Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
164. Alina Alena


__ADS_3

Tiga orang itu duduk di sofa dengan Reyhan yang berdempetan dengan istri nya, padahal sofa juga masih lebar, emang dia nya aja yang modus supaya bisa dekat dengan istri nya, sedangkan Evan? dia duduk di depan mereka berdua dan memandangi pasangan halal itu, ah... miris kali masib jomblo nya


"Jadi? maksud nya jalur apa sih?" Tanya Shinta bingung


"Pak bos itu nyuruh saya buat menyelidiki wanita pembuat onar itu buk, ya meski lewat jalur hitam sih" Ucap Evan lirih di akhir karena jalur hitam itu tidak di perbolehkan secara hukum negara


"Ha? kenapa pakai jalur hitam?" Tanya Shinta menoleh pada suami nya


"Ya biar cepat aja loh yang, jalur hitam atau gak juga kan tetap bayar jasa mereka" Jawab Reyhan seenak nya, asal masalah ini cepat kelar


"Gak ada cara lain?" Tanya Shinta yang ingin sekali menyuruh untuk menggunakan tim white blood saja, tapi itu tidak mungkin dia katakan


"Gak ada, cara lain nanti waktu membuktikan ini aja yang" Jawab Reyhan lalu memberi kode agar si asisten lawak menjelaskan semuanya


"Ehem... dari laporan yang saya dapatkan, tanggal xx bulan xx tahun xx jam delapan pagi-"


"Ck, kelamaan langsung inti nya aja" Potong Reyhan yang sudah tidak sabar dan malas mendengar beberapa kata pembuka tersebut


"Sabar kenapa sih pak? jadi orang sabar nanti di sayang istri nya loh... iya gak buk?" Ucap Evan meminta pendapat


"Iya" Jawab Shinta, iya in aja lah yang penting mereka segera tahu yang sebenarnya


"Ehem... wanita itu bernama Alina Lee, usia dua puluh tiga tahun, status belum menikah dan di hari terakhir bapak menginap di office tell, wanita itu kabur ke Osaka menggunakan maskapai yang kita tutup kemarin malam" Ucap Evan menjelaskan


"Apa? Alina Lee?" Tanya Shinta karena dia tidak asing dengan nama tersebut


"Iya buk, apa anda mengenal orang itu?" Tanya Evan balik yang mendapatkan gelengan kepala


"Wanita itu kabur setelah mengambil foto dengan ku, menggunakan bandara maskapai dekat office tell untuk menghindar dari kejaran ku" Ucap Reyhan mengambil maksud dan inti dari hal tersebut


"Yes, kabar nya dia juga punya adik perempuan yang tinggal di Indonesia" Ucap Evan


"Nama nya?" Tanya Shinta


"Itu lah buk yang susah, aneh sekali karena nama adik nya tidak bisa kita lacak, bahkan dalam daftar nama keluarga pun tidak ada, disitu justru hanya menunjukkan kalau Alina adalah orang tunggal" Ucap Evan menunjukkan tablet nya yang memperlihatkan daftar anggota keluarga Alina


"Siapa kira kira adik nya?" Gumam Shinta bertanya tanya


"Orang sekelas jalur hitam aja tidak bisa menemukan orang itu buk, saya rasa mereka benar benar memiliki kekuasaan yang cukup besar" Ucap Evan karena tidak mungkin orang tanpa koneksi bisa menghilangkan identitas seseorang tanpa jejak sedikit pun


"Kamu kenapa diem aja mas?" Tanya Shinta melirik suami nya yang masih terdiam


"Lagi mikir yang" Jawab Reyhan, dia kalau sedang berfikir memang selalu diam dengan dahi dan alis yang menekuk


"Office tell kamu itu beli atau sewa sih?" Tanya Shinta yang belum tahu tentang office tell itu sama sekali


"Sewa yang, karena aku sama sekali gak ada niatan untuk liburan kesana, ngapain di beli? gak akan berguna juga kan" Jawab Reyhan


"Berapa kunci yang kamu pegang?" Tanya Shinta


"Satu"


Cetek! Shinta membunyikan ibu jari dan jari tengah nya "Itu dia jawaban nya" Ucap nya sedikit menemukan penerangan masalah ini


"Kunci apapun itu selalu ada dua, utama dan serep, kalau aku pegang satu kunci maka ada orang lain yang memegang kunci satu nya" Sahut Reyhan menyimpulkan pemikiran istri nya


"Pandai, kenapa gak dari kemarin aja sih?" Ucap Shinta sedikit kesal, kalau dari kemarin kan enak


