Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
19.Ketahuan


__ADS_3

"tinggal pdkt nya nih yang belum" ucap rendra


"silakan aja kalau mau pdkt ren, jannah siap kok, iya kan jan?" ucap shinta menggoda jannah


"shintaaaa" teriak jannah dengan wajah bersemu merah


"hahahaha" tawa semua orang kecuali reyhan yang hanya tersenyum kecil


"udah udah ketawanya, capai tertawa aku" ucap shinta


"lo yang ngelawak, lo sendiri yang capai tertawa" ucap jannah meledek


"mana ada gue ngelawak? itu beneran real life jan" ucap shinta


"iya deh terserah lo" ucap jannah


"jangan ngambek, nanti ilang muka cantik lo" ucap shinta menggoda jannah


"ilang juga gapapa kok, gue bakal tetep ada disamping jannah" ucap rendra tiba tiba yang membuat jannah bersemu merah


"liat deh pipinya udah kayak lampu merah di jalan raya" ucap shinta terkekeh geli


"shinta ihhh" ucap jannah


"iya iya" ucap shinta


"eh ponsel lo bunyi tuh" ucap jannah menunjuk ponsel di nakas


"ohh iya" ucap shinta mengambil ponsel


"siapa?" tanya jannah


"ini si lala video call, gue angkat atau enggak ya?" tanya shinta


"angkat aja lagi" ucap jannah


"nanti dia bakal tau dong kalau gue lagi dirawat" ucap shinta


"gak papa lah shin, emang mengapa?" tanya jannah


"lu gak inget apa kalo ajudan gue kenal sama kakak nya lala" ucap shinta


"iya juga, tetapi kalo gak diangkat ya dia bisa marah shin, itu aja ponsel lo udah bunyi kedua kalinya" ucap jannah


"iya sih, ah nanti urusan belakangan deh kalo ajudan tau" ucap shinta dan menerima panggilan video call dari laila


"shintaaa" teriak Laila begitu panggilan video call terhubung


"salam dahulu kek, ini malah teriak teriak, lagian telinga gue masih normal kali" ucap shinta sambil mengusap telinganya


"ya maaf, assalamu'alaikum" ucap Laila


"hmm waalaikumsalam" jawab shinta


"eh shin, itu lo kayak lagi di RS, lo sakit?" tanya laila dengan nada kaget


"iya" jawab shinta singkat


"kok bisa? sakit apa? dan dari mulai kapan lo dirawat?" tanya Laila


"satu satu dahulu dong" ucap shinta


"udah buruan jawab" ucap Laila


"iya iya, gue bisa sakit ya kan gue juga manusia, cuman kecapekan aja, dari tadi malem gue masuk RS" jelas shinta


"owalah, cepet sembuh dong biar nanti kita bisa liburan bersama lagi" ucap Laila


"iyaa makasih ya" ucap shinta


"eh dek, siapa yang sakit?" tanya orang laki laki di belakang Laila


"shinta nih" ucap Laila


*waduh, perasaan gue ga enak nih, gue matiin dahulu deh*batin shinta


"eh la, gue mau tidur, gue matiin dahulu ya, assalamualaikum" ucap shinta dan tit! mematikan video call tanpa menunggu jawaban salam dari laila

__ADS_1


"mengapa muka lo kayak gitu shin?" tanya jannah melihat muka shinta yang khawatir


"lo gak denger apa kalo barusan ada suara laki laki?" tanya shinta


"iya denger sih, emang mengapa?" tanya jannah


"itu suara kakak nya lala jan" ucap shinta


"apaa?" ucap jannah dengan nada sedikit berteriak


"emang mengapa sih?" tanya rendra tiba tiba


"ya kalo kakak nya lala bilang ke ajudannya shinta bisa gawat dong" jawab jannah membalas rendra


"gue hitung mundur dari 10, pasti ajudan bakal nelfon gue" ucap shinta


"masa' sih?" tanya rendra


"gak percaya? yaudah nih aku buktiin" ucap shinta memandang ponselnya dan


"10 9 8 7 6 5 4 3 2..1" ucap shinta dan tepat ponselnya berdering saat shinta selesai menghitung


"liat nih" ucap shinta menunjukkan ponselnya dan tertulis 'Ajudan❤' sebagai penelfon


*beneran di telepon ternyata sama ajudannya* batin reyhan saat melirik ponsel milik shinta


"wahh tepat banget" ucap rendra heran


"angkat aja shin, dia juga berhak tau keadaan lo, jangan lupa loudspeaker biar gue bisa denger" ucap jannah


