Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
30.Cinta pertama


__ADS_3

"assalamu'alaikum" ucap shinta saat membuka pintu rumah dan menuju tangga


"waalaikumsalam" jawab laila juga jannah yang masih menonton tv


"mau ke mana shin?" tanya jannah saat mlihat shinta menaiki anak tangga


"kamar" jawab shinta singkat dan langsung menuju kamar nya


"shinta kenapa?" tanya laila


"ngambek mungkin" jawab jannah


sedangkan di kamar, shinta tengah berbaring di kasur empuk nya dengan pandangan kosong ke arah langit langit kamar, dia ingat dengan jelas pembicaraan nya dengan reyhan waktu di taman tadi


~Flashback


"jangan menyukai ku, aku bukan perempuan yang baik" ucap shinta sambil mendongak menatap langit


"kamu perempuan yang baik" ucap reyhan


"enggak, aku bukan perempuan yang baik" ucap shinta masih menatap langit


"kok kamu ngomong gitu?" tanya reyhan


"setiap orang yang berbicara pasti mempunyai alasan" jawab shinta


"apa alasannya?" tanya reyhan


"aku gak bisa ngasih tau kamu" jawab shinta


"apapun alasan nya, aku akan tetap menyukai mu" ucap reyhan sambil menatap shinta dalam


"sudah kubilang, jangan menyukai ku" ucap shinta


"katakan apa alasan nya agar aku bisa tidak menyukai mu" ucap reyhan


"apakah perempuan yang masih tidak bisa melupakan masa lalu itu baik?" tanya shinta


"tidak semua orang bisa melupakan masa lalu" jawab reyhan


"aku perempuan yang pernah di khianati seseorang, dan seharusnya orang itu menjadi cinta pertama bagi seorang anak perempuan nya" ucap shinta dengan mata nya yang mulai berkaca kaca


*aku mohon jangan menangis* batin reyhan saat melihat mata shinta


"maksud kamu?" tanya reyhan


"kamu tidak akan paham" ucap shinta sambil berdiri


"mau ke mana?" tanya reyhan


"pulang" jawab shinta


"aku antar" ucap reyhan sambil berdiri


"gak perlu, aku bisa sendiri" jawab shinta


"jangan membuatku khawatir, ini udah malam, jadi aku aja yang nganter kamu" ucap reyhan dan shinta masih diam di tempat


"ayo" ucap reyhan sambil menarik tangan shinta untuk keluar dari taman dan menuju mobil nya, di dalam perjalanan


"maksud kamu tadi apa?" tanya reyhan sambil menyetir


"aku tidak mau membahas nya" ucap shinta yang duduk di kursi mobil sebelah kemudi sambil mengalihkan pandangan nya ke luar jendela, dan saat mobil sampai di depan gerbang rumah shinta


"mana ponsel kamu?" tanya reyhan sebelum shinta keluar dari mobil, dan shinta pun memberikan ponsel nya karena malas jika dia harus bertanya 'untuk apa'


"baiklah, anggap aku seperti kakak mu sendiri, jika kamu sudah siap mengatakan nya, hubungi aku kapan pun itu, aku pasti akan datang dan mendengarkan semua cerita mu" ucap reyhan sambil mengetik nomor telepon nya di ponsel shinta

__ADS_1


"kenapa kamu melakukan ini?" tanya shinta sambil menatap reyhan


"kamu tau kalau melupakan sesuatu itu gak mudah, begitu juga dengan ku, aku juga gak mudah melupakan perasaan ku" jawab reyhan dan mengembalikan ponsel shinta


"terima kasih sudah mengantarku, assalamu'alaikum" pamit shinta sambil keluar mobil, dia tidak ingin membahas hal itu untuk saat ini


"waalaikumsalam" jawab reyhan


*apapun alasan nya, aku tetap menyukai mu* batin reyhan


~Flashback end


"hiks, maaf" ucap shinta yang tengah menangis sambil menutup wajah nya dengan kedua tangan, sebenarnya dia ingin menangis dari tadi, tetapi dia tidak ingin jika sisi lemah nya diketahui orang lain


"aku tau kamu tulus, aku bingung dengan perasaan ku, dan tanpa kamu tau, aku nyaman setiap dekat denganmu, tetapi aku belum siap jika harus memulai nya sekarang, aku takut" ucap shinta di tengah tangisan nya


"hiks hiks, maaf"


"akhh, ada apa dengan ku? mengapa aku jadi cengeng gini sih" ucap shinta di sela isakan nya sambil mengubah posisi menjadi duduk


sedangkan di tempat reyhan berada


"ndra, sekarang lo di mana?" tanya reyhan yang menyetir sambil menelfon rendra,


"di apartemen" jawab rendra


"gue kesana" ucap reyhan dan tit!, telepon dimatikan


balik ke shinta


setelah puas menangis


tok tok tok!


