Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
88.Kiss


__ADS_3

"pak, nanti bisa ketemu di cafe xxx?" tanya shinta yang masih ada di ruangan reyhan


"untuk?" tanya reyhan menaikkan alis nya


"untuk membahas masalah ini, karena masih ada hal yang belum di kita bahas" jawab shinta


"bisa, nanti kamu kirim saja alamat nya" ucap reyhan meng-iyakan


"aku gak diajak nih?" tanya rendra menggoda shinta


"ikut aja, nanti aku ajak jannah juga" jawab shinta mengingat SIM milik nya masih belum kembali


"yess" ucap rendra girang sambil mengepalkan tangan nya


"kalau begitu saya permisi dulu pak" ucap shinta membungkukkan badan, lalu berbalik dan ingin keluar dari ruangan reyhan


"gak mau kiss reyhan dulu shin?" goda rendra pada shinta yang berdiri di ambang pintu


"gak mau, belum halal, kamu aja gih yang kiss pak rey" jawab shinta terkekeh


"ogah.. " ucap reyhan juga rendra kompak


"hahaha...yaudah pak, permisi" ucap shinta kemudian benar benar keluar dari ruangan reyhan


setelah shinta keluar, reyhan kemudian menoleh mendapati rendra di samping nya dan masih menatap nya


"ngapain lo natap gue? ogah gue di kiss sama lo" ucap reyhan sinis dengan mata tajam nya juga


"cuih..geer banget lo rey, gue juga ogah kali" ucap rendra sambil duduk di kursi yang ada di depan meja reyhan


hening beberapa saat, lalu reyhan kembali membuka percakapan


"gue rasa wakil direktur keuangan itu pelaku nya" ucap reyhan dengan menatap layar ponsel nya


"video itu kan gak ada beliau rey, trus kalau rekaman cctv kedekatan nya sama dara-" ucap rendra terhenti karena reyhan menatap nya dengan tajam saat mendengar nama dara


"iya iya.. si wanita itu, kalau beliau deket sama wanita itu juga belum pasti dia pelaku nya, ya.. walaupun orangnya mencurigakan sih, tapi kita belum ada bukti yang kuat rey" sambung rendra


"lagi usaha" ucap reyhan


"usaha apa?" tanya rendra


"ngeretas cctv hotel" jawab reyhan masih dengan menatap ponsel nya


"hotel mana sih?" tanya rendra bingung dengan menautkan alis nya


"hotel tempat mereka sering ketemuan" jawab reyhan


"emang bisa? bukannya cctv hotel itu juga termasuk privasi rey?" tanya rendra


"bisa" jawab reyhan dengan tersenyum penuh arti


*ah terserah lo dah rey* batin rendra menggelengkan kepala nya


jam pulang kerja, shinta juga jannah selalu memutuskan untuk langsung pulang kerumah, bukan tanpa alasan, tapi karena ada bocah gemoy yang sedang menunggu kepulangan mereka


seperti biasa, jika pulang kerja, shinta selalu duduk di ruang keluarga sambil menatap benda layar kotak, bukan untuk urusan cafe, melainkan dia ingin melihat rekaman cctv yang dikirim bian melalui email yang memang terhubung pada laptop nya


ia tau kalau jannah sudah melihat rekaman itu terlebih dahulu melalui ponsel nya, namun shinta juga ingin melihat nya untuk memastikan apakah rekaman itu sama dengan rekaman yang dia lihat dengan reyhan tadi pagi, atau bisa saja berbeda


dia menonton rekaman itu dengan seksama, dan hasil rekaman nya ternyata juga sama dengan yang ia lihat tadi pagi, ia kemudian menghela nafas berat


*ternyata beneran kamu, apa aku salah kalau masih mengharap bukan kamu pelaku nya?* batin shinta


"itu siapa tante?" tanya sisil yang tiba tiba duduk di samping shinta dan sempat melihat rekaman cctv barusan


