
Shinta baru keluar dari kamar mandi dengan bathrobe menutup rapi tubuh nya, serta rambut basah yang terurai, sudah jelas apa yang telah terjadi bukan?
"Jangan cemberut, pahala loh!" Ucap Reyhan yang duduk di pinggiran kasur mengingatkan
"Iya..." Ucap Shinta pasrah kemudian duduk manis di depan meja rias
"Beneran gak marah?" Goda Reyhan menahan tawa
"Enggak" Jawab Shinta, dia tidak marah karena sebagai seorang istri memang harus siap secara lahir dan batin, tapi tetap saja dia sudah mandi dua kali sore ini, tadi sepulang dari rumah sakit, dan barusan setelah ehem ehem
"Masih sakit?" Tanya Reyhan memastikan dan berdiri di belakang Shinta dengan memegang pundak istri nya
"Dikit sih... lain kali nunggu situasi dulu, kalau Jannah sama bibi dengar gimana?" Jawab Shinta
"Tapi kamu menikmati nya kan?" Bukannya menjawab namun Reyhan justru menggoda istri nya yang sudah jelas apa jawaban nya
*Jawab malu, bohong dosa* Batin Shinta tidak dapat mengelak bagaimana rasa nya ketika kupu kupu sedang beterbangan di dalam rahim nya, jelas menikmati sentuhan halal adalah hal yang indah bagi nya
"Aku kutuk ya kamu nanti" Ucap Shinta mengerucutkan bibir nya
"Kutuk aja gak papa" Ucap Reyhan enteng
"Aku kutuk kamu jadi bucin sama aku" Ucap Shinta dengan nada menantang
"Oke" Ucap Reyhan menyanggupi, itu sih hal enteng bagi nya
"Bucin selama lamanya!" Ucap Shinta sedikit mengeraskan suara nya
"Oke, lagian aku juga udah CLBK dari lama" Ucap Reyhan sembari menatap wajah Shinta dari pantulan cermin
"CLBK sama siapa kamu?" Tanya Shinta memicingkan mata nya dan menatap sang suami dari pantulan kaca
"Cinta Lahir Batin Kepadamu" Jawab Reyhan mengedipkan satu mata nya
"Dasar genit" Ucap Shinta yang memang orang nya susah untuk urusan gombal menggombali
"Genit sama istri sendiri itu gak papa, sini biar aku bantuin" Ucap Reyhan mengambil alih hairdryer dari tangan istri nya
"Aku bisa sendiri loh" Ucap Shinta mencegah
"Tau, tapi dari hal hal sederhana kayak gini bisa menciptakan suasana romantis" Ucap Reyhan mulai mengeringkan rambut panjang itu
"Contoh nya?" Tanya Shinta bingung dan cup... satu kecupan mendarat sempurna di ubun ubun kepala nya
"Tuh contoh nya" Jawab Reyhan sembari meneruskan kegiatan kering mengeringkan
"Kenapa kamu pengalaman banget ya?" Tanya Shinta penasaran karena mama Riana bercerita kalau Reyhan dulu tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun
"Kenapa? kamu kira aku udah pernah mesra mesra an sama cewek lain gitu sebelum menikah?" Tanya Reyhan balik dengan tangan yang sibuk mengeringkan rambut istri nya
"Ya kali aja, kamu juga pinter banget ciuman" Ucap Shinta memajukan bibir nya
"Kalau laki laki itu pakai insting kelakian yang muncul dengan sendiri nya sayang" Ucap Reyhan membela diri
"Bener?" Tanya Shinta memastikan, pernah di hianati seorang cinta pertama dari ayah membuat nya agak sulit percaya dengan seseorang
"Iya, kamu yang mengambil keperjakaan bibir ku kok" Jawab Reyhan santai
Shinta menatap suami nya dari pantulan cermin, mencoba untuk membaca raut muka Reyhan, namun yang dia temukan justru kejujuran dan ketulusan di mata nya
"Emang kamu gak pernah deket sama wanita ya?" Tanya Shinta yang mulai kepo masa lalu suami nya
"Gak pernah kepikiran, dulu fokus nya cuman belajar bisnis aja" Jawab Reyhan yang membuat sang istri mengangguk saja
"Padahal di Amerika banyak cewek cantik tuh, Rendra juga bilang kalau kamu selalu jadi most wanted" Ucap Shinta meledek dengan senam wajah
"Kenapa kalau cantik? kamu cemburu?" Goda Reyhan menahan tawa
"Mana ada cemburu? kamu sekarang udah jadi suami ku, trus ngapain aku cemburu sama mereka yang gak bisa menikmati sentuhan kamu?" Ucap Shinta spontan dan langsung menutup mulut nya dengan tangan ketika sadar bahwa dia sedang keceplosan
"Owh... jadi beneran nikmat ya?" Goda Reyhan lagi dengan senyum makin mengembang dan perasaan yang berbunga bunga
"Iya" Jawab Shinta singkat
"Iya apa sayang? yang jelas dong" Ucap Reyhan semakin sengaja menggoda istri nya
Tok tok tok..
