak daffa
π: "waalaikumsalam kak" jawab laila dan memasukkan ponsel ke dalam tas nya
"maaf aku harus pulang" ucap laila seraya berdiri dari duduk nya
"biar ku antar" ucap andrew
"aku bisa sendri kak, makasih" pamit laila dan langsung pergi dari cafe meninggalkan andrew sendirian
3 hari sudah berlalu
semenjak kejadian di cafe tempo hari, laila terus berusaha menghindar dari andrew, bahkan kemarin andrew datang ke apartemen kakak nya, tempat dia tinggal, tetapi dia menyuruh kakak nya untuk berbohong dan mengatakan pada andrew bahwa dia sedang tidak ada di apartemen
dan hari ini andrew mengajak nya bertemu kembali di suatu taman, awal nya laila menolak, tapi andrew terus mendesak agar laila dapat menemui nya, lama kelamaan pun laila juga tidak tega jika harus menghindar dari andrew tanpa alasan yang jelas
"dia pasti bingung karena aku menghindar secara tiba tiba" ucap laila sambil memegang ponsel nya
skip
sampai taman, di sana sudah ada andrew yang menunggu nya
"kak" panggil laila dan duduk di samping andrew
"lila" ucap andrew menoleh ke samping, andrew memanggil laila dengan sebutan lila
"ada apa?" tanya laila
"kamu kenapa menghindariku terus?" tanya andrew seraya menatap laila
"aku gak menghindar" jawab laila berbohong
"kamu bohong" ucap andrew dan laila hanya diam
detik berikut nya
"aku suka sama kamu" ucap andrew
deg!
*kak, jangan macam macam* batin laila
"aku sayang sama kamu, dan aku juga cinta sama kamu la" ucap andrew bertubi tubi yang membuat laila tanpa sadar meneteskan air mata nya
"kamu tau kak, tanpa sadar aku juga mencintaimu" ucap laila mengungkapkan perasaan nya sambil menatap andrew
"tapi kak, dengan kamu mengatakan hal itu, kamu sama saja menyakitiku" ucap laila dengan air mata yang terus mengalir
__ADS_1
"maaf, aku minta maaf karena telah membuatmu menangis juga maaf karena aku sudah menyakiti mu" ucap andrew, dia bingung harus bicara apa lagi, yang dia pikirkan hanya minta maaf
"tidak perlu minta maaf, ini memang takdir kita" ucap laila
"sekarang kita harus bagaimana?" tanya andrew, dia bingung karena di tengah tengah diri nya juga laila, ada sebuah dinding besar yang membentang dan menghalangi mereka
"lupakan perasaan kita" jawab laila seraya menghapus air mata nya
"kamu tidak mencintai ku?" tanya andrew
"aku mencintaimu kak, tapi aku sadar bahwa kita berbeda kepercayaan, kita tidak bisa bersatu" ucap laila
"tidak mudah untuk melupakan perasaan la, aku ingin kita bisa terus bersama seperti ini, menjalani rumah tangga yang bahagia" ucap andrew sendu
"aku tau kalau melupakan perasaan itu tidak mudah, yang kamu rasakan juga sama dengan yang aku rasakan, tapi jika beribadah saja kita berbeda atap, bagaimana bisa kita menjalin rumah tangga satu atap" ucap laila dan andrew hanya diam
"baiklah, ayo kita terus bersama" ajak laila
"benarkah?" tanya andrew bersemangat
"iya, kamu tau istilah bahwa cinta tidak harus memiliki bukan? jadi ayo kita bersahabat, anggap saja aku adikmu, dan aku akan menganggap kamu adalah kakak ku, kamu akan selalu ada untuk aku, begitu juga aku yang akan selalu ada untuk kamu, dengan begitu kita akan terus bersama bukan?" tanya laila dan andrew hanya diam
"aku tidak ingin kalau di antara kita ada yang mengorbankan kepercayaan masing masing hanya karena cinta, bukan karena hati kamu sendiri, begitu juga dengan ku, aku tidak mungkin berpindah kepercayaan yang sudah ku anut sejak kecil dan aku akan tetap berpegang teguh pada kepercayaan ku" ucap laila, beberapa detik kemudian
"baiklah, ayo kita bersahabat, aku akan menganggap mu sebagai adik kecil ku yang manja, dan aku adalah kakak yang akan melindungi mu" ucap andrew dan laila hanya mengangguk
"aku sekarang punya 3 orang kakak, ahh senangnya" ucap laila sambil tersenyum
"aku juga senang karena aku mempunyai adik perempuan yang cantik" ucap andrew juga tersenyum
"oh ya, lusa aku akan pulang" ucap laila
"aku ikut" ucap andrew
"emang kamu gak ada pekerjaan?" tanya laila
"aku akan mengurus perusahaan di bandung, jadi lusa aku juga akan ke sana" ucap andrew
"baiklah kak, lusa kita berangkat bareng" ucap laila yang di angguki andrew
~Flashback end
"jadi ini yang lo sembunyi in?" tanya jannah
"iya" ucap laila sambil mengangguk dengan air mata yang mengalir, sungguh hati nya sangat sakit jika teringat kejadian hari itu
"keputusan lo udah bener kok la" ucap shinta sambil mengelus punggung laila
"he'em" ucap laila
"udah ya, jangan sedih terus, lo tau sendiri kalau life must go on kan" ucap shinta
"iya" jawab laila dan menghapus air mata nya
"eh nanti kalau ada cogan, kenalin ke gue ya" ucap laila bergurau sambil berusaha menghilang kan rasa sedih nya
"dasar lo" ucap shinta juga jannah terkekeh sambil menoyor lengan laila
BERSAMBUNG
________________________________
AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!π
KAKAK KAKAK SEMUANYAππ
(biar aku gak nangisπ, candaπ)
__ADS_1
jangan lupa tambahin ke list favorit ya!β€
TERIMA KASIHπβ¨