Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
136.Pernikahan tertutup


__ADS_3

Ketua WB1


📩 : Oh iya nona, anda juga di larang menghubungi tuan Bian sampai tuan sendiri yang mengabari anda, sekali lagi saya minta maaf yang sebesar besarnya atas kecerobohan tim saya nona


📩 : "Ini bukan hari raya, jangan minta maaf dan perbaiki kinerja tim yang kamu pimpin atau saya sendiri yang akan maju bertemu mereka, dan satu lagi... sampaikan pada tuan mu kalau hari ini dia harus mengabari saya, tidak ada penolakan!" Balas Shinta kemudian memasukkan handphone ke dalam tas selempang nya


Huft...


"Oke, lupakan masalah Bian sejenak, sekarang ayo kerja sebelum kamu jadi pengangguran" Gumam Shinta menggelengkan kepala, kemudian masuk ke dalam rumah sakit, tepat nya ruang divisi pelaporan obat obatan


"Shinta!!!"


"Allohu akbar..." Pekik Shinta terkejut karena jannah yang mengagetetkan nya dari belakang


"Hahaha, tumben kerja pakai rok?" Tanya Jannah merangkul pundak Shinta dan menaik turunkan alis nya


"Pengen aja, lagian lo ngapain ngagetin gue?" Ucap Shinta dengan nada kesal nya


Jannah hanya memberikan cengiran nya, kemudian mengajak Shinta masuk ke ruang kerja mereka


"Pagi..." Sapa Shinta dan Jannah kala baru masuk ke ruangan mereka


"Pagi..." Jawab ramah Monik beserta kawan kawan nya


"Wih... aura aura pengantin baru kelihatan bahagia banget" Ucap Bagas terkekeh


"Kalau udah yakin nyusul aja" Ucap Shinta dengan senyuman tipis kemudian duduk di kursi nya


"Mon... nyusul yuk!" Ajak Bagas mengedipkan sebelah mata nya


"Nyusul kemana?" Tanya Monik


"Kawin" Jawab Bagas enteng


"Kawin... kawin, kalau mau kawin sama embek aja sana! jangan sama gue" Ucap Monik dengan tatapan ketus nya


"Kumpul kebo sama embek dong?" Timpal Sela tergelak


"Ya biar di halalin dulu embek nya sama si Bagas, itu kan tugas dia" Ucap Monik enteng


"Mahar buat si embek apa nih?" Tanya Jannah


"Satu karung rumput segar udah cukup" Jawab Monik mewakili si embek


"Ish... tuh kan Shin, cewek emang gitu ya? kalau gak di serius in nanti nagih, ini udah di serius in malah nyuruh gue poligami sama embek" Ucap Bagas mengacak rambut nya


"Rebut hati nya dulu sampai dia yakin sama kamu" Ucap Shinta sembari mencatat obat obatan yang masuk ke rumah sakit kemarin


"Oh... berarti pak direk sebelum halal juga berjuang rebut hati kamu dong?" Tanya Bagas membahas Reyhan


"Em... maybe" Jawab Shinta enggan membuka kehidupan pribadi nya, ya... cukup mereka saja yang tau kisah sebenar nya


"Lo mah gak galak Shin, lah Monik? kalau marah udah kayak t-rex" Ucap Bagas membuat semua orang tertawa


*Lah... gak tau aja kalau Shinta bisa jadi monster waktu marah* Batin Jannah terkikik geli


"Heleh... t-rex t-rex gini penting cantik!" Ucap Monik mengibaskan rambut panjang nya ke samping hingga menyapu wajah Bagas


Di situasi lain, Reyhan yang baru saja sampai di kantor langsung memarkirkan mobil nya dan masuk melalui loby


"Selamat pagi pak" Sapa ramah seorang bapak bapak yang bertugas sebagai security kantor

__ADS_1


Reyhan yang dasar nya memang kulkas 4 pintu, eh... cool maksud nya, dia hanya menganggukkan kepala sebagai jawaban para pegawai yang selalu menyapa nya


