
Selesai dengan pembicaraan dan rencana yang akan mereka lakukan
"Wah... bawa moge" Ucap Shinta ketika berada di parkiran dan hendak pulang ke rumah masing masing
"Bawa dong, kenapa emang nya?" Tanya Adib menautkan alis nya
"Pinjam, hehe..." Ucap Shinta nyengir dengan senyum nya yang merupakan salah sati cara jitu untuk membujuk sang adik
"Sore sore gini mau naik motor? Gak ada gak ada, nanti masuk angin" Sahut Reyhan menggelengkan kepala, ada ada saja memang
"Jahat banget kamu, masa aku cuman mau naik motor gak di bolehin?" Tanya Shinta
"Kan gak ngidam yang, nanti aja ya atau besok" Ucap Reyhan melakukan tawar menawar
"Terbukti sekali kalau dia ini lebih sayang sama calon anak nya dari pada istri cantik nya ini" Ucap Shinta membahas sang suami dengan Adib
"Mana ada? Aku kan sayang sama semuanya" Sangkal Reyhan dengan msksud yang dia sayang adalah keluarga mereka
"Oh... jadi kamu sayang sama istri tetangga juga?" Tanya Shinta makin aneh bawaan nya setiap hari
Bodo amat! Udah bodo amat kalau soal berdebat sudah pasti Reyhan akan kalah telak sampai hanya gelengan kepala yang mampu ia keluarkan
"Nah terus... debat terus sampai anak kalian lahir!!!" Ucap Adib ikut pusing sendiri jadi nya
"Dib.. pinjam moge nya, besok kamu ke rumah aja" Ucap Reyhan menukar kunci mobil milik nya dengan moge milik adik ipar
"Ck, dari tadi kan enak" Ucap Adib menyambar kunci tersebut
"Ngapain buru buru? Mau kencan? Dosa ya" Ucap Shinta dalam mode bertanya, sok tahu sekaligus memperingati
"Kepo amat punya kakak" Ucap Adib tak menggubris lagi dan langsung pamit karena ada hal yang harus ia lakukan di kantor polisi
"Ngapain cengar cengir?" Tanya Reyhan yang melihat ekspresi istri nya, padahal dia juga sudah tahu kalau jawaban nya adalah karena senang bisa naik moge sore sore seperti ini
"Gak papa sih, pulang aja yuk... nanti beli makanan kaki lima" Ucap Shinta penuh semangat perihal makanan pinggir jalan
"Emang ada makanan yang punya kaki jumlah nya lima?" Tanya Reyhan menggoda saja
"Ada, banyak malah kaki nya" Jawab Shinta sambil naik ke moge secara perlahan
"Apa coba namanya sebutin?" Tanya Reyhan
"Jajan sarang laba laba, kan laba laba kaki nya banyak jadi sarang nya juga banyak lah" Jawab Shinta agak tidak nyambung namun tetap saja membuat Reyhan tertawa atas ucapan itu
Sore hari dimana matahari sedang dalam waktu ingin tenggelam, seperti kepingan memori yang berusaha di lupakan
Namun tidak bagi sepasang kekasih halal ini, tidak peduli baik atau buruk suatu hal itu adalah tetap momen mereka berdua, baik menjadi kenangan sedangkan buruk akan menjadi pelajaran
Di sini mereka berada, menghabiskan waktu berdua dengan mesra walau ada hal berbahaya yang harus mereka selesaikan, menghindar hanya akan membuat masalah semakin panjang, lebih baik memecahkan solusi untuk kedamaian semua orang di kemudian hari
Ibarat kata berakit rakit dahulu berenang renang kemudian, bersakit sakit dahulu dan bersenang senang kemudian, sama seperti itu
"Pegangan yang kenceng yang" Ucap Reyhan
"Udah kok" Jawab Shinta menyenderkan kepala nya dengan senyum manis hingga sempat menjadi perhatian beberapa pengendara yang lain
( yang jomblo diem aja sambil ngiler)
"Mau beli apa?" Tanya Reyhan sambil menatap jalan raya dan mengendalikan gas moge yang berada di tangan nya
"Hah?" Ucap Shinta tidak mengerti apa yang Reyhan ucapkan karena angin jalan raya yang cukup kencang
"Mau makan apa?!" Ketika suara Reyhan agak keras baru lah Shinta bisa mendengar nya
"Apa aja yang penting makan" Jawab Shinta kali ini tidak menentukan ingin makanan bergenre apa, hanya merasa kali ini dan saat ini ia tidak mau menyulitkan sang suami.
