Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
84.Bukan sela


__ADS_3

jannah merasa aneh dengan sahabat nya kali ini, bagaimana bisa shinta menyelidiki masalah sebesar ini? padahal shinta juga tidak punya koneksi apa apa sama sekali, dan kenapa hal itu baru terpikirkan oleh nya sekarang? seharusnya dia bertanya sejak kasus jatuh dari tangga dulu selesai


"gue mau nanya sama lo" ucap jannah setelah melihat shinta meletakkan ponsel nya


"nanya apa?" tanya shinta


"gimana bisa lo nyelidiki masalah sebesar ini? sedangkan lo pasti tau kalau hanya orang orang berkoneksi yang bisa ngelakuin hal ini" ucap jannah


"gue tau kalau lo emang punya bisnis cafe yang juga ada di korea, tapi gue rasa itu belum cukup untuk lo supaya ada koneksi besar" sambung jannah


shinta yang mendengarkan penuturan sahabat nya itu terdiam beberapa saat, dia bingung harus menjawab apa kali ini karena hal yang dikatakan jannah memang benar adanya, dia tidak mungkin memiliki koneksi sebesar itu hanya karena memiliki bisnis cafe meskipun sudah ada cabang di luar negeri


"jawab gue" ucap jannah


"gini.. temen gue ada yang ahli IT, jadi selalu dia yang bantuin gue kalau ada masalah kayak gini" jawab shinta tanpa nada ragu sama sekali, dia lumayan pandai menutupi sesuatu


"temen lo? siapa?" tanya jannah lagi karena dia merasa kalau shinta tidak punya teman yang ahli IT


"gak sekarang, nanti gue kenalin" jawab shinta meyakinkan


"bener ya?" tanya jannah


"iya...kalau dia mau" jawab shinta terkekeh, sedangkan jannah langsung mengerucutkan bibir nya


"mana ada yang gak mau kenal sama jannah yang imut dan manis ini sih?" tanya jannah yang memegang pipi nya sendiri dengan gemas


"iya.. manis bagaikan sirup marjan" timpal shinta yang suka sekali menggoda sahabat nya itu


"sirup sirup gini yang penting cantik" ucap jannah dengan mengedipkan mata nya beberapa kali


"iya cantik... kamu cantik kok" goda shinta mengedipkan sebelah mata nya


"kok gue geli ya denger ucapan lo barusan" ucap jannah menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


"ye.. giliran dipuji aja langsung gak percaya" cibir shinta seraya berdiri dari duduk nya


"mau kemana?" tanya jannah


"ke kamar, takut sisil bangun trus nyariin gue" jawab shinta kemudian bergegas naik ke kamar nya


*ntah kenapa gue masih gak percaya sama jawaban lo shin* batin jannah seraya menatap shinta yang sedang menaiki tangga


shinta yang baru sampai di kamar nya langsung memeriksa sisil, setelah dirasa bocah itu masih terlelap, ia keluar menuju balkon kamar, tempat dimana dia memikirkan semua hal yang terjadi sebelum tidur


ia mengirim pesan pada laila untuk memberi tahu nya sesuatu

__ADS_1


lala bawel❤


📩: "la.. kayak nya pelaku bukan sela deh"


ia juga laila kemarin memang sempat mencurigai sela karena sela yang selalu menyerahkan semua laporan obat obatan pada reyhan


*maafin aku yang sempet curiga sama kamu sel* batin shinta dengan menatap ponsel, tidak lama kemudian laila membalas pesan dari nya


📩: trus siapa?


📩: "orang yang sama, ya walaupun belum ada bukti akurat"


📩: gimana bisa? gak kapok apa dia bikin gara gara sama lo terus?😤


📩: "ya mana gue tau, ini lagi di selidiki dulu" balas shinta kemudian lansung meletakkan ponsel nya


dia memasukkan kedua tangan di dalam saku piyama, kemudian memejamkan mata, dan menghirup dalam dalam udara malam ini


untuk sekarang dia hanya ingin seperti itu,selang beberapa menit, ia membuka mata nya dan memandangi bulan yang memang selalu menarik perhatian nya


