
"Aaaaaa" Teriak Shinta ketika ia berdiri di hamparan pasir dengan pemandangan pantai yang bersih serta menyejukkan mata
Angin berhembus kencang membuat siapapun pasti akan betah lama lama di sama, ciptaan tuhan benar benar tiada dua nya
Shinta merentangkan kedua tangan nya, di waktu yang bersamaan Reyhan juga memeluk istri nya dari belakang, melingkarkan tangan kokoh nya di pinggang sang istri
Bernafas secara perlahan, menikmati udara sejuk serta kondisi mereka yang sedang libur berdua "Suka?" Tanya Reyhan
"Enggak" Jawab Shinta
"Kok gak suka?" Tanya Reyhan bingung
"Tuh... cewek cewek banyak yang liatin kamu, heran aku padahal kamu udah pake baju biasa gini" Ucap Shinta menunjuk beberapa wanita dengan bibir nya
Ya setelah meletakkan barang barang mereka di hotel dekat pantai, Reyhan memang mengganti pakaian nya dengan celana panjang dan baju putih berlengan pendek, sekalian sholat dhuhur bersama sang istri
"Resiko punya suami tampan yang" Ucap Reyhan pede dan dia juga sangat tidak peduli dengan beberapa wanita yang menatap nya
Shinta hanya mencebikkan bibir nya, melihat wanita tadi dan membahas hal tersebut membuat mood nya buruk serta hati yang terasa panas
"Trus mau kamu colok gitu mata mereka?" Tanya Reyhan gemas sekali dengan sifat istri nya
"Ya kalau hukum nya halal sih mau" Jawab Shinta enteng, mengingat tentang perselingkuhan hal itu membuat nya selalu waspada dan kesal dengan mata wanita yang jelalatan
"Hahaha.. udah yang, aku gak tertarik sama sekali" Ucap Reyhan meyakinkan dan mengeratkan pelukan nya
"Tau" Jawab Shinta mengerti kalau suami nya tidak tertarik melirik wanita manapun kecuali diri nya, dia sangat yakin tentang itu dan berharap tidak akan ada lagi Alina kedua ataupun di kehidupan rumah tangga nya
"Ayo makan siang habis itu tidur" Ajak Reyhan lalu mengecup pipi istri nya
"Ish... banyak orang jangan cium cium" Ucap Shinta yang membuat suami nya terkekeh
"Salah sendiri kenapa kamu cantik banget" Ucap Reyhan
"Gombal mukio" Ucap Shinta tergelak
Karena sekarang masih siang dan matahari pun sangat terik, meskipun udara sejuk namun sinar UV itu tidak bisa di hindari, akibat liburan dadakan juga mereka lupa tidak membawa sunscreen
"Mau makan apa?" Tanya Reyhan yang sudah tau jika istri nya kadang tiba tiba ingin makan sesuatu
"Mau makan ikan bakar" Ucap Shinta menunjuk penjual ikan bakar yang tempat makan nya hanya beralaskan tikar
"Bukan nya ibu hamil gak boleh makan ikan?" Goda Reyhan sengaja
Shinta melirik nya tajam "Teori dari mana ibu hamil gak boleh makan ikan?" Ucap nya tidak terima sambil menepis tangan sang suami yang masih melingkar di perut nya
"Bercanda yang, ayo!" Ucap Reyhan menggandeng tangan tersebut menuju tempat makan ikan bakar tadi
🌸🌸🌸
"Aa capek" Ucap Shinta merebahkan badan nya setelah sampai di kamar hotel yang mereka tempati
Reyhan yang mendengar keluhan itu malah jadi gemas sendiri, hamil muda memang membuat istri nya gampang lelah
"Gak mandi dulu?"