"Shin... lo udah sholat isya' belum? kalau udah yuk makan malam" Ajak Jannah berdiri di depan pintu kamar
__ADS_1
"Bentar Jan, gue gak denger" Ucap Shinta berdiri dan menyingkirkan tangan Reyhan yang masih nangkring di pundak nya, kemudian membuka pintu secara perlahan
"Ha? lo bilang apa barusan?" Tanya Shinta lagi
Bukannya menjawab, Jannah justru terfokus dengan pemandangan yang terekspos di depan nya, leher sahabat nya yang putih jenjang dan penuh dengan tanda merah
"Aaaaa... gue turun dulu" Teriak Jannah dengan berlari cepat turun ke lantai bawah
Shinta mengerutkan dahi nya, heran dengan Jannah yang langsung ngacir berlari ke bawah
"Ada apa?" Tanya Reyhan kala melihat Shinta kembali masuk ke kamar dengan wajah bingung yang terlihat jelas
"Gak tau, Jannah malah langsung lari ke bawah kayak di kejar setan" Jawab Shinta menampakkan wajah tidak berdosa
"Coba kamu liat badan kamu sendiri" Ucap Reyhan menahan tawa karena dia sudah tau apa yang membuat Jannah lari terbirit birit
Shinta menurut, dia langsung memandangi penampilan nya sendiri yang mana baru sadar kalau dia hanya memakai bathrobe putih se lutut, dan leher macan tutul yang terekspos nyata
*Astagfirullah... * Batin Shinta ketika malu nya sudah sampai melayang ke ubun ubun, pasti Jannah melihat jelas leher nya tadi
"Kamu sih... pasti mata Jannah ternodai oleh gigitan drakula ini" Ucap Shinta menunjuk leher nya sendiri
"Ini namanya stempel kepemilikan sayang" Ucap Reyhan menarik cepat tengkuk istri nya dan kembali melabuhkan bibir yang menimbulkan warna merah di permukaan leher sana, Shinta hanya diam sembari memejamkan mata untuk menahan geli dan gejolak yang muncul menjadi satu
"Udah..." Ucap Shinta menahan suami nya karena perut nya sudah lapar akibat peperangan tadi
"Kamu lihat ini perbuatan siapa?" Tanya Reyhan menunjuk leher nya sendiri yang lebih dekat dengan dada
"Ha? siapa emang?" Tanya Shinta balik
"Kamu" Jawab Reyhan, awal nya dia juga terkejut ketika istri nya mulai berani memberikan tanda merah pada leher nya, walaupun terasa agak ngilu karena istri nya yang belum berpengalaman, tapi ia juga senang karena Shinta memberanikan diri untuk membalas perbuatan nya
"Masa sih?" Ucap Shinta pura pura lupa dengan wajah yang memerah bak kepiting rebus
"Iya, yang nyentuh aku cuman kamu doang" Jawab Reyhan
"Itu cuman dikit, lah ini? banyak nih" Ucap Shinta ganti menunjuk leher nya sendiri, berbeda dengan leher suami nya yang hanya ada dua tanda merah
"Yaudah, nih biar impas kamu kasih merah merah lagi" Ucap Reyhan mendongak dan menyodorkan leher nya
"Gak mau, aku mau ganti baju" Ucap Shinta melangkahkan kaki nya menuju wardrobe, jika ia menurut, pasti ujung ujung nya akan menjalar kemana mana nanti
Selepas sholat isya', kedua pasutri itu turun berniat untuk makan malam
"Bibi kemana Jan?" Tanya Shinta melihat hanya ada Jannah di meja makan
"Udah pulang, tadi mau pamit tapi gak jadi karena takut ganggu, udah makan aja yuk!" Ajak Jannah karena dia pun jadi malu sendiri setelah melihat gigitan drakula tadi
"Oke" Ucap Shinta mengiyakan, untung saja dia bisa menutupi merah merah tadi dengan hijab, berbeda dengan Reyhan yang tetap santuy seakan tidak terjadi apa apa, padahal leher nya terekspos nyata di depan Jannah sekarang
