Hanya Kamu Seorang!

Hanya Kamu Seorang!
09.Teletubbies


__ADS_3

setelah berperang bantal, mereka bertiga kelelahan dan akhirnya ketiduran


15:00 waktu Melbourne


"hoamm" jannah bangun duluan dan mengumpulkan nyawa, setelah sadar sepenuhnya, jannah pun melihat jam dinding


"eh shin, la bangun" ucap jannah sambil menggoyangkan badan sahabatnya itu


"emhhh, jam berapa emang?" tanya shinta yang sudah duduk untuk mengumpulkan nyawa nya


"jam 3" jawab jannah yang membuat shinta langsung lompat dari kasur dan membuat jannah kaget tentunya


"ehh buset dah kaget gue, kalo turun tuh hati hati, ntar kekilir tau rasa lo" ucap jannah


"gue buru buru, mau mandi" jawab shinta dan langsung berlari ke kamar mandi , jannah yang melihatnya hanya geleng geleng kepala


"laa bangun laaa" teriak jannah


"apa jan?" tanya laila sambil mengerjapkan matanya


"udah jam 3 nih, buruan bangun nanti biar tidak telat naik pesawat" ucap jannah


"iya iya, gue nanti mandi setelah lo berdua selesai" ucap laila


"jangan tidur lagi loh" peringat jannah


"hemmm" jawab laila


1 jam kemudian 3 gadis itu suda siap untuk berangkat ke bandara dan pulang


"yuk berangkat" ajak shinta


"yuk" jawab laila juga jannah


dan setelah memasukkan barang masing masing ke bagasi, mereka langsung berangkat ke bandara


Skip sampai bandara______


"ke cafe dahulu yuk, kan take off nya 1 jam lagi" ajak laila


"tetapi capek nih bawa trolley koper, kan berat" jawab jannah


"bentaran doang kok" ucap laila


"yaudah ayo" jawab shinta


Cafe____


"shin" panggil laila


"kenapa?" tanya shinta


"maafin gue" ucap laila sambil menunduk yang langsung mendapat teguran dari jannah


"lala..." ucap jannah sambil menatap tajam laila


*astaga, shinta bakalan marah nih pasti, pengen gue makan hidup hidup tuh si lala, untung gue sayang* batin jannah


"maaf? maaf buat apa sih?" tanya shinta heran


"kan cuman maaf shin" ucap jannah


"diem jan! gue kan nanya lala, kenapa jadi lo yang jawab?" tanya shinta


"kan cuman kata maaf apa salahnya sih shin" ucap jannah

__ADS_1


"gue bilang diem! gue tau lala mungkin lala minta maaf tanpa ada sebab" ucap shinta


"shin... " panggil jannah


"diem!" ucap shinta dengan tegas yang artinya dia sedang serius dan itu berhasil membuat jannah bungkam


"alasannya apa la?" tanya shinta


"maafin gue karena udah asal ceplos aja waktu kemarin pas kita makan malam bereng, gue gak tau kalau lo punya alasan dibalik kejombloan lo itu, tapi gue malah seenak jidat ngomong gitu, maafin gue ya" ucap laila yang membuat shinta kaget


*apa lala tau alasan gue gak pernah pacaran?*batin shinta


shinta kemudian beralih menatap tajam jannah dan memberi kode lewat mata 'lo cerita?' jannah mengerti dan segera menggelengkan kepala karena dia memang tidak cerita apa alasan shinta sebenarnya


"lo tau apa alasan gue?" tanya shinga


"gue gak tau beneran, jannah cuman bilang kalo lo punya alasan" ucap laila jujur


"ooh, gapapa kok la.. jangan dipikirin" ucap shinta


"tapi gue tetep aja ngerasa bersalah, maaf ya" ucap laila


"udah lupain aja, anggap angin lewat ajalah, dan kalau sekali lagi lo minta maaf , gue tonjok beneran ya muka lo" ancam shinta


"iya iya" ucap laila


"yaudah yuk langsung check in" ajak jannah


"yuk" ucap shinta dan mereka pergi meninggalkan cafe


"yuk masuk" ajak shinta saat mereka sampai di pintu masuk


"no guys, gue gak ikut pulang" ucap laila yang membuat jannah dan shinta kaget


"maksud lo gimana sih? jangan becanda ya" ucap laila


"guyss, maaf gue gak ikut kalian pulang" ucap laila


"trus?" tanya jannah meminta penjelasan


"gue bakal tinggal di sini untuk sementara waktu, tapi gue pasti bakalan nyusul kalian pulang kok" ucap laila seraya tersenyum


