Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
73.Bestie


__ADS_3

"udah balik?" tanya jannah saat melihat shinta yang kembali duduk di sebelah nya


"udah" jawab shinta menganggukkan kepala


"lah, ini juga baru balik" ucap andrew saat melihat bian berjalan menuju meja mereka dari arah yang sama dengan shinta


"maaf" ucap bian seraya duduk di samping andrew


"kalian ini sahabat nya laila?" tanya albert yang juga duduk di samping andrew


"iya" jawab jannah ramah


*cantik* batin albert saat melihat jannah


"awas, udah ada yang punya dia tuh" ucap laila yang dapat melihat tatapan albert, berbeda dengan shinta dan bian yang sedari tadi hanya diam dan sesekali melirik wajah masing masing


"tante.. sisil udah selesai" ucap sisil saat makanan milik nya sudah habis


"mau tidur atau di pantai dulu?" tanya shinta


"tidur..sisil takut" jawab sisil lirih


shinta tau betul kenapa sisil takut saat ini, alhasil dia mengajak sisil untuk langsung kembali ke hotel yang memang jarak nya sangat dekat dan mampu ditempuh dengan jalan kali saja


"aku balik duluan" pamit shinta dengan sisil yang ada di dekapan nya


"gue juga ikut" ucap jannah berdiri dari duduk nya


"kalau kalian balik ya gue juga ikut balik lah" ucap laila yang juga ikut berdiri


"trus ini kita juga balik?" tanya andrew


"terserah kalian, tapi besok pagi kita semua ketemu di pantai ya" jawab laila yang duangguki semuanya


"oke" ucap andrew meng-iyakan


saat dalam perjalanan kembali ke hotel, mereka hanya diam tanpa ada yang bicara sampai jannah yang memulai percakapan


"shin" panggil jannah membuat shinta juga laila menoleh ke arahnya


"kenapa?" tanya shinta


"lo kenal sama bian?" tanya jannah yang membuat laila mengernyitkan alis nya


"haa? lo kenal sama bian?" tanya laila kaget


"enggak tuh, kok bisa kalian ngira gue kenal sama bian?" tanya shinta balik


"ya kalian tadi balik dari arah yang sama" jawab jannah


"iya juga ya, gue baru nyadar kalau mereka berdua balik dari arah yang sama" ucap laila membenarkan


"arah pantai mah lebar kali, gue juga gak liat bian kok waktu gue pergi" ucap shinta


"ya iya sih" ucap laila membenarkan


"lo gak bohong kan?" tanya jannah curiga


"enggak, ngapain juga gue bohong sama kalian?" jawab shinta


"ya kali aja lo bohong" ucap laila


"gimana bisa gue kenal sama bian? kan selama ini gue gak pernah masuk dunia perbisnis an ataupun perkantoran kan? beda jurusan kita mah" ucap shinta


"iya sih" ucap laila yang memang mudah percaya


"udahlah jangan mikir yang aneh aneh" ucap shinta seraya mengelus kepala ssisil


hotel


"nyaman" gumam shinta saat merebahkan tubuh nya yang memang mudah lelah akhir akhir ini

__ADS_1


"jan, lo aktifin ponsel lo gih, ntar rendra ngamuk" ucap shinta yang sedang memainkan ponsel nya dan mendapati pesan dari rendra, sedangkan sisil? gadis kecil itu sudah tidur sedari perjalanan tadi


"iya, kita gak ngasih kabar sama sekali ke mereka" ucap jannah seraya mengaktifkan ponsel nya


laila hanya menggelengkan kepala melihat kedua sahabat nya yang sedang dilanda cinta saat ini


direktur ganteng


πŸ“©: ngapain ke bali? kok gak ngabarin aku? kapan pulang?


πŸ“©: "ada urusan kecil, mau ngabarin tapi lupa karena kejar jam pesawat, besok sore aku pulang" balas shinta yang menjawab pertanyaan reyhan satu per satu


πŸ“©: mau dijemput?


πŸ“©: "gak perlu kak, makasih..ada pak didi yang jemput" balas shinta menolak


sedangkan jannah? dia juga sedang membalas rentetan pesan yang dikirim rendra


"gue mu cerita nih, kalian mau dengerin gak?" tanya laila seraya ikut merebahkan tubuh nya


"cerita apa?" tanya jannah juga shinta kompak sambil meletakkan ponsel masing masing


jika ada salah satu dari sahabat mereka yang bercerita, mereka pasti akan segera menaruh apapun benda yang sedang di pegang dan fokus mendengarkan cerita sahabat nya


nama nya juga bestie:v


"jadi albert tuh pernah ngedeketin gue waktu kita masih di ausie" ucap laila menjeda cerita nya


"trus?" tanya jannah


"trus kak andrew kayak nya ngelarang albert karna gue gak sengaja denger pembicaraan mereka waktu itu, dan kemudian kita kesini buat meninjau proyek pembangunan hotel dan ketemu bian juga, trus kalian kesini" ucap laila meneruskan ceritanya


