
Berhubung kali ini sudah masuk jam makan siang, selepas membantu si bayi gede tadi barulah mereka makan siang tapi hanya di kantor saja
"Mau makan apa?" Tanya Reyhan membuka ponsel nya
"Kayak nya sate ayam madura enak" Jawab Shinta sembari membayangkan sate bumbu kacang khas madura
Reyhan terdiam, dari mana dia mendapat sate ayam di siang bolong gini? "Kamu ngidam sayang?" Tanya nya
"Kayak nya, kata orang tua kalau ngidam gak keturutan nanti anak nya ileran loh" Jawab Shinta beserta alasan nya, entah ngidam atau apa yang penting dia bisa makan sate ayam
"Kayak kamu dong" Ucap Reyhan terkekeh karena jika istri nya lelah pun kadang tidur sambil membuat pulau di pipi
"Kapan? gak pernah tuh" Ucap Shinta menggelengkan kepala dan memcebikkan bibir nya
"Beneran loh yang, jarang sih tapi pernah" Ucap Reyhan, ya walaupun pernah ileran gitu gitu juga dia tetap cinta
"Oh... trus kalau Alina tidur nya diem gitu? kelihatan cantik ya?" Ucap Shinta yang mulai lagi cemburu dan keluar taring nya
Nasib Reyhan jadi serba salah di sini, ternyata baik ucapan maupun tindakan harus benar benar di jaga jika singa nya sedang dalam keadaan sensi, ibarat maju kena mundur pun kena
"Iya kan? jahat emang" Ucap Shinta mengalihkan pandangan nya ke arah lain
Bagi Shinta ucapan Reyhan itu kadang kayak es batu, nyebelin!!! tapi lebih sering kayak es oyen, manisss pakai banget
"Eh... katanya mau makan sate ayam madura? jadi gak?" Tanya Reyhan mengalihkan pembicaraan
Mendengar kata sate ayam membuat hati nya lunak, mungkin Shinta memang udah pengen banget makan daging bakar tusuk itu "Mau, tapi di mana?"
"Agak jauh sayang, beneran mau?" Tanya Reyhan memastikan dan istri nya itu justru mengangguk semangat sebagai jawaban nya, seperti anak umur lima tahun yang di iming iming lolipop
"Oke ayo siap siap" Ajak Reyhan berdiri dari duduk nya
"Loh loh... katanya mau makan di sini? aku kira pesan online aja karena kamu banyak kerjaan mas" Ucap Shinta
"Gak bisa delivery sayang, kejauhan" Ucap Reyhan
"Yaudah jangan deh, delivery aja makanan yang deket" Ucap Shinta mengurungkan niat nya untuk makan sate ayam
"Kenapa? kamu kira aku banyak kerjaan sampai sampai kamu gak tega dan akhirnya takut ngerepotin suami sendiri?" Ucap Reyhan pandai sekali membaca pemikiran istri nya
"Iya, makan sate ayam bisa kapan kapan tapi kerjaan kamu juga penting kan? mending makan aja apa yang bisa delivery kesini" Jawab Shinta mengakui karena dia sendiri yang melihat bagaimana banyak nya pekerjaan sang suami
"Kamu tahu sayang kalau bagiku keluarga selalu jadi yang pertama, pekerjaan emang penting tapi itu nomor dua, paham?" Ucap Reyhan menjelaskan
Pipi Shinta memerah seketika, yaelah... manis sekali calon bapak ini, cius deh
"Jadi suami itu harus siaga, buat latihan nanti kalau udah punya anak, dan lagi pula ngidam itu penting di turuti biar..." Ucap Reyhan menggantung
"Biar apa?" Tanya Shinta bingung
"Biar gak ileran kayak mama nya" Jawab Reyhan tergelak
Tuh kann!!! baru aja di puji manis, so sweet eh... sekarang balik lagi nyebelin nya
"Akh... tau lah, gak jadi" Ucap Shinta mencebikkan bibir nya
"Bercanda sayang, ayo" Ajak Reyhan menggandeng tangan istri nya
Saat keluar ruangan mereka melihat Evan yang masih berjibaku dengan komputer nya, ya mungkin juga efek dari masalah yang muncul dan melebar ke dalam urusan perusahaan
