Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
72.Tanpa kabar


__ADS_3

sesuai dengan rencana mereka, hari ini shinta juga jannah akan pergi ke bali atas permintaan laila


setelah check-in, mereka langsung naik burung besi itu karena sebentar lagi pesawat akan take off


"nah, sisil duduk di sini ya" ucap shinta mendudukkan sisil di kursi tengah antara mereka juga memasangkan seatbelt nya


"lo udah matiin ponsel kan?" tanya jannah yang sedang memasang seatbelt


"udah dari tadi" jawab shinta menyandarkan punggung nya di kursi


"lo suka banget mandangin awan?" tanya jannah saat pesawat yang mereka tumpangi mengudara


"iya, bagus banget kan" jawab shinta yang memang selalu duduk di sebelah jendela apabila naik pesawat


"ya bagus sih" ucap jannah


mereka menikmati perjalanan yang memang perlu mengudara hanya beberapa jam saja, berbeda dengan dua laki laki yang saat ini sedang heboh sendiri


"kok gak aktif sih?" ucap reyhan yang berada di apartemen rendra


"sama, ini jannah juga gak aktif" timpal rendra memegang ponsel nya


"mungkin masih sibuk rey, nanti coba di telfon lagi" timpal rendra positif thinking


"hmm" hanya deheman yang keluar dari mulut reyhan


setelah menempuh perjalanan beberapa jam, shinta, jannah, juga sisil akhirnya landing di bali, karena jarak antara Bandara Husein Sastranegara Bandung menuju Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali hanya memerlukan waktu dua jam kurang


"itu lala" ucap jannah menunjuk laila yang berdiri di pintu kedatangan


"yaudah yuk kesana" ajak shinta dengan sisil yang ada di dekapan nya, sedangkan jannah? dia mendekap koper dari tadi


"assalamu'alaikum lala cantik" ucap jannah yang mengagetkan laila


"waalaikumsalam, aaaa akhirnya datang juga kalian" ucap laila seraya memeluk kedua sahabatnya


"lepas ih, kasian ni sisil ntar sesak nafas" ucap shinta yang merasa pelukan nya terlalu erat


"eh iya, ini keponakan lo kan?" tanya laila saat pelukan bak teletubbies sudah mereka lepaskan


"iya, ngantuk kayak nya dia" jawab shinta yang melihat mata sayu sisil


"langsung ke hotel aja yuk, kasian itu" ajak laila yang disetujui ketiga nya


mereka memutuskan untuk langsung istirahat di hotel karena sisil juga sudah mengantuk


"nih kamar nya, ini kamar gue, ada dua bed kan jadi pas lah untuk kita ber-empat" ucap laila saat mereka sudah memasuki kamar hotel


begitulah mereka, meskipun ada fasilitas dua kamar, mereka selalu memutuskan satu kamar saja karena itu memang sudah kebiasaan dari dulu


"iastirahat gih, nanti habis maghrib gue mau kenalin kalian sama seseorang" ucap laila yang membaringkan badannya di kasur


"siapa?" tanya jannah


"nanti juga tau sendiri" jawab laila engan memberi tahu


"diem bentar lah, ini sisil susah tidur nya" ucap shinta yang sedang menidurkan sisil dengan menepuk pelan punggung gadis kecil itu


setelah melaksakan kewajiban sholat maghrib, mereka ber-empat menuju pantai untuk menikmati makan malam di sana


"indah" satu kata yang hanya shinta ucapkan ketika angin pantai menerpa wajah juga hijab nya


"bagus banget ya... " ucap jannah duduk di meja makan yang berada di dekat pantai

__ADS_1


"emm bagus tante" ucap sisil yang saat ini juga duduk di kursi


"makanya gue suruh kalian kesini" ucap laila yang melihat ekspresi kedua sahabat nya


"gak sia sia kita kesini" ucap shinta


"malam" sapa andrew yang juga ada di bali dengan dua laki laki lain di samping nya


"nahh, ini yang mau gue kenalin ke kalian" ucap laila berdiri dari kursi diikuti yang lainnya


"kalau sama andrew kalian udah kenal kan?, jadi gak perlu kenalan" sambung laila yang duangguki keduanya


"ini albert, nah yang ini bian" ucap laila mengenalkan satu per satu laki laki itu pada dua sahabat nya


*tuh kan bener tebakan gue, pasti di sini ada bian* batin shinta yang melihat laki laki di depan nya


"dan ini shinta, itu jannah, kalau yang kecil itu keponakan nya shinta, namanya sisil" ucap laila mengenalkan shinta juga jannah


