Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
24.Ngeselin


__ADS_3

"itu shinta sama jannah kok bisa ya, makan satu meja sama pak direktur?" tanya dara


"mungkin cuman kebetulan, udahlah jangan mikir yang aneh aneh" ucap sela


*gue yang kerja bertahun tahun di sini aja gak pernah bisa makan satu meja sama pak direktur* batin dara merasa iri


skip_____


jam 4 sore, jam pulang kerja


"shin, jan" panggil dara pada shinta juga jannah yang sedang bersiap siap untuk pulang


"iya?" jawab shinta juga jannah menoleh bersamaan ke arah dara


"kalian tadi kok bisa makan satu meja sama pak rey dan pak rendra?" tanya dara penasaran


"kebetulan aja" jawab shinta


"emang iya?" tanya dara


"iya, tadi cuman kebetulan doang kok" ucap jannah


"shinta" panggil sela yang baru masuk ke ruangan dan mendekati shinta


"iya?" jawab shinta


"kamu di panggil sama pak direktur" ucap sela


"aku?" tanya shinta menunjuk dirinya sendiri


"iya, sama ini laporan bulan lalu, kamu kasih ke beliau" ucap sela sambil menyerahkan berkas


*kok shinta sih yang di panggil* batin dara sedikit kesal


"kok shinta?" tanya jannah


"gak tau, pak direktur sendiri yang minta" jawab sela


"tapi shinta baru hari ini, nanti kalau dia ditanya soal laporan bulan lalu gimana?" tanya jannah


"tenang aja, gak akan ditanya kok" jawab sela meyakinkan


"udah jan gak papa kok, lo tungguin gue di parkiran aja" ucap shinta


"ya udah" jawab jannah


"ruangan pak direktur di mana?" tanya shinta pada sela


"di lantai 10, pintu paling besar" jawab sela


"oke, aku pergi dulu" ucap shinta keluar ruangan menuju lift dan pergi ke lantai 10


Skip_____


lantai 10


"pintu paling besar" ucap shinta berjalan sambil mencari pintu yang paling besar


"nah ini" ucap shinta saat sampai di depan pintu paling besar berwarna putih, shinta pun segera mengetuk pintu


tok tok tok!


"masuk" ucap seseorang di dalam

__ADS_1


*reyhan?* batin shinta kaget saat mendengar balasan suara dari dalam, shinta pun membuka pintu, dan


ceklek!


setelah pintu terbuka, shinta pun masuk ke ruangan itu, dia bisa melihat seorang laki laki yang duduk membelakangi meja juga dirinya, lebih tepatnya menghadap pemandangan luar


"permisi pak reyhan putra wijaya" ucap shinta sopan sambil membaca name tag yang diletakkan rapi di atas meja


*loh, kok dia tau?* batin reyhan saat mendengar shinta menyebutkan nama lengkap nya, dia pun berbalik dan menghadap shinta


"kata nya sela, bapak memanggil saya, ada apa ya pak?, oh ya ini laporan bulan lalu pak" tanya shinta sambil meletakkan laporan itu di atas meja


"kok kamu tau kalau direktur di sini itu saya?" bukannya menjawab pertanyaan shinta, dia justru bertanya balik


"nama bapak tertera jelas di name tag yang terletak di meja anda" ucap shinta sambil menunjuk name tag di atas meja


*duh, gue lupa pindahin name tag nya* batin reyhan merasa dirinya bodoh


"pak" panggil shinta saat melihat reyhan malah melamun


"eh iya" jawab reyhan yang tersadar dari lamunan nya


"ada apa bapak manggil saya kesini?" tanya shinta lagi


"eh, tidak ada apa apa" jawab reyhan


"kalau tidak ada yang dibicarakan, saya permisi" ucap shinta, dan saat ingin membalikkan badan


"tunggu" cegah reyhan


"iya pak?" jawab shinta


"sekarang kamu tau kan siapa saya?" tanya reyhan


"iya, terus?" ucap shinta


"terus apa hubungannya status bapak dengan saya?" tanya shinta yang mulai jengkel dengan pembahasan yang menurut nya sangat tidak penting