"eh.. bukan siapa siapa kok sayang" jawab shinta dengan menutup laptop nya perlahan


"sisil gak sengaja liat ya?" tanya jannah yang berjalan menuju ke arah mereka

__ADS_1


"iya" jawab shinta menganggukkan kepala


"itu.. orang orang yang lagi kerja sayang" ucap jannah memberikan pengertian pada bocah cantik itu


"kerja? cari uang kayak ayah?" tanya sisil dengan polos nya


"iya.. cari uang" jawab jannah terkekeh


sedangkan shinta hanya tersenyum melihat interkasi mereka, dia senang karena setidak nya sisil tidak akan takut dengan jannah


namun, ada pesan masuk yang membuat lamunan nya buyar seketika


kang bihun🐵


📩: zef.. gue lagi ngeretas cctv hotel xxx, lebih mudah ternyata zef, karena pengaman nya juga gak terlalu kuat, beda sama cctv yang sengaja dirusak


📩: "a..makasih, gue terharu lo nyusahin diri sendiri demi gue, padahal gue bisa nyuruh orang kepercayaan gue" balas shinta


📩: apaan sih zef? pake bilang makasih segala, tanggung jawab zean atas lo udah beralih ke tangan gue.. jadi jangan sekali sekali bilang makasih!


📩: "tapi tetep aja lo baik kang bihun" balas shinta


📩: baru nyadar lo? dari dulu gue udah baik kali zef😏


📩: "hahaha.. iya deh, makasih pokok nya" balas shinta


📩: santai zef, selagi gue bisa, gue pasti bantuin lo, dan lo jangan pernah nyembunyiin apapun dari gue!


📩: "gak janji😜" balas shinta kemudian langsung meletakkan ponsel nya begitu saja


"habis sholat isya' kita keluar yuk!" ajak shinta


"kemana?" tanya jannah


"cafe xxx, ketemu kak rey sama rendra untuk ngebahas masalah ini" jawab shinta


"om ganteng?" tanya sisil bersemangat saat telinga nya mendengar shinta menyebutkan nama reyhan


"sisil mau ikut?" tanya jannah yang diangguki bocah itu


"tapi.. lo ngajak gue karena emang mau atau karena lo gak ada SIM?" ucap jannah menautkan alis nya


"ya.. dua duanya lah" jawab shinta enteng, kemudian melenggang pergi menuju kamar nya


"ck ck ck, kebiasaan" cibir jannah menggelengkan kepala nya


sehabis sholat isya' mereka pun bersiap sebentar dan langsung berangkat menemui reyhan juga rendra yang sudah menunggu disana


"itu mereka kan?" tanya jannah saat sampai di cafe dan melihat rendra yang melambaikan tangan ke arah nya


"iya" jawab shinta berjalan dengan sisil yang setia di gandengan tangan nya


"assalamu'alaikum" ucap dua gadis juga satu bocah itu kompak saat sudah sampai di depan reyhan juga rendra, kebetulan cafe juga bertema outdoor, jadi pikir shinta sisil pasti akan suka


"waalaikumsalam" jawab kedua pria tampan itu dengan senyum khas masing masing


"hai om ganteng!" sapa sisil melambaikan tangan nya dan duduk di tengah tengah shinta juga jannah


"hai juga cantik!" sapa reyhan balik yang duduk berhadapan dengan shinta, begitu juga rendra yang berhadapan dengan jannah


"jan" panggil rendra saat jannah hanya diam


"apa?" tanya jannah


"udah gak marah nih?" goda rendra


"masih" jawab jannah yang membuat rendra mencebikkan bibir nya seketika


sedangkan shinta hanya menggelengkan kepala melihat bagaimana jannah yang masih kesal dengan kejadian dia dituduh kemarin

__ADS_1


"langsung ke intinya atau gimana?" tanya shinta


"mau nya kemana dulu? ke pelaminan juga boleh" jawab reyhan menggoda shinta, dia sangat suka dengan pipi merah yang muncul ketika dia menggoda gadis yang ada di hadapan nya


