Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
189. Menyiapkan semuanya


__ADS_3

Reyhan sudah membicarakan rencana dengan pihak jalur hitam untuk penyelesaian masalah mereka di kantor tadi, kini tinggal menemui para ketua white blood yang bertujuan sama yaitu menambah pasukan agar kemenangan lebih mudah mereka capai


"Kalau misal nih ya... mereka minta kita datang ke Osaka trus gimana?" Tanya Shinta di sela sela perjalanan menuju kantor Zeze grup


"Ya kita datang ke sana lah, perusahaan punya pesawat pribadi dan senjata milik white blood juga pasti ada yang berada di Osaka kan?" Ucap Reyhan


Dia kelihatan begitu santai setelah apa saja yang terjadi, meski harus meninggalkan beberapa pekerjaan dan menyerahkan nya pada Evan tapi dia rasa ini solusi yang baik demi keselamatan keluarga mereka nanti


"Aku tahu, tapi aku masih belum yakin loh penyebab semua masalah ini itu apa" Ucap Shinta


"Nanti kalau kita ketemu sama ketua white blood mungkin kamu bakal tahu jawaban nya" Ucap Reyhan


Zeze grup


Di ruang yang biasa di pergunakan untuk meeting kini telah di penuhi oleh banyak orang yang merupakan ketua atau pemimpin white blood dari berbagai tim daerah termasuk luar negeri


"Maaf bertanya tuan, tapi kenapa anda mengumpulkan kami semua di sini?" Tanya seorang pria yang memegang tim white blood dari daerah tertentu


Tiara juga ada di sana dan beberapa orang yang lain masih diam, menunggu apa alasan mereka semua di pertemukan menjadi satu seperti ini


"Selamat siang, sebelumnya saya minta maaf karena mengadakan pertemuan dengan waktu yang terkesan cepat ini, tapi maksud dan tujuan pertemuan hari ini bukan hanya karena masalah sepele tapi juga untuk menemukan kasus pembunuhan tuan Zean di Osaka satu tahun yang lalu" Ucap Bian menjelaskan


Semua orang ternganga, mereka terkejut dengan keputusan itu tapi juga merasa senang karena akan melakukan penyelidikan tentang kasus pembunuhan tuan mereka yang sudah sangat baik hati namun harus meninggal dengan naas di tangan orang lain


"Maaf menyela tuan, kita memang menginginkan kasus pembunuhan itu selesai tapi kenapa tiba tiba seperti ini setelah anda melarang kami melakukan penyelidikan tahun lalu?" Tanya Bref yang merupakan ketua white blood Osaka


"Untuk itu saya hanya ingin mengungkap semua kebenaran secepat mungkin, termasuk saya yang merupakan pemimpin palsu kalian"


Terdengar beberapa ucapan yang mulai gaduh tentang pengumuman yang Bian ungkap barusan, karena selama ini yang white blood tahu bahwa Bian adalah pengganti Zean dan akan memimpin mereka


"Maaf saya baru mengucapkan nya sekarang, selama ini kalian telah melindungi saya dari mereka... kalian juga telah berusaha dengan keras dan yang kalian lindungi sebenarnya bukan hanya saya tapi... pemimpin asli kalian, pengganti tuan Zean" Ucap Bian menunjuk Shinta yang baru berdiri di ambang pintu


Semua orang semakin terkejut dengan kenyataan baru ini, apalagi ketika mengetahui bahwa pemimpin dan pemilik Zeze setelah Zean adalah seorang wanita berhijab nan tengah hamil ini


Shinta bisa melihat ekspresi terkejut tersebut, dia juga tahu kalau Tiara lah satu satu nya perempuan yang menjadi ketua white blood selama ini


"Loh... pak Rey?" Sapa Bref


Mereka semua juga tahu bahwa Reyhan pun ketua white blood Korea yang di tunjuk langsung oleh Bian, tapi mereka tidak tahu bahwa Reyhan adalah suami dari pemimpin pusat white blood yang sekarang


"Selamat siang, maaf mengadakan pertemuan dan menganggu waktu kalian semua" Ucap Shinta berjalan dan berdiri di samping Bian


"Tidak nona!" Jawab mereka serentak


Sedangkan Reyhan langsung bergabung dan duduk dengan kumpulan orang orang itu karena sekarang posisi nya adalah salah satu ketua dari tim white blood


