Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
28.Aneh


__ADS_3

"heheh, shin tadi lo dicariin... " ucap jannah belum selsai karena dipotong oleh shinta


"biarin" potong shinta


"loh gue belum selesai ngomong" ucap jannah


"ngobrol nya di ruang keluarga aja yuk, pegel nih gue" ajak laila sambil menunjuk kopernya


"jangan sekarang deh ngobrol nya, gue ngantuk, besok pagi aja" ucap shinta


"iya deh" ucap jannah


"lo mau tidur di mana la? di kamar tamu?" tanya shinta


"gue gak mau tidur di kamar tamu" jawab laila


"trus di mana?" tanya shinta


"di kamar lo aja kayak biasanya pas di rumah gue kan kita selalu tidur bertiga" jawab laila


"ya udah ayo" ajak shinta ke kamar nya dan istirahat, saat sampai di kamar pun mereka langsung tidur, tidak ada obrolan apapun karena sangat mengantuk


Skip


pagi, setelah mereka salat subuh, mereka menuju dapur untuk membuat sarapan bersama, pastinya di iringi canda dan tawa, setelah memasak, mereka duduk manis di meja makan



"lo serius gak mau makan nasi la? dari tadi malem lo belum makan" tanya shinta


"enggak, nanti siang aja gak papa kok" jawab laila


"ya udah terserah" ucap shinta


"trus lo pulang kapan?" tanya jannah


"lo ngusir?" tanya laila


"enggak, siapa sih yang ngusir? gue cuman mau bilang, mendingan lo tinggal di sini aja dulu, iya kan shin?" tanya jannah


"iya, di sini aja gak papa, lagian mama papa lo kan lagi di luar negeri" ucap shinta


"iya sih, nanti gue bilang mama dulu" ucap laila


"oke" balas shinta juga jannah


Skip


selesai makan, shinta juga jannah akan berangkat ke rumah sakit


"la gue sama shinta berangkat dahulu" pamit jannah


"iya, nanti ada bibi yang kesini buat beres beres sama masak makan siang" ucap shinta


"iya" ucap laila


"ya udah assalamu'alaikum" pamit shinta juga jannah sebelum menjalankan mobil nya


"waalaikumsalam" jawab laila, setelah mobil keluar dari halaman rumah, laila pun segera masuk dan merebahkan tubuh nya


"gue cerita gak ya sama mereka" ucap laila yang tengah berbaring di sofa ruang tamu


"nanti aja deh pas mereka nanya" ucap laila


Skip


sedangkan di rumah sakit


"pagi" ucap jannah saat masuk ke ruang farmasi


"pagi juga" jawab rekan rekan mereka dan seperti biasa, kecuali dara yang tidak akan menjawab


"shin" panggil jannah setelah duduk di kursi nya


"apa?" tanya shinta


"nanti makan siang bareng ya" minta jannah


"gak tau" jawab shinta


"ayolah shin, anggap angin aja omongan orang lain" ucap shinta


"ya udah iya" ucap shinta mengalah

__ADS_1


"janji loh" ucap jannah


"Iya ih bawel, ayo kerja" ucap shinta, dan saat ingin fokus dengan pekerjaan nya


"shin" panggil adit


"apa?" tanya shinta sedikit kesal


"kemarin tumben gak makan siang?" tanya adit


"lagi gak mood" jawab shinta


*makan di gosipin, gak makan di tumben tumben in* batin shinta


"ohh" ucap adit ber'oh'ria


Skip


jam makan siang, setelah shalat, shinta pun berjalan di koridor ingin menuju kantin tanpa jannah karena dia masih di toilet, tapi tiba tiba dara menghentikan dirinya dengan memegang tangan nya, bahkan sedikit meremas


"tunggu" ucap dara, dan shinta pun menoleh tanpa mengatakan apapun


"kamu jangan berangkat siang terus" ucap dara, bahkan sedikit berteriak


"maksud kamu apa sih?" tanya shinta heran dengan dara yang tiba tiba berkata seperti itu


"ya jangan berangkat siang terus, mentang mentang kamu kenal sama pemilik rumah sakit ini, seenak jidat kamu malah berangkat siang" ucap dara


"siapa yang berangkat siang? bahkan aku selalu datang sebelum jam kerja dimulai kok" ucap shinta membela diri nya


"alah bukti nya kamu sendiri yang datang paling terakhir" ucap dara


"kan yang penting tepat waktu, trus masih ada mas bagas yang berangkat setelah aku, jadi lepasin tangan ku" ucap shinta


"gak, aku gak akan lepasin sebelum kamu minta maaf karena berangkat kesiangan" ucap dara yang semakin memperkuat remasan nya


"lepasin gak" ucap shinta


"gak" jawab dara kukuh


*kalau aja bukan di rumah sakit, pasti udah gue tonjok duluan lo* batin shinta, dan tiba tiba ada suara bariton yang mengejutkan mereka berdua


"lepaskan tangan nya!" ucap reyhan sambil berjalan ke arah mereka


"p-pak rey" ucap dara terbata


"lagi ngapain kamu barusan?" tanya reyhan


"saya cuman mau ngobrol sama shinta pak" jawab dara


"jangan bohong!" ucap reyhan


"saya serius pak" ucap dara menunduk


"saya tau apa yang kamu lakukan, dan saya juga dengar semua yang kamu ucapkan" ucap reyhan