"kak!" pekik shinta karena dia merasa sangat malu mendengar hal hal tentang pernikahan


"aku serius loh" sambung shinta mengalihkan pembicaraan


"serius mau nikah?" giliran rendra yang menggoda


"bukan" jawab shinta kesal


"trus apa? serius mau kawin?" tanya jannah yang tidak tau apa perbedaan nya, dan tentu saja hal itu membuat rona merah di pipi shinta terlihat semakin jelas


"salah semua, aku mau ngebahas gimana bisa dara dapet tanda tangan juga namaku di berkas itu" jawab nya cepat dengan mengerucutkan bibir nya


"aku bilang kan jangan sebut nama nya" tegur reyhan


"maaf kak, khhilaf" jawab shinta terkekeh


"tapi aku beneran serius loh.. gimana cara nya ya dia bisa dapet tanda tangan juga namaku?" tanya shinta mengerutkan dahi nya


sedangkan sisil? dia masih setia dengan ice cream coklat yang sempat mereka beli di jalan tadi, shinta memang sengaja membeli ice cream coklat agar sisil tidak menghiraukan pembicara mereka nanti nya


"aku juga penasaran soal hal itu" ucap reyhan mulai mengeluarkan ponsel nya


"gue juga bingung shin" timpal jannah


"aku juga heran, kenapa wanita itu bisa dapet tangan tangan nya shinta?" timpal rendra


"aku udah punya rekaman cctv hotel yang menunjukan si jalang sama aki aki itu" ucap reyhan yang sangat yakin kalau direktur keuangan adalah pelaku nya, kemudian ia mencari suatu file di ponsel nya


"wuih.. cepet banget rey?" tanya rendra kagum


"the power of money and connection" jawab reyhan menaikkan turunkan alis nya


"bukannya karena pengaman cctv hotel itu gak terlalu kuat ya?" tanya shinta terkekeh yang membuat reyhan salah tingkah karena itu memang benar ada nya


"ck ck ck, gaya gayaan the power of money and connection" cibir rendra menggelengkan kepala


sedangkan jannah hanya terkekeh geli melihat perdebatan yang ada di hadapan nya


"ehem.. apa bisa orang yang gak punya koneksi untuk ngeretas cctv? meskipun pengaman nya gak terlalu kuat" ucap reyhan yang memang ada benar nya


"iya juga sih" timpal rendra


namun reyhan kemudian menyadari satu hal


"tau darimana kamu kalau pengaman cctv hotel itu gak terlalu kuat?" tanya reyhan yang membuat shinta kelabakan


*aduh.. mulut gue comber banget kalau di depan kak rey, selalu aja ngomong jujur kayak bus rem blong* batin shinta heran


"tau darimana?" tanya reyhan lagi


"itu.. dari teman ku yang ahli IT, dia bantuin aku buat ngeretas cctv hotel itu" jawab shinta apa adanya meskipun ada yang disembunyikan


"teman? laki laki?" tanya reyhan menaikkan alis nya


"iya, teman" ucap shinta menganggukkan kepala dan jawaban nya barusan sukses membuat reyhan menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


"udah udah, kata nya mau nunjukin rekaman cctv hotel?" lerai rendra karna merasa jika reyhan sedang dilanda kecemburuan


"hmm" hanya deheman yang keluar dari mulut reyhan kemudian memposisikan ponsel nya di tengah meja agar semua orang dapat melihat rekaman itu


bersambung


semua akan terungkap di episode selanjut nya alias besok ya guys😉 sebenernya mau memperpanjang konflik, tapi mau gimana lagi? author gk bisa bikin konflik panjang panjang😅kasian juga kalau reyhan belum tau masa lalu nya shinta yang bikin dia ditolak, trus kasian juga kalau shinta gak ketemu ketemu sama papa nya reyhan, iya kan?😂


kalau konflik baru?

__ADS_1


entahlah..😂


__ADS_2