"Lah orang pak bos kalau gak ada istri nya kayak orang kesambet, yang di pikirin kerjaan terus" Cibir Evan komat kamit karena dia pun harus lembur kemarin hanya untuk menemani bos nya


"Office tell itu milik siapa?" Tanya Shinta


"Dari awal nyewa sih pihak marketing bilang kalau office tell itu milik perorangan, tidak ada sangkut paut nya dengan perusahaan seperti hotel hotel pada umum nya" Jawab Evan


"Gak mungkin, dana untuk membuat office tell itu sama besar nya dengan apartemen, kalau perorangan maka butuh investor di situ" Ucap Reyhan yang ada benar nya juga sih


"Tolong perlihatkan foto office tell nya pak" Ucap Shinta


"Baik buk" Evan mencari foto office tell yang menjadi tempat mereka menginap di internet, jaman sekarang kalau cari foto seperti itu sih mudah


Setelah ketemu, baru lah Shinta memperhatikan foto office tell itu satu persatu "Ini udah kayak apartemen elit" Ucap nya karena dari foto office tell tersebut terlihat mewah


"Gak mungkin kalau perorangan kan? harus nya ada penopang dana di sini" Ucap Reyhan


"Iya sih, tapi... ini logo apa?" Ucap Shinta menunjuk logo di bagian loby office tell


"pemilik office tell nama awalan nya G, jadi logo itu juga G buk" Jawab Evan


*Entah kenapa aku gak yakin* Batin Shinta penasaran siapa di balik logo huruf G tersebut


"Saya rasa logo G ini mempunyai maksud Van, sama seperti perusahaan kita yang memiliki logo WY" Ucap Reyhan


"Itu dia pak, saya juga lagi berusaha mencari tahu siapa G ini" Ucap Evan


"Itu berarti pelaku memang memiliki koneksi, bukti nya dia bisa masuk ke kamar kamu gitu aja dengan mudah" Ucap Shinta menatap horor suami nya


Reyhan baru ingat kalau dia belum memberi penjelasan sama sekali pada istri nya, makanya Shinta bisa memberikan tatapan laser itu seperti ingin memakan nya hidup hidup


"Van, kamu keluar dulu" Ucap Reyhan, dia ingin berbicara berdua saja


"Tapi untuk kasus ini bagaimana pak? apa lanjut mengirim tim untuk ke Osaka dan membawa wanita itu kemari?" Tanya Evan

__ADS_1


"Lanjutkan, harus secepat mungkin" Jawab Reyhan, setelah mendengar hal itu Evan langsung pamit kembali ke meja nya sendiri


"Apa sayang?" Tanya Reyhan karena dia masih saja melihat tatapan tajam itu


"Apa... apa, katanya mau ngasih penjelasan? mana?" Ucap Shinta seperti ibu ibu yang menagih uang kontrak an


Reyhan tergelak mendengar ucapan garang dari istri nya, bukan nya marah namun ia justru kembali memeluk tubuh yang lebih kecil dari nya itu


"Lepas! jelasin dulu" Ucap Shinta meronta kan badan nya, dia masih belum tahu bagaimana cerita yang sebenar nya


"Sebentar aja yang, kangen banget aku sama calon anak kita" Ucap Reyhan menyentuh perut itu untuk pertama kali nya setelah mengetahui tentang kehamilan


"Oh iya? berarti sama calon anak nya doang tapi gak kangen sama ibu nya" Cibir Shinta memajukan bibir nya lima centi meter


"Haha, dasar sensi" Ucap Reyhan tertawa, mungkin untuk kedepannya dia memang harus bersabar untuk menghadapi bumil yang sedang sensi ini


"Alah... gini gini sensi juga gara gara kamu" Ucap Shinta balik


"Tau, makanya sekarang pengen peluk istri dan calon anak kita sepuas nya" Ucap Reyhan membenarkan


"Ck, jelasin dulu loh... aku gak bisa tenang kalau belum tahu semuanya" Ucap Shinta kekeh


"Kan udah jelas jebakan yang, bukti nya aja tadi Evan bawa" Ucap Reyhan


"Bukan masalah jebakan nya, tapi kamu kalau tidur trus dengar langkah kaki aja pasti bangun, masa ini ada wanita tiba tiba tidur di kasur kamu gak tahu?" Ucap Shinta memicingkan mata nya, dia benar benar hafal bagaimana kebiasaan suami nya ketika tidur


