
"bahkan obat itu juga ada efek sampingnya, apa alasannya sampai kamu harus minum obat itu?" gumam reyhan bertanya tanya
di ponsel reyhan tertera jelas tentang rhodiola rosea
rhodiola adalah tanaman herbal yang tumbuh di daerah pegunungan di Eropa dan Asia. Akarnya dianggap adaptogen, artinya mengonsumsi tumbuhan ini dapat membantu tubuh Anda untuk mengelola stres
manfaat rhodiola rosea antara lain
mengurangi stres, melawan kelelahan, gangguan cemas, mengurangi kelelahan mental, dan masih banyak lagi
efek samping rhodiola dapat menyebabkan pusing, mulut kering, atau produksi air liur yang berlebihan
setalah reyhan terdiam beberapa saat
"aku yang akan membuatmu berhenti untuk mengonsumsi obat itu, aku pasti bisa" tekad reyhan menyemangati dirinya sendiri
"tapi..gimana caranya ya?" gumam reyhan bingung sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal
keesokan harinya
seperti biasa, shinta dan jannah berangkat ke rumah sakit pagi ini
"besok minggu yeayy" ucap jannah gembira
"ya iyalah seneng, kan mau jalan jalan" ucap shinta sambil fokus menyetir
"hhehe, minggu kan enak tuh buat refreshing" ucap jannah
"namanya juga hari libur" ucap shinta
saat sampai rumah sakit, suasana seperti biasanya banyak pasien banyak suster yang lari kesana kemari juga banyak dokter yang berhamburan dan itu semua sudah biasa bagi shinta maupun jannah
"langsung masuk aja yuk, katanya hari ini mau datang lagi stok obat nya" ajak jannah
"hmm" jawab shinta
"pagi" sapa jannah juga shinta saat masuk ruangan, tetapi suasananya beda kali ini
"kalian kenapa?" tanya jannah saat melihat sela dan monik yang terlihat tidak bersemangat
"capek" jawab sela
"habis ngapain sih?" tanya jannah
"noh, nata kardus obat yang banyak, belum lagi nanti yang mau dateng" jawab sela
"owhh, yaudah sabar kan ini emang kerjaan kita" ucap jannah terkekeh
"biar aku aja yang data obatnya" ucap shinta sambil berjalan menuju tempat penyimpanan obat obatan
"makasih ya" ucap sela juga monik dan hanya dibalas anggukan oleh shinta
"pagi" sapa dara saat baru masuk ruangan
"pagi" jawab semuanya kecuali jannah dan sela
dara yang baru datang langsung duduk di kursi nya
*tumben mulut nya diem, biasanya aja langsung nyrobot kayak emak emak yang lagi ngantri sayur* batin jannah
"aku nyusulin shinta dulu" pamit jannah menyusul shinta di ruang obat obatan
"shin" panggil jannah
__ADS_1
"hmm" jawab shinta yang masih fokus dengan obat obatan yang tertata rapi di depannya
"lo gak papa?" tanya jannah
"apanya sih?" tanya shinta bingung
"noh si mak lampir udah masuk" ucap jannah
"yaudah biarin aja" ucap shinta enteng
"gue tau kalau lo emang gak nyaman, tapi gue yakin lo pasti bisa" ucap jannah
"hmm" hanya deheman yang keluar dari mulut shinta
skip jam makan siang
seperti biasa shinta pasti akan makan siang di taman rooftop yang membuat hati nya akan sedikit damai
"nyaman" gumam shinta sambil memejamkan matanya dan menikmati hembusan angin yang menyapu wajah nya
tetapi tiba tiba dia mendengar suara yang aneh di telinga nya dan memutuskan untuk membuka mata
"astaghfirullah" ucap shinta segera berdiri dari duduk nya dan menghampiri seseorang
"anda tidak apa apa?" tanya shinta pada seorang wanita berumur yang duduk di kursi roda dengan satu tangan memegang tiang infus, dan syal yang terlilit di leher nya karena satu sisi tersangkut di kursi roda
"tolong tahan sebentar" ucap shinta yang masih berusaha melepaskan syal itu
"sini kubantu" ucap reyhan tiba tiba yang sudah berada di belakang shinta
"astaghfirullah pak, ngagetin aja" ucap shinta sambil memegang dada nya
"maaf" ucap reyhan kemudian ikut jongkok di samping shinta dan berusaha melepaskan syal itu
"di leher nya di tali mati pak, gak bisa dilepas" jawab shinta
