Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
103.Calmer


__ADS_3

"Aww dek... kamu jahil banget sih" Kesal Shinta ketika wajah nya tidak sengaja terkena cipratan air berkali kali, bukan tidak sengaja sih tapi lebih tepat nya ajudan yang sengaja menggoda kakak nya itu


"Gak sengaja loh kak, jangan marah... kalau marah udah kayak singa" Ucap ajudan tanpa rasa bersalah sedikit pun


"Gak sengaja gimana? wastafel nya kan jauh dari posisi kakak" Ucap Shinta memicingkan mata nya


"Beneran kak... salahin air nya lah kenapa mau banget mendarat di muka kakak" Ucap ajudan enteng


"Ish... alasan kamu aja itu mah" Cibir Shinta mengerucut bibir nya yang membuat ajudan tertawa karena berhasil mengerjai kakak nya itu


"Ya maaf kak, sebagai ganti mau dibuatin minum apa?" Tanya ajudan setelah berhenti dari tertawa nya


"Matcha latte pakai es batu" Jawab Shinta yang tidak mengenal kata dingin di malam hari


"oke" Jawab ajudan singkat dan segera mengambil bahan bahan yang ia butuhkan


"Aduh... adekku multifungsi banget sih" Ucap Shinta terkekeh dengan memandang sang adik yang sedang membuatkan minum untuk nya


"Udah multifungsi, tampan lagi" Ucap ajudan dengan pd nya dan mengetok pelan hidung Shinta dengan menggunakan tongkat kecil pengaduk minuman


"Nduk.. " Panggil bunda tiba tiba sambil melangkah menghampiri kedua anak nya


"Iya bun, kenapa?" Jawab Shinta menoleh menghadap ke arah bunda nya


"Katanya kamu lagi jatuh cinta? iya?" Tanya bunda dan duduk di samping anak nya, dan Shinta yang mendengar hal itu langsung melayangkan tatapan tajam nya pada ajudan, sungguh kenapa sekarang adik laki laki nya itu gampang sekali membocorkan sesuatu tentang nya, sedangkan yang ditatap pun hanya diam berpura pura tidak tahu dan fokus membuat matcha latte pesanan Shinta


"Bunda tau dari mana?" Bukannya menjawab justru Shinta yang bertanya balik


"Nah itu... adik kamu" Jawab bunda, tuhkan benar apa yang Shinta pikirkan, pasti ajudan nya lah yang memberi tahu hal itu... siapa lagi kalau bukan ajudan?


"Jawab bunda dong... " Ucap bunda kala melihat anak perempuan nya hanya terdiam


"Ya... cuman masih tahap jatuh cinta aja bun" Jawab Shinta sengena nya


"Kenapa? ada hal yang bikin kamu ragu?" Tanya bunda yang justru membuat ajudan memutar bola mata nya jengah


*Apa kali ini bunda akan percaya? padahal udah sering Shinta jelasin tentang trauma yang menjadi penyebab Shinta berubah dan menutup hati, tapi apa bukti nya? justru bunda tidak percaya dengan semua yang Shinta katakan* Batin Shinta menerawang hari dimana ia menjelaskan semuanya


"Bun kakak kan udah-" Ucap ajudan terhenti saat melihat Shinta yang menatap nya dan mengangguk pelan seakan bilang 'aku gak papa, kamu tenang aja' sang ajudan pun hanya menurut, tadi ia ingin sekali menjelaskan panjang lebar semuanya tentang Shinta, namun kakak nya lah yang justru menghentikan nya


"Udah apa?" Tanya bunda

__ADS_1


"Shinta udah besar bun... wajar kalau Shinta jatuh cinta, hanya saja Shinta lagi meyakinkan perasaan Shinta sendiri agar di kedepannya Shinta tidak akan menyesal" Jawab Shinta menjelaskan secara perlahan


"Menyesal kenapa? kamu takut?" Tanya bunda


"Bunda pernah bilang kalau suatu hal yang bunda alami dulu pasti akan kembali terulang di masa depan" Jawab Shinta yang menurut bunda itu sangat ambigu atau tidak jelas


"Maksud kamu?" Tanya bunda bingung


"Nggak ada maksud" Jawab Shinta tersenyum kemudian berdiri menghampiri ajudan nya dan mengambil gelas yang sudah terisi matcha latte


"Makasih ya.. Shinta ke atas dulu, sholat isya' trus istirahat" Ucap Shinta yang diangguki ajudan juga bunda nya kemudian ia langsung menuju tangga untuk ke atas


