
dua minggu kemudian
saat ini shinta sedang makan siang di taman rooftop, semenjak kejadian sindir menyindir dengan dara, dia lebih suka makan sendiri di taman, karena adem menurut nya, bukan hanya karena adem, tapi juga untuk menghindar dari reyhan
"apa bener yang di bilang sama elin? tapi gue gak siap" ucap shinta berbicara dengan diri nya sendiri sambil mengaduk makanan nya
"emang elin bilang apa?" tanya jannah tiba tiba di belakang shinta
"eh, kok kalian di sini sih?" tanya shinta kaget saat menghadap ke belakang ada reyhan,rendra, juga jannah
"cari suasana baru" jawab rendra sambil duduk di salah satu kursi di depan shinta, di ikuti reyhan
"pertanyaan gue belum lo jawab loh" ucap jannah sambil duduk di samping shinta
"yang mana?" tanya shinta pura pura lupa
"gak usah pura pura lupa deh" jawab jannah
"nanti aja pas di rumah gue jelasin" ucap shinta
*ya kali gue jelasin di sini, nanti yang ada si manusia ngeselin itu denger dong* batin shinta
"kenapa harus di rumah?" tanya jannah
"soal privasi" jawab shinta
"ohh" ucap jannah
*bilang aja kalau kata elin kamu lagi jatuh cinta, gitu aja kok susah* batin reyhan kesal sendiri
"mama nya shinta jadi pulang?" tanya reyhan tiba tiba, karena dia ingat jannah pernah bilang kalau mama nya shinta akan pulang, hanya saja dia lupa kapan
"kenapa bapak nanya?" tanya shinta heran
"biasa lah, mau pdkt sama calmer" ucap rendra yang membuat shinta membulatkan mata nya
"jadi kapan?" tanya reyhan lagi
"mungkin besok" jawab shinta
"ohh, saya mau nanya sama kamu" ucap reyhan
"nanya apa pak?" ucap shinta
"menurut kamu, teman kamu yang bernama reyhan itu kayak gimana sih orang nya?" tanya reyhan, dia sengaja ingin mengetahui bagaimana pendapat shinta soal diri nya
"rey, lo sehat?" tanya rendra heran
"lah bapak kok nanya tentang diri sendiri" ucap jannah
"saya nanya tentang reyhan teman nya shinta, kalau saya kan atasan nya" jawab reyhan
"harus di jawab ya pak?" tanya shinta yang di angguki reyhan
"hmm orang nya itu ngeselin, trus maksa saya buat jadi adik nya" jawab shinta sejujurnya
"hhaha" tawa rendra juga jannah
"jujur banget lo shin" ucap jannah
__ADS_1
"tapi kamu suka kan?" tanya reyhan
"enggak pak" jawab shinta
"kalau gak suka, kok bisa kamu jatuh cinta sama dia?" ucap reyhan yang mengagetkan jannah
"lo jatuh cinta sama reyhan?" tanya jannah histeris
"enggak jan, itu bohong" ucap shinta sambil menatap rey tajam
"elin bilang kalau kamu lagi jatuh cinta" ucap reyhan sengaja agar semua mengetahui nya
"kalau elin bilang saya lagi jatuh cinta, bukan berarti orang yang saya cintai itu reyhan pak" ucap shinta membela diri
*iya juga ya, kalau dia jatuh cinta nya sama orang lain gimana?, gak gak itu gak mungkin* batin reyhan
"jadi itu yang elin bilang?" tanya jannah kaget dan shinta hanya mengangguk
*dasar pembongkar rahasia* batin shinta kesal pada rey
"ahh gue seneng banget shin" ucap jannah sambil memeluk shinta dari samping
"au ah jan" ucap shinta berdiri dan pergi dari taman rooftop
*dia pasti kesel kan* batin reyhan terkekeh
skip jam pulang
"lewat tangga aja deh, itung itung olahraga" ucap shinta karena ruang farmasi ada di lantai 2
"shin, mau ke mana?" tanya jannah
"gue mau lewat tangga" jawab shinta dan keluar ruangan meninggal kan jannah, dia masih sedikit kesal dengan kejadian tadi siang
"akhhhhhhh" teriak shinta saat kaki nya tergelincir dan tubuh nya pun menggelinding ke bawah