"trus lo bakal tinggal di mana?" tanya shinta


"di apartemen kakak gue" jawab laila


"udah izin mama papa?" tanya jannah


"udah, dan mereka ngebolehin" jawab laila


"apa alasan lo mau tinggal di sini? gak biasanya lo kayak gini" tanya shinta


"ya gue pengen aja nyoba hidup mandiri bentaran" ucap laila cengegesan


"gue khawatir nih kalo lo tinggal sendiri" ucap jannah


"jangan khawatir, di apartemen ada bibi kok" ucap laila


"lo beneran nih?" tanya jannah


"iya beneran" ucap laila


"apa karena andrew lo mau tinggal di sini?" tanya shinta, dia tau kalau laila memang menunjukkan ketertarikan pada andrew , dan pertanyaan shinta membuat pipi laila menjadi blushing


"ihh apaan sih, udah udah sana masuk, nanti ketinggalan loh" ucap laila mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"ngusir nih ceritanya" ucap jannah


"bukan ngusir, gue cuman takut nanti kalian telat" ucap laila


"yaudah kalo emang ini kemauan lo, jaga diri baik baik ya" ucap shinta


"iya jaga diri baik baik, kita sayang banget sama lo" ucap jannah dan mereka berpelukan bertiga layaknya teletubbies


"iya, kita sayang sama lo" ucap shinta


"gue juga sayang kalian" ucap laila


"byee~" ucap shinta dan laila sambil melepaskan pelukan mereka dan masuk untuk check in


"bye juga, sampai bertemu nanti di indo" ucap laila sambil melambaikan tangan pada shinta juga jannah yang sudah agak menjauh


laila akhirnya keluar dari bandara dan langsung menuju apartemen kakak nya yang akan dia tempati


Skip di dalam pesawat___


saat ini jannah juga shinta sedang dalam perjalanan pulang ke indonesia


"sayang banget, padahal baru aja bisa kumpul bareng, ehhh kepisah lagi" ucap jannah yang tengah menonton film di dalam pesawat


"iya, gue juga ngerasa gitu" ucap shinta


*gue kira shinta bakalan marah karena gue udah bilang kalo shinta punya alasan, ehh ternyata enggak, syukur deh gak jadi dapet amukan gue* batin jannah merasa lega


"kok lo bisa sih bilang ke lala soal gue yang punya alasan untuk gak pacaran? gimana kalo dia nanya lagi?" tanya shinta kesal


*nah kan kan, baru aja gue bersyukur karena gak diomelin, ehh sekarang kena omel juga, gue ralat deh omongan gue tadi* batin jannah


"maaf, gue kasian liat lo di ejekin terus, makanya gue bilang aja gitu, sekarang gue cuman mikir, apa dia bisa hidup sendiri di sini tanpa orang tua?" tanya jannah mengalihkan pembicaraan


"emang dasar lo pinter banget ngalihin penbicaraan, yaudah lah ya itu udah keputusan dia, mending sekarang kita mikirin dulu tentang kerjaan kita" lanjut shinta mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu sedih


*yess! akhirnya gue gak jadi kena omel panjang lebar* batin jannah merasa senang


"iya juga, eh shin lo tau gak... " ucap jannah belum selesai


"gak" jawab shinta cepat


"kan gue belum selesai" ucap jannah kesal


"lo pasti mau nanya siapa direktur di rumah sakit itu kan?" ucap shinta


"kok lo tau sih?" tanya jannah


"kan lo dulu pas mau kerja juga nanya gitu, untuk direktur rumah sakit di bandung gue gak tau siapa orangnya" ucap shinta


"ohh, kira kira siapa ya?" tanya jannah dan shinta hanya mengedikkan bahu sebagai tanda 'bodo amat' serta memasang earphone di telinganya dan memejamkan mata


jannah pun akhirnya ikut tidur saja daripada dia ngomong sendirian nanti malah dikira gila


*perjalanan yang sangat melelahkan, babak baru juga akan segera dimulai, semangat shinta,,kamu pasti bisa dan percayalah tuhan sangat menyayangimu* batin shinta menyemangati diri sendiri


BERSAMBUNG


______________________________________


maaf kalau ceritanya gaje, ini novel pertama author🙌


Tinggalkan jejak ya!❤


terima kasih buat yang udah baca🙏✨

__ADS_1


__ADS_2