Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
96.Selfie


__ADS_3

"taraaa.... " ucap sisil girang sambil berdiri dari duduk nya mengangkat tangan nya ke atas untuk menunjukkan barang yang dikeluarkan shinta dari dalam tas nya tadi


"buat apa sayang?" tanya jannah heran yang memang belum tahu


"di tempelin ke muka om dong" jawab bocah itu enteng dengan senyum manis nya


"allohu akbar.. " ucap reyhan juga rendra kompak saat mendengar jawaban sisil


sedangkan shinta hanya terkekeh ketika melihat ekspresi dua laki-laki itu


*pink?...* batin reyhan menggelengkan kepala nya


bagaimana bisa mereka tidak kaget jika benda yang dipegang sisil adalah stiker satu set berisi macam macam stiker, ada hello kitty, princess, dan banyak lagi yang semuanya serba warna pink


"shin" panggil jannah menaikkan alis nya


"bukan gue ya" jawab shinta mengelak yang paham dengan kode sahabat nya itu, sedangkan sisil..dia langsung berjalan dan duduk di tengah tengah kedua om nya


plek..


tanpa basa basi, bocah itu langsung menempelkan stiker di wajah reyhan juga rendra barengan


"bagus.. " ucap sisil memberikan dua jempol nya


"ampun sayang.. " ucap reyhan memelas dengan tangan nya menangkup kedua pipi bocah itu


"udah ya? ini aja ya?" tanya rendra memohon yang justru dibalas gelengan kepala oleh sisil


"hahaha.. " dua gadis yang menyimak dari tadi pun hanya bisa tertawa


"aku tau ini rencana kamu" ucap reyhan memajukan bibir nya yang kemudian justru dibungkam oleh tangan sisil


"sst.. ini mau nya sisil kok" ntah dari mana bocah itu pandai sekali bersandiwara di depan reyhan hanya karena rencana dengan tante nya tadi


shinta hanya mengedipkan sebelah mata nya pada reyhan tanda mengkode 'aku menang... wlee' dan tak lupa dengan senyum manis nya tapi penuh dengan kejahilan


reyhan kemudian membalas tatapan itu dengan memicingkan mata nya seakan bilang 'awas aja kamu ya...' , shinta hanya terkekeh dengan tatapan reyhan barusan


"ini rencana kamu ya?" tanya rendra yang ikut ikutan mencebikkan bibir nya


"bukan om ren.. ini maunya sisil!" jawab bocah itu tidak terima jika rendra menuduh jannah


"yaudah deh..tapi cuman ini aja kan?" tanya rendra menunjuk satu stiker yang sudah tertempel di pipi kiri nya


"no, sampai stiker nya habis dong" jawab sisil menunjukkan stiker milik nya yang masih banyak


huft..


kedua laki laki itu hanya menghela nafas saat wajah tampan masing masing menjadi bahan percobaan tempelan stiker pink oleh gadis mungil itu


sedangkan shinta juga jannah yang hanya mengawasi tak henti henti nya tertawa karena melihat wajah laki laki di depan mereka yang penuh dengan stiker


"tambah ganteng kak" ucap shinta berniat meledek, namun justru yang diledek memberikan reaksi nya yang berbeda

__ADS_1


"jelas ganteng lah.. hot daddy gini masa' jelek?" ucap reyhan dengan pd nya


"hot daddy dari hongkong lo!" cibir rendra


"kalau iri sana.. lamar jannah" ucap reyhan enteng, sedangkan yang disebut nama nya hanya menahan malu dengan pipi merah


"hot daddy?" tanya sisil tiba tiba yang mendengar percakapan mereka


"udah, jangan di dengerin sayang" ucap jannah sebelum keponakan sahabat nya itu bertanya hal yang belum boleh dia ketahui


"udah selesai?" tanya shinta berusaha mengalihkan perhatian bocah itu


"udah" jawab sisil menganggukkan kepala dan memberikan sisa stiker yang tinggal sedikit pada shinta


semua orang yang berada di warung tenda itu ingin sekali tertawa apabila melihat reyhan juga rendra, dua laki laki tampan memakai bando micky mouse yang memang tidak pernah mereka lepas dari tadi, dan wajah bersih yang dipenuhi stiker berwarna pink.. dari dahi, kedua pipi, hidung, hingga rahang mereka


"pfft.. " shinta juga jannah hanya berusaha menahan tawa nya agar tidak meledak lagi


"hahaha.. geli om" tawa sisil tiba tiba saat reyhan menggelitiki badan nya


"jahil kamu ya..ngerjain om" ucap reyhan yang tidak peduli dengan tatapan orang lain pada nya


"iya, kamu jahil karena ngerjain om ren" ufap rendra yang ikut ikutan menggelitiki badan kecil itu