*Se bodo amat ini ya suami ku?* Batin Shinta heran, ia kemudian mengambilkan makanan untuk sang suami dan memulai makan malam dengan tenang, meskipun bagi Jannah ini sangat canggung
"Shin, emang lo gak mau buka cafe di indonesia?" Tanya Jannah kala mereka sudah menghabiskan makan masing masing
"Bukan gak mau sih, tapi lo tau kan kenapa gue buka cafe di negeri orang?" Ucap Shinta yang diangguki Jannah, ia tahu kalau sahabat nya itu membuka cafe yang menyajikan beragam makanan dan minuman dari indonesia karena ingin mengenalkan negara sendiri pada orang luar negeri
"Terbesit pikiran mau buka disini, tapi belum yakin karena gue belum ketemu orang yang amanah untuk di jadiin pengelola nya" Ucap Shinta meneruskan ucapan nya
"Tapi bukan berarti lo gak buka disini kan? banyak yang menyayangkan kalau cafe lo cuman ada di luar negeri" Ucap Jannah
"Ya... iya sih, mungkin kalau gue udah resign aja mau buka di sini, supaya gak boring boring amat kalau gak ada yang di kerja in" Ucap Shinta
"Kamu ngijinin kan?" Tanya Shinta menoleh pada suami nya
"Boleh aja sayang, asalkan kamu ingat tanggung jawab" Jawab Reyhan yang mana ia sangat enggan melarang istri nya untuk mengembangkan usaha yang dia berdirikan, asalkan istri nya bisa membagi waktu untuk diri nya juga anak anak mereka nanti
"Shinta gak akan lupa pak, dia pakai tangan kanan untuk semua cabang cafe nya" Sahut Jannah
"Iya, awal ngurus sendiri tapi lama kelamaan usaha makin berkembang, aku pakai tangan kanan" Ucap Shinta membenarkan
"Kenapa pakai tangan kanan?" Tanya Reyhan
"Karena Shinta gak mau kalau orang orang tau itu cafe punya dia pak" Jawab Jannah
"Bener ya?" Tanya Reyhan lagi
"Iya, aku lebih suka hidup seperti ini" Jawab Shinta yang membuat sang suami langsung mengelus lembut kepala nya yang tertutup hijab, jika Shinta enggan di pandang sebagai pemilik sebuah usaha, berbeda dengan dia yang harus turun tangan langsung untuk mengelola perusahaan orang tua nya
Ketika jam sudah semakin malam, Jannah memutuskan untuk kembali ke kamar nya, begitu pula pasutri yang sedang ingin lengket lengket nya
__ADS_1
Selepas mencuci muka dan kaki, mereka berdua berbaring di ranjang yang tadi digunakan untuk medan peperangan
"Hadap sini" Ucap Reyhan kala Shinta berbaring membelakangi nya
"Aku biasa tidur miring kanan, susah kalau miring kiri" Ucap Shinta yang mana itu memang kebiasaan nya dari dulu, dia akan susah tidur kalau menghadap kiri
"Hadap kiri ada orang ganteng loh, emang gak mau?" Ucap Reyhan pede
"Bukan gak mau, tapi emang susah tidur miring kiri, dan tidur miring kanan itu di anjurkan loh" Ucap Shinta mengingatkan
Reyhan mengalah, dia juga ikut miring ke kanan dan memeluk erat Shinta dari belakang, menghirup aroma harum yang keluar dari rambut istri nya
"Aku sangat mencintai mu" Ucap Reyhan berbisik tepat di telinga istri nya
"Masa'?" Ucap Shinta ganti menggoda suami nya
"Ck, iya lah... kalau gak cinta ngapain aku ngejar kamu?" Ucap Reyhan kesal karena gagal mewujudkan suasana romantis
"Iya iya, aku tau kok" Ucap Shinta terkekeh dan mengelus tangan kekar suami nya yang mendarat di perut nya
"Balas juga dong" Ucap Reyhan