"Van, saya mau pergi dulu dan lebih baik kamu makan siang" Ucap Reyhan, dari dulu dia memang perhatian dengan si asisten lawak, hanya saja rasa gengsi itu lebih besar
"Ah bapak perhatian banget, bentar lagi saya juga makan siang kok pak, jadi jangan khawatir dan nikmati waktu berdua anda pak" Ucap Evan menyunggingkan senyum nya kala melihat pasangan itu akur sekarang
"Kami permisi dulu pak Evan" Pamit Shinta menganggukka kepala
"Mari juga buk"
Ini kedua kali nya Shinta berada di kantor Reyhan, namun tatapan heran dan penasaran itu semakin bahkan sangat jelas terlihat dari karyawan, itu terjadi juga karena Reyhan terus menggenggam tangan istri nya tanpa mau melepaskan
"Mas, lepasin dulu... kita jadi perhatian pegawai kamu loh" Ucap Shinta berbisik
"Trus kenapa? aku no problem kalau sampai mereka tahu dan kita udah menikah, kamu juga lagi mengandung, apa salahnya kalau mereka tahu?" Ucap Reyhan sebelum mereka memasuki lift khusus
"Tapi-"
"Tapi apa sayang? aku ogah banget kalau publik menganggap aku laki laki single yang bahkan ada berita bodoh tentang aku dekat sama siapa lah atau kencan sama ini"
"Itu mengganggu karena aku juga mau kamu di akui sebagai istri ku, supaya mereka juga tahu kalau aku udah nikah dan gak ada kata orang ketiga di dalam rumah tangga kita" Ucap Reyhan tegas
Shinta paham sekarang, bagaimanapun cuek nya seseorang juga pasti akan merasa tidak tenang jika ada pandangan atau berita yang tidak tidak tentang nya
"Aku tahu, mungkin kita bisa mengungkap ke publik setelah masalah ini selesai" Ucap Shinta mengeratkan pegangan tangan mereka
"Itu juga tujuanku sayang, aku akan mengambil jalur hukum setelah menemukan semua bukti, dan mengadakan konferensi pers untuk konfirmasi publik bahwa berita di portal bisnis kemarin itu sangat salah" Ucap Reyhan
"Jalur hukum? trus nanti kalau pihak meja hijau nanya kamu dapat bukti dari mana, masa kamu mau jawab pakai jalur hitam?" Ucap Shinta tidak yakin
"Enggak, ada tim yang aku pakai dan itu tercatat secara negara" Jawab Reyhan enteng
*Pasti white blood* Batin Shinta menebak tim yang di maksud suaminya
Ting! lift terbuka saat di lantai dasar, masih sama dengan pandangan penasaran, apalagi Reyhan yang tidak segan segan dan justru memeluk bahu istri nya di depan semua orang
Dia ingin semua orang tahu bahwa status nya bukan single lagi, dia sudah memiliki seorang istri yang menjabat sebagai ratu tetap di hati nya
Jangan tanya bagaimana para pegawai yang melihat hal itu, tentu nya banyak gumaman penasaran yang keluar dari mulut mereka
"Itu pacarnya pak bos?" Gumam salah satu pegawai yang sedang membawa beberapa kotak berkas
__ADS_1
"Yakali pacar nya berhijab? kan pasti udah tahu kalau pacaran itu di larang dan mendekati zina" Timpal yang lain
"Udahlah mungkin itu istri nya, mana mungkin bos kita yang garang itu pelukan sama wanita tanpa status?" Ucap yang lain nya
"Ah... halu ku buat jadi istri nya pak bos hancur sudah" Ucap salah seorang wanita dengan dandanan sedikit menor
"Makanya kalau halu jangan ketinggian, ntar jatuh pantat mu sakit" Timpal teman kerja nya
Sedangkan Shinta yang mendengar hal itu lebih memilih sembunyi di dada suami nya karena tidak terbiasa bermesra an di depan umum seperti itu, jadi malu euyyy!