setelah mendengar jawaban shinta, reyhan memutuskan untuk merobek syal itu saja
dan krakkk
"hahh hahh" napas wanita itu terengah engah
"anda baik baik saja?" tanya shinta sambil mengelus pelan punggung wanita itu
"saya baik baik saja, terima kasih" ucap wanita itu ketika nafasnya sudah normal
"terima kasih juga pak, telah membantu saya" ucap wanita itu pada reyhan
"kok anda bisa sendirian di sini? harusnya ada yang menemani anda, baik suster atau saudara anda" tanya shinta heran
"saya sendirian di sini karena saudara saya sedang keluar sebentar, saya juga tidak ingin merepotkan suster" jawab wanita itu
"tapi tetap saja anda harus meminta bantuan pada suster, karena tugas mereka memang untuk di repotkan" ucap shinta kekeh
*di balik sifat cuek nya, dia memang perhatian dengan orang lain, tetapi kata kata yang terkahir itu loh..* batin reyhan terkekeh mengingat ucapan trakhir shinta barusan
"sekarang anda mau ke mana? biar saya antar" ucap shinta dan memegang kursi roda
"ke kamar saya, lantai 3" jawab wanita itu
"baiklah, ayo" ucap shinta mendorong kursi roda wanita itu dengan reyhan yang mengikuti dibelakang nya dan mengantarnya ke arah lift
"sampai sini saja" ucap wanita itu saat masuk lift
__ADS_1
"tapi-" ucap shinta terpotong
"saya bisa kok, di bawah pasti saudara saya sudah datang" ucap wanita itu meyakinkan
"baiklah" jawab shinta membiarkan wanita itu naik lift sendiri
"loh, bapak ngapain masih di sini?" tanya shinta saat melihat reyhan yang masih berdiri di sampingnya
"ikut saya" ucap reyhan
"ke mana pak?" tanya shinta
"balik ke taman rooftop" jawab reyhan
"jelaskan sama saya" ucap reyhan ketika mereka sudah di taman rooftop
"jelaskan apa pak?" tanya shinta
"tentang vitamin kamu kemarin" jawab reyhan dengan menekan kata vitamin
*aku udah ngeduga pasti dia nanyain ini* batin shinta
"aduh.. pak udah panas nih, saya balik dulu" pamit shinta menghindar dari pertanyaan reyhan
"jangan menghindar" ucap reyhan yang sudah berdiri tegak menghalangi jalan shinta
"jujur padaku, anggap aku kakakmu" ucap reyhan dan shinta masih diam
"aku jujur atau tidak pasti kamu juga udah tau kak" ucap shinta datar dengan mata yang mulai berkaca kaca
belum ada yang peduli dengannya sampai menanyakan hal kecil tentang dirinya, bahkan keluarganya sendiri pun sangat jarang, itu yang membuat shinta ingin menangis
"jangan menangis" ucap reyhan lembut sambil menggelengkan kepala
"kak, aku bilang atau tidak soal obat itu, kamu pasti udah mencari tau kan?" tebak shinta yang membuat reyhan diam karena apa yang dikatakan nya memang benar
"jawab kak" ucap shinta lagi yang mulai meneteskan air mata
"jangan menangis" ucap reyhan saat melihat shinta mulai meneteskan air mata
"iya, aku udah nyari tau" sambung reyhan
"yaudah kan sekarang juga udah tau, kalau gitu aku permisi" pamit shinta
"tetapi aku ingin tau, apa penyebab kamu minum obat itu?" tanya reyhan sebelum shinta pergi
"mungkin lebih baik kamu gak perlu tau, karena itu sangat menyakitkan bagiku" jawab shinta dan segera kembali ke ruangannya
*ayo reyhan, berusahalah lebih keras* batin reyhan sat shinta sudah pergi dari taman rooftop
sedangkan di tempat shinta berasa, dia sedang mencuci muka nya yang sembab karena bekas menangis
"shinta, kau itu cengeng sekali, udah berapa kali kau menangis kayak gini? udah sekarang ayo stop gak boleh nangis" ucap shinta pada dirinya sendiri
_______________
selamat menunaikan ibadah puasa bulan ramadhan bagi readers yang menjalankan🤗
oh iya, selama bulan ramadhan author akan up di malam hari ya🙏
maaf kalau ceritanya gaje, ini novel pertama author🙌
Tinggalkan jejak ya!❤ jangan lupa like+komen sayang💕
__ADS_1
terima kasih buat yang udah baca🙏✨