"iya" jawab shinta


"assalamu'alaikum" ucap ajudan shinta ketika telepon terhubung


"waalaikumsalam, ada apa?" tanya shinta


"nanti makan malam berdua di luar yuk" ajak ajudannya shinta


"gak mau ah, kasian dong bibi udah masak tetapi gak dimakan" jawab shinta menolak


"tumben gak mau di ajak makan malam diluar?" tanya ajudan shinta


"itu tau" ucap ajudannya datar


"jangan marah dahulu dong" ucap shinta membujuk


"yaudah cepet jelasin" ucap ajudannya shinta


"iya, kemarin malem tiba tiba aku pingsan, trus dibawa jannah kesini" ucap shinta


"trus alasan kamu bisa pingsan itu mengapa?" tanya ajudan


"untuk itu nanti deh aku jelasin, tetapi janji loh jangan kasih tau bunda" ucap shinta


"tergantung, kamu di rumah sakit mana? biar aku kesana" ucap ajudan


"di rumah sakit xxx bandung, jangan kesini, sore nanti aku udah boleh pulang kok" ucap shinta


"yaudah, pulangnya aku jemput" ucap ajudan


"tetapi-" belum selesai shinta menolak


"dilarang menolak!" ucap ajudan dengan keputusan mutlak


"iya deh iya" ucap shinta


"tetapi nanti kita tetep makan malem berdua di rumah kamu, ada yang perlu kita bicarain" ucap ajudan shinta


"iya, nanti makan malamnya di gazebo deket kolam aja, biar bisa ngobrol berdua" ucap shinta kalem


"yaudah kalau gitu aku matiin dahulu telfonnya, assalamu'alaikum" ucap ajudan


"waalaikumsalam" ucap shinta dan pangggilan dimatikan


*itu ajudan apa pacarnya sih?, lembut gitu ngomongnya* batin reyhan


"huftt untung gak marah" ucap shinta merasa lega

__ADS_1


"emang kalo lagi marah nyeremin?" tanya rendra


"iya, lebih baik ngeliat hantu deh daripada ngeliat ajudan ku marah" ucap shinta


"tetapi meskipun ajudan lo marah, dia gak pernah tuh bentak bentak lo, apalagi mukul" ucap jannah


"iya sih" ucap shinta membenarkan


"ajudannya shinta over protective ya" ucap reyhan secara tiba tiba


"ya emang gitu orangnya" jawab shinta


"tumben lo ngomong" ucap rendra ditujukan pada rey


"terserah gue dong" balas reyhan


"lagian kalau dipikir pikir lucu juga shin" ucap jannah


"lucu gimana sih?" tanya shinta heran


"ya kan besok harusnya kita kerja di sini, eh sekarang lo malah dirawat di sini" ucap jannah terkekeh


"iya juga ya" timpal rendra


"gak ada lucu lucunya, gue malah bingung sendiri nanti pas ngobrol sama ajudan" ucap shinta


"hhaha, yaudah sabar napa shin" ucap jannah


"orang sabar disayang tuhan" ucap rendra


"ya iyalah, mana mungkin disayang pacar, shinta nya aja jomblo" ucap jannah


"dih, kayak lo kagak jomblo aja" ucap shinta


"hhahah" tawa rendra juga jannah


"eh katanya kalian ada urusan? ini udah mau jam 2 loh" ucap jannah


"ngusir nih ceritanya?" tanya rendra


"bukan ngusir, kan gak enak sama kalian berdua" ucap jannah


"owalah, tetapi emg bener sih bentar lagi kita ada urusan" ucap rendra membenarkan


"nah itu tau" ucap jannah


"yaudah, ayok rey kita pamit" ucap rendra pada rey


"iya" ucap rey


"kalau gitu kita pergi dahulu ya" ucap rendra


"makasih ya" ucap jannah


"makasih ya kalian udah bantuin aku sama jannah, makasih juga karena udah nyempetin jenguk kesini" ucap shinta


"sama sama" balas rendra


"cepat sembuh shin" ucap rey yang mengagetkan semua orang tentunya, walaupun ucapannya terdengar datar


*tumben* ucap rendra dalam hati


"iya makasih" ucap shinta dengan senyum tipis


"assalamu'alaikum" pamit rey dan rendra sambil berjalan keluar ruangan


"waalaikumsalam" jawab shinta juga jannah


BERSAMBUNG


_____________________________


AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈


KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞


(biar aku gak nangis😭😂)

__ADS_1


TERIMA KASIH🙏✨


__ADS_2