Jam setengah tujuh malam mereka baru sampai di rumah, ya... karena Shinta benar benar membuktikan ucapan nya untuk membeli semua jajanan kaki lima, untung nya mereka mampir di musholla terdekat untuk sholat maghrib
"Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam, baru pulang pak bu?" Tanya bibi selalu menyapa dan basa basi ketika pasutri ini pulang
"Hehe iya bi" Ucap Shinta membenarkan sambil menunjukkan tangan nya yang membawa banyak makanan
"Habis borong?" Gurau bibi
"Enggak sih bi.. tapi ini buat bibi, dan sisa nya bibi kasih ke tetangga atau orang yang membutuhkan" Ucap Shinta yang tadi sudah ia selipkan sedikit uang di amplop dalam kemasan makanan tersebut
"Baik, terimakasih pak, bu.." Ucap bibi tersenyum dan hafal dengan kelakuan pasutri itu yang mana jika mereka keluar selalu membeli makanan atau pun sesuatu yang lain untuk nya bahkan juga untuk orang lain
"Sama sama, bibi boleh pulang kok.. sama pak Adi aja biar aman" Ucap Shinta
"Trus yang jaga gerbang depan siapa?" Tanya bibi
__ADS_1
"Ada temen nya pak Adi, jadi mereka shift shift an aja bi" Jawab Shinta
Setelah bibi pulang, ia memastikan bahwa semua pintu rumah sudah tertutup kecuali pintu dapur yang biasa di gunakan pak Adi untuk membuat kopi
"Assalamualaikum warahmatullah.."
Cup!
Shinta mencium tangan suami nya begitu pula Reyhan membalas dengan kecupan di dahi sang istri
"Kurang" Ucap Reyhan kemudian langsung memeluk tubuh bumil yang masih memakai mukena dan semakin hari semakin berisi itu
Saat pelukan erat dan nyaman itu berlangsung, ponsel Shinta berbunyi menandakan ada orang yang mengirim nya pesan
"Siapa yang kirim pesan jam segini?" Tanya Reyhan lebay amat padahal sekarang masih belum larut bahkan mereka saja baru selesai sholat isya'
"Gak tahu, biar kulihat dulu" Ucap Shinta mengambil ponsel yang ia letakkan di lantai musholla rumah
Lala♥️
📩 : Shin, gue gak nelfon karena takut ganggu kalian berdua, cuman mau ngabarin aja kalau duo resek ini udah gue kirim ke Osaka sama anggota white blood lain nya sesuai izin Bian, gue besok pagi nyusul berangkat kesana dan untuk lo sama kak Rey sebisa kalian berangkat kapan, kita semua bakal nunggu lo di sana.
"Kenapa sayang?" Tanya Reyhan
"Laila udah ngirim Alina sama Alena ke Osaka, dan tim white blood juga udah di kirim Bian kesana" Jawab Shinta
"Trus?" Tanya Reyhan
"Besok Laila sama Bian juga nyusul kesana, katanya kalau kita terserah bisa nya kapan dan mereka nunggu kita di sana" Ucap Shinta yang sekarang membuat nya berpikir
"Kalau mau secepat nya, besok kita bisa berangkat kesana" Ucap Reyhan memberi usulan
"Ya berangkat nya bareng aja sama Laila Bian besok pagi, karena pakai pesawat WY pasti bikin papa curiga dan pakai pesawat umum juga gak mungkin" Ucap Shinta
Karena dalam perjalanan mereka harus membawa senjata, memang di perbolehkan dalam pesawat umum asal memenuhi persyaratan tertentu tapi tidak ada waktu jika harus mengurus izin terlebih dahulu
"Ribet ngurus izin nya harus ini dan itu, kalau pakai pesawat perusahaan jadi lebih mudah walau harus menunjukkan berkas kepemilikan senjata dan di pergunakan untuk tujuan apa, lebih mudah sedikit" Ucap Reyhan membandingkan keduanya
"Iya makanya besok kita berangkat sama sama" Ucap Shinta tersenyum dan mengepalkan tangan nya untuk memberi semangat