"Kenapa sembunyi?" Tanya Reyhan berbisik
"Malu lah" Jawab Shinta lirih
"Kalau berdua gak malu?" Tanya Reyhan
"Kalau berdua kan udah halal, mau ngapain aja juga ayuk" Jawab Shinta terkekeh, entah kenapa dia berani sekali menjawab seperti itu
"Tumben berani?" Tanya Reyhan dengan kaki yang terus melangkah menuju pintu keluar
"Berusaha buat gak munafik, kalau enak ya jujur aja bilang enak" Jawab Shinta semakin tergelak
"Bumil mesum" Ucap Reyhan sembari menarik hidung pesek nan mengemaskan itu
"Selamat siang pak" Sapa pak satpam saat Reyhan dan istri nya keluar dari kantor
"Siang" Jawab Reyhan singkat padat dan jelas, kadang pun dia hanya mengangguk saja ketika mendapatkan sapaan
Kedua satpam yang berdiri di depan kantor juga ingin sekali bertanya tentang wanita yang berada di pelukan Reyhan, tapi mereka tidak berani karena masih ingin mempertahankan pekerjaan nya
Mereka masuk ke dalam mobil dan bersiap melakukan perjalanan menuju tempat sate ayam
"Kamu beneran berhenti kerja yang?" Tanya Reyhan di sela sela perjalanan mereka
"Iya, kesepakatan kita emang kayak gitu kan?" Jawab Shinta menoleh dan menatap suami nya
"Kamu ikhlas?" Tanya Reyhan
"Walaupun pekerjaan apoteker itu favoritku, tapi aku jelas lebih memilih kesehatan bayi dan rumah tangga kita" Jawab Shinta, bagaimanapun dia juga seorang wanita yang ingin mempunyai keturunan
"Kamu semakin dewasa sayang" Ucap Reyhan tersenyum dengan pandangan fokus ke depan
"Tapi kalau aku bosan gimana? gak ada kerjaan" Ucap Shinta bingung jika pengangguran dia harus bagaimana
"Kamu lulusan bisnis, bisa jadi asisten pribadi ku selama di kantor kan sayang?" Ucap Reyhan menaik turunkan alis nya
Shinta mrmicingkan mata nya, dia yakin kalau di balik ucapan suami nya pasti ada niat terselubung "Gak mau ah, nanti kamu malah gak jadi kerja"
Reyhan tertawa, hancur sudah rencana nya yang ingin berduaan dengan Shinta di manapun mereka berada
"Kamu biasa baca baca buku atau nonton drakor kan? itu favorit kamu sayang" Ucap Reyhan karena membaca buku memang kesukaan istri nya
"Anak anak? oh iya satu hari kemarin kamu tidur di mana?" Tanya Reyhan penasaran
"Di panti asuhan, setiap bulan aku kesana tapi semenjak menikah belum ada waktu dan baru kemarin kesana lagi" Jawab Shinta jujur karena sebelum menikah pasti dia rajin mengunjungi anak anak satu bulan sekali
"Panti asuhan?" Tanya Reyhan mengernyitkan alis nya
"Iya, ulang tahun kemarin aku juga kesana ngeraya in sama anak anak" Ucap Shinta membenarkan
"Lain kali kalau mau kemana mana izin dulu, aku bingung nyariin kamu kemana yang" Ucap Reyhan
"Iya, aku minta maaf" Ucap Shinta memeluk lengan kekar itu dari samping
"Jangan di ulangi lagi" Ucap Reyhan
"Iya.. "
"Jangan pergi tanpa pamit lagi" Ucap Reyhan
"Iya.. "
"Kita gak jadi makan sate" Ucap Reyhan sengaja menggoda karena istri nya tadi hanya menjawab iya iya saja
"I... eh enggak, kita harus jadi makan sate" Ucap Shinta tidak terima lalu memukul pelan lengan itu hingga membuat Reyhan tergelak
Satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di warung tenda yang menjual sate ayam khas bumbu madura, dari bau bakar bakaran nya saja sudah membuat Shinta tidak tahan untuk segera mengisi perut nya
"Pak, sate ayam tiga porsi makan sini" Ucap Shinta dengan tangan membentuk angka tiga
"Baik neng, di tunggu ya" Ucap bapak penjual sate tersebut