"shintaaa" teriak jannah saat baru sampai di depan tangga dan melihat tubuh shinta menggelinding ke bawah
*ahhh sakit* batin shinta usai menggelinding, tubuh nya tergeletak di ujung tangga
"shintaaaa" bukan jannah yang beteriak, melainkan reyhan, dia tadi ingin pulang, namun terkejut karena melihat shinta yang tergeletak di depan tangga
"sakit gak?" tanya reyhan saat dia sudah sampai di depan shinta
"ya sakit lah pak, masih nanya lagi" ucap shinta kesal karena reyhan masih menanyakan hal itu, padahal dia jatuh dari tangga yang cukup tinggi
"shin, lo gak papa?" tanya jannah yang baru sampai di depan shinta
"gak papa" ucap shinta sambil berusaha berdiri, tetapi alhasil tubuh nya malah jatuh lagi
"aduh" ucap shinta saat jatuh, dan tanpa aba aba, reyhan langsung membopong tubuh shinta dengan memegang pundak serta lengan nya
"pak, lepaskan saya" ucap shinta memberontak sambil memukul pelan lengan rey
"kaki kamu terkilir" ucap reyhan
"jangan menyentuh tubuh saya pak, bukan mukhrim" ancam shinta dengan mata yang melotot
"ini dhorurot" jawab reyhan santai dan berjalan ke luar rumah sakit
__ADS_1
"biar saya yang antar shinta, kamu bawa mobil nya shinta" ucap reyhan pada jannah saat mereka sampai di parkiran
"iya" jawab jannah dan segera menuju mobil shinta
"diam di sini" ucap reyhan yang menduduk kan shinta di kursi mobil nya dan memasang seat belt untuk shinta
"lagian mana mungkin aku lari" gumam shinta kesal
"lain kali itu harus hati hati" ucap reyhan yang sudah duduk di kursi kemudi
"bapak yang harus hati hati" ucap shinta
"kok saya?" tanya reyhan
"ya iya lah pak, tadi kita itu jadi tontonan orang orang di rumah sakit" jawab shinta kesal
"kamu malu?" tanya reyhan sambil tersenyum
"jelas saya malu pak, karena urat malu saya belum putus" ucap shinta jutek
"hahahaa" tawa reyhan yang membuat shinta semakin kesal
"sssttt!" ucap shinta sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir, pertanda menyuruh rey untuk diam karena dia mendapat panggilan telepon
π: "assalamu'alaikum" ucap mama riana di telepon
π: "waalaikumsalam, ada apa ma?" ucap shinta saat telepon tersambung
π: "emang mama cuman boleh nelpon kamu pas ada apa apa doang?" tanya mama riana
π: "enggak ma, bukan gitu maksud shinta" ucap shinta
π: "iya iya, mama cuman mau ngabarin kalau mama udah pulang ke indo, cuman mama masih tinggal di bogor" ucap mama riana
π: "hah? jadi mama udah pulang?" tanya shinta
π: "iya sayang" jawab mama riana
π: "ya udah ma, nanti kalau ada waktu, shinta pasti main ke bogor" ucap shinta
π: "emang kamu gak bisa izin satu hari gitu?" tanya mama riana
π: "maaf ma gak bisa, lagian atasan shinta juga galak nya minta ampun ma" ucap shinta yang membuat rey menatap nya dengan tajam
π: "ya udah gak papa, mama matiin dahulu telepon nya, assalamu'alaikum" ucap mama riana
π: "waalaikumsalam ma" jawab shinta dan segera menyimpan ponsel nya
"kapan saya galak?" tanya reyhan yang mendengar obrolan shinta dari tadi
"yang galak itu pak reyhan atasan ku, kalau kamu kan kak reyhan teman ku" ucap shinta enteng
"ya ya, terserah kamu" ucap reyhan dan segera menjalan kan mobil nya menuju rumah shinta
skip sampai rumah shinta
"siapa laki laki itu?" tanya reyhan sambil menunjuk orang yang mau membukakan gerbang rumah
"itu...
__ADS_1
________________________
tinggalkan jejak yuk!β€π€