Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
57.Saya istrinya


__ADS_3

malam


saat ini shinta sedang berada di balkon kamar nya untuk memikirkan ucapan kakak nya tadi


*tenangkan hatimu shinta..* ucap nya dalam hati sambil mengelus dada nya sendiri


*misi ku juga belum selesai* batin nya lagi sambil menghela nafas panjang dan mengusap wajahnya sendiri


"bunda..." ucap sisil dengan suara khas bangun tidur


"udah bangun?" tanya shinta saat menghampiri sisil di ranjang dan dijawab anggukan kecil oleh bocah itu


"em.. bau acem" ucap shinta saat mencium sisil


"kan sisil belum mandi" ucap sisil


"biar gak bau acem, mandi yuk" ajak shinta


"tapi sisil laper" ucap sisil sambil memegangi perut nya sendiri


"mandi dulu, nanti selesai mandi langsung maem" bujuk shinta, bukan karena apa apa tapi mungkin sekarang badan sisil sudah lengket dan gerah


"ayo" ajak shinta sambil menggendong sisil ke kamar mandi


selesai mandi


"em.. udah wangi nih" ucap shinta saat memakaikan baju untuk sisil


"kan udah mandi tante, jadi gak bau acem" ucap sisil


"iya deh, sekarang ayo turun trus maem" ajak shinta


ruang makan


"hai sisil" sapa jannah yang duduk di meja makan


"hai tante" jawab sisil


"bunda kemana ya?" tanya sisil yang tidak melihat bunda nya sama sekali


"lagi keluar, sebentar doang kok" jawab shinta


"sisil mau makan di taman depan" ucap sisil


"kenapa di depan?" tanya shinta


"di depan ada ayunan" jawab sisil


"yaudah ayo, gue kedepan dulu ya jan" pamit shinta beranjak dari meja makan meninggalkan jannah dan berjalan menuju taman depan sambil membawa mangkuk makan milik sisil


"mau disuapin atau makan sendiri?" tanya shinta saat mereka sudah duduk di ayunan


"sisil bisa makan sendiri kok" jawab sisil seraya tersenyum, shinta yang mndengarnya pun juga ikut tersenyum


"udah gede ya" ucap shinta sambil memberikan mangkuk sisil


"sisil denger bunyi gerbang dibuka tan" ucap sisil di sela sela makan nya


*ternyata beneran mau jemput* batin shinta yang sudah menebak siapa yang akan datang


"mungkin ada orang yang mau jemput sisil" jawab shinta yang dijawab anggukan oleh bocah cantik itu


kemudian ada mobil yang masuk dan terparkir rapi di halaman rumah shinta


"wah.. sisil lagi makan ya?" tanya reyhan saat baru turun dari mobil dan berjalan menghampiri sisil


"eh om, salam dulu dong" ucap sisil mengingatkan saat reyhan sudah sampai di hadapannya


"oh iya, assalamu'alaikum" ucap reyhan sambil duduk di samping sisil


"waalaikumsalam" jawab shinta juga sisil


"sisil pinter makan sayur kan om?" ucap sisil sambil memperlihatkan mangkuk nya


"iya, sisil pinter makan sayur nya" jawab reyhan mengelus kepala sisil


"jadi?" tanya shinta


"iya dong" jawab reyhan


"pelan pelan makannya sayang" ucap shinta yang mengelap mulut sisil yang belepotan


"sisil gak sabar tante" ucap sisil


"gak sabar kenapa?" tanya shinta


"gak sabar mau jalan jalan dong" jawab sisil

__ADS_1


"iya iya" ucap shinta terkekeh


setelah selesai makan, shinta mengajak mereka masuk dulu untuk bersiap siap


"cantik" ucap shinta saat selesai mengikat rambut sisil di ruang keluarga


"sisil cantik om?" tanya sisil pada reyhan


"cantik kok" jawab reyhan yang membuat sisil tersipu malu dan itu sangat lucu bagi shinta


"cieee yang mau jalan jalan" ucap jannah yang juga duduk di ruang keluarga


"kenapa? mau ikut?" tanya shinta


"tante mau ikut?" tanya sisil pada jannah


"gak deh, nanti ganggu keluarga yang lagi quality time" jawab jannah menggoda sahabatnya itu


"apaan sih" ucap shinta kesal


"ayo berangkat tante" ajak sisil


"eh iya, ayo sayang" ucap shinta seraya menggendong sisil


"ayo om" ajak sisil yang membuat reyhan segera berdiri dari duduk nya


"dadah tante.. asalamualaikum" pamit sisil


"waalaikumsalam" jawab jannah sambil mengikuti langkah mereka menuju teras


saat shinta sudah berada di teras rumah


"udah cocok jadi mamah shin" teriak jannah yang terus terusan menggoda sahabat nya, dan sudah dapat di pastikan kalau tatapan tajam langsung melayang ke arah nya


*gak papa tatapan tajam yang melayang, asalkan jangan wajan yang melayang* batin jannah


"hahhaa, peace" ucap jannah tergelak sambil tangannya membentuk✌


dalam perjalanan


"jalan jalan kemana?" tanya reyhan pada shinta yang duduk di sebelahnya sambil memangku sisil


