Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
14.Firasat


__ADS_3

"lila?" ucap shinta


"lila siapa?" tanya jannah


"eh lila itu ya gue lah" jawab Laila dari video call nya


"kok bisa nama lo berubah jadi lila?" tanya shinta


"bisa, nanti gue bikinin hajatan buat perubahan nama gue" ucap laila sambil terkekeh dan berusaha menetralisir rasa gugup nya


"siapa yang manggil lo lila?" tanya jannah


"eh anu, udah dulu ya gue ada urusan" ucap laila gugup ingin memutus sambungan video call nya


"inget! lo ada utang ya sama kita" ucap jannah cepat sebelum laila mematikan video call nya


"hutang apaan?" tanya Laila tidak mengerti


"utang penjelasan" jawab shinta


"iya, nanti deh kapan kapan gue jelasin, bye" ucap Laila dan tit!, video call dimatikan


"kok gue kayak pernah denger suara cowok tadi ya, tetapi di mana?" ucap jannah bertanya tanya pada dirinya sendiri


"gue juga gak asing sama suaranya" ucap shinta


"tuh kan bener" ucap jannah


"apanya yang bener?" tanya shinta


"kalo kita gak asing sama suaranya, berarti kita pernah bertemu dan pastinya kenal sama cowok tadi" ucap jannah


"ya bisa jadi sih" ucap shinta sambil meminum teh matcha kesukaannya


"itu kayak suaranya andrew" ucap jannah tiba tiba dan mengagetkan shinta yang sedang minum


brushhhh


"uhuk uhuk uhuk" batuk setelah shinta menyemburkan minumannya tadi


"shin, lo kenapa?" tanya jannah kaget sambil menepuk nepuk punggung shinta


*gue lupa kalau lala kan emang kelihatannya suka sama andrew, jadi ya gak heran kalau suara tadi mirip andrew* batin shinta


"kaget gue" ucap shinta sambil mengambil tisu untuk membersihkan mulutnya juga matcha semburan nya di meja


"kaget ya gak gitu juga kali shin" ucap jannah

__ADS_1


"ya maaf, refleks tadi" ucap shinta


"eh, tetapi bener kan kalau suara tadi mirip sama andrew" ucap jannah


"iya, itu suara andrew, meskipun gue baru sekali ketemh pas makan malam bereng, tapi gue masih inget sama suaranya" ucap shinta


*gue yakin banget itu suara andrew* batin shinta


"ya sama gue juga" ucap jannah


"yaudah lah tunggu biar lala cerita sendiri ke kita, itu juga privasi dia kan" ucap shinta tidak ingin ambil pusing


"iya juga" ucap jannah


"toh dia juga udah dewasa, pasti ngerasain yang namanya jatuh cinta, telfonan sama dia, dan masih banyak lagi" ucap shinta berniat ingin menyindir jannah, dan jannah? tentu saja paham jika dia sedang di sindir


"iya, gue paham kok, pasti lo lagi nyindir gue kan?" ucap jannah sambil menaik turunkan alisnya


"hhaha, lucu banget sih kalo liat sahabat sahabat gue pada jatuh cinta dua dua nya" ucap shinta sambil tertawa geli


"ketawa aja terus" ucap jannah cuek dengan pipi yang ngeblush


"hahah" tawa shinta


"kok dilanjutin sih ketawa nya?" tanya jannah kesal


"ish, nanti lo juga pasti bakal ngerasain hal yang sama" ucap jannah


"iya nanti kan masih lama" ucap shinta


"ya gue tau, dan pasti itu bakalan terjadi" ucap jannah


"gue juga tau kok" ucap shinta


"gak sabar gue pengen liat shinta jatuh cinta" ucap jannah terkekeh geli, bahkan dia sedang membayangkan gimana nanti shinta pas jatuh cinta


"ngehalu nya jangan jauh jauh" ucap shinta sambil mengusap wajah jannah dengan telapak tangannya


"ish, mengganggu haluan ku saja" ucap jannh


"biarin, habisnya lo pasti ngehalu in gue kan" ucap shinta


"tau aja lo, gue do'a in deh, supaya lo berjodoh sama rey nanti" ucap jannah lirih agar tidak kedengaran shinta


"apa lo bilang?" tanya shinta sambil menatap jannah dengan tajam


"gue gak bilang apa apa kok" jawab jannah

__ADS_1


"gue denger semuanya ya" ucap shinta


"masa' sih? padahal gue ngomongnya pelan" jawab jannah keceplosan


"tuh kan bener, lo do'a in gue supaya berjodoh sama rey kan" ucap shinta


"iya, hhehe" jawab jannah terkekeh sambil menjauh dari shinta


*firasat gue gak enah nih* batin jannah


"woi, cabut gak do'a lo barusan" ucap shinta


"gak mau" jawab jannah


"cabut atau.... " ucap shinta belum selesai karena jannah memotong ucapannya


"kabur..... " ucap jannah sambil berlari ke arah tangga


"jan, jangan lari sebelum lo cabut do'a lo barusan" teriak shinta sambil berlari ingin mengejar jannah


"gue gak bakal mau" jawab jannah dan naik ke kamarnya


sedangkan shinta? dia berhenti mengejar jannah dan terduduk di lantai depan tangga karena badannya tiba tiba lemas, ini salah satu efek jika imun nya menurun


*aduh, kok dada gue sakit banget ya* batin shinta sambil memegangi dada nya


Kamar jannah____


"ni anak ke mana? biasanya dia pasti gak akan berhenti ngejar sebelum gue ketangkap" ucap jannah


*kok firasat gue makin gak enak aja ya* batin jannah heran


10 menit kemudian


"tuh kan lama, yaudah gue ke bawah aja deh" ucap jannah sambil membuka pintu kamar berniat menemui shinta, dan saat sampai di ujung tangga


"astaga shintaaaa" teriak jannah


BERSAMBUNG


___________________________________


tinggalkan jejak!


like, vote, dan komen ya kakak kakak yang baik hati💞


terima kasih🙏

__ADS_1


__ADS_2