Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
46.Kwetiau & dimsum


__ADS_3

Hai Hai Hai🙆


jangan lupa like + komen atuh sayangku biar author semangat nulisnya🙂karena author seneng banget kalau baca komenan kalian, serasa berbunga bunga hati author


____________


happy reading🌷


"shinta, ayo makan si-" ucap reyhan terhenti saat kepalanya menoleh dan melihat shinta yang tertidur pulas dengan tangan yang masih nangkring di atas keyboard laptop


"eh tidur?" ucap reyhan pelan


reyhan memandang wajah shinta yang tertidur pulas, muka nya teduh, mata yang tertutup disertai bulu mata yang lentik, serta bibir berwarna pink


*kapan lagi aku bisa ngeliatin kamu tidur?* batin reyhan yang masih menatap shinta dengan tersenyum


10 menit kemudian


shinta mulai mengerjapkan mata nya juga merenggangkan jari jari nya karena posisi tidur yang tidak nyaman baginya


dan saat mata nya terbuka sepenuhnya, hal pertama yang dia lihat adalah wajah reyhan


degg


*aduh, jantungku* batin shinta saat jantung nya deg deg an lagi ketika melihat wajar reyhan yang tengah menatapnya


"udah bangun?" tanya reyhan yang melihat shinta terbangun dengan muka yang memerah


"he'em" jawab shinta sambil menyembunyikan wajah di lengannya


*dia malu* batin reyhan terkekeh geli


*astaga, malu banget gue* batin shinta yang masih mengusap ngusapkan wajah nya


"angkat kepala kamu" perintah reyhan yang tentu saja langsung di turuti oleh shinta


"air liur kamu ke mana mana tuh" ucap reyhan menunjuk muka shinta dan refleks shinta menyentuh pipi nya yang berada di dekat bibir


"hahhaa" tawa reyhan


"gak ada pak, saya kalau tidur gak pernah keluar air liur" ucap shinta kesal karena reyhan yang mengerjainya


"iya iya, saya percaya" ucap reyhan


"lagian, bapak kok gak bangunin saya aja sih?" tanya shinta kesal


"mana tega saya bangunin kamu yang tidur pules banget" jawab reyhan


"masa' saya sepulas itu sih pak?" tanya shinta tidak percaya, karena tidak biasanya dia tertidur di jam kerja


"iya, lagian kok kamu bisa tertidur di jam kerja?" tanya reyhan


"itu karena kemarin begadang" jawab shinta terkekeh


"ngapain begadang?" tanya reyhan


"di ajak ngobrol sama kakak saya lewat telepon" jawab shinta


"selama itu?" tanya reyhan heran


"iya, karena saya udah lama gak pernah ketemu kakak saya pak" jawab shinta


"ohh" ucap reyhan


"pak" panggil shinta


"hmm?" jawab reyhan


"laper pak" rengek shinta sambil memegang perutnya

__ADS_1


"katanya tadi gak mau makan siang" ucap reyhan


"kalau bapak nraktir nya ikhlas ya saya gak nolak pak, kan gak baik kalau nolak rezeki" ucap shinta


"yaudah, mau makan apa? pesan online aja" ucap reyhan sambil membuka ponsel nya


"kenapa gak turun ke kantin bawah pak?" tanya shinta


*aku kan mau nya makan berdua, kalau di kantin kan jadi ramai ramai namanya* batin reyhan


"kamu mau nanti ada gosip lagi?" tanya reyhan


*bener juga sih kata pak rey* batin shinta


"enggak sih pak" jawab shinta


"mau makan apa?" tanya reyhan


"kalau boleh kwetiau goreng aja pak" jawab shinta


"udah itu aja?" tanya reyhan


"dimsum sekalian" jawab shinta


"kamu ngelunjak ya?" tanya reyhan


sebenarnya reyhan hanya berniat bercanda saja, bukan untuk memarahi atau apapun itu


"sebagai ganti tangan saya yang keriting pak" jawab shinta sambil menunjukkan kedua tangannya


"iya iya deh saya ganti" ucap reyhan terkekeh


"minum nya?" tanya reyhan


"air putih aja" jawab shinta karena dia memang harus minum vitamin setiap hari dengan air putih