"Iya, aku juga cinta sama kamu" Ucap Shinta tersenyum meskipun Reyhan tidak dapat melihat senyum nya, tapi ia yakin suami nya itu pasti tau kalau dia sedang tersenyum
Tangan kekar yang awal nya alim dan hanya menyentuh perut nya kini pun mulai nakal masuk ke dalam piyama yang ia gunakan, menjalar kemana mana, menyentuh area sensitif nya yang menimbulkan rasa tersendiri hingga membuat nya merasa candu dan kehilangan akal
"Mas, kamu-" Ucap Shinta terhenti ketika suatu benda yang bertautan itu terpisah, ia menatap Reyhan yang sedang menunjukkan tatapan meminta izin
"Iya, tapi PPKM" Ucap Shinta membuat Reyhan mengerutkan dahi nya
"Bukanyya PSBB ya?" Tanya Reyhan balik
"Salah... PPKM tuh pelan pelan kalau masukin" Ucap Shinta dengan semburat merah di wajah nya
Reyhan seketika tertawa, istri nya yang selama ini malu malu ternyata bisa berpikiran mesum juga, mata yang awal nya teduh penuh gairah pun menjadi tetesan air mata yang keluar karena kebanyakan tertawa
"Udah ketawa nya? yaudah sekarang tidur" Ucap Shinta kesal dan memejamkan mata nya
"Loh... gak jadi?" Tanya Reyhan terkejut
"Salah sendiri siapa yang nyuruh ketawa" Ucap Shinta mengerucutkan bibir nya
"Kan kamu lucu, ternyata bisa mesum juga ya" Ucap Reyhan terkekeh
"Mesum sama suami sendiri itu gak papa" Ucap Shinta membela diri seperti hal yang selalu Reyhan katakan pada nya
"Janji deh aku gak bakal ketawa lagi" Ucap Reyhan kemudian kembali memberikan sentuhan di area area sensitif istri nya, berusaha memancing syahwat yang tadi nya sempat meredup karena bercanda
"Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa"
Dan berakhir lah dengan kedua nya yang terkuai lemas usai mendayung kenikmatan yang terasa seperti melayang sampai nirwana, seperti tidak ada rasa bosan hingga do'a agar mendapat keturunan yang sholeh sholiha selalu terucap dari bibir nya
"Terimakasih" Ucap Reyhan mengecup perut dan dahi istri nya
"Sudah kewajiban ku" Jawab Shinta dengan mata terpejam dan pergi ke alam mimpi
namun baru saja tidur beberapa menit, Shinta terbangun dan melihat suami nya sedang meminum air putih, mungkin dia juga terbangun
"Mas" Panggil Shinta perlahan
"Hmm? kamu kebangun karena aku? maaf ya" Ucap Reyhan merasa mungkin istri nya terbangun karena pergerakan nya mengambil air di nakas tempat tidur
"Mas, aku pengen denger kamu nyayi" Ucap Shinta tiba tiba
"Ha? nyanyi?" Tanya Reyhan memastikan dan Shinta mengangguk dengan tersenyum manis sebagai jawaban nya
"Ayolah... ini permintaan pertama ku setelah menikah bukan?" Ucap Shinta membuat ekspresi yang di buat se imut mungkin agar suami nya tidak dapat menolak permintaan nya
Bersambung
Kenapa adegan nya selalu di skip?
• percayalah... author kalian ini masih bocah dan takut dengan yang namanya dosa jariyah
Kenapa telat update?
• Dulu awal mula bikin novel karena iseng buat ngisi waktu luang di liburan sekolah, tapi sekarang udah lulus dan harus membagi waktu untuk belajar di sekolah baru lagi yang mana dari dulu sekolah berbasis pesantren tidak memakai daring, hanya ada tatap muka setiap hari dan selalu menjaga stay safe stay healthy
Dimanapun kalian berada, semoga di lancarkan rezeki nya, sehat wal afiat dan di jauhkan dari segala penyakit, amin...
__ADS_1
Maafkan author kalian yang telat update ini:)