
"kok semuanya ketawa sih? pertanyaan sisil kan tadi belum dijawab sama om nya" ucap sisil kesal karena mengira semua orang menertawakan dirinya
"eh, tadi cuman ada yang lucu aja kok sayang" ucap selly menenangkan anaknya agar tidak marah lagi
"beneran om?" lagi lagi sisil bertanya pada reyhan
"iya sayang, tadi cuman ada yang lucu aja kok" jawab reyhan sambil merapikan rambut sisil
*ternyata dia penyayang anak kecil?* batin shinta saat baru mengetahui sisi reyhan yang tersembunyi
jika orang orang melihat dari pengampilannya yang tegas, dingin, mungkin mereka tidak akan menyangka bahwa orang seperti reyhan akan bersikap sangat lembut jika berhadapan dengan anak kecil
"aku ke dapur bentar ya, bikin minum" ucap shinta seraya berdiri
"aku bantu dek" ucap selly
"gak perlu kak, kakak pasti capek kan? udah di sini aja ya" larang shinta
"ya udah.." ucap selly
10 menit kemudian shinta kembali ke ruang tamu dengan membawa beberapa gelas minuman dan meletakkan nya di atas meja kemudian duduk di tempat semula
"om" panggil sisil
"kenapa sayang?" tanya reyhan
"tadi pertanyaan sisil yang pertama belum dijawab loh" jawab sisil mengingatkan, dan disitu reyhan terlihat agak terkejut
*aku kira dia udah lupa* batin reyhan
"daya ingatnya kuat" ucap shinta yang diangguki semuanya
"tadi sisil nanya tante marah atau enggak ya?" tanya reyhan yang diangguki sisil
"tante gak marah kok" jawab reyhan membuat sisil tersenyum lega
"oh iya kak, tadi kesini naik apa?" tanya shinta
"naik taksi, dari bandara langsung kesini" jawab harun
"emang ambil penerbangan kapan? kok gak ngasih tau? kan bisa aku jemput aja" ucap shinta
"ambil penerbangan tadi pagi, kan mau bikin kejutan, ya jelas gak ngasih tau" jawab selly
"tunggu.. yang ngerencanain ini siapa?" tanya shinta
"ajudan kamu yang paling setia noh" jawab harun
"sudah kuduga" ucap shinta menggelengkan kepala
"gimana kabar ayah sama bunda?" tanya shinta
"alhamdulillah, baik baik aja" jawab harun yang diangguki shinta
"kalau ada waktu pulang, kamu pulang gih.. disuruh bunda" ucap harun
"iya, kapan kapan" jawab shinta sengenanya yang membuat kakaknya geleng geleng kepala
sedangkan reyhan? dia sedari tadi hanya sibuk bermain dengan sisil yang duduk di pangkuannya dan menggelitiki badan kecil yang menimpanya itu
"sisil seneng ya main sama om nya?" tanya harun pada putri kecilnya
"seneng yah" jawab sisil yang masih di iringi gelak tawa
"tumben loh" ucap selly
"iya, tumben banget" ucap shinta
"tumben kenapa?" tanya reyhan
"biasanya sisil gak mudah akrab sama orang lain, apalagi sama orang yang baru ketemu, dan biasanya kalau di sentuh dikit aja sama orang baru pasti bakalan nangis" ucap harun menjelaskan
"gak nangis waktu cuman sama tantenya doang" tambah selly
"tadi aku turun tau tau sisil udah nemplok sama kak rey" ucap shinta
"mungkin udah nyaman kali, sisil deket juga cuman sama orang yang menurutnya nyaman" sambung shinta yang membuat reyhan jelas tersenyum
"sisil, sekarang gantian om yang nanya boleh?" tanya reyhan yang diangguki sisil
"apa om bikin sisil nyaman?" tanya reyhan
"iya om" jawab sisil
"tapi ini pertemuan pertama kita ya?" tanya reyhan mencoba menguji daya ingat sisil, sedangkan orang di sekitarnya hanya menyimak obrolan dua orang yang beda gender dan generasi
__ADS_1
"syapa bilang ini pertemuan pertama?" ucap sisil membuat semua orang menautkan alisnya
"dulu lama syekali sisil pernah ketemu om waktu sisil lagi jengukin tante" sambung sisil dengan penjelasan yang agak sedikit belepotan, sedangkan reyhan yang mendengar jawaban sisil pun tersenyum
"kapan sayang?" tanya shinta
"itu loh.. waktu tante masih sekolah di tempat yang dingin" jawab sisil
"tempat yang dingin?" tanya shinta
"maksudnya tuh korea dek, kan disana dingin, makanya dia nyebutnya juga tempat dingin" ucap selly
"ooh, jadi sisil pernah ketemu om nya di kampus tempat tante kuliah?" tanya shinta
"iya tan" jawab sisil
"jadi kalian ini satu kampus?" tanya harun
"iya kak, cuman beda jurusan" jawab shinta
"ohh, jadi yang nolongin sisil waktu itu om nya?" tanya selly yang dijawab anggukan oleh sisil
"nolongin? emang sisil kenapa?" tanya shinta
"pas ke kampus kamu dia tuh exitcted banget sampek lari lari di taman, habis itu jatuh trus di tolongin sama orang yang kakak gak sempat liat muka nya" jawab selly
"ohh" ucap shinta sambil mengangguk
"kakak besok mau pergi sama selly ya" ucap harun
"trus?" ucap shinta meminta penjelasan lebih dengan menatap agak curiga
"nitip sisil, biar ada yang jagain" ucap harun terkekeh