"Sayang, tiga porsi buat siapa aja? kita cuman berdua" Tanya Reyhan bingung
"Satu buat kamu, satu lagi buat aku, dan satu nya buat dia" Ucap Shinta menunjuk suami nya, lalu menunjuk mulut nya sendiri, dan terakhir menunjuk perut nya
"Banyak juga ya porsi makan kamu" Ucap Reyhan berusaha menggoda istrinya lagi
"Enak aja, ingat ya mas! bukan aku yang makan nya banyak, tapi anak kita kok" Ucap Shinta tidak terima jika di katai banyak makan dan memakai kehamilan nya sebagai alasan
"Tapi kamu yang makan kan sayang?" Ucap Reyhan
"Yang kenyang anak kita loh, bukan aku" Ucap Shinta mulai kesal dan memajukan bibir nya, sudah dibilang kalau anak mereka yang makan banyak, bukan dia
"Iya iya, anak kita yang makan nya banyak, bukan kamu" Ucap Reyhan mengalah saja daripada ratu nya ngambek lagi nanti
"Emang gitu pak, kalau ibu hamil tingkat makan nya naik, istri saya juga gitu kok" Sahut pak penjual sate sembari menghidangkan makanan
Shinta tersenyum puas, akhirnya ada juga yang membela wanita hamil ini
__ADS_1
"Iya pak, saya tadi sengaja goda in istri saya aja" Ucap Reyhan tersenyum canggung dengan menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
Shinta yang sudah bodo amat dengan persoalan porsi makan pun mulai berdo'a dan memakan sate dua puluh tusuk itu dengan lahap tanpa nasi
"Jangan buru buru sayang, gak ada yang mau minta sate punya kamu" Ucap Reyhan mengusap sudut bibir istri nya yang terdapat bumbu kacang disitu
Di sela sela makan siang, ponsel Shinta berdering yang menunjukkan panggilan video dari Seli, kakak ipar nya
"Siapa sayang?" Tanya Reyhan
"Kak Sela mas" Jawab Shinta menerima panggilan video itu dan... seketika telinga nya di penuhi dengan teriakan heboh dari Sisil di sana
"Tante... assalamualaikum" Ucap Sisil melambaikan tangan nya
"Wassalamualaikum" Jawab Shinta tersenyum dan balik melambaikan tangan nya
"Hai om ganteng" Sapa Sisil ganti menatap Reyhan
"Hai juga cantik"
"Kalian lagi makan? yaudah video call nya sambung nanti aja ya" Ucap Seli merasa tidak enak
"Gak papa kok kak, udah mau habis juga" Ucap Shinta mencegah
"Gimana kabar kalian?" Tanya Seli
"Alhamdulillah... kita baik baik aja dan sehat wal afiat, kakak sama Sisil sendiri gimana?" Tanya Shinta balik
"Sisil juga baik loh tante, itu tante makan sate?" Tanya Sisil di sana
"Iya, tante lagi makan sate ayam" Jawab Shinta membenarkan
"Eh tumben porsi makan kamu banyak? lagi foya foya lagi apa gimana?" Tanya Sela tergelak
"Bukan kak, tapi alhamdulillah... lagi isi" Jawab Shinta tersenyum senang, dia ingin membagi kabar baik dan rasa bahagia dengan orang lain
"Oh iya? alhamdulillah... semoga sehat terus sampai lahiran nanti" Ucap Seli yang di amini oleh pasangan halal tersebut
"Isi itu apa? isi ayam?" Tanya Sisil dengan muka polos nya yang membuat semua orang tertawa walau hanya lewat video call saja
Dari panggilan video call itu pun berakhir dengan berbicara panjang lebar tentang kehamilan maupun menanggapi celotehan Sisil yang lucu
Begitu pula dengan Reyhan yang senang kala melihat istri nya tersenyum, bercanda ria dengan Sisil tanpa ada tangis menangis seperti kemarin
Tapi ada satu hal yang membuat nya heran, tadi Harun sempat muncul di belakang istri nya, namun kakak iparnya itu hanya diam tanpa mengucap sapaan, bahkan mengucapkan selamat pun tidak, dia merasa ada yang aneh di sini
Klik!