"Aku juga gak tahu yang, bangun pagi pagi mau sholat subuh udah kosong, gak ada siapapun di kamar dan ternyata pintu dalam keadaan terbuka" Ucap Reyhan, ya... dia tahu kalau jawaban tadi masih meragukan, terbukti dari Shinta yang masih cemberut


Huft


"Hari hari di sana aku jalani normal seperti biasa sayang, bahkan kita juga selalu video call tiga kali sehari kan?" Ucap Reyhan


Shinta mengangguk sebagai jawaban nya, memang benar jika Reyhan selalu membuat panggilam video call dengan nya di pagi, siang, dan malam hari


"Benar benar seperti biasa, gak ada yang aneh sampai hari terakhir menginap pun gak ada tanda tanda atau curiga sama sesuatu, makanya aku juga kaget waktu ada foto laknat itu yang" Ucap Reyhan


"Masa sih? kok bisa kamu tidur pulas banget sampai gak tahu kalau ada orang masuk?" Ucap Shinta menautkan kedua alis nya


"Jangankan kamu, aku yang mengalami aka heran banget, kok bisa tidur kayak kebo gitu ya?" Ucap Reyhan dengan pikiran nya yang masih menerawang hari hari kemarin saat dia masih berada di luar kota


"Tapi kenapa waktu video call di pagi hari kamu lemes banget sih mas? gak kayak biasanya" Tanya Shinta heran


"Karena asam lambung ku naik sayang, jadi-"


"Tunggu, kamu bilang apa barusan? asam lambung naik?" Potong Shinta merasa ada yang aneh karena suami nya itu sangat rajin menjaga kesehatan, memang bisa saja sih tapi tetap aja aneh bukan?


"Iya, muntah setiap pagi bahkan sampai minum pereda mual" Jawab Reyhan


"Ada di laci meja kerja" Jawab Reyhan dan istri nya yang mendengar hal itu langsung berdiri, kemudian mengotak atik laci meja kerja suami nya


"Warna apa kemasan nya mas?" Tanya Shinta


"Silver sayang" Jawab Reyhan ikut berdiri dan mendekati istri nya


"Ini?" Tanya Shinta memegang obat itu yang terlihat baru di minum beberapa butir saja


"Iya, emang kenapa sih yang?" Tanya Reyhan balik


Shinta menghiraukan pertanyaan suami nya sebentar, lalu mengeluarkan semua butir obat itu hingga berjejeran di meja


Bagi nya terlihat sangat jelas kalau ada yang mengganjal dari obat tersebut


"Hah? setahuku gak ada obat pereda mual kayak gini" Ucap Shinta mengernyitkan dahi nya, dia apoteker dan hafal dengan yang nama nya jenis obat obat an, hal itu sudah biasa bagi pandangan mata nya


"Maksud kamu? ini bukan pereda mual?" Tanya Reyhan


"Kemungkinan, dari warna nya aja udah kelihatan beda banget mas" Jawab Shinta


"Trus itu obat apa yang? aku udah minum beberapa kali" Tanya Reyhan bingung


"Aku gak bisa tahu tentang obat ini kecuali menguji nya di laboratorium, emang kamu kenapa bisa mual sih? kamu kan pembersih bahkan enggan makan jajanan sembarangan" Jawab Shinta sekaligus bertanya balik


"Ya mana aku tahu yang, pokok nya setiap pagi selalu mual tapi begitu pulang kesini udah gak mual lagi" Jawab Reyhan menjelaskan


Eh... Shinta baru sadar kalau mungkin mual yang di alami suami nya adalah kehamilan simpatik, pantas saja dia tidak pernah mual sama sekali selama Reyhan pergi keluar kota, ternyata ada yang menggantikan nya


"Ada lab gak ya di sekitar sini? dan kalau ada gimana caranya aku masuk kesana?" Tanya Shinta karena obat itu hanya bisa di identifikasi kandungan nya melalui laboratorium


"Ada, Rendra kan memimpin perusahaan farmasi dan pasti ada lab di sana" Jawab Reyhan sembari membuka ponsel nya


"Apa aku boleh masuk kesana? gak ada cara lain lagi kecuali kita masuk ke lab untuk menguji benda kecil ini" Tanya Shinta mengantongi beberapa butir obat itu


"Harus nya bisa, aku udah minta bantuan dan semoga Rendra bisa ngasih izin" Jawab Reyhan meletakkan ponsel nya kembali, lalu menatap sang istri dalam dalam


"Apa?" Ucap Shinta yang tiba tiba gugup dengan tatapan itu, padahal mah mau ngapain aja juga halal, iya gak?