"lagi halangan pak" jawab shinta


"halangan?" tanya reyhan bingung


"lampu merah" jawab shinta agar reyhan paham


"ohh, ya udah saya mau shalat dulu" ucap reyhan


"cuci muka kamu di kamar mandi itu, trus kamu tunggu di sini aja, nanti ada OB yang dateng bawa makanan" ucap reyhan sambil menunjuk kamar mandi di ruangannya


"baik pak" ucap shinta patuh


setelah reyhan keluar, shinta langsung menuju kamar mandi di ruangan reyhan untuk mencuci muka bantal nya


"bisa bisanya gue tidur di depan pak rey, emang kakak gue ngeselin banget dah, sengaja bikin gue begadang" gerutu shinta saat selesai cuci muka


shinta keluar dari kamar mandi bertepatan dengan OB yang mengetuk pintu


"ini makanannya mbak" ucap OB itu sambil membawa makanan pesanan rey tadi


"terima kasih" jawab shinta sambil menerima makanan, kemudian menyiapkannya di meja sofa


15 menit kemudian


reyhan baru masuk ruangannya setelah salat zuhur


"ayo makan pak" ajak shinta saat reyhan duduk di depan nya


"iya" jawab reyhan dan mereka pun makan dengan hikmat, namun


"maaf pak, saya angkat telepon dulu" ucap shinta meminta izin dan di jawab anggukan oleh reyhan


📞: "apa la?" tanya shinta saat telepon tersambung

__ADS_1


📞: "lo udah makan siang kan?" tanya laila di telepon


📞: "ini lagi makan" jawab shinta


📞: "oh yaudah, nanti ada yang mau gue bicara in di rumah" ucap laila


📞: "hmm" jawab shinta dan mematikan panggilan telepon nya


"laila?" tanya reyhan


"iya pak" jawab shinta


"kelihatan nya kamu deket banget ya sama sahabat kamu" ucap reyhan


"kita udah sahabatan dari SMP pak, wajar sih" jawab shinta sejujurnya


"berarti gak ada rahasia antara kamu dengan sahabat kamu?" tanya reyhan


"emm, ada tapi dikit" jawab shinta


"ohh, berarti yang kamu sembunyikan dari sahabat kamu itu hal yang lebih parah?" tanya reyhan


"bisa dibilang begitu" jawab shinta


"kenapa?" tanya reyhan yang membuat shinta berhenti makan sejenak


"karena saya gak mau membagi penderitaan saya dengan orang lain, cukup saya saja yang merasakan nya" jawab shinta lalu melanjutkan makannya


"mereka sahabat kamu, bukan orang lain" ucap reyhan


"karena saya menyayangi mereka, saya gak mau mereka merasakan penderitaan" ucap shinta


"tapi- " ucap reyhan belum selesai


"kenapa bapak jadi kepo banget sih?" tanya shinta heran


"ya gak papa, cuman mau nanya aja" jawab reyhan


"sekarang giliran saya yang nanya ke bapak" ucap shinta


"nanya apa?" tanya reyhan


"bapak ini laki laki bukan?" tanya shinta


"ya jelas saya laki laki, saya gak pernah berniat mengubah jenis kelamin jadi perempuan, wanita, cewek, banci, atau apapun itu" jawab reyhan kesal


"ya habisnya bapak cerewet banget dari tadi" ucap shinta


"cerewet nya kan cuman sama kamu doang, shinta yang cantik" ucap reyhan menggoda shinta


"halah gombal" ucap shinta mengerucutkan bibir nya


"hahhaa" tawa reyhan yang melihat shinta mengerucutkan bibir nya


"habis makan siang saya boleh balik ke ruangan saya kan pak?" tanya shinta


"kenapa buru buru balik?" tanya reyhan


"kerjaan yang bapak kasih tadi udah selesai, lagian kalau lama lama di sini pasti nanti malah ada gosip lagi" jawab shinta


"yaudah, boleh" jawab reyhan


*sebenernya aku gak mempersalahkan kamu jujur atau enggak soal CCTV, karena aku tau kalau kamu pasti gak mau masalah nya membesar* batin reyhan


*cuman tadi aku emang sengaja ngasih kamu kerjaan biar kamu di sini terus nemenin aku seharian* batin reyhan tersenyum puas karena rencananya berhasil total tanpa kata gagal


_________________


makasih juga buat yang udah mau baca cerita nya, tungguin next nya ya❤

__ADS_1


__ADS_2