Shinta mematikan panghokan video setelah bicara melebar kemana mana dengan keponakan nya
"Sayang" Panggil Reyhan
"Kenapa mas?" Jawab Shinta menoleh pada suami nya
"Kamu lagi ada masalah sama kak Harun? atau semua itu cuman perasaan ku aja?" Tanya Reyhan
"Ya... ada sih problem dikit" Jawab Shinta ragu ragu, dia bingung harus menceritakan yang sebenarnya atau tidak
"Problem apa? cerita sama suami kamu yang tampan dan tiada duanya ini" Ucap Reyhan pede
"Jadi sebenarnya..." Ucap Shinta berniat menceritakan semuanya karena tidak ada guna nya juga jika menyembunyika sesuatu
Tapi sebelum mulut nya mengungkap kejadian kemarin, ponsel Reyhan berbunyi yang mungkin panggilan dari Evan
"Bentar sayang" Ucap Reyhan mengangkat telepon itu terlebih dahulu
π: Halo pak, ada sesuatu yang harus saya bicarakan
π : "Bicara apa Van? langsung saja karena saya masih belum bisa kembali ke kantor" Jawab Reyhan meskipun mata itu terus menatap istri nya
π : Barusan pihak jalur hitam mengabari saya, mereka mengirim tim yang berada di dekat Osaka
π : "Lalu?" Tanya Reyhan
π : Karena posisi tim dekat, mereka sudah berhasil menemukan tempat tinggal Alena Lee dan sekarang tim sudah berada di kediaman
π : "Bagus, tangkap wanita itu secepat nya dan jangan sampai kabur" Ucap Reyhan, akhirnya... ketemu juga wanita tidak waras yang memfitnah diri nya
π : Baik pak, dan untuk tempat saya akan menyuruh mereka agar membawa wanita itu ke gudang kantor
π : "Ya, lebih cepat lebih baik" Ucap Reyhan lalu memutuskan panggilan telfon begitu saja
"Ada apa mas?" Tanya Shinta penasaran
"Pihak tim yang kita gunakan sekarang sedang melakukan misi nya untuk menangkap wanita itu" Jawab Reyhan
"alhamdulillah... akhirnya ketemu juga si Alena" Ucap Shinta lega
"Aku akan membawa ke jalur hukum yang, dan aku juga berharap kalau kamu gak akan menghalangi ini nanti" Ucap Reyhan yang tahu jika istri nya itu bisa kelewat baik, terbukti dulu kasus Dara yang enggan membawa ke jalur hukum
Shinta terdiam, dia memang tidak menyukai apabila masalah di bawa ke meja hijau, tapi masalah kali ini sudah besar, memfitnah dan pencemaran nama baik suami nya yang berimbas pada perusahaan juga
Dia tidak akan menghentikan suami nya yang akan membawa kasus ini ke jalur hukum, apalagi masalah kali ini juga berhasil memporak poranda kan rumah tangga nya, memang tidak mudah tapi dia harus bisa tegas, walaupun memaafkan juga sanksi hukum tetap berlaku
"Kamu mau cerita apa tadi soal kak Harun?" Tanya Reyhan yang hampir saja kelupaan
Bersambung
Oh iya, apa ada yang ingat dengan nama Growyer group?
__ADS_1