"Mau kemana shin?" Tanya Jannah yang sedang bermain bersama Sisil


"Kamar" Jawab Shinta singkat kemudian meneruskan langkah nya menaiki tangga


Seperti yang sudah ia bilang, saat sampai di kamar Shinta langsung menjalankan sholat isya' dan pergi ke balkon untuk menikmati udara malam dan matcha latte yang dibuatkan ajudan tadi


Ia minum perlahan dengan memejamkan mata, menikmati hidup yang ia jalani sekarang, hidup yang sekarang lebih baik dari kehidupan nya dulu, bahkan jauh lebih baik


Shinta kemudian teringat kalau mereka belum mengadakan syukuran sama sekali di rumah ini, ia tidak ingin mengadakan syukuran yang mewah atau besar besaran karena mengingat dirinya yang tidak suka keramaian ataupun hal yang berlebihan, mungkin BBQ antar keluarga juga orang terdekat dan membagikan makanan pada tetangga itu lebih baik menurut nya


"Shin.. " Panggil Jannah di depan pintu kamar


"Masuk aja" Jawab Shinta dengan dia yang masih berdiri di balkon


"Lo lagi mikirin apa?" Tanya Jannah saat dia sudah berdiri di samping Shinta


"Gak ada, eh besok jadi barbeque an?" Tanya Shinta berusaha mengalihkan pembicaraan


"Ayuk aja gue mah" Jawab Jannah menganggukkan kepala


"trus lo ada kenalan yang jualan makanan box gak?" Tanya Shinta


"Ada sih, kenapa emangnya?" Tanya Jannah balik


"Mau pesen nasi keraton buat besok" Jawab Shinta


"Berapa box?" Tanya jannah


"50 box cukup gak ya? buat dibagiin ke tetangga" Jawab Shinta sekaligus bertanya

__ADS_1


"Gue rasa cukup, nanti gue kabarin kenalan gue" Jawab Jannah yang diangguki Shinta


"Besok ngajak mereka?" Tanya Jannah


"Ajak aja, gue juga mau ngabarin kak rey" Jawab Shinta yang diangguki Jannah, kemudian ia mengeluarkan ponsel nya berniat untuk mengabari Reyhan


Direktur ganteng


πŸ“© : "Kak, besok kamu bisa kesini?" Tanya Shinta dan tak lama muncul balasan pesan dari Reyhan


πŸ“© : Bisa, aku bakal ketemu sama bunda kamu dong?


πŸ“© : "Iya, kenapa emangnya? kamu gak mau ya?" balas Shinta


πŸ“© : Siapa yang bilang gak mau? aku mau,apalagi ketemu calon mertua


Tidak bisa dipungkiri jika wajah Shinta seketika memerah setelah membaca pesan dari Reyhan barusan


πŸ“© : "Emang sejak kapan bunda ku jadi calon mertua kamu?😳" balas Shinta yang membuat Reyhan tersenyum disana


πŸ“© : Sejak aku jatuh cinta sama anak gadis nya


Shinta hanya tersenyum membaca pesan itu, memang hanya Reyhan yang dapat membuat hati nya berdebar setelah membeku sekian lama


Sedangkan di tempat lain, Reyhan yang sedang senyum senyum sendiri di ruang keluarga dan berbalas pesan dengan shinta tidak menyadari jika mama Riana menatap nya sedari tadi


Mama Riana kemudian mengeluarkan ponsel nya dan memutar sebuah video


"Aaaaa Rendra..." Reyhan mengerutkan keningnya ketika mendengar ada suara nya sendiri yang ternyata berasal dari ponsel mama nya


"Ya ampun re... kamu gak malu apa teriak teriak di tempat umum?" Goda mama Riana pada anak semata wayang nya itu dengan menaik turunkan alis nya


"Video apa ma?" Tanya Reyhan dengan muka kanebo kering nya yang selalu saja tidak bisa hilang menurut mama Riana


"Video kamu waktu naik bianglala" Jawab mama Riana terkekeh, sedangkan Reyhan? dia langsung berpikir bagaimana bisa mama nya mendapat video seperti itu


*ini pasti Shinta yang mau ngerjain aku* Batin Reyhan sudah menduga siapa pelaku yang mengirim video itu pada mama nya


"Hahaha.. mama pengen ketawa re" Ucap mama Riana diiringi gelak tawa juga suara dari video yang dia putar, Reyhan hanya bisa menahan malu dengan memasang muka tembok nya


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2