*ayo shinta..kamu pasti bisa* batin nya menyemangati diri sendiri


*kak ze.. kau bisa mengandalkanku, aku tidak akan gagal dan membuatmu disana merasa kecewa dengan ku* batin nya lagi


ia kemudian teringat dengan kata kata yang reyhan ucapkan di parkiran sebelum diri nya pulang


mengingat kata kata dari reyhan membuatnya tersenyum sendiri di malam malam seperti ini


*apa aku bisa mempercayaimu? meskipun tidak, aku akan mencoba setidak nya untuk satu kali ini* batin shinta membalas ucapan reyhan


setelah dirasa cukup, ia kemudian menutup pintu balkon, dan ikut bergabung masuk ke alam mimpi di samping sisil hingga pagi pun mendatangi mereka


seperti biasa, pasti mereka akan sholat dulu sebelum turun ke bawah dan sarapan disana


"oke, hari ini kalian berdua mau makan apa? chef jannah akan membuat kan semuanya" ucap jannah yang berdiri di depan meja dapur dengan lengan yang sudah dia lipat sampai siku


"sereal" jawab shinta juga sisil kompak yang sudah duduk manis di meja makan, jamah yang mendengar jawaban kedua orang yang beda umur itu langsung mengerucutkan bibir nya


"giliran semangat masak, malah mina sereal" ucap jannah dengan bibir yang masih sama


"biar cepet jan, gue cuman pengen sereal" ucap shinta


"sisil juga sereal" ucap sisil mengangkat tangan nya


"tante ambilin dulu" ucap shinta seraya berdiri dari kursi nya kemudian menghampiri jannah

__ADS_1


"emang mau masak apa?" tanya shinta dengan tangan yang menyiapkan mangkuk makan


"toast gurih" jawab jannah terkekeh


"ye.. gue kira mau bikin lauk sekalian nasi nya" ucap shinta


"telat dong kita nanti" ucap jannah


shinta menyiapkan sereal putih dan susu matcha untuk nya, sedangkan sisil sereal coklat dengan susu putih, begitu juga dengan jannah yang sama dengan sisil


"berdo'a dulu" ucap shinta mengingatkan saat mereka ingin makan


"iya" jawab jannah


mereka makan dengan hikmat, hanya dentingan sendok tertabrak dengan mangkuk yang terdengar, begitulah shinta.. makan ya makan, tidak boleh ada pembicaraan apapun


di sela sela makan nya, ada dua pesan masuk di ponsel shinta, karena penasaran dengan siapa yang menghubungi nya pagi pagi, ia memutuskan untuk membuka pesan itu


direktur ganteng


📩: hasil cctv udah keluar, nanti begitu sampai di rumah sakit, kamu langung aja ke ruangan ku


kang bihun🐵


📩: zef, gue udah selesai memperbaiki cctv nya, nanti hasil gue kirim ke email lo aja


"uhuk,.. uhuk,.. " shinta refleks tersedak sereal dengan membelalakkan mata nya ketika membaca pesan dua orang itu yang mengirim pesan dengan pembahasan yang sama, bahkan di waktu yang sama juga


"minum minum.." ucap jannah memberikan segelas minuman


"lo gak papa?" tanya jannah saat melihat shinta memukul pelan dada nya beberapa kali


"gak papa" jawab shinta menganggukkan kepala, ia kemudian langsung berlari ke atas untuk mengambil kunci mobil milik nya


"jan, gue duluan.." pamit shinta karena bi asti belum datang juga, dia sudah tidak sabar untuk melihat rekaman cctv itu


"lah trus nanti kalau di tilang gimana?" tanya jannah mengingat shinta yang tidak memegang SIM milik nya


"ya tinggal dibayar, biasanya kena denda doang kan?" jawab shinta enteng dan buru buru memakai jas putih nya


"lo kenapa sih buru buru gini?" tanya jannah, sedangkan sisil hanya menatap heran tante nya yang seperti setan bergerak kesana kemari


"ada hal penting, udah gue berangkat dulu ya.. " pamit shinta mengecup singkat kening sisil, kemudian


"assalamu'alaikum" ucap nya seraya berlari keluar rumah menuju garasi

__ADS_1


"waalaikumsalam" jawab jannah juga sisil yang menggelengkan kepala melihat kelakuan shinta pagi ini


besambung


__ADS_2