"Dan saya ingin mengubah pernyataan Bian tadi, beliau bukan pemimpin palsu, beliau tetaplah pemimpin kalian dan selamanya akan terus seperti ini jadi tidak perlu ada pelepasan jabatan atau apalah itu" Ucap Shinta serius yang membuat Bian menoleh ke arah nya


"Yang di katakan nona memang benar adanya, walaupun begitu tuan Bian sudah memimpin kami selama ini dan memberikan yang terbaik kepada semua tim" Sahut ketua white blood yang lain


"Benar tuan, anda sahabat tuan Zean dan jelas beliau pun akan percaya dengan anda, kita semua keluarga jadi tidak ada kata melepaskan jabatan" Sahut yang lain lagi


Uhuuuu Bian jadi terharu, padahal dia memang berniat menyerahkan semuanya kembali pada Shinta yang menjadi pemilik perusaan dan tim perlindungan mereka yaitu white blood


"Zefa.. mau peluk" Ucap Bian merentangkan tangan nya namun dengan segera kaki itu mendapat tendangan dari Reyhan


Dugh!!! Enak saja mau peluk istri orang


"Aduh... cemburuan banget" Gerutu Bian sedangkan Shinta hanya terkekeh geli saja


"Oke hari ini tolong maafkan saya yang sudah memberi beberapa kejutan" Ucap Shinta paham jika mereka pasti terkejut dengan kenyataan yang baru saja di ungkap


"Tidak apa apa nona, kami sudah biasa dengan kejutan seperti itu dan kenapa anda baru muncul sekarang? Maksud saya muncul sebagai pemimpin white blood dan perusahaan ini?" Tanya Bref


Bref memang bertemu dengan Shinta saat di Osaka dulu, namun hanya sekedar mengenal saja tidak terlalu dekat seperti Tiara


"Sebenarnya alasan itu cukup pribadi, karena jika saya yang memimpin perusahaan pasti akan ada berita miring nanti nya dan saya tidak mau itu terjadi" Jawab Shinta karena bisa saja berita miring itu merusak citra perusahaan milik Zean


"Alasan untuk pertemuan kali ini?" Tanya ketua lain


Bisa Shinta lihat bahwa ada 10 orang ketua white blood dari beberapa daerah, kadang ia berpikir bagaimana bisa Tiata bergabung dengan tim yang rata rata anggota nya pria berwajah menyeramkan


"Seperti yang sudah di katakan bahwa kita akan mengungkap kebenaran pembunuhan satu tahun lalu" Ucap Shinta memegang sebuah flashdisk dan mulai menampilkan lewat proyektor ruangan


"Apa kita punya bukti atau sesuatu yang mengarah pada pelaku, nona?"


"Ada, saya punya ini yang menjadi bukti mengarah ke pelaku pembunuhan dan sudah ada dua orang pembantu pelaku yang di tahan di gudang perusahaan" Ucap Shinta


"Sejak kapan?"

__ADS_1


"Kurang lebih tiga bulan, untuk detail nya maka ketua Tiara yang akan menjelaskan nanti" Ucap Shinta karena gadis itu yang memegang tim white blood Indonesia


"Zef, lo udah bikin rencana nya?" Tanya Bian yang di balas anggukan kepala


Shinta mulai menjelaskan secara detail tentang rencana yang akan mereka lakukan juga meminta pendapat apabila ada kekurangan di dalam rencana tersebut


Mereka menentukan dua tempat, yaitu di Indonesia dan di Osaka karena pertemuan di sana juga memungkinkan mengingat bagaimana pembunuhan terjadi di Osaka


"Apa ada ide dari kalian?" Tanya Shinta memberi jeda


"Nona, itu artinya kita harus membagi tim menjadi dua?" Tanya ketua lain


"Iya, kalau memang terjadi di salah satu tempat maka tim di tempat lain pun akan di kirim secepat nya ke medan peperangan berlangsung" Jawab Shinta


"Memang bisa secepat itu Zef? Osaka cukup jauh loh" Ucap Bian menimang nimang rencana pengiriman anggota white blood


"Disini ada sepuluh ketua white blood, tolong sebutkan berapa orang anggota yang kalian pegang masing masing?" Tanya Shinta