"shin, ini kita" ucap jannah yang berada di depan pintu dengan laila


"oh kalian, masuk aja" ucap shinta yang baru selesai membersihkan bekas menangis di mata nya tadi


"enggak" jawab shinta


"lah tadi lo apa dong?" tanya laila


"gak papa, cuman lagi males ngomong aja" jawab shinta


"beneran lo gak ngambek?" tanya jannah memastikan


"capek gue kalau ngambek terus sama kalian" jawab shinta


"tadi lo sama reyhan gimana?" tanya laila


"gak gimana gimana, jangan bahas itu" jawab shinta


"trus mau bahas apa?" tanya laila


"bahas elo" jawab shinta


"kok gue?" tanya laila heran


"kalian berdua duduk sini deh, kita ngobrol bentar" ucap shinta menyuruh laila juga jannah naik ke atas ranjang


"mau ngobrol apa?" tanya jannah saat mereka sudah duduk di atas ranjang


"la, lo mau jujur sendiri apa harus gue tanya?" tanya shinta


"maksud lo apa?" tanya laila bingung


"gue tau kalau ada yang lo sembunyi in dari kita" ucap shinta dan laila masih diam

__ADS_1


"tapi kalau lo gak bisa bilang sekarang ya gak papa, nanti aja" ucap shinta


"nanti aja ya, gue belum siap" ucap laila dengan mata berkaca kaca


"jangan nangis, lo harus ingat kalau ada kita berdua yang selalu ada di sisi lo" ucap shinta berusaha menenangkan


"iya, kita selalu ada bersama lo" ucap jannah menimpali


"pelukan bertiga yuk" ajak shinta dan mereka pun berpelukan bertiga


"tidur bersama aja ya" ucap laila


"kapan sih gue pernah bilang gak boleh?" ucap shinta sambil bercanda


"hahaha" tawa mereka bertiga


dan mereka pun tidur bersama hingga pagi datang


jam setengah 8 pagi


"lo ngapain bawa makanan?" tanya jannah saat melihat shinta membawa makanan di dalam kotak


"ada deh" jawab shinta


"guys, gue hari ini mau ke butik aja" ucap laila


"pergi aja biar gak bosan, dan lo bisa pake mobil gue yang di garasi" ucap shinta


"kalian berdua berangkat satu mobil lagi?" tanya laila


"iya, lagian tujuan nya kan sama" jawab jannah


"ooh" ucap laila


"udah ya, kita berangkat" ucap shinta yang sudah siap dengan bawaan nya


"assalamualaikum" pamit shinta juga jannah sambi keluar rumah


"waalaikumsalam" jawab laila


*mending gue menyibukkan diri, daripada ke inget sama dia terus* batin laila sambil menuju kamar untuk ganti baju


skip


saat shinta dan jannah sampai di rumah sakit, kebetulan ada reyhan di sana dan otomatis mereka berpapasan saat reyhan ingin menuju lift dan shinta yang ingin masuk ke ruang farmasi, tapi tidak ada yang saling menyapa satu sama lain yang tentu nya membuat jannah heran


"shin, kok tadi lo gak nyapa pak direktur?" tanya jannah berbisik saat reyhan sudah menjauh


"emang ada dia? gue gak liat tadi" jawab shinta pura pura tidak tau


"hmm" ucap jannah menggelengkan kepala


sedangkan di tempat reyhan berada, tepat nya di ruangannya sendiri


*cinta pertama seorang anak perempuan?* batin reyhan bertanya tanya sambil duduk di kursi dan memikirkan perkataan shinta kemarin


BERSAMBUNG


hayoo, ada yang tau gak siapa cinta pertama bagi seorang anak perempuan?


______________________________


AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈


KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞


(biar aku gak nangis😭, canda😂)

__ADS_1


jangan lupa tambahin ke list favorit ya!❤


TERIMA KASIH🙏✨


__ADS_2