"Aku siapin senjata kita dulu" Ucap Reyhan berdiri dan menuju kamar mereka di mana pistol milik nya dan sang istri juga di simpan di sana
"Iya.." Jawab Shinta karena dia juga harus mengabari Laila dan Adib
📩 : "Iya La. Besok gue sama mas Rey berangkat kesana bareng kalian, jadi gak perlu nunggu kita lagi biar semua cepet kelar"
🌸🌸🌸
Keesokan hari nya
Mereka bersiap selepas sholat subuh lalu menunggu Adib datang, barulah setelah itu memulai perjalanan ke bandara dan terbang ke Osaka
"Bi... saya sama mas Rey mau pergi sebentar, belum tau kapan pulang nya tapi saya harap bibi baik baik aja di sini" Ucap Shinta menyalami tangan orang yang lebih tua dari nya
"Iya bi, hanya sebentar kok" Sahut Reyhan seakan mereka hanya pergi ke kota sebelah saja
"Mau kemana emangnya pak?" Tanya bibi
"Jalan jalan aja sih bi sebentar sebelum anak kita lahir nanti" Jawab Reyhan terkekeh
"Oh... menikmati waktu berdua ya" Ucap bibi jadi senyum senyum sendiri pada pasangan muda di hadapan nya ini
"Hehe iya bi, baik baik di rumah ya..." Ucap Shinta
"Ibu juga, semoga jalan jalan nya lancar dan kembali ke rumah dengan selamat" Ucap bibi
"Aamiin"
Saat Adib datang mereka langsung menuju bandara yang mana sudah ada Laila beserta yang lain menunggu di sana, perasaan mereka kali ini tidak bisa di tebak, khawatir gugup dan takut menjadi satu, bukan takut dengan senjata melainkan takut salah satu dari mereka tidak bisa pulang ke rumah dengan selamat
"Diem diem bae lu" Ucap Shinta menepuk lengan adik nya
"Gugup kak, walau udah melakukan penyergapan berkali kali tapi misi pribadi juga bikin khawatir" Ucap Adib
Kali ini mereka membawa Evan sebagai supir saja, tidak ikut ke Osaka karena dia harus mengurus WY group menggantikan Reyhan untuk sementara dan sebagai siaga siapa tahu papa Raka pulang di waktu yang tidak terduga
"Kan aku bilang kalau takut ya jangan ikut" Ucap Reyhan menggelengkan kepala
"Siapa yang takut? Masa Tiara ikut kesana trus aku santai aja di sini sambil nunggu kabar dari kalian gitu?" Ucap Adib tidak terima
"Ngintilin doi ceritanya" Ledek Reyhan yang membuat mereka berdebat tanpa henti dengan topik doi
"Pak, papa gak bilang apa apa kan? Misal pulang kesini atau apa gitu?" Tanya Evan
__ADS_1
"Enggak sih buk, dan kalau pulang pasti mengabari pak Rey terlebih dahulu daripada saya" Jawab Evan benar apa adanya
"Iya sih.."
"Yang, kalau papa tiba tiba pulang itu berarti papa punya firasat lain" Ucap Reyhan
"Trus kalau beneran pulang?" Tanya Shinta
"Ya mungkin urusan kita juga udah selesai, bukti nya pesawat perusahaan masih anteng di tempat karena papa jarang pakai pesawat umum" Jawab Reyhan
"Yakin?" Tanya Shinta lagi
"Enggak sih yang" Jawab Reyhan jadi ragu karena orang tua nya memiliki insting dan firasat yang kuat apalagi mama Riana
"Firasat orang tua apalagi ibu emang gak ada yang nyaingi" Ucap Shinta datar, memikirkan apa bunda juga memiliki perasaan itu
Ya memang di saat seperti ini mereka lebih banyak berdo'a supaya tuhan melancarkan tujuan mereka dan memberi keselamatan pada semua orang
"Van, jaga kepercayaan saya dan kalau mama papa tiba tiba pulang, bilang aja saya lagi keluar kota sebentar" Ucap Reyhan
"Baik pak, semoga lancar dan mohon mengabari saya secara berkala" Ucap Evan yang mendapat balasan berupa anggukan kepala
Mobil melenggang pergi dan mereka di sambut oleh Bian, Laila, dan Tiara yang menunggu di parkiran bandara