"Apa nya yang apa?" Tanya Reyhan balik yang menurut istri nya itu sangat menyebalkan


"Mau ngapain sih?" Tanya Shinta memundurkan langkah nya, begitu pula Reyhan yang semakin maju sampai istri nya terduduk di kursi kebesaran nya yang selama ini di gunakan untuk bekerja


"Mau ngapain? terserah aku, kamu harus bayar denda karena seharian pergi yang" Jawab Reyhan mendekatkan wajah nya

__ADS_1


"Bayar? kamu kan punya uang lebih banyak dari pada aku" Ucap Shinta meletakkan tangan nya di pundak itu karena berniat menghindar dengan mendorong sedikit


"Siapa yang bilang uang? aku bukan mau uang tapi yang lain" Ucap Reyhan disertai tatapan khas nya yang mana Shinta sudah mengerti dengan hal itu


Dia memejamkan mata dan menyandarkan kepala saat kedua tangan kekar Reyhan benar benar mengunci nya, begitu pun badan yang gagah itu tengah membungkuk berhadapan dengan nya, satu di kepala sebelah kiri, dan satu tangan lagi di sebelah kanan


"Aku mencintai mu, aku tidak pernah menghianati pernikahan yang kita jalani, aku selalu menjaga ucapan dan sikap ku" Ucap Reyhan membuat pengakuan yang sangat tulus dari dalam hati nya sambil menatap wanita pujaan hati yang sedang memejamkan mata


Shinta membuka mata dan langsung bertemu dengan sorot mata yang biasa tegas tapi sangat lembut jika berhadapan dengan nya "Aku tahu" Ucap nya dengan tangan yang terulur lalu mengelus kedua pipi suami nya


"Sayang, dari awal kita menikah mas selalu berdo'a, semoga pernikahan ini adalah yang pertama dan terakhir kali nya. Semoga kamu satu-satunya pasangan ku, begitupun semoga aku juga pasangan mu, di dunia ilal surga sayang" Ucap Reyhan tersenyum


"Amin... aku juga berdo'a demikian dan apapun yang terjadi semoga kita bisa menyelesaikan nya" Ucap Shinta membalas dengan senyum yang selalu membuat hati Reyhan meleleh jika melihat nya


Ia mengecup semua bagian wajah cantik iti tanpa terlewat satu sisi pun, wanita yang dia cintai dan yang dia rindukan sudah kembali, tidak mungkin dia diam saja dan lebih memilih untuk menikmati waktu yang sedang berpihak pada keduanya


Sembari memegang perut istri nya, Reyhan mengucap


وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ اَزْوَاجِنَا وَذُرِّيّٰتِنَا قُرَّةَ اَعْيُنٍ وَّاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ اِمَامًا


“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami, pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Al Furqan ayat 74). Melalui doa tersebut, kita memohon kepada Alloh Swt agar dijadikan pasangan suami istri dan keluarga yang sakinah.


"Usia berapa kehamilan mu sekarang sayang?" Tangya Reyhan


"Empat minggu, memang masih kecil tapi seiring berjalannya waktu dia akan tumbuh nanti" Jawab Shinta yang di angguki suami nya, Reyhan tahu kalau perut istri nya masih belum terlihat hamil tapi dia bisa merasakan jika ada sebuah tonjolan saat ia mengusap perut itu dengan tangan nya


Entah sejak kapan tangan kekar itu menjalar kemana mana, tidak munafik sih karena nikmat bagi wanita yang sudah menikah seperti Shinta dan kegiatan itu memang menjadi kebutuhan biologis bagi pasangan suami istri


Ingat guys! bagi yang sudah menikah dan kalau belum, lebih baik jangan coba coba karena kata ibuk hal seperti itu yang akan di rugikan adalah pihak wanita. Jadi lindungi dan jaga diri kalian :)


"Tunggu" Cegah Shinta saat hijab nya hampir saja terlepas dan tangan itu menyusup ke dalam pakaian nya


"Kenapa sayang?" Tanya Reyhan dengan nafas memburu dan tatapan bingung nya


"Jangan sekarang, aku belum nanya tentang hubungan saat kehamilan karena hal itu juga bisa membahayakan janin" Jawab Shinta sesuai apa yang dia tahu


"Trus nasib ku?" Tanya Reyhan dengan ekspresi polos nya, hooo perjuangan juga ternyata jika ingin menjadi seorang ayah