"hahaha.. ampun" ucap sisil dengan mengatupkan kedua tangan nya, namun tetap..kedua om nya itu belum berhenti menggelitiki badan nya


"nanti sisil ngumpol kalau ketawa terus" ucap sisil yang berhasil membuat dua om om itu melepaskan tangan mereka seketika


"haha.. tapi bo'ong" ucap sisil seperti menantang, reyhan juga rendra ingin menggelitiki bocah itu kembali, namun tangan nya berhenti saat mendengar suara yang familiar di telinga nya


"wa'alaikumsalam" jawab mereka kompak


"loh dek, kamu ada disini?" tanya shinta terkejut saat menoleh ke belakang


"kok bisa disini dan?" tanya jannah heran dengan mengerutkan alis nya


"mau pulang kak, tapi ngelihat ada kakak disini, yaudah samperin aja" jawab adib alias ajudan shinta itu sambil duduk bersila di sebelah kakak nya


"gak dinas malam lagi?" tanya shinta


"enggak, libur dulu..mungkin minggu depan mulai dinas malam lagi" jawab ajudan kemudian mengalihkan pandangan nya kedepan


"ini?...." ucap ajudan tercengang saat melihat reyhan yang tersenyum cool ke arah nya meskipun penampilan nya lucu, dan rendra yang tersenyum kikuk karena malu


"itu perbuatan bocah cantik keponakan kamu" ucap jannah terkekeh


"hai om, bagus kan mahakarya sisil?" ucap bocah itu sambil memamerkan wajah reyhan juga rendra


"bwahahaha... bagus sayang" jawab ajudan dengan tertawa terbahak bahak yang membuat rendra semakin kikuk


"sisil gitu loh.. " ucap bocah itu bangga dengan menepuk dada nya sendiri


"udah udah, foto yuk!" ajak jannah yang membuat dua laki laki itu melotot seketika, apalagi rendra, reyhan memang tidak masalah jika wajah nya penuh dengan stiker pink, namun untuk foto dan dijadikan kenang kenangan? itu pasti akan membuat nya malu

__ADS_1


"aku-" ucap reyhan terhenti


"udah janji!" potong shinta mewanti wanti membuat reyhan diam dan terpaksa menyetujui


"ren.." panggil jannah dengan sedikit penekanan


"iya iya, ayo foto" ucap rendra setuju sebelum jannah ngambek lagi


"pakai ponsel ku aja, nih" ucap shinta memberikan ponsel nya pada ajudan karena posisi ajudan memang baik digunakan untuk selfie dikarenakan cahaya lampu yang mendukung


"oke, 3..2..1" ucap ajudan sambil memegang ponsel shinta untuk selfie dengan semua orang


cekrek!


"jelek ih.. kalian gak senyum" protes jannah saat melihat hasil selfie mereka


"ulang ulang" uvap shinta kembali memberikan ponsel nya pada ajudan, dan mengulang beberapa kali selfie sampai hasil nya benar benar bagus


"gini kan bagus.." ucap jannah saat melihat hasil nya


"cocok tuh kak buat jadi model" ucap shinta mengomentari reyhan dengan tangan yang sedang mengirim pesan pada seseorang


"model iklan sianida kali shin" celetuk rendra yang membuat reyhan memberikan tatapan tajam nya


"racun tampan" ucap reyhan membela diri nya sendiri


"huek...pengen muntah gue" ucap rendra membungkam mulut nya


"tante ngapain senyum senyum?" tanya sisil yang melihat shinta tersenyum sambil menatap ponsel nya


"ngapain kak?" tanya ajudan yang tidak mau melirik ponsel shinta karena menurutnya ponsel itu hal privasi


"gak papa" jawab shinta yang sebenarnya sedang membaca balasan pesan dari mama riana


mama riana💗


📩: [foto] "maaf ma, sekali sekali boleh kan ya dikerjain dikit" pesan ahinta dengan mengirim foto mereka barusan


📩: hahaha, kerjain aja sayang, mama dukung kamu, sekali sekali biar muka rere kayak panci pink mama, gak kayak kanebo pak jojo terus😂


📩: "mama bisa aja" balas shinta


*kak rey dikatain mirip panci pink sama mama* batin shinta terkekeh geli kemudian meletakkan ponsel nya


"ngapain ngelihatin aku?" tanya shinta heran saat pandangan mata mereka kompak menuju pada nya


"tadi siapa?" tanya reyhan penasaran


"nanti juga kamu tau sendiri" jawab shinta enggan memberi tahu jika tadi yang bebalas pesan dengan nya adalah mama riana


*gak mungkin kalau laki laki kan?* batin reyhan berpikir sambil menautkan alis nya


bersambung

__ADS_1


maaf telat update, author lagi pusing sama masalah yg datang menimpa di kehidupan real life😹 semoga kalian ttp sehat dan setia nuggu in cerita gaje ini ya..


salam dari author❤


__ADS_2