Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
144.Serba salah


__ADS_3

Malam pun menghampiri, saat orang tua Reyhan sudah pulang, Shinta lebih memilih rebahan wenak di ranjang karena perut nya sedari tadi terasa sakit, nyeri yang sudah biasa ia rasakan selama masa haid, tapi tetap lumayan menyakitkan dan membuat tenaga nya menurun drastis


Dimana Reyhan? dia masih di dapur dan entahlah apa yang sedang dia lakukan pun Shinta juga tidak tahu


*Kalau udah gini mood ku buruk banget* Batin Shinta mengingat dulu betapa cerewet nya dia saat meminta makanan pada ajudan dalam keadaan pms


Beberapa menit kemudian Reyhan menyusul ke kamar dengan membawa kantong kompres yang berisi air hangat


"Sayang, balik badan dulu" Ucap Reyhan duduk di tepi ranjang dan melihat istri nya sedang tengkurap sambil menenggelamkan wajah nya di bantal


"Hmm... gak mau" Ucap Shinta yang terdengar seperti gumaman


"Kalau kamu tengkurap malah tersumbat ngeluarin nya" Ucap Reyhan memberi tahu


"Enak gini" Ucap Shinta lebih nyaman tengkurap untuk meredakan nyeri nya karena pad terapi hangat untuk haid milik nya sudah habis dan tadi ia pun lupa membeli lagi


"Makanya ini di coba dulu, siapa tau bisa jadi pereda nyeri" Ucap Reyhan memegang pundak itu dan membalikkan tubuh istri nya, menyingkap ke atas piyama yang di kenakan, kemudian meletakkan kompres tadi di atas perut bagian bawah


"Jangan di liatin terus, kamu harus puasa ya" Ucap Shinta kala pandangan suami nya justru mengarah ke perut nya


"Iya..." Ucap Reyhan pasrah sambil menutup piyama itu kembali


"Kok cuman satu?" Tanya Shinta


"Kan di internet cuman nyuruh kompres di bagian perut aja sayang" Jawab Reyhan


"Harus nya dua dong, satu nya buat di pinggang bagian belakang juga nyeri" Ucap Shinta yang memulai cerewet nya dan di sini lah kesabaran Reyhan mulai di uji....


"Aku gak tau, yaudah biar aku pijit aja pinggang nya" Ucap Reyhan menelusupkan tangan nya di pinggang sang istri, lalu memijat nya perlahan


"Gimana? udah mendingan?" Tanya Reyhan


"Lumayan, tapi lebih enak pakai pad mas" Jawab Shinta


"Kenapa tadi gak beli sekalian? kamu tadi keluar kan?" Tanya Reyhan


"Aku lupa mas, namanya juga manusia, apalagi aku juga gak tau kalau datang nya lebih awal" Jawab Shinta merembet kemana mana, padahal mah ya tinggal jawab aku lupa, udah gitu aja beres


"Mana laper lagi" Gumam Shinta yang masih terdengar jelas di telinga suami nya


"Laper? mau makan gak?" Tanya Reyhan karena tadi Shinta hanya menemani nya duduk di meja makan tanpa ikut makan


"Kamu mau bikin aku gendut ya? malam malam gini" Jawab Shinta menunjuk jam yang sudah berada di angka 10


Huft...


"Kan kamu bilang nya laper, siapa tau mau makan sayang" Ucap Reyhan


"Makan nasi itu di bawah jam sembilan malam mas, kamu beneran mau bikin aku gendut?" Tanya Shinta


"Enggak tuh" Jawab Reyhan menggelengkan kepala nya


"Bohong, kamu mau bikin aku gendut kan? biar kamu bisa lirik lirik sekretaris kamu?" Ucap Shinta


"Enggak sayang, lagi pula aku juga gak punya sekretaris perempuan" Ucap Reyhan


"Beneran? gak bohong?" Tanya Shinta memastikan


"Enggak, Evan aja udah multifungsi" Jawab Reyhan enteng karena Evan yang mengurus segala keperluan kantor dan pribadi nya


"Oh... berarti kalau pak Evan perempuan bakal kamu lirik gitu? dasar buaya" Ucap Shinta mengerucutkan bibir nya


"Astagfirullah... enggak sayang beneran deh, kamu aneh banget pertanyaan nya" Ucap Reyhan heran


"Sebel aku tuh" Ucap Shinta kesal sambil bersedekap dada


"Sebel kenapa sayang?" Tanya Reyhan


"Sebel aja kalau ingat wanita wanita yang suka goda in suami orang, padahal memandang yang bukan mahram aja udah dosa, nah kalau jadi walimmi? naudzubillah..." Jawab Shinta mengelus dada nya sendiri


"Walimmi apa?" Tanya Reyhan tidak paham


"Wanita maling suami" Jawab Shinta


"Dapet kata singkatan dari mana kamu?" Tanya Reyhan


"Dari Lala" Jawab Shinta


"Emang perempuan kalau udah nongki yang di bahas pasti laki laki ya?" Tanya Reyhan penasaran