"maaf pak, saya tidak akan mengulangi nya lagi" ucap dara


"kalau sampai kejadian ini terulang lagi, silakan ambil surat PHK kamu" ucap reyhan


"baik pak, permisi" ucap dara dan segera menjauh dari reyhan


*sialan!, lain kali aku harus lebih hati hati* batin dara


"kamu tidak apa apa?" tanya reyhan saat melihat shinta menggenggam pergelangan tangannya, ya mereka akan bicara formal saat di rumah sakit


"saya baik baik saja pak, terima kasih dan permisi" pamit shinta sambil berjalan meninggal kan rey


*maaf* batin reyhan saat melihat shinta pergi dari hadapan nya


Skip


kantin, shinta juga jannah kembali makan berempat, shinta sempat menolak tetapi jannah mengingatkan bahwa dia sudah janji, jadi mau tidak mau dia harus makan berempat, dengan siapa lagi kalau bukan dengan reyhan dan rendra


"nanti makan malam bereng yuk" ajak rendra


"hmm boleh juga, lala sama andrew juga udah pulang, jadi kita bisa makan rame rame" ucap jannah


"nah, ide yang bagus" ucap rendra, sedangkan rey? dia sedari tadi hanya diam sambil menatap bekas merah di pergelangan tangan shinta, begitu juga shinta yang sebenarnya tau kalau rey sedang menatap nya, hanya saja dia mencoba untuk bodo amat


"shin, lo mau kan nanti kita makan malam bareng?" tanya jannah yang hanya mendapat anggukan dari shinta, dia berpikir bahwa anggukan itu menandakan 'iya', padahal sedari tadi shinta fokus dengan laporan pemasukan cafe nya dan tidak mendengar apa yang jannah juga rendra bicarakan


"berarti kita deal nanti makan malam bareng" ucap jannah

__ADS_1


"iya, lo ikut gak rey?" tanya rendra namun tidak ada balasan dari reyhan


"rey" panggil rendra sambil menepuk pundak rey


"eh iya" jawab reyhan yang tersadar dari lamunan nya


"lo nanti ikut makan malam bareng kan? sama shinta juga kok" ucap rendra


"iya" jawab reyhan


"jan, balik yuk" ajak shinta sambil meletakkan ponsel di jas nya


"iya yuk, aku balik dulu" pamit jannah


Skip


ruang farmasi, baru masuk ke ruangan, di sana sudah ada dara yang menatapnya dengan tajam


"shin, kenapa mata dara kayak gitu sih? gak takut copot apa ya? aneh" tanya jannah berbisik pada shinta sambil menggeleng kan kepala nya


"udahlah biarin aja" jawab shinta cuek


Skip


saat jam kerja habis, mereka segera pulang ke rumah karena di rumah juga ada laila, jangan sampai sahabat nya itu kesepian, begitu pikiran mereka


"assalamu'alaikum" ucap jannah dan shinta sambil membuka pintu rumah


"waalaikumsalam" jawab laila yang muncul dari ruang keluarga


"eh la, gue ada kabar nih" ucap jannah saat mereka duduk di sofa


"apa?" tanya laila


"nanti kita keluar makan malam bareng" ucap jannah


"sama siapa?" tanya laila


"sama rendra, andrew, dan reyhan" jawab jannah


"yang bener?" tanya laila


"iya, nanti kita berangkat bareng" jawab jannah


"kapan kalian ngerencanain makan malam?" tanya shinta


"loh tadi pas makan siang, gue udah nanya sama lo, mau atau enggak, dan lo cuman ngangguk ngangguk doang, ya berarti jawabanya iya dong" jawab jannah


"siapa yang bilang iya? tadi gue tuh lagi nge cek pengeluaran cafe sambil ngangguk ngangguk paham karena pemasukan nya juga naik, bukan karena pertanyaan lo itu" ucap shinta menjelaskan


"ohh gitu, tapi nanti lo tetep ikut kan?" tanya jannah


"enggak deh" jawab shinta


"ayolah shin, gak enak kalau gue nolak, kan tadi rendra juga tau nya kalau lo udah setuju" ucap jannah berusaha membujuk


"ya tinggal bilang aja kalau gue gak bisa, gitu aja kok repot" ucap shinta


"jangan dong, gak enak bilang nya, lala ayo bantu gue buat bujuk shinta nih" ucap jannah yang mendapat anggukan dari laila


"ayolah shin, kan kita makan nya barenb, jadi lo juga harus ikut" ucap laila menunjukkan muka memohon nya


"emhh" ucap shinta bimbang


"ayolah" ucap laila, bahkan dia menyatukan tangan nya untuk memohon


"iya deh iya" jawab shinta pasrah


"shinta emang baik deh" ucap jannah


"udah ah, gue mau ke kamar" pamit shinta dan segera naik ke atas menuju kamar nya, dan setelah shinta pergi


"yes, berhasil" ucap jannah juga laila kegirangan sambil melakukan tos tangan bersama


BERSAMBUNG


_______________________________


AYO LIKE, KOMEN, VOTE DONG!🙈


KAKAK KAKAK SEMUANYA💭💞


(biar aku gak nangis😭, canda😂)

__ADS_1


jangan lupa tambahin ke list favorit ya!❤


TERIMA KASIH🙏✨


__ADS_2