"em.. sisil mau jalan jalan kemana sayang?" tanya shinta


"sisil juga bingung tante" jawab sisil


"mau tante" jawab sisil bersemangat, jika soal mainan itu nomor satu bagi sisil


"oke, kita ke playground" ucap reyhan


mall


"mainan nya disini sil" ucap shinta saat mereka masuk ke arena bermain anak anak alias playground


"wahh" ucap sisil dengan mata yang berbinar


"daftar dulu" ucap reyhan yang diangguki shinta, dan setelah mendaftar


"sisil main dulu ya" ucap sisil sebelum masuk playground


"iya, hati hati" jawab shinta juga reyhan


"orang tua tidak diperbolehkan masuk ya pak bu, silahkan tunggu anak nya di situ" ucap salah satu pegawai sambil menunjuk tempat untuk orang tua yang mengawasi anak anaknya


"eh, saya bukan-" ucap shinta terhenti


"iya pak, terima kasih" potong reyhan tetap dengan nada datar nya


"kak, kita kan bukan orang tua nya" ucap shinta saat mereka sudah duduk di ruang tunggu


"emang kenapa?" tanya reyhan


"orang tadi jadi salah paham dong" jawab shinta


"salah paham atau enggak juga gak ada pengaruh nya kan?" tanya reyha


"ya.. iya sih" ucap shinta pasrah


setelah kalah berdebat, shinta lebih memilih untuk terus memperhatikan sisil yang main dan lari kesana kemari, sesekali dia mengambil video juga mengambil gambar sisil yang tengah bermain dan tersenyum ke arah nya


*sangat manis* batin shinta sambil tersenyum


"kamu suka anak anak?" tanya reyhan yang melihat ekspresi shinta dari tadi


"iya" jawab nya singkat


"kenapa?" tanya reyhan

__ADS_1


"mereka imut, lucu, polos dan makhluk yang tidak berdosa" jawab shinta yang masih tidak mengalihkan pandangannya dari sisil


setelah kurang lebih satu jam sisil bermain, akhirnya dia mulai kelelahan dan keluar dari arena bermain


"capek ya?" tanya shinta yang melihat sisil berjalan ke arah nya


"iya tan" jawab sisil kemudian duduk di tengah-tengah antara reyhan dan shinta


"minum dulu" ucap reyhan yang membuka botol minuman


"makasih om" ucap sisil saat selesai minum


"udah? mau pulang?" tanya shinta yang melihat sisil kelelahan


"no, sisil pengen makan ice cream" jawab sisil menggelengkan kepala


"oke, ayo kita makan ice cream" jawab reyhan seraya menggandeng tangan sisil, kemudian mereka menuju salah satu kedai ice cream yang tersedia di mall itu



"mau rasa apa?" tanya reyhan saat mereka sudah duduk anteng


"coklat" jawab sisil


"kamu?" tanya reyhan pada shinta


"matcha" jawab shinta


"aku pesen dulu" ucap reyhan yang diangguki shinta


10 menit kemudian, 2 cup ice cream sudah tertata rapi di meja


"yahh.. sendok sisil jatuh" ucap sisil saat ingin makan ice cream nya


"nih pakai punya tante, nanti tante bisa minta lagi" ucap shinta memberikan sendok nya pada sisil, kemudian berdiri untuk meminta sendok lagi


"bentar ya" ucap shinta yang diangguki reyhan


saat shinta sudah mendapat sendok dan ingin kembali ke tempat duduk, langkah nya terhenti karena mendapati reyhan yang sedang di dekati oleh wanita lain


*jika kamu merespon nya, itu artinya ungkapan kamu sama aku selama ini hanya kebohongan* batin shinta yang masih mengawasi mereka


"boleh aku duduk di sini?" tanya wanita itu saat melihat reyhan


"punya orang" jawab reyhan cuek karena mereka tadi memang duduk di meja kursi 3 orang


"punya siapa? mana orangnya?" tanya wanita itu celingukan tapi tidak ditanggapi oleh reyhan


"kamu bohong ya?" tuduh wanita itu


"kemana pasangan kamu?"


"atau jangan jangan kamu duda?" tebak wanita itu saat melihat sisil yang duduk di depan reyhan


*what? duda? kak...kau memang udah pantes buat jadi bapak* batin shinta terkekeh geli


"iya kan? kamu duda kan?" tanya wanita itu dengan mendesak, tapi tetap reyhan tidak menjawab nya


"jangan malu, aku tetep mau kok walau sama duda" ucap wanita itu yang membuat shinta melotot seketika


"apalagi duda nya kayak kamu" sambung wanita itu dengan nada menggoda


*astaga.. kalau gak sabar udah gue cekek lu* batin shinta saat emosi nya mulai terpancing


*tunggu tunggu, jangan bilang kalau gue cemburu?*


1..2..3


*ahh..emang gak boleh kalau gue cemburu?* batin shinta perang dengan dirinya sendiri


saat wanita itu ingin duduk di samping reyhan, shinta langsung datang dan ingin menghampiri nya


"aku duduk disini ya" ucap wanita itu sambil menunjuk kursi milik shinta tadi


reyhan ingin membuka mulut nya, namun shinta lebih dulu datang dan berbicara


"maaf mbak, saya istrinya" ucap shinta tiba tiba


degg


perkataan shinta barusan membuat reyhan sangat terkejut sampai dia langsung berdiri dari kursi nya


_________________


jangan lupa like + komen!❤


dan semoga lancar selalu bagi yang berpuasa☺

__ADS_1


__ADS_2