Ting! lift khusus terbuka dan mulai membawa nya untuk naik ke atas gedung pencakar langit, tak jarang para wanita senyum senyum sendiri ketika melihat nya berjalan, siapa juga yang tidak tertarik dengan Reyhan? udah ganteng plus cuek sama perempuan pula


Tapi tetap Reyhan tidak pernah menjawab sapaan apalagi dari para pegawai perempuan nya


"Woi woi woi, pak bos dateng" Ucap salah satu pegawai wanita dengan buru buru memoles wajah nya


"Selamat pagi pak" Sapa mereka, dan Reyhan mengangguk lagi sebagai jawaban nya


"Ah... dia ngangguk sama gue dong"


"Dih.. GR lo, pak bos kan emang ngangguk sama semua orang"


"Bilang aja sirik"


Entah bagaimana reaksi para pegawai nya ketika tahu bahwa bos yang mereka idam idamkan sudah menikah beberapa hari kemarin


"Selamat pagi pak... " Sapa Evan yang meja kerja nya berada di depan ruangan Reyhan sembari tersenyum dengan menunjukkan barisan rapi gigi nya pada sang bos


"Pagi, masuk ke ruangan dan jelaskan agenda saya hari ini" Ucap Reyhan seraya masuk ke dalam ruangan nya dan di ikuti si asisten setia Evan


Setelah Reyhan duduk di kursi kebesaran nya, ia menatap Evan sebagai perintah agar menjelaskan agenda nya


Reyhan kemudian melirik satu pigora kecil yang berdiri di meja nya, ya... pigora berisi foto diri nya dan Shinta sewaktu pernikahan, dia yang memakai tuxedo hitam dan Shinta memakai gaun putih lengkap hijab yang rapi dengan menggandeng lengan nya berdiri di tengah pelaminan, senyum lantas terbit di sudut bibir nya


Kapan pigora itu ada di ruangan nya? tadi malam Reyhan memang memerintahkan agar Evan mencetak foto tersebut dan meletakkan di meja nya, sang asisten pun terpaksa menurut yang penting gaji tetap tinggi haha


"Pak.. pak bos" Ucap Evan melambaikan tangan nya ketika melihat Reyhan justru terfokus pada sesuatu hingga tidak mendengarkan penjelasan nya


"Apa?" Tanya Reyhan kembali fokus pada penjelasan Evan dan menyembunyikan rasa terkejut nya


"Bapak dengar penjelasan saya tentang agenda hari ini kan?" Tanya Evan dan Reyhan mengangguk sebagai jawaban nya


"Biarkan saja, tidak perlu konfirmasi" Ucap Reyhan karena pernikahan mereka kemarin memang sepakat dilaksanakan dengan tertutup tanpa wartawan, hanya di hadiri pihak keluarga, teman dekat, dan beberapa kolega saja


"Media semakin curiga karena di hari pernikahan bapak meliburkan semua karyawan kantor pusat, dan memberikan bonus satu bulan gaji pada semua karyawan" Ucap Evan menjelaskan panjang kali lebar


"Berita akan terpendam seiring berjalannya waktu" Ucap Reyhan santai dengan membolak balik tumpukan berkas yang ada di meja nya


"Baik pak, hati hati kalau semisal ada wartawan yang mengikuti bapak" Ucap Evan dan Reyhan kembali mengangguk sebagai jawaban nya


"Oh iya pak, kenapa pernikahan bapak laksanakan secara tertutup dan media tidak boleh tahu hal itu?" Tanya Evan cukup penasaran


"Kepo ya?" Tanya Reyhan balik dengan menekan kata kata nya


"Hehe... tidak pak" Jawab Evan menggelengkan kepala nya


Sebenar nya Reyhan tidak masalah jika pernikahan mereka terpublikasi, tapi Shinta yang melarang karena tidak ingin jika sikap orang orang akan berubah pada nya hanya karena dia menikah dengan pebisnis terkenal


"Saya minta kamu kirimkan bunga untuk Bian Aditya di Seoul hospital" Ucap Reyhan


"Bunga sebagai apa pak?" Tanya Evan mengernyitkan dahi nya


"Bunga agar dia cepat sembuh" Jawab Reyhan


"Tapi bapak tau dari mana kalau kolega kita yang satu itu sakit? tidak ada berita sama sekali" Tanya Evan lagi yang membuat Reyhan langsung memberikan tatapan tajam nya


"Iya iya pak... nanti saya akan menyuruh orang perusahaan yang ada disana" Ucap Evan cepat sebelum Reyhan marah pada nya


"Udah selesai kan? keluar" Ucap Reyhan kala melihat Evan masih diam di depan nya

__ADS_1


"Tapi pak, kan 15 menit lagi ada meeting" Ucap Evan karena biasanya Reyhan pasti akan langsung menuju ruang meeting


"5 menit lagi saya keluar" Ucap Reyhan yang membuat Evan mengerucutkan bibir nya kemudian keluar dari ruangan bos nya


Reyhan membuka handphone dan tertera pesan aplikasi hijau dari nomor kontak yang di sematkan paling atas


Shinta❤


📩 : Assalamualaikum mas... nanti kamu langsung pulang aja, gak perlu jemput, aku pulang ke rumah sama Jannah karena mau ngambil mobil dan beberapa barang


📩 : "Waalaikumsalam, iya sayang... hati hati di jalan ya" Balas Reyhan sembari terkekeh geli karena tidak menyangka kalau dia bisa bucin juga


🌸🌸🌸


"Shin..." Panggil Jannah


"Hmm, apa?" Jawab Shinta menoleh ke samping


"Makan siang yuk!" Ajak Jannah karena sekarang memang sudah memasuki jam makan siang


"Gue gak mood makan, mual gitu" Ucap Shinta menolak sembari meneruskan pekerjaan nya


"Lo hamil?" Pekik Jannah terkejut dan untung saja di ruangan hanya tinggal mereka berdua


"Lo sakit? yakali secepat ini" Ucap Shinta heran dengan menggelengkan kepala nya


*Masa sekali bikin tadi malam langsung jadi? aneh aneh aja* Batin Shinta


"Kan gue cuman ngira ngira aja" Ucap Jannah enteng


"Gak secepat ini juga Jan, biasa nya lambung gue naik, baru juga nikah dan gue gak pernah buka segel sebelum menikah" Ucap Shinta kemudian membuka handphone nya


Ajudan❤


📩 : Kak... pistol mu masih di dashboard mobil ku ini mau di taruh mana?


📩 : "Taruh aja di lemari yang ada di kamar kakak, nanti kakak mau cerita sedikit demi sedikit sama mas Rey" Balas Shinta


📩 : Kakak yakin?


📩 : "Iya"


*Walau bagaimanapun dia adalah suami ku, aku harus cerita sedikit demi sedikit* Batin Shinta


"Gue mau nanya deh" Ucap Jannah membuat kening Shinta berkerut dan meletakkan handphone nya


"Nanya apaan?" Tanya Shinta


"Lo gak bisa berenang karena udah berhenti dari umur 9 tahun, dan kemudian tiba tiba lo pinter gambar desain desain bangunan kayak arsitek gitu" Ucap Jannah mengingat saat mereka masih SMP


"Terus?" Tanya Shinta meminta penjelasan lebih


"Lo belajar itu semua dari mana? tau tau di sekolahan pagi pagi udah bawa catatan segitu banyak nya tentang gambar desain" Ucap Jannah sekaligus bertanya


*Waduh... gue gak mungkin bilang kalau itu materi kuliah nya kak Zean yang gue pelajari kan?* Batin Shinta dengan otak mencari alasan lain nya


"Jadi... ada temen gue yang dia udah kuliah pas kita masih SMP, kan gue juga bosen gak ada hobi, alhasil gue ikut pelajari aja materi kuliah dia" Ucap Shinta


"Temen lo siapa?" Tanya Jannah lagi


"Ada, nanti insyaalloh gue bawa lo ketemu sama dia" Jawab Shinta

__ADS_1


*Lo udah pernah ketemu dia Jan, tapi... sekarang kita semua udah gak bisa lagi ketemu kak Zean, dia udah bahagia di sana*


Bersambung


__ADS_2