"jadi intinya lo minta pendapat kita tentang hal ini gitu?" tebak shinta yang faham akan ucapan laila barusan


"iya, gimana menurut kalian?" tanya laila


"menurut gue sebenernya andrew gak berhak sih melarang, tapi itu balik ke dia nya sendiri ya" ucap shinta


"iya, gue juga setuju sama shinta" ucap jannah membenarkan


"jadi ya gak papa kalau lo deket sama orang lain, kan lo sama andrew juga udah sepakat buat menjalani kehidupan masing masing" jawab jannah


"iya sih" ucap laila membenarkan


"kalau lo shin?" tanya laila menatap langit langit kamar


"shin.. " panggil laila lagi


"shin.. dipanggil lala noh" ucap jannah memejamkan mata nya


"shin" karena tidak mendapat jawaban sama sekali, laila kemudian mengubah posisi nya menjadi duduk


"yaelah.. udah tidur duluan" ucap laila saat melihat shinta yang memang berasa di pinggir kasur dah tertidur lelap


"capek kali dia" ucap jannah


"iya sih" ucap laila kembali merebahkan tubuh nya


jam 4 pagi shinta terbangun karena dia memang sudah biasa bangun pada jam dini hari, sedangkan yang lainnya masih di bawah alam mimpi sendiri sendiri


karena tidak bisa tidur lagi dan jam subuh di bali juga masih agak lama, dia kemudian memutuskan untuk pergi keluar menikmati angin subuh yang segar dan belum tercampur polusi


*sungguh indahnya ciptaanmu ya Alloh" gumam shinta yang saat ini duduk di pinggir pantai


"zef" panggil bian tiba tiba yang sudah ada di belakang nya


"allohu akbar.. ngagetin" ucap shinta mengelus dada nya


"lo mau nanti timbul fitnah ya?" tanya shinta saat bian duduk di sebelah nya


"timbul fitnah apaan? orang tempat ini udah rame noh.." jawab bian sambil menunjuk beberapa pengunjung pantai

__ADS_1


"ada aja alibi lo" cibir shinta


"gue minta nomor ponsel lo" ucap biah memberikan ponsel nya


"buat apaan?" tanya shinta mengernyitkan alis nya


"udahlah kasih aja, gue janji gak akan gue lacak nomor lo" jawab bian


"beneran? janji?" tanya shinta


"iya janji, udah cepetan" ucap bian menyodorkan ponsel nya


"ck, iya iya.. nih" ucap shinta saat selesai memasukkan nomor nya dah mengembalikan ponsel bian


"lo gak ada niatan buat balik?" tanya bian


"balik? bukannya gue emang gak pernah masuk kesitu ya?" tanya shinta balik


"pernah" jawab bian


"berkunjung doang, tapi kalau pegang posisi kak ze gue kan belum pernah" ucap shinta mengedikkan bahu nya


"tapi kan posisi itu emang buat lo ze" ucap bian


"gue akan mengawasi dari jauh, jadi lo tenang aja" ucap shinta


"kenapa sih lo gak mau balik?" tanya bian heran


"ya karena ada alasannya, dan belum saat nya lo tau hal itu" jawab shinta dengan pandangan yang fokus di depan pantai


"ya ya, terserah lo deh, tapi kalau ada apa apa, gue minta lo langsung balik dan temuin gue" ucap bian


"iya" jawab shinta singkat


"iya apaan?" tanya bian


"iya, gue akan temuin lo, kenapa sekarang kang bihun jadi galak gini sih?" tanya shinta heran


"ya gue harus tegas" jawab bian


"terserah lo deh" ucap shinta sambil mengeluarkan ponsel nya dan memfoto sunrise yang sedang terjadi di depan nya kemudian mengirim kan nya ke reyhan



direktur ganteng


πŸ“©: [foto sunrise] "di saat kegelapan memudar"


πŸ“© : Jadilah pagi di mata semua orang dan buat hari mereka berubah menjadi sesuatu yang indah


shinta yang membaca pesan balasan reyhan hanya tersenyum tanpa berniat membalas nya


"udah masuk waktu sholat subuh ze" ucap bian melihat arloji nya


"disini ada musholla umum kan? kita sholat di sana aja" ajak shinta berdiri dari duduk nya


selesai sholat subuh, mereka kembali ke pantai yang ternyata di sana sudah ada pasukan mereka


"ternyata kalian di sini" ucap jannah yang menggendong sisil dan melihat shinta juga bian kembali dari musholla


"tadi gak sengaia ketemu di musholla" ucap bian yang menuju ke arah andrew


"udah sholat?" tanya shinta


"udah tadi di kamar" jawab jannah menganggukkan kepala


"oke, hari ini kita habisin waktu di pantai sampai nanti sore" ucap laila bersemangat


"cuman sampai sore?" tanya albert


"iya, kan mereka nanti sore mau pulang" jawab laila

__ADS_1


mereka semua kembali menikmati hari ini dengan cara mereka sendiri yang tentu saja membawa kehangatan dan canda tawa untuk semuanya


bersambung


__ADS_2