"ada dong, kamu bawahan saya dan saya atasan kamu" jawab reyhan


"saya tau kalau itu pak, kalau tidak ada yang dibicarakan, saya permisi" pamit shinta sambil membalik badan dan berjalan menuju pintu keluar


"dasar ngeselin, aku jadi pulang telat kan, mana bahas yang gak penting lagi, kalau dia gak manggil kan aku udah bisa pulang dari tadi" gumam shinta pelan namun masih bisa di dengar oleh reyhan


"kamu ngomong apa barusan?" tanya reyhan sambil menahan tawa nya


"tidak ada pak, permisi" pamit shinta dan segera keluar dari ruangan reyhan, daripada dia mendapat amukan saat hari pertama bekerja, begitu shinta keluar dari ruangannya


"hahahaha" tawa reyhan pecah seketika


"seneng banget gue liat muka dia kesel" ucap reyhan


"ekhem, gimana?" tanya rendra yang baru keluar dari kamar mandi dan duduk di depan reyhan


"gimana apa nya?" tanya reyhan


"yang barusan, demi lo biar bisa bicara empat mata sama shinta, gue sampai rela sembunyi di kamar mandi" ucap rendra dengan sedikit kesal


"salah sendiri, yang nawarin diri buat sembunyi di kamar mandi kan lo" ucap reyhan


"iya sih, tapi gue heran sama lo rey" ucap rendra


"heran kenapa?" tanya reyhan

__ADS_1


"biasanya cowok kalau mau nguji cewek tuh pura pura jadi orang yang gak punya apa apa, lah ini lo malah nunjukin dengan jelas kalau lo direktur di sini" ucap rendra


"itu beda lagi" jawab reyhan


"terserah lo deh, trus gimana tadi?" tanya rendra lagi


"dia biasa aja sih, gue lupa pindahin name tag, jadinya dia tau duluan sebelum gue menghadap ke dia" jawab reyhan


"hahaha, gak jadi kejutan dong" ucap rendra meledek


"biarin" jawab reyhan


"trus tadi muka nya gimana?, senang atau gimana gitu?" tanya rendra


"yang ada dia malah kesel" jawab reyhan


"kesel?, kok bisa?" tanya rendra


"dia kesel karena udah gue panggil dan bahas yang gak penting menurut nya, akibat nya dia jadi pulang telat karena gue" ucap reyhan terkekeh


"hahaha, berarti bener yang lo bilang" ucap rendra


"yang mana?" tanya reyhan


"lo bilang shinta bukan cewek gila harta, kalau dia gila harta pasti dia seneng banget dong pas tau kalau lo direktur di sini" jawab rendra


"itu lo tau" ucap reyhan


Skip___


sedangkan di parkiran, shinta juga jannah masih menunggu taksi online yang sudah mereka pesan


"kenapa muka lo shin?" tanya jannah saat melihat muka shinta yang kesal


"kesel aja gue tuh" jawab shinta


"kesel kenapa?" tanya jannah


"lo pernah nanya ke gue soal siapa direktur di sini kan?" ucap shinta


"iya, emang kenapa?" tanya jannah


"direktur di sini tuh reyhan" ucap shinta yang mengagetkan jannah tentunya


"hahhh? kok bisa?" tanya jannah yang kaget bukan main


"ya mana gue tau" jawab shinta sambil menyediakan bahu nya


"trus kenapa muka lo masih kesel gitu sih?" tanya jannah heran


"gue tuh kesel aja, di panggil ke atas cuman buat nunjukin kalau dia direktur di rumah sakit ini, apa hubungannya coba sama gue?, gak penting banget, alhasil gue jadi pulang telat kan" jawab shinta yang masih kesal dan mengerucut kan bibir nya


"hahaha, sabar shin" ucap jannah tertawa sambil tangannya mengelus punggung shinta


"emang dasar si rey ngeselin" ucap shinta dengan nada berteriak sambil menghentak hentak kan kaki nya


BERSAMBUNG


_______________________________


AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈


KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞

__ADS_1


(biar aku gak nangis😭, canda😂)


TERIMA KASIH🙏✨


__ADS_2