"Buset... black mamba" Ucap Laila tergelak melihat pasutri di depan nya memakai busana serba hitam, bahkan topi pun juga hitam
"Black mamba gundul mu" Ucap Shinta menggelengkan kepala, memang aneh sih serba hitam tapi keren saja jika di pakai untuk menyergap musuh
"Hari gini pakai cardigan?" Tanya Bian
"Udah deh kenapa pada ngurusin outfit gue sih? Suka suka saya dong, tubuh tubuh saya" Ucap Shinta kesal saja
Lagian dia memakai cardigan juga untuk menutupi perut buncit nya, bukan tanpa alasan melainkan mencegah adanya serangan pada perut nya
"Hari ini ke Osaka, besok kalian ganti otw ke KUA ya..." Ucap Laila melirik Adib dan Tiara secara bergantian
"Iya, besok aku sama Tiara ke KUA" Jawab Adib yang membuat gadis berambut pendek itu melotot kaget
Laila tertawa ketika melihat orang yang sebaya dengannya itu sudah berani mengajak anak gadis orang untuk menikah
"Ngapain kalian ke KUA?" Tanya Shinta mengerutkan alis nya
"Buat jadi saksi nikah nya kak Bian sama kak Laila" Jawab Adib
Tawa Laila yang meledak tadi langsung terdiam dan sekarang di gantikan oleh Shinta, bagaimana jadi nya jika tom and jerry tersebut menikah
"Aamiin" Ucap Reyhan mengaminkan saja selagi itu do'a baik hehe
"Eh enak aja lo ya.. tarik amin lo barusan" Ucap Bian yang jelas tidak Reyhan peduli kan
"Udah udah, jadi berangkat gak nih? Kalau gak jadi aku ke KUA dulu daftarin nikah kak Laila" Ucap Adib sambil melihat arloji nya
"Sembarangan banget ni bocah prikk" Ucap Laila menghentakkan kaki nya karena rasa kesal berkali kali lipat
"Bodo"
Mereka masuk dengan melakukan pemeriksaan dan menyerahkan berkas kepemilikan senjata yang mereka bawa, sebenarnya hanya Shinta dan Reyhan saja yang membawa senjata mereka, yang lain nya nanti akan menggunakan senjata yang sudah di siapkan oleh tim white blood di Osaka
Baru lah perjalanan mengudara ke Osaka di mulai, yang mana membutuhkan waktu lebih dari satu hari, kisaran 1 hari 15 jam
"Kalau gitu Alina Alena sama tim yang berangkat duluan juga belum sampai di sana dong?" Tanya Adib ketika pesawat pribadi milik Zeze grup sudah lepas landas
"Ya belum, jadi yang nyiapin senjata, sewa tempat salju yang sama setahun lalu, dan keperluan lain nya itu ya tim white blood Osaka sendiri" Ucap Tiara menjelaskan
"Ya kalau yang nyiapin tim dari negara lain mana sempet, gak keburu yang ada" Ucap Adib mengingat perjalanan mereka yang menempuh waktu harian
"Zean hebat ya... dulu bisa sewa winter wonderland sebesar itu di Osaka" Ucap Laila terkagum kagum pada pebisnis muda yang sudah meninggal
"Mungkin lo bakalan suka sama dia La" Sahut Shinta
"Gue cuman ketemu Zean waktu kita masih SMP Shin, jadi kan gak tahu muka nya kayak apa pas udah dewasa, dan gue tahu semua tentang lo ini juga waktu kita pulang dari Bali" Ucap Laila
"Hmm" Deheman Reyhan yang seperti orang malas
"Apa?" Tanya Shinta
"Gak ada" Jawab Reyhan menggelengkan kepala dan lebih memilih menyandar pada pundak istri nya
"Jadi baygon cuy" Ucap Bian yang sebenarnya ikut bahagia ketika Shinta menemukan orang yang tepat dan bisa membantu nya untuk melupakan trauma masa lalu
"Aku jadi Vape" Ucap Adib
"Aku jadi Hit" Sahut Laila
__ADS_1
"Aku jadi sofel" Sahut Tiara
Aihh.. Shinta jadi malu malu meong ketika semua mengucap berbagai merk obat nyamuk karena ulah suami nya, sedangkan Reyhan tetap dengan tampang tidak peduli yang penting dia dan istri nya happy.