"Ya puasa dong, sesuai kehidupan kalau ada senang maka ada juga yang nama nya susah" Ucap Shinta dengan senyum ejekan nya, suka sekali dia menggoda suami nya ini


"Sampai berapa lama?" Tanya Reyhan


"Em... sembilan bulan" Jawab Shinta ngawur, mana mungkin puasa selama itu


"Kamu pikir aku percaya?" Ucap Reyhan lalu menggelitiki badan itu hingga istri nta tertawa terpingkal pingkal


"Haha... yaudah nanti aja nanya aman nya gimana, sekalian waktu periksa" Ucap Shinta menghentikan tangan yang sedang menggelitiki nya


"Janji ya?" Ucap Reyhan, jangan sampai istri nya jahil lagi nanti


"Iya, sekarang mending kamu mandi deh, bau acem" Ucap Shinta menutup hidung nya


"Enak aja aku selalu wangi loh yang" Ucap Reyhan tidak terima


"Wangi tapi kamu belum mandi kan?" Tebak Shinta merasa filing nya tepat kali ini


"Kok tau?" Tanya Reyhan, tuh kan...


"Filing calon ibu, udah sana buruan mandi" Jawab Shinta memaksa


"Tapi aku banyak kerjaan loh sayang" Ucap Reyhan yang entah kenapa menjadi jorok dan malas mandi pagi ini


"Kalau gak mau mandi, aku gak akan mau di cium lagi sama kamu" Ucap Shinta mengeluarkan ancaman maut nya, jika tidak begitu maka suami nya akan menolak nanti


Astaga... jatah aja di tunda, masa cium juga gak boleh? akan jadi seperti apa hidup nya nanti? "Iya nih aku mandi, sekalian bersihin ingus kamu" Ucap Reyhan menunjuk jas yang dia gunakan tepat di bagian bahu


"Itu hadiah dari aku namanya" Ucap Shinta terkekeh


Sembari menunggu Reyhan mandi, Shinta yang sedang tidak ada kerjaan ini pun sementara melihat apa yang sedang suami nya kerjakan di komputer


Banyak sekali dokumen atau apalah yang membuat otak nya berfikir kemana mana, tapi yang lebih membuat nya berfikir adalah ada beberapa surat pemutusan kontrak kerja sama dan penarikan saham yang sudah suami nya setujui


Kasihan Reyhan, ini adalah dampak dari masalah yang kali ini belum selesai, dia juga turut andil dan maka dari itu ia harus mencari tahu dan menyelesaikan semuanya bersama secepat mungkin


"Alina... Alina... Alina... Alena" Gumam Shinta sembari mengetuk ngetuk meja, entah kenapa di bagian akhir menjadi nama Alena, sekretaris Bian yang ia pun tidak tahu bagaimana keadaan gadis itu sekarang, tapi detik kemudian


"Tapi... Alina Lee, Alena Lee" Gumam nya lagi merasa ada kesamaan nama keluarga di keduanya, dia baru sadar akan hal itu


*Apa? apa mungkin Alena Lee itu adik dari Alina Lee? pelaku foto itu?* Batin Shinta bertanya tanya, jika iya maka kemungkinan orang yang membocorkan identitas nya adalah Alena, tapi... dari mana gadis itu bisa tahu tentang identitas nya yang bersangkutan dengan zeze grup?


"Ehem... emang kamu bisa ngerjain itu yang?" Ucap Reyhan yang tiba tiba sudah berdiri di hadapan meja kerja dan hanya memakai bathrobe saja, dia melihat kalau istri nya beberapa kali membaca tentang pekerjaan milik nya


"Bisa dong, kamu ngeremehin aku ya?" Jawab Shinta mendongak ke atas, tumben cepat sekali mandi nya sang raja ini?


"Enggak, tinggalin aja benda kotak itu dan lebih baik bantu aku mandi" Ucap Reyhan mengedipkan mata nya, dia hanya tidak mau kalau Shinta sampai memikirkan masalah kontrak kerja sama beberapa kolega dengan nya


"Dasar genit"


Bersambung


Kenapa beberapa kali ada hadist atau sebuah ayat yang saya sematkan? islam itu indah, segala sesuatu telah ada aturan nya, saya hanya ingin membagi hal dan berharap bisa menjadi refrensi kita semua, semoga kita juga bisa mengambil dari sisi posisif nya. Salam 6 agama karena toleransi itu baik😊

__ADS_1


Peluk jauh juga dari bocah jomblo ini👋😹 eh bukan jomblo deh, tapi single😜


__ADS_2