"Kurang lebih tiga puluh orang setiap satu ketua" Jawab Reyhan


Shinta mengangguk, jika satu ketua memegang 30 anggota maka orang di pihak mereka berjumlah 300 orang dan 10 ketua white blood, belum termasuk Laila yang akan membantu dan mengirim orang suruhan nanti


"Saya rasa anggota kita lebih dari cukup" Ucap Shinta


"Apa ini tidak terlalu bahaya untuk anda nona? Maaf bukan bermaksud meremehkan tapi anda sedang hamil" Ucap Bref khawatir juga dengan kandungan itu


"Iya sayang, emang kamu harus dan wajib banget ikut serta ya?" Tanya Reyhan


Mendadak semua orang langsung diam, hening sambil melirik Reyhan dan Shinta secara bergantian, mereka tadi tidak salah dengar kan? Barusan ketua white blood Korea itu menggunakan panggilan sayang pada pemimpin pusat mereka


Berbeda dengan Bian dan Tiara yang ingin sekali tertawa kala melihat bagaimana bingung nya reaksi ketua white blood saat ini


"Ehem... biar kalian tidak bingung, pak Reyhan yang kalian kenal sebagai ketua white blood Korea itu adalah suami saya, kami sudah menikah sesudah beliau libur sejenak semenjak Bian meliburkan tim yang di pegang" Ucap Shinta


"Hah?"


Semua nya benar benar mendapat kejutan bertubi tubi siang ini, para ketua langsung menatap Reyhan dan bagaimana bisa mereka baru tahu sekarang?


"Maaf, saya tidak pernah berniat untuk membohongi kalian tapi saya juga baru tahu kalau istri saya pemimpin pusat kita dan pemilik perusahaan setelah kami menikah" Ucap Reyhan menjelaskan


"Benar, saya juga baru tahu kalau suami saya termasuk ketua white blood setelah kami menikah, jadi jangan salah paham" Ucap Shinta menambahkan kenyataan


"Jadi... pak Rey si kutub ini suami anda?" Ucap Bref geleng geleng kepala


"Kutub kutub gitu saya tetap cinta kok!" Ucap Shinta


"Cieeee" Seketika sorakan itu memenuhi ruangan, wkwk pemimpin pusat ini mengungkap rasa cinta nya pada sang suami di hadapan orang banyak


"Udah udah, bucin bucinan nya nanti aja di rumah" Lerai Bian


Begitulah mereka, yang di maksud pertemuan membahas hal penting tidak hanya menyeramkan namun juga selalu ada candaan yang akan di lontarkan


"Iri aja lo" Sindir Reyhan


"Tau, sirik amat sih Bi" Ucap Shinta menambahi


"Terserah gue dong, by the way mana tuh si Lala Lala kok gak ikut kesini?" Tanya Bian penasaran


"Kangen lo sama dia?" Goda Shinta


"Ogah kali, cuman nanya aja gue tuh dimana si bocil yang selalu pasang badan buat lo" Ucap Bian mengelak, tidak! Dia tidak kangen dengan Laila dan hanya sekedar penasaran saja


"Wah... Tuan Bian ternyata udah jatuh cinta dan menemukan pujaan hati nya" Ucap ketua lain sambil tergelak memegang perut nya


"Wkaka akhirnya pak Bian laku juga setelah sekian waktu menjomblo dan menyendiri" Sahut lain nya dan masih banyak lagi ucapan serta godaan yang terlontar membuat Bian semakin salah tingkah


Ceklek!


"Assalamualaikum... maaf Lala yang cantik baru datang" Ucap Laila dengan senyum manis nya, gadis berhijab itu baru saja datang karena ada urusan lain nua


"Pucuk di cinta, ulam pun tiba" Ucap Bref semakin tergelak dibuatnya kala melihat wanita yang di bicarakan sudah muncul


"Waalaikumsalam" Ucap Shinta menggandeng lengan sahabat nya itu untuk mendekat


"Pada ngomongin gue ya?" Tebak Laila menyipitkan mata nya


"Dih... ge er amat lo maemunah" Ucap Bian tetap saja sinis jika berhadapan dengan gadis yang lebih muda tersebut


"Apasih?" Ucap Laila malas menanggapi pria yang bagi nya body shaming

__ADS_1


Ceklek!