"Males ah, kapan sih ada alat yang bisa mandi in kita gitu?" Ucap Shinta ngawur
Reyhan mendekat dan ikut naik ke ranjang, ia menarik kaki istri nya yang membuat sang empu terkejut
"Kenapa?" Tanya Shinta
"Kayak nya kamu gak perlu nunggu alat itu" Ucap Reyhan penuh arti sambil menaik turunkan alis nya
"A- aku mandi deh" Ucap Shinta merasa akan ada sesuatu, namun baru saja ia duduk, sang suami justru menarik badan nya sampai terduduk di pangkuan paha kokoh itu
"Kak~" Pekik Shinta yang jika terkejut pasti akan mengeluarkan panggilan lama nya
"Kamu kan punya suami yang bisa melakukan segala nya, ngapain males mandi?" Ucap Reyhan yang mengarahkan bibir nya di pundak mulus tersebut
"Gerah jadi males" Ucap Shinta
Tit tit tit
Reyhan menambah suhu AC agar terasa lebih dingin
"Gak panas kan?" Tanya Reyhan dan Shinta mengangguk sebagai jawaban nya
"Aku sangat ingin melakukan nya hari ini" Ucap Reyhan sambil memutar pinggang istri nya hingga wanita kesayangan nya berhadapan dengan nya
__ADS_1
"Sejak kapan?" Tanya Shinta
"Tadi, waktu kita di kantor" Jawab Reyhan dengan tangan yang memegang kuat pinggang istri nya
"Walaupun di kantor tadi ada Alina di dekat kita?" Tanya Shinta
"Masa' sih? Aku hanya melihat mu, orang lain entah siapa itu gak ada di ingatan ku" Jawab Reyhan
"Bohong" Ucap Shinta memajukan bibir nya, suami nya itu masih muda dan tidak mungkin mengalami katarak ataupun amnesia dadakan
"Serius, kamu yang paling cantik dan kamu yang paling menggemaskan" Ucap Reyhan mengelus pipi yang mulai chubby
"Terus terus, apalagi?" Ucap Shinta seperti terbang di awan awan ketika mendapat pujian dari suami nya
"Kamu yang ada di mata ku, gak ada dan gak akan ada orang lain" Ucap Reyhan serius
"Lalu apa lagi?" Tanya Shinta ingin mendengar lebih jauh
"Seperti apapun ekspresi mu itu sangat mengganggu ku" Ucap Reyhan yang membuat istri nya melotot
"Aku ganggu kamu?" Tanya Shinta tidak menyangka
"Dengerin dulu, ekspresi mu itu seperti ujian bagi ku" Ucap Reyhan meneruskan penjelasan nya
"Dan keberadaan mu juga sudah sangat sangat sangat memprovokasi ku"
"Sampai sejauh mana?" Tanya Shinta
"Sampai nggak bisa di tahan" Jawab Reyhan
"Sampai sampai nggak bisa di tahan sama sekali?" Tanya Shinta lagi
"Sampai nggak bisa di tahan sama sekali" Jawab Reyhan
"Kalau begitu nggak usah di tahan" Ucap Shibta walau berujung dia yang menjadi santapan harimau satu ini
"Maka dari itu, hari ini aku gak akan nahan diri lagi" Ucap Reyhan dan bruk!!! Reyhan menjatuhkan tubuh kedua nya di atas kasur dengan sang istri yang berada di atas nya
"Tapi... kayak nya harus di tahan dulu deh" Ucap Shinta menggoda suami nya
"Hah? Maksud kamu?" Tanya Reyhan terkejut, susah susah dia mendapat waktu seperti sekarang, lah masa' gak jadi sih?
"Lengan kanan kamu masih luka kan? Jadi harus di tahan dulu sampai sembuh" Ucap Shinta tersenyum lalu beranjak dari tubuh suami nya
"Itu kan tanggung jawab kamu yang, layani suami dengan baik" Ucap Reyhan tersenyum lebar
"Kesempatan dalam kesempitan" Ucap Shinta memicingkan mata serta menggelengkan kepala nya
Dan terjadi lah hal yang di inginkan namun tetap dengan hati hati dan cara yang di saran kan dokter agar ibu serta calon bayi tersebut tetap aman.
🌸🌸🌸
"Yang" Ucap Reyhan membangunkan istri nya yang masih tertidur pulas
"Hmm, lima menit lagi" Ucap Shinta kembali menyelimuti tubuh nya
"Kecoa!"
"Aaa... mana? mana? mana?" Ucap Shinta yang terkejut dan langsung bangun dari tidur cantik nya
"Terbang" Jawab Reyhan ngasal yang justru membuat istri nya semakin panik
"Hua... usir kecoa nya!" Ujar Shinta sambil memeluk erat lengan suami nya, untung kebetulan sebelah kiri
Reyhan tergelak, ia membalas pelukan erat itu karena dalam situasi sekarang pun dia yang di untung kan
"Kok malah peluk? Usir cepet!!!" Ucap Shinta berusaha melepaskan pelukan itu
"Bercanda, di hotel gak akan ada kecoa yang" Ucap Reyhan dan bugh!!! Shinta memukul lengan yang tadi dia peluk
"Aduh... sakit sakit" Ucap Reyhan memegang erat kedua tangan istri nya
"Salah sendiri, jahat!" Kesal Shinta memajukan bibir nya lima centi meter
"Maaf, yaudah mandi gih... udah sore" Ucap Reyhan melirik handphone nya yang menunjukkan pukul 4 sore
Shinta tidak menjawab dan bodo amat, lagian siapa yang sengaja ngerjain pakai kecoa kecoa segala, hari ini agenda ngambek pokok nya!!!