"kebiasaan deh kakak tuh" cibir shinta
"ya tolongin lah.. kan disini juga ada bibi" ucap harun
"iya kak, kapan sih aku pernah bilang gak?" ucap shinta
"pas disuruh bunda pulang juga pasti bilangnya enggak mau" cibir harun
"itu kan beda lagi" jawab shinta
"emang kakak mau pergi kemana?" tanya shinta
plakk.. satu pukulan dari selly mendarat di lengan harun
"aduh.. kenapa sih sayang?" tanya harun
"kenapa kenapa, kakak tuh yang kenapa?,ingat! disini tuh masih ada bocah dibawah umur" ucap shinta kesal dengan tangan yang masih menutup telinga sisil
"kalau ngomong jangan vulgar gitu, dijaga dong" ucap selly
"iya iya, maaf" ucap harun
"tante, hanimoon itu apa?" tanya sisil yang sebenarnya tadi terlanjur mendengar kata honeymoon
"tuh kan, kamu sih" ucap selly menyalahkan suaminya
*aduh.. gimana cara jawabnya nih?* batin shinta berpikir, kemudian
"sisil udah belajar bahasa inggris kan?" tanya shinta yang diangguki sisil
"honey itu apa?" tanya shinta
"madu" jawab sisil
"kalau moon?" tanya shinta
"bulan" jawab sisil
"jadi honeymoon itu kue bulan kesukaan sisil yang biasanya sisil makan, trus atasnya kue dikasih madu deh" ucap shinta nyeleneh
"emang rasanya enak tan?" tanya selly
"eh gak tau sayang, tante kan belum pernah nyoba" jawab shinta
"ohh gitu ya tan, nanti sisil coba deh" ucap selly polos sambil mengangguk faham, sedangkan semua orang hanya menahan tawa saat melihat bagaimana shinta memberikan penjelasan
"udah jangan pada ketawa, aku gak mau ya ngeracunin bocah dibawah umur" ucap shinta yang melihat ekspresi orang di sekitarnya
"oh ya dek, kapan kamu nyusul?" tanya harun
"nyusul kemana? pulang?" tanya shinta yang sebenarnya mengerti arah pembicaraan kakak nya
__ADS_1
"jangan pura pura bodoh, nanti jadi bodoh beneran loh" ucap harun
*ini pasti kakak nya gak tau soal trauma nya shinta* batin reyhan
"shinta gak buru buru kak" jawab shinta
"impian kamu semuanya udah berhasil kamu capai, tinggal satu doang yang belum" ucap harun
"nanti deh, belum kepikiran" ucap shinta
dan saat harun ingin bertanya kembali, selly memberi kode agar tidak bertanya lebih jauh lagi
"tante" panggil sisil tiba tiba
"kenapa sayang?" jawab shinta
"jalan jalan yuk" ajak sisil
"sisil kan baru aja sampek, belum mandi lagi, masih bau acem.. jadi nanti malam aja ya jalan jalannya?" tawar shinta karena dirinya juga baru pulang kerja dan butuh sedikit istirahat
"tapi nanti malem sisil mau om nya juga ikut, boleh kan? tanya sisil
"eh, om nya sibuk sayang, jangan ya" ucap shinta yang merasa tidak enak
"bener om sibuk?" tanya sisil mendongak menatap reyhan karena dia masih duduk di pangkuan reyhan
"enggak kok, nanti kita jalan jalan ya" jawab reyhan
"yeeyy asyikkk" ucap sisil girang
"sisil kalau udah ketemu yang namanya jalan jalan ya pasti semangat" ucap selly terkekeh
"namanya juga anak kecil kak" ucap shinta
setelah mengobrol beberapa menit
"loh, itu sisil nya tidur" ucap selly menunjuk sisil yang tertidur pangkuan reyhan dan menyandarkan kepala nya di sana
"kecapek an kak" jawab shinta
"kakak masuk aja dulu, kamar nya kakak deket sama ruang keluarga" ucap shinta menyuruh kedua kakak nya masuk
"trus sisil?" tanya selly
"biar tidur sama aku aja" jawab shinta
kemudian setelah kedua kakak nya masuk
"kak, sisil biar aku yang gendong" ucap shinta
"nanti kalau kebangun gimana? kasian" tanya reyhan
"gak kebangun kok, sini" ucap shinta sambil merentangkan kedua tangan nya
mau tak mau reyhan harus memberikannya, dan benar apa kata reyhan tadi, sisil terbangun namun hanya sebentar karena shinta menepuk nepuk pelan punggungnya agar sisil tertidur kembali
"makasih ya kak" ucap shinta pelan saat sisil sudah lelap
"untuk?" tanya reyhan
"ya karena udah ajak main sisil" jawab shinta
"sama sama, nanti malem aku jemput ya" cap reyhan
"emang kamu gak sibuk?" tanya shinta
"gak kok" jawab reyhan
"tapi-" ucap shinta belum selesai
"udah gak ada tapi tapi an, kalau gitu aku pulang dulu" potong reyhan
"biar aku anter" ucap shinta
"jangan, aku bisa sendiri, diluar juga banyak angin nanti sisil sakit" ucap reyhan yang memang ada benarnya
"yaudah deh" ucap shinta
"jangan lupa nanti malam, assalamu'alaikum" pamit reyhan sambil berjalan keluar dari rumah shinta
"waalaikumsalam" jawab shinta
"nah, anak bontot sekarang ayo tidur sama tante" ucap shinta sambil membawa sisil ke kamar atas
________
__ADS_1
jangan lupa like + komen kakak!❤
btw nanya dong guys, lanjut gak nih ceritanya? kalau dilanjut ya author tetap up tiap hari:v