"zefa.. " ucap bian spontan yang mendapatkan tatapan tajam dari shinta


"zefa siapa?" tanya laila


"eh, bukan siapa siapa kok" jawab bian menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal


*zefa.. akhirnya gue nemuin lo* batin bian saat melihat shinta


"salam kenal" ucap bian juga albert


"salam kenal juga" jawab shinta juga jannah menganggukkan kepala


"udah ayo makan" ajak andrew yang duduk kemudian diikuti yang lainnya


"mereka ini partner kerja lo?" tanya jannah di sela sela makan nya


selesai makan, shinta mulai khawatir dengan dirinya sendiri karena sedari tadi bian selalu menatap nya


"jan, gue nitip sisil bentar ya" ucap shinta seraya berdiri dari kursi nya


"mau kemana?" tanya jannah yang belum sempat di jawab shinta karena dia keburu pergi dari situ


"aku angkat telfon bentar ya" pamit bian berdiri dari kursi nya, dan menuju ke arah shinta pergi tadi


"kenapa mereka berdua?" gumam jannah merasa ada yang aneh


sedangkan shinta yang memang menghindar memutuskan untuk duduk di pinggir pantai dan menyaksikan keindahan pantai di malam hari


"zefa.. " panggil bian membuat shinta menoleh ke arah nya


"kenapa?" tanya shinta


"lo kemana aja selama ini?" tanya bian seraya duduk di samping shinta namun tetap ada jarak di antara mereka


"gak kemana mana" jawab shinta dengan pandangan yang tak lepas dari pantai


"gue selalu nyariin lo tau gak?" tanya bian dengan nada sedikit kesal


"tau, makanya jangan nyariin gue terus" jawab shinta terkekeh


"gimana bisa gak nyariin? gue tuh khawatir sama lo" ucap bian


"lo tenang aja, gue gak papa, gue sehat wal afiat" ucap shinta meyakinkan


"iya ze, tapi setidaknya lo harus ngabarin gue kek, atau sekedar kirim pesan gitu" ucap bian

__ADS_1


"kalau gue kirim pesan, lo pasti bakal ngelacak nomor gue kan?" tebak shinta


"ya.. iya sih ze" jawab bian terkekeh


shinta kemudian membuka ponsel nya yang sedari tadi memang di matikan, tertera banyak pesan juga panggilan yang tak terjawab hanya dari satu orang, belum sempat shinta membuka nya, ada satu pesan lagi yang masuk dari nama pengirim yang sama


*D**irektur ganteng*


📩: kamu kemana? kok gak aktif dari tadi sore? kamu gak dalam bahaya kan? kenapa gak angkat telfon? hmm? telfon aku jika kamu sudah melihat pesan ini


shinta hanya tersenyum ketika melihat rentetan pesan yang reyhan kirim


📩: "jangan khawatir kak, aku lagi di bali" balas shinta


"lo lagi jatuh cinta ze?" tanya bian yang dapat melihat ekspresi shinta


"dih, sotoy banget kang bihun" ucap shinta seraya menyimpan ponsel nya


"halah, udah kelihatan dari ekspresi lo" ucap bian


"udah lah, kita balik aja kesana, nanti mereka malah curiga" ucap shinta berdiri meninggalkan bian sendirian


"ck, tunggu, jahat banget lo ze ninggalin gue" ucap bian berlari mengikuti shinta


sedangkan di tempat reyhan berada


"kamu kenapa sih re?" tanya mama reyhan melihat ekapresi putra nya yang gelisah


"dari tadi ponsel shinta gak aktif, emang dia kemana sih ma?" tanya reyhan


"ya mana malam tahu" ucap mama risa mengedikkan bahu nya


"udah lah re, nanti juga pasti di kabarin kok, kamu tuh kayak anak abg yang baru jatuh cinta" cibir mama riana


"ya emang re baru jatuh cinta" ucap reyhan membela diri


ting!


Shinta❤


📩: jangan khawatir kak, aku lagi di bali


isi pesan dari shinta membuat reyhan merasa lega seketika


"udah dikabarin re?" goda mama riana


"udah ma, dia lagi di bali" jawab reyhan


"ya emang lagi di bali" ucap mama riana enteng


"mama udah tau?" tanya reyhan


"udah" jawab mama riana terkekeh


"kok nggak ngasih tau re?" tanya reyhan


"ya sengaja, biar kamu ada usaha buat nyari, kenapa? gak suka?" tanya mama riana balik


"enggak kok ma" jawab reyhan


*sabar re, dia itu mama mu, orang yang melahirkan mu* batin reyhan yang menahan kekesalan nya atas kejahilan sang mama


bersambung

__ADS_1


__ADS_2