Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
99.Mengembalikan


__ADS_3

mereka masuk ke ruangan apoteker dan duduk di meja kerja masing masing


"ada obat yang datang hari ini?" tanya jannah


"ada, tapi nanti agak siangan" jawab sela yang diangguki jannah


"emang kenapa nanya obat datang hari ini atau gak?" tanya bagas yang tidak pernah mendengar jannah bertanya tentang datang nya obat, kalau datang langsung di data, kalau gak ada yang datang yaudah gak nanya


"ya mau di data lah bego" ucap monik ketus


"ya ampun mon.. jangan ketus ketus gitu napa, ntar gak ada laki laki yang mau sama lo kecuali gue" cibir bagas


"biarin, meskipun di dunia ini laki laki hanya tinggal lo, lebih baik gue gak nikah" ucap monik dengan memegang papan di tangan nya


"yaelah mon.. ntar jatuh cinta sama gue tau rasa lo!" cibir bagas


plakk!


"halu" ucap monik ketus setelah memukul pelan kepala bagas dengan papan yang dia pegang


"sakit mon.. galak bener dah" ucap bagas menggelengkan kepala nya


"udah udah, kebiasaan kalian tuh" lerai jannah heran dengan tom and jerry yang ada di depannnya itu


"dia duluan" ucap keduanya dengan menunjuk lawan masing masing, dan hal ini lah yang paling membuat jannah menggelengkan kepala nya


"aku do'a in kalian berjodoh" celetuk adit tiba tiba


"ogah"


"amin"


semua orang tertawa karena mendengar jawaban yang berbeda dari mereka berdua di waktu yang sama, kecuali shinta yang menanggapi hanya dengan senyum tipis nya


*damai bener kalau gak ada mak lampir si tukang nyinyir* batin jannah melirik meja kosong yang dulu digunakan dara


setelah saling lempar melempar candaan, mereka kembali fokus bekerja dengan memakai jas putih masing masing sampai jam makan siang tiba


"rooftop?" tanya jannah yang diangguki shinta, seperti biasa bahwa mereka pasti akan keluar paling akhir dari ruangan jika jam makan siang

__ADS_1


"ikut gue yuk!" ajak shinta


"gak mau ah" jawab jannah menolak


"ikut aja lah, biar gak timbul fitnah antara gue sama pak rey" ucap shinta dengan menaik paksa tangan jannah agar berdiri dari duduk nya dan akhir nya jannah pun terpaksa menyetujui


saat sampai di taman rooftop, jannah tidak sengaja mendapati rendra yang sedang disana dan berbicara pada seorang dokter wanita, melihat hal itu.. ada rasa tidak suka di dalam hati nya, bukankah wajar jika dia cemburu? alhasil jannah lebih memilih pergi diam diam tanpa shinta ketahui karena dia memang berjalan di belakang sahabat nya itu


"gimana menurut lo jan?" tanya shinta membalikkan badan nya berniat untuk menunjukkan gambar desain gedung yang ada di ponsel nya


"lah.. kemana ni bocah?" ucap shinta bingung kemudian memutuskan untuk duduk di salah satu bangku taman rooftop dan membuka ponsel nya, tertera ada pesan masuk dari elin disana


*Dr.e**lina*


πŸ“©: gimana kabar nya shin? lama kita gak kasih kabar


πŸ“©: "gue baik baik aja, lo sendiri gimana?" balaa shinta yang tak lama kemudian muncullah balasan dari elin


πŸ“© gue juga baik baik aja kok, trus gimana sama sesak nafas lo?


πŸ“©: "masih sesak nafas tapi udah gak sering kayak dulu el" balas shinta


πŸ“©: "iya lin, lagi usaha" balas shinta kemudian meletakkan ponsel nya saat mendengar seseorang memanggil nama nya


"ya" jawab shinta menoleh ke samping dan ternyata rendra yang memanggil nya


"jannah kemana shin?" tanya rendra celingukan


"tadi pergi, tapi aku gak tau dia pergi kemana" jawab shinta kemudian ia berpikir sebentar, apa mungkin jannah meninggalkan diri nya di taman rooftop karena berniat menghindari rendra


"dia lebih banyak diam dari kemarin shin" ucap rendra lesu


"tanya dulu sama dia, hal apa yang bikin dia gundah" ucap shinta memberi saran


"gimana mau nanya? orang ketemu aja jarang banget" jawab rendra kemudian berniat duduk di samping shinta, namun tiha tiba ada yang nenarik kerah baju nya dari belakang hingga membuat leher nya sedikir tercekik


"uhuk.. lepas" ucap rendra terbatuk


"lepasin pak.. kasian" ucap shinta panik dan berdiri dari duduk nya saat melihat reyhan yang menarik kerah rendra, mendengar hal itu reyhan pun langsung melepas tangan nya dari kerah baju rendra

__ADS_1


"lo gila ya rey?" ucap rendra kesal dengan menghadap reyhan


"ngapain lo duduk berdua disini?" tanya reyhan dengan tatapan tajam nya, bukan nya menjawab tapi rendra justru menggoda sahabat nya yang cemburu an itu


"emang kenapa kalau kita duduk berdua?" goda rendra dengan menaik turunkan alis nya


"jawan gue" ucap reyhan kesal karena rendda yang justru mempermainkan nya


"wajar lah rey kalau kita duduk berdua" jawab rendra enteng yang semakin menambah kekesalan reyhan


"minggir" ketus reyhan kemudian berdiri di tengah tengah rendra juga shinta tak lupa dengan tatapan tajam nya yang belum hilang


"wajar kalau kita duduk berdua, lagian bangku nya juga cuman cukup untuk dua orang" ucap rendra terkekeh, senang sekali dia karena berhasil membuat reyhan kesal


"anda juga aneh pak, kami disini bukan cuma berdua, tapi banyak pasien sama suster juga" ucap shinta dengan menunjuk beberapa pasien dan suster yang sedang berada di taman rooftop


"matanya buta!" cibir rendra yang kembali mendapat balasan tatapan tajam dari reyhan


"dibutakan cinta maksudnya" sambung rendra terkekeh geli


"mana pak?" tanya shinta menagih ucapan reyhan tadi pagi karena ia juga tidak ingin lama lama di taman rooftop, mengingat jam makan siang yang hampir habis dan diri nya juga belum melaksanakan sholat dhuhur


reyhan kemudian mengeluarkan KTP, visa, paspor, dan sim milik shinta dari saku jas putih milik nya


"ini" ucap reyhan mengembalikan itu semua pada pemilik nya


"akhirnya aku bisa nyetir lagi" gumam shinta senang saat semua milik nya sudah kembali


"awas kalau ngebut lagi" ucap reyhan mewanti wanti, sedangkan sang empu hanya tersenyum dengan cengiran khas nya sendiri


"kalau gitu saya permisi pak" ucap shinta berpamitan dan bergegas pergi dari taman rooftop karena ingin memaksakan sholat dhuhur terlebih dahulu


"lo gak ngasih tau shinta rey?" tanya rendra


"belum" jawab reyhan menggelengkan kepala nya


"jangan sampai lo nangis pas pisah sama shinta nanti" ucap rendra terkekeh yang tidak dipedulikan reyha karena justru reyhan meninggalkan nya sendirian di tamab rooftop


"ck ck ck.. gini nih kalau orang lagi bucin" ucap rendra menggelengkan kepala nya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2