"Maaf sayang ku yang cantik, baik hati.... ayo mandi dulu, aku masih gak kuat kalau harus gendong kamu" Ucap Reyhan sadar kalau istri nya sedang gondok sekarang
"Gendong punggung kan bisa" Ucap Shinta memberi solusi lalu kembali memakai pakaian nya yang terlipat di ujung ranjang king size tersebut
__ADS_1
"Ngapain di pake lagi?" Tanya Reyhan
"Masa' dari kasur ke kamar mandi aku gak perlu pake baju?" Jawab Shinta dengan memakai baju luar nya saja
Reyhan geleng geleng kepala, toh di dalam kamar hanya ada mereka berdua, apa salah nya pergi ke kamar mandi tidak memakai pakaian?
Hughh... Shinta langsung melompat nemplok di punggung suami nya, mengeratkan pegangan di leher itu agar ia tidak jatuh nanti
"Wihh berat ya kamu" Ucap Reyhan malah kembali menggoda istri nya
"Yaa berat berat gini karena makan ku meningkat, meningkat pun karena hamil, dan hamil karena siapa kalau bukan kamu?" Ucap Shinta menarik telinga suami nya sampai berubah jadi merah
"Iya iya karena aku, berat badan kamu naik juga karena aku dan semua penyebab yang terjadi adalah aku" Ucap Reyhan pasrah karena apa yang di ucapkan istri nya adalah fakta
Selepas mandi dan sholat, Shinta mengganti perban yang ada di lengan kanan suami nya
"Kamu bawa perban kemana mana yang?" Tanya Reyhan pada istri nya yang masih fokus mengganti perban tersebut
"Iya, kotak kecil di tas ku" Jawab Shinta, ia memang sempat menyiapkan kotak kecil berisi perban untuk jaga jaga jika mereka bepergian nanti, ternyata beneran berguna
"Rajin banget kamu" Ucap Reyhan tergelak
"Rajin lah... istri siapa coba?" Ucap Shinta bangga dengan menepuk dada nya
"Istri aku" Jawab Reyhan tersenyum, ia masih ingat ada banyak bekas merah di sekitar dada dan leher nya
"Makasih ya"
"Hmm.. buat apa?" Tanya Shinta mendongak
"Tadi, kamu istri sholeha yang hebat!" Ucap Reyhan memberi dua jempol nya
"Puas gak?" Tanya Shinta
"Sangat puas" Jawab Reyhan dengan senyum yang terus berseri seri, dasar seperti orang baru malam pertama saja
"Alhamdullilah... berarti nanti malam aku bisa tidur tenang tanpa rengekan dari kamu" Ucap Shinta lega
"Lah yang, tapi-"
"Ssttt... biarin istri kamu istirahat malam ini" Ucap Shinta karena saat di rumah sakit kemarin ia memang susah tidur mengingat kondisi suami nya
Reyhan ganti yang mencebikkan bibir nya, oke lah untuk sekarang mereka santai dengan nonton tv saja sambil menunggu jam sholat maghrib dan waktu makan malam
"Gak mau keluar liat sunset gitu?" Tanya Shinta
"Enggak, capek" Jawab Reyhan memberi alasan palsu
"Perasaan tadi yang capek aku, kok ganti kamu?" Ucap Shinta heran
"Ee... anu, capek aja yang" Jawab Reyhan
"Yaudah aku keluar sendiri aja gak papa" Ucap Shinta ingin beranjak dari kasur namun sang suami menghentikan nya
"Capek yang, pengen berdua an aja di sini sama kamu" Ucap Reyhan meletakkan kepala nya di paha sang istri
Dia harus menahan istri nya agar tidak keluar hotel karena ada sesuatu yang sedang di siapkan di luar sana, kalau sampai ketahuan maka rencana nya pasti gagal total
"Iya iya" Ucap Shinta pasrah dengan membelai rambut hitam itu
"Gimana ya kalau anak kita kembar?" Tanya Reyhan membayangkan memilki dua anak sekaligus
"Emang kamu siap jadi papa dua anak langsung?" Ucap Shinta menahan tawa, dia ragu akan hal tersebut
"Kasih sayang aku di bagi tiga loh!" Sambung Shinta
"Di kasih satu alhamdullilah... di kasih dua langsung juga bersyukur alhamdulillah" Jawab Reyhan
"Nanti juga kamu tau gimana rasa nya jadi ayah" Ucap Shinta
"Emang rasanya gimana?" Tanya Reyhan penasaran
"Kan aku perempuan, tunggu delapan bulan lagi kamu tau rasanya" Jawab Shinta
Reyhan mengarahkan wajah nya tepat di perut sang istri "Sehat sehat, cepet gede ya sayang... " Ucap nya tersenyum
Shinta jadi tersentuh, walau dia benar benar harus menahan tawa karena suami nya yang belum tahu jika janin baru bisa di ajak interaksi saat berumur 3 bulan
Cup... Terkahir Reyhan mencium bibir yang selalu membuat nya candu, rasa manis mengalahkan madu tidak akan pernah habis dari sana
"I love you"
__ADS_1
"Love you more"
Bersambung