__ADS_1


"Dan kamu kalau nongki pasti bahas perempuan ya?" Tanya Shinta memicingkan mata nya dan membalik kata kata Reyhan barusan, tuh... kan kena lagi


"Gak pernah, aku biasa bahas masalah kerjaan" Jawab Reyhan merebahkan tubuh nya di samping sang istri dan memeluk tubuh yang lebih kecil dari nya itu seperti guling


"Masa kerjaan doang?" Tanya Shinta


"Ya kadang juga tentang fitnes, atau hobi masing masing" Jawab Reyhan


"Kamu kalau main golf pernah sama perempuan gak?" Tanya Shinta yang sudah tau jika Reyhan hobi bermain golf


"Gak pernah, aku risih" Jawab Reyhan


"Berarti kamu gak mau main golf sama aku dong? yaudah lah kalau gak mau" Ucap Shinta


"Kamu pengecualian, jawaban tadi kan bahas sebelum aku menikah sayang, kapan kapan kita bisa main golf bareng kalau aku ambil cuti nanti" Ucap Reyhan sedang berusaha sabar untuk menghadapi mood istri nya yang tengah meledak ledak


"Awas kalau cuman omong kosong doang! makasih juga buat kompres nya" Ucap Shinta, ia tidak bisa membalas pelukan sang suami karena sedang memakai kompres


"Sama sama sayang" Ucap Reyhan tersenyum sembari membelai ramput panjang itu


"Oh iya, tadi Jannah bilang kalau dia mau menikah" Ucap Shinta menceritakan hal apa saja yang ia lakukan saat berkumpul tadi


"Udah tau" Ucap Reyhan membuat sang istri langsung mengernyitkan dahi nya


"Kapan kamu tau?" Tanya Shinta heran


"Beberapa hari yang lalu Rendra yang cerita" Jawab Reyhan


"Kok gak ngasih tau aku?" Tanya Shinta lagi


"Aku kira kamu udah tau, Rendra juga bilang kalau Jannah bakal ngasih tau kamu nanti" Jawab Reyhan


"Ya kan kamu udah tau beberapa hari yang lalu, kenapa gak ngasih tau? kan aku juga kepo" Ucap Shinta tidak terima


"Kalau aku ngasih tau, nanti Jannah marah" Ucap Reyhan tidak tahu jika ucapan nya dapat mengundang serigala yang sedang jinak


"Oh... jadi kamu peduli sama perasaan emosi wanita lain gitu?"


Allohu akbar.... Reyhan benar benar merutuki dirinya sendiri yang ngasal kalau ngomong hingga membuat serigala ganas nya bangkit, harus nya tadi di pikir dulu jawaban apa yang paling tepat untuk seorang istri yang sedang sensi


"Iya kan? udah ah jangan sentuh sentuh!" Sambung Shinta menepis tangan sang suami yang melingkar di tubuh nya


"Darimana kamu tau kalau Jannah mau bikin surprise?" Ucap Shinta ada aja yang di tanyakan, dan... jelas Reyhan jadi serba salah disini


"Dari Rendra, dia yang cerita" Ucap Reyhan bangun dari tidur nya hingga menjadi posisi duduk


"Kamu beneran gak mau nyentuh aku lagi ya?" Tanya Shinta nenatap sendu


"Tadi katanya gak boleh" Cibir Reyhan tersenyum miring, gak tau aja dia kekuatan wanita kalau lagi adu argumen itu gimana


"Ohh yaudah kalau gak mau" Ucap Shinta memiringkan badan berniat membelakangi suami nya, fiks Reyhan kalah telak


"Bercanda sayang, ini mau ambilin minuman kamu, tadi aku bikin" Ucap Reyhan memberikan satu gelas matcha hangat minuman kesukaan istri nya


"Kamu yang bikin?" Tanya Shinta memegang gelas itu


"Iya, enak gak?" Tanya Reyhan balik


"Enak banget, makasih" Jawab Shinta tersenyum, kadang dia merasa malu pada diri sendiri ketika sadar apa saja kelakuan dan sifat nya saat tengah mendapati tamu bulanan


"Habis ini tidur ya" Ajak Reyhan dan Shinta pun mengangguk sebagai jawaban nya


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Dua bulan menjalani bahtera rumah tangga, memang terbilang masih muda, semua bukan di nilai dari berapa lama, tapi komitmen mengarungi cinta berdua dalam ridho nya


Sesuai kesepakatan kalau mereka akan membuat kue berdua, ya walaupun dapur berantakan karena Reyhan yang banyak tingkah, entah menghamburkan tepung ataupun mengoles oles wajah Shinta dengan whipped cream seperti anak TK yang sore sore mau berangkat ke TPQ


"Mas Rey udah lah jangan di gangguin terus aku nya" Ucap Shinta menepis tangan yang sedari tadi menempel di perut nya


"Siapa yang ganggu in? aku kan cuman diem aja sayang" Ucap Reyhan mengelak


"Diem apanya orang kebanyakan tingkah kayak batita juga" Ucap Shinta menggelengkan kepala nya


Waktu yang mereka habiskan terasa begitu berharga, hingga setitik momen rasa nya seperti emas, ingin di simpan dalam memori selama nya, seperti ratusan berlian yang ada di dalam brankas


"Yeyeye..." Ucap Shinta bersorak ria kala kue buatan mereka sudah jadi


"Bagus kan?" Tanya Shinta meminta pendapat tentang tulisan yang dia buat di atas kue

__ADS_1


"Harus nya bukan Reyhan doang, tapi Reyhan ganteng" Ucap Reyhan dengan pede menjawab pertanyaan istri nya


"Narsis" Cibir Shinta heran, ia kemudian meletakkan kue yang sudah jadi di atas meja, ya... kue yang bentuk nya lebih familiar dan manusiawi dari pada yang kemarin haha


"Bentar, aku mau ngambil sesuatu dulu" Ucap Shinta melepas apron yang ada di tubuh nya, kemudian masuk ke dalam kamar dan keluar dengan membawa satu kotak kecil


"Ini buat kamu mas" Ucap Shinta menyerahkan kotak kecil itu


"Ini apa? kenapa harus ngasih?" Tanya Reyhan mengerutkan alis nya dan memandangi kotak kecil itu


"Kenapa? ya... karena selama ini aku belum pernah kasih kamu sesuatu, dan kalau kau tau langsung buka aja" Jawab Shinta memang benar ada nya


Reyhan membuka nya, dan dapat dilihat ada kancing baju dengan berbagai warna yang juga terdapat Inisial nama RyW di permukaan nya, sudah pasti Shinta sendiri yang menggambar kancing itu dan memesan pembuatan nya pada butik Laila


"Kancing baju?" Tanya Reyhan


"Iya, kamu bisa pakai kancing itu di baju kamu" Jawab Shinta menganggukkan kepala nya


"Aku suka, makasih ya... nanti aku mau ganti semua kancing pakaian ku pakai yang ini" Ucap Reyhan


"Ya gak gitu ju-


"Terserah aku dong, kan ini udah jadi punya ku sayang" Potong Reyhan sebelum Shinta mengatai diri nya lebay


"Iya iya... "


"Kamu tau gak ini jari apa?" Tanya Reyhan menunjukkan salah satu jari nya


"Jari manis" Jawab Shinta


"Kalau ini?" Tanya Reyhan lagi menunjukkan jari nya yang lain


"Jari kelingking" Jawab Shinta


"Nah kalau ini?" Tanya Reyhan lagi terus mengganti jari yang ia tunjukkan


"Apa sih? aku bukan anak TK, jari jempol itu" Jawab Shinta kesal karena merasa jika sang suami sengaja menggoda nya


"Yang ini bukan jari manis lagi nama nya" Ucap Reyhan menunjukkan jari manis nya yang terdapat cincin pernikahan mereka


"Kok bisa?" Tanya Shinta bingung


"Karena manis nya udah di ambil sama kamu" Jawab Reyhan


"Gombal ih" Ucap Shinta dengan wajah memerah, sejak kapan sang suami pandai bergombal ria ini?


"Itu kenyataan sayang" Ucap Reyhan tidaj terima jika di katai gombal


"Iya iya aku percaya, mending sekarang kita makan kue nya" Ucap Shinta memotong kue itu dan makan berdua meskipun keadaan wajah keduanya masih sama sama penuh dengan celotengan tepung


๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


Hari ini kedua pasutri sedang bersiap di walk in closet untuk menghadiri akad nikah Rendra dan Jannah, ya mereka menentukan jangka waktu satu bulan untuk pernikahan setelah lamaran kemarin, tidak ingin lama lama karena lebih cepat juga lebih baik kata orang tua


"Sayang, kamu bisa bantuin aku gak?" Tanya Reyhan pada sang istri yang sedang menggunakan make up tipis


"Hmm? bantuan apa?" Tanya Shinta menatap suami nya sebentar lalu fokus lagi pada wajah nya


"Gagalin malam pertama Rendra" Jawab Reyhan


Huek...


Shinta yang mendengar hal itu langsung mual dan membekap mulut nya sendiri


"Loh... kamu kenapa sayang? sakit?" Tanya Reyhan panik dan memegang pipi Shinta


"Kamu jangan aneh aneh deh, gak baik loh gagalin malam pertama orang" Ucap Shinta setelah melepas bekapan tangan dari mulut nya sendiri


"Tapi kan Rendra juga yang ngerjain kita tentang kecoa dulu" Ucap Reyhan memberi alasan


"Ish... kamu pendendam ya" Ucap Shinta menggelengkan kepala kemudian berlari menuju kamar mandi karena mual yang dia rasakan semakin menjadi jadi


Tok tok tok!


"Sayang, kamu gak papa kan? aku dobrak kalau kamu gak jawab" Tanya Reyhan mengetuk pintu kamar mandi dari luar, dia tidak bisa masuk karena istri nya sudah mengunci pintu itu


"A-aku gak papa mas, kayak nya asam lambungku naik" Sahut Shinta dari dalam


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2