"Assalamualaikum... Adib yang ganteng tiada tara ini baru hadir" Ucap Adib yang tiba tiba masuk setelah Laila


"Waalaikumsalam"


"Buset... pede amat ya" Ucap Tiara heran


"Terserah aku, yang ganteng dan tampan aku, yang pede juga aku" Ucap Adib menekan kata aku


"Nona, sepertinya ada dua pasangan yang akan segera menyusul anda" Ucap Bref dapat merasakan atmosfer di ruangan ini


Bian melempar sekotak tisu pada Bref, anak buah nya itu sama sekali tidak takut jika berhadapan dengan nya


"Do'a kan saja yang terbaik untuk ke empat orang ini" Ucap Shinta tersenyum


Semuanya kembali ke topik semula, yakni membahas rencana mereka dengan matang agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan ke depan nya


"Shin, Jannah gak tahu sama sekali tentang ini ya?" Tanya Laila


"Enggak, lo tahu sendiri dia pasti panik banget kalau gue kasih tahu" Jawab Shinta


"Kayak nya boleh di kasih tahu setelah masalah ini selesai, sesuai rencana awal aja sayang" Ucap Reyhan


"Iya, meskipun nanti dia bakal marah besar sama aku" Ucap Shinta menganggukkan kepala


Reyhan memeluk istri nya dari samping, menepuk pundak itu perlahan dan berkali kali


"Ekhem... masih banyak orang pak, nanti aja mesra mesra nya" Ucap Bref mengiri karena lelaki blasteran Jepang Indonesia itu juga belum memiliki pasangan


"Tau, gak kasihan banget sama yang jomblo gini" Timpal Bian tidak terima, iri dan dengki sekali hati nya


"Makanya nikah!!!" Ucap Shinta dan Reyhan kompak


"Dih mentang mentang udah halal" Ucap Adib menggelengkan kepala seraya melihat Tiara yang masih berbincang dengan ketua tim lain nya


"Bentar sayang" Ucap Reyhan membuka handphone nya karena ada satu pesan dari nomer tidak di kenal


📩 : Mari selesaikan semuanya di tempat awal, istri mu menjadi prioritas mu kan? Hahaha


"Benar apa yang kamu bilang yang" Ucap Reyhan selepas membaca pesan tersebut


"Yang apa?" Tanya Shinta tidak tahu


"Fix lokasi kali ini di Osaka, besok atau bahkan nanti malam kita semua langsung terbang ke sana!" Ucap Reyhan tegas


"Dapat kabar pak?" Tanya ketua lain


"Ada yang mengirim pesan ke saya supaya kita semua menyelesaikan semuanya di Osaka" Jawab Reyhan


"Sepertinya mereka tahu nomer anda dari skandal palsu yang sempat muncul" Ucap Bref tahu tentang foto laknat yang sudah Shinta jelaskan, jika mereka mampu masuk kamar orang lain semudah itu maka mencari nomer ponsel seseorang juga pasti cukup mudah kan


Shinta langsung merebut handphone itu untuk membaca pesan yang barusan suami nya ucapkan


"Aku rasa kamu gak perlu ikut sayang, udah ya di rumah aja" Ucap Reyhan


"Iya Shin, gue rasa lebih baik lo gak ikut" Ucap Laila


"Kalian tenang aja, aku udah nentuin gimana caranya supaya aku gak banyak ambil alih nanti" Ucap Shinta yang tidak mungkin mau membahayakan bayi nya


"Yang..." Ucap Reyhan memohon


"Mereka gak akan mau ketemu sama kita kalau gak ada aku mas" Ucap Shinta memang benar adanya karena target mereka hanya lah dia


Ting!


📩 : Tentu saja bawa istri mu dan dua perempuan yang sudah kau tahan berbulan bulan


"Bi... siapin semuanya ya, termasuk kirim anggota white blood sebanyak banyak nya ke Osaka sekarang" Ucap Shinta


Bian berlari keluar ruangan untuk menghubungi semua koneksi yang mereka punya


"Semuanya bakal baik baik aja" Ucap Shinta tersenyum ketika mata nya  berhadapan dengan ekspresi cemas sang suami


*Gue berdo'a semoga semuanya baik baik aja Shin* Batin Laila harap harap cemas


"Tiara, kamu ikut saya karena sekarang kita harus minta bantuan polisi Osaka" Ucap Adib berdiri dari kursi nya


"Baik"

__ADS_1


...Bersambung...


Bentar lagi